Esatu.com (Cirebon)
- Mundurnya launching Bus Rapid Transit (BRT) Trans  dan Alun alun Kejaksan Kota Cirebon diundur menjadi 12 April 2021 yang semula akan dilaksanakan 7 April 2021 menjadi perdebatan dan saling tuding adanya instansi yang belum siap.

Dinas perhubungan mengakui belum dapat mengeluarkan semua armada karena diduga belum terpenuhinya semua anggaran untuk BBm dan kelayakan jalan kendaraan tersebut karena faktor tekhnis.

Semetara itu syahroni Kepala Dinas PUPR Kota Cirebon mengatakan pihaknya sudah siap kapanpun mau di lounching 

Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan pada Senin (5/4/2021). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Drs Andi Armawan mengungkapkan, ada beberapa hal yang menyebabkan launching ini diundur.

Namun telah disepakati bahwa soft launching pada tanggal 12 April 2021. Sementara teknis seremoni diambil alih oleh Sekretariat Daerah, karena menyangkut dua institusi/SKPD.

“BRT sejauh ini mobil sudah siap. Yang akan nanti soft launching tidak semua armada keluar, karena sifatnya hanya untuk sosialisasi awal saja,” kata Andi, ketika dikonfirmasi oleh e.satu.com  melalui telp genggam  (6/4/2021).

Terkait operasional BRT, kata dia, nantinya masih akan disepakati terkait nilai tarif dan lainnya. Dinas Perhubungan hanya memfasilitasi bagaimana transporasi modern ini bisa beroperasi.

“Kita berharap bus ini bisa menjadi moda transportasi modern di Kota Cirebon dan dicintai masyarakat Kota Cirebon,” Pungkasnya.( Pgh)

Post A Comment:

0 comments: