Kritik bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat. Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang bagi kritik yang disampaikan secara jujur, objektif, dan berdasarkan fak
Kami mengkritisi karena tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang harus menanggung akibat dari kebijakan yang tidak sinkron, pelayanan publik yang kurang optimal, atau keputusan yang mengabaikan rasa keadilan. Diam terhadap persoalan yang berdampak pada kepentingan publik bukanlah pilihan yang bijaksana.
Ketika kebijakan pemerintah pusat bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sudah sewajarnya masyarakat mempertanyakan sejauh mana kebijakan tersebut diimplementasikan di daerah. Pertanyaan seperti itu bukanlah bentuk perlawanan, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijamin dalam negara demokrasi.
Kami percaya bahwa pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang anti kritik, melainkan pemerintah yang bersedia mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki diri demi kepentingan rakyat.
Karena itu, kami akan terus menyampaikan kritik yang konstruktif, berdasarkan data dan fakta, bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi agar kebijakan publik semakin adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
Sebab pada akhirnya, kami tidak ingin menjadi bagian dari masyarakat yang tersakiti hanya karena memilih diam.
Penulis : Asep Wawan Wibawan
( MCI Kota Tangerang)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: