E satu.com (Cirebon)
- Kondisi ekonomi yang terpuruk, membuat beberapa keluarga bersusah payah menghidupi keluarganya. Bahkan, diantaranya anak Balita mengalami gizi buruk lantaran tidak mampu membeli susu.

Seperti Balita Tania Febrianty Jalan Kapten Samadikun RT 01 RW 10 Kelurahan Kesenden Kota Cirebon, pada usia dua tahun, pertumbuhannya terhadap lantaran kurang mendapat asupan gizi.

Kondisi tersebut mengundang rasa simpati Yayasan Amal Nusatan Utama (YANU) Jakarta, bersama Lurah Kesenden Lurah Kesenden Ruliyanto mengunjung rumah Tania, guna memberikan bantuan nutrisi seperti susu dan makanan pendamping, yang akan diberikan rutin setiap bulannya selama satu tahun.

Lurah Kesenden Ruliyanto mengatakan, di Kelurahan Kesenden terdapa tiga yang terkonfirmasi mengalami gizi buruk. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya gizi buruk.

"Ada tiga Balita yang diketahui mengalami gizi buruk di Kelurahan Kesenden. Beberapa sudah mendapat bantuan," kata Ruli Senin (1/2)

Ruli menambahkan pihanya selalu berkomunikasi dengan pihak Puskesmas terkait pemberian asupan gizi. Walaupun mengalami gizi buruk bukan berarti nutri apapun bisa diberikan.

"Kami konsultasi terlebih dahulu, tidak semuanya nutrisi bisa diberikan kepada Balita gizi buruk, karena dapat menyebabkan diare yang berakibat akan turun berat badannya. Setelah, dapat informasi baru kami bisa berikan apasaja yang dibutuhkan Balita tersebut," paparnya.

Disaat bersamaan, Ketua YANU cabang Cirebon Puguh Purwandoro menjelaskan, pemberian bantuan terhadap Balita gizi buruk, memang menjadi program rutin setiap tahunnya. Walaupun tidak seberapa, minimal dapat sedikit membantu keluarga kurang mampu.

"Ini program rutin YANU setiap tahunnya, walaupun sedikit tapi setidaknya bisa membantu Balita yang mengalami gizi buruk dan kami akan rutin memberikan bantuan setiap bulannya selama setahun," ujarnya.

Selain memberikan bantuan nutrisi bagi Balita. YANU juga membantu bedah rumah, bagi keluarga tidak mampu, yang kondisi rumahnya tidak layak huni di Kelurahan Kesenden. Program ini juga menjadi program rutin setiap tahunnya. Serta nasi bungkus sebanyak 200 bungkus yang dibagikan secara acak setiap harinya.

"YANU juga melakukan bedah rumah, setiap tahunnya, untuk mewujudkan keluarga tidak mampu mempunyai rumah layak huni," pungkasnya. ( NM)

Post A Comment:

0 comments: