E satu.com (Cirebon)
- Komisi III DPRD Melaksanakan (Hearing) Rapat mendengar Pendapat bersama Komisi penanggulangan AIDS (KPA) , LSM , dan RSD Gunung jati di Ruang griya sawala DPRD Kota Cirebon. Senin (15/03/21)

Dalam rapat tersebut , Komisi III DPRD menyoroti fasilitas klinik seroja RSD Gunung Jati yang dinilai kurang representatif untuk pelayanan kesehatan terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Selain itu komisi III DPRD mendengar pendapat dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) , LSM dan RSD Gunung Jati terkait peningkatan pelayanan bagi ODHA di klinik seroja yang kurang representatif 

"Sebaiknya ruang pelayanan di klinik seroja itu kondusif. Selama ini ruang konseling tidak kedap suara dan ruang tunggu tidak tertutup. Rekan rekan menginginkan ruangan itu kedap suara dan tertutup" kata tresnawaty

Menurut tresnawaty , Merelokasikan klinik seroja agar kondusif bagi ODHA memang membutuhkan waktu. Sedangkan saat ini RSD Gunung Jati fokus menangani covid-19. Namun , minimalnya RSD Gunung Jati bisa membuat ruang konseling yang kedap suara dan ruang tunggu yang tertutup  agar membuat nyaman ODH saat konseling 

Sementara sekretaris KPA Kota Cirebon , Sri Maryanti Mengatakan , saat ini pihak menangani 1.639 ODHA. Ia menyebutkan , sepanjang 2020 KPA dan LSM menemukan 324 kasus baru.

"Yang tertinggi itu pada tahun 2020 yakni 324 kasus baru. Tahun 2019 ada 189 kasus baru. Kemudian 2018 ada 65 kasus baru dan tahun sebelumnya rata rata di angka seratusan. Yang terendah pada tahun 2011 dan 2012 yakni 35 dan 32 kasus baru" kata sri maryanti

Sri Maryanti berharap Pemkot dan RSD Gunung Jati merelokasikan klinik seroja agar pelayanan menjadi optimal. Menurut sri , Sejumlah ODHA mengeluh terkait pelayanan ruang tunggu yang tak tertutup dan ruang konseling yang tidak kedap suara.

Direktur RSD Gunung Jati , Dr. Ismail jamaludin SpOT mengatakan , Relokasi klinik seroja termasuk dalam master plan gedung baru RSD Gunung Jati , Namun karena adanya refocusing relokasi sejumlah ruangan , termasuk klinik seroja tak bisa dilakukan pada tahun ini 

Ismail mengatakan , untuk saat ini yang bisa dilakukan adalah merenovasi ruang tunggu dan ruang konseling. Rencananya akan menggunakan material Glass-fire Reinforced Concrete (GRC) untuk membuat ruang konseling di klinik seroja menjadi kedap suara. (fer)

Post A Comment:

0 comments: