E satu.com (Kota Cirebon) - Kondisi memprihatinkan dialami Sri Handayani (49), seorang guru honorer di Kota Cirebon. Rumah yang ditempatinya di wilayah Kalitanjung Timur, Kelurahan Harjamukti, mengalami kemiringan hingga sekitar 50 sentimeter dan kini dinilai sudah tidak layak huni.
Sri Handayani merupakan guru honorer di SLB Mutiara Bunda Losari, Cirebon. Sejak Juli 2022, ia aktif menjalankan aktivitas sebagai tenaga pengajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.Cirebin , 4 April 2026
Di balik pengabdiannya tersebut, Sri harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya kian memprihatinkan. Rumah yang dibangun pada akhir tahun 2011 itu belum pernah direnovasi, hingga akhirnya mengalami kemiringan cukup parah, terutama pada bagian kiri atau area kamar.
Selain miring, kondisi bangunan rumah juga sudah tidak layak huni. Sejumlah material bangunan, khususnya kayu, dilaporkan mengalami keropos di berbagai bagian. Hal ini semakin meningkatkan risiko bangunan roboh sewaktu-waktu.
Kemiringan yang mencapai sekitar 50 sentimeter membuat Sri diliputi rasa cemas setiap hari.
Ia mengaku sering kesulitan tidur pada malam hari karena khawatir rumahnya ambruk secara tiba-tiba.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, rumah tersebut saat ini hanya disangga menggunakan bambu secara sederhana. Penyangga itu pun merupakan hasil bantuan dari kakak dan adiknya, karena keterbatasan biaya.
Dengan penghasilan sekitar Rp750 ribu per bulan sebagai guru honorer, Sri mengaku belum mampu melakukan renovasi rumah secara menyeluruh. Ia tidak berharap memiliki rumah mewah, melainkan hanya menginginkan tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk beristirahat.
Upaya untuk mendapatkan bantuan melalui program rutilahu atau bedah rumah pun belum bisa dilakukan karena rumah yang ditempati belum memiliki sertifikat, sehingga tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Sri juga mengkhawatirkan dampak yang bisa terjadi jika rumah tersebut roboh, tidak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga warga sekitar yang tinggal berdekatan.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Sri Handayani berharap adanya perhatian dan bantuan dari para dermawan agar rumahnya dapat diperbaiki dan kembali layak huni. Ia ingin tetap menjalani aktivitasnya sebagai tenaga pengajar dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut akan kondisi tempat tinggalnya. (als)











.webp)











Post A Comment:
0 comments: