Uploaded Image

E satu.com (Cirebon) - Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka mengalami inflasi pada Agustus 2026 setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi. Berdasarkan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Kota Cirebon tercatat sebesar 0,40 persen secara bulanan atau month to month (mtm), sedangkan Kabupaten Majalengka sebesar 0,06 persen.

Inflasi Kota Cirebon tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat dan nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan. Sementara inflasi di Kabupaten Majalengka relatif lebih rendah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fickry Widya Nugraha, mengatakan secara tahunan inflasi di kedua wilayah masih terkendali.

"Secara tahunan, inflasi Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka masing-masing tercatat sebesar 3,01 persen (year on year/yoy) dan 2,82 persen (yoy)," kata Fickry, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut masih berada di bawah tingkat inflasi Jawa Barat sebesar 3,13 persen dan nasional sebesar 3,19 persen secara tahunan.

"Kondisi ini menunjukkan inflasi di wilayah Ciayumajakuning secara umum masih terkendali," ujarnya.

Harga Pangan Jadi Penyumbang Inflasi

Fickry menjelaskan, tekanan inflasi di Kota Cirebon terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 1,07 persen secara bulanan dengan andil sebesar 0,35 persen terhadap inflasi keseluruhan.

Sementara di Kabupaten Majalengka, tekanan inflasi relatif terbatas dan sebagian tertahan oleh deflasi pada kelompok transportasi.

Komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi di kedua wilayah. Kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat, termasuk seiring kembali aktifnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Di Kota Cirebon, kenaikan harga beras turut memberikan tekanan inflasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga gabah kering di tingkat petani serta tren penurunan produksi setelah periode puncak panen," ungkapnya.

Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura. Di antaranya bawang merah, tomat dan bawang putih.

Selain itu, meningkatnya pasokan telur ayam ras juga turut membantu menahan tekanan inflasi di wilayah Ciayumajakuning.

Harga Ayam dan Beras Jadi Perhatian

Ke depan, Bank Indonesia Cirebon menilai perkembangan harga daging ayam ras dan beras perlu terus menjadi perhatian.

Potensi kenaikan permintaan diperkirakan masih dapat memberikan tekanan terhadap harga beras. Kondisi tersebut seiring harga gabah yang masih mengalami peningkatan serta menurunnya produksi setelah masa panen raya.

Selain itu, risiko gangguan pasokan pangan akibat potensi kekeringan dan penurunan debit air irigasi sebagai dampak fenomena El Nino juga perlu terus diantisipasi.

BI Perkuat Strategi 4K

Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah, Bank Indonesia Cirebon bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat implementasi strategi 4K.

Strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, BI bersama pemerintah daerah mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayah Ciayumajakuning.

Selain itu, dikembangkan inovasi Pasar Murah Digital melalui kolaborasi Waduli Kota Cirebon dan Grab untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Sementara untuk menjaga ketersediaan pasokan, dilakukan Gerakan Tanam Cabai, pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan rumah, hingga penerapan digital farming dan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Upaya tersebut juga disertai penguatan kapasitas kelompok tani, kelompok usaha bersama serta kelembagaan koperasi pangan.

Dalam aspek kelancaran distribusi, BI mendorong penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) melalui fasilitasi business matching. Penguatan rantai pasok pangan juga dilakukan melalui kolaborasi produsen, koperasi, agregator dan pasar dalam rangkaian program Jawara Tani.

Adapun dalam komunikasi efektif, koordinasi diperkuat melalui forum Sustainable Agri Talk yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, koperasi dan kelompok tani.

Bank Indonesia Cirebon bersama seluruh anggota TPID se-Ciayumajakuning berkomitmen terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, keterjangkauan pangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top