E satu.com (Indramayu)
- Suhu politik menjelang Pilkada di Indramayu yang akan digelar pada 9 Desember 2020 nanti nampaknya mulai memanas, karena tinggal hitungan hari lagi masyarakat Indramayu akan menentukan pemimpin barunya.

Terlepas dari suhu politik yang sedang berlangsung, pemilukada selalu menyisakan sebuah harapan besar. Harapan yang dibutuhkan oleh lebih dari satu juta masyarakat Indramayu agar daerahnya menjadi semakin lebih baik.

Kabupaten Indramayu memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi kabupaten yang sejahtera, mampu mengangkat derajat masyarakatnya menjadi lebih baik.

Dari sisi sumber daya alam dan potensi ekonominya besar.

Indramayu juga merupakan daerah yang banyak memiliki titik-titik sumber minyak mentah, selain yang sudah banyak ditemukan dan dieksplorasi, Indramayu masih memiliki lebih banyak lagi jika digali.

Belum lagi di sektor kekayaan alam luar, Indramayu memiliki laut yang potensi ikannya sangat tinggi. Di daratan, hamparan sawah berjejer luas sebagai sumber perekonomian utama mayoritas warganya, hutan Jati, kebun tebu menjadi pelengkap potensi yang dimiliki kabupaten yang pernah dijuluki sebagai lumbung padi ini.

Namun sayang, potensi yang besar tersebut belum berbanding lurus dengan hasil yang dinikmati penduduknya. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat Indramayu yang belum maksimal.

Jika pun banyak yang sejahtera, hal tersebut bukan diperoleh dari bagi hasil yang dimiliki potensi alamnya. Melainkan hasil bekerja di luar daerah, baik sebagai pegawai, pembantu rumah tangga, dan pekerjaan lainnya bahkan menjadi pahlawan devisa yang bekerja di luar negeri.

Perihal tersebut diungkapkan Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, saat memberikan orasi politiknya dalam deklarasi petani/pemulia tanaman padi mendukung Nina-Lucky di Desa Jengkok Blok Banar Balai Nelajar Amartapadi, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (21/11/2020).

Rieke yang akrab disapa "Oneng" itu, hadir bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Bendahara DPD PDI Perjuangan Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu H Sirojudin, serta Calon Bupati Indramayu Nina Agustina.

"Satu langkah awal yang mungkin bisa kita mulai adalah dengan memilih pemimpin, bagi kemajuan Indramayu yang saat ini masih terpuruk, baik dalam segi ekonomi, sosial, infrastruktur maupun spiritual," terangnya.

Dikatakannya, Indramayu memiliki laut yang potensi ikannya sangat tinggi. Di daratan, hamparan sawah berjejer luas sebagai sumber perekonomian utama mayoritas warganya, hutan Jati, kebun tebu menjadi pelengkap potensi yang dimiliki kabupaten yang pernah dijuluki sebagai lumbung padi ini.

Namun begitu, lanjut Rieke, Indramayu masih belum mempunyai Pemimpin. Karena tata kelola daerah yang tidak teratur, sehingga berdampak pada rakyatnya.

"Sehingga, Indramayu butuh pemimpin, bukan penguasa," tandasnya

Ia juga meminta kepada para kader dan simpatisan partai serta para relawan Nina Lucky agar selalu gencar mensosialisasikan secara massif dan sistematis program-program unggulan pasangan nomor urut 4 Nina Agustina - Lucky Hakim.(iwan/wn)

Post A Comment:

0 comments: