E satu.com (Cirebon)
- Pertemuan peningkatan Kapasitas Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan perempuan dan Perlingdungan anak (P2TP2A) yang berlangsung di Aula dinas sosial pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak , Jl. Brigjen Dharsono No.4 bypass Kota Cirebon. Kamis (25/02/21)

Dalam pertemuan tersebut dibuka secara langsung oleh ketua harian dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kota Cirebon (P2TP2A) Drg.Siksa muliadi menjelaskan hal yang sudah di lakukan P2TP2A selama satu tahun sebelumnya

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Agus Mulyadi (Sekda) , kepala DSPPPA , Kabid Dikdas Disdik kota Cirebon , BP4D kota Cirebon dan forum anak kota Cirebon serta pengurus P2TP2A kota Cirebon 

Tujuan kegiatan ini adalah memberi kontribusi terhadap terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dengan mengintregasikan strategi dalam berbagai jenis kegiatan pelayanan terpadu bagi peningkatan kondisi , peran , perlindungan dan kesejahteraan serta sebagai wadah untuk penanganan dan pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 

Kegiatan dibuka dengan secara langsung oleh ketua harian dinas sosial pemberdayaan perempuan dan Perlingdungan anak (DSPPPA) kota Cirebon Dr. Santi 

Kemudian Dr. Siska selaku ketua P2TP2A Kota Cirebon memaparkan visi misi dan tugas dari P2TP2A Kota Cirebon serta hasil kegiatan tahun 2020 pada masing masing bidang.

Selanjutnya Agus Mulyadi memberi arahan "Saya sangat berharap dengan adanya peningkatan pelayanan pengurus P2TP2A kota Cirebon bisa membuat kasus kekerasan terhadap perempuan dan khususnya anak bisa ditanggulangi dan diselesaikan" tuturnya

P2TP2A pada 10 tahun sebelumnya sangat fokus pada area penanganan di bagian pendeteksiannya , rujukannya yang harus satu atap dan penanganan itu sudah ada di RS Gunung jati Kota Cirebon dengan medis yang profesional. Adapun konseling lanjutan diserahkan ke P2TP2A atau Puskemas-Puskesmas Kota Cirebon

Rencana 10 tahun kedepannya P2TP2A akan membersihkan kasus kasus kekerasan di kota Cirebon dan daerah yang lebih dulu supaya anak dan perempuan berdaya , sebab anak anak dan perempuan mengalami korban kekerasan Biasanya karena keterbelakangan mental. Ungkap Dr. Junny (fer)

Post A Comment:

0 comments: