Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -  CV LN yang berkedudukan di Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat diduga kuat 'dipaksakan' menang dalam tender Pekerjaan Rekontruksi Normalisasi Saluran Pembuang Ceblok.

Data yang terakses  dari laman LPSE Indramayu  pekerjaan normalisasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sempat gagal tender.

Namun setelah diulang, pekerjaan rekontruksi normalisasi sebesar Rp2,34 Miliar ini akhirnya dimenangkan CV LN.


Menangnya CV LN ini memperkuat dugaan terjadinya ijon proyek, dan dugaan pengondisian pada kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun 2026.


Sebelumnya, bahwa e-satu.com memberitakan dugaan pengondisian untuk sejumlah paket normalisasi Saluran irigasi  dan embung.

Sedikitnya delapan pekerjaan normalisasi sungai dan embung sejak bulan Maret sudah di plot dan dibagi-bagi ke oknum kontraktor.

Terbongkarnya pengondisian ini atas 'Nyanyian" kontraktor berinisial RH yang membocorkan dugaan   bagi-bagi pekerjaan basah tersebut kepada akun tik tok Intijayakoran.com.

Sejumlah pengusaha (kontraktor) disebut telah di plot sebagai pemenang pekerjaan normalisasi, termasuk diantaranya kontraktor inisial HK yang bakal memenangkan pekerjaan normalisasi saluran pembuang ceblok.

"Fakta terjadinya gagal tender ini salah satu strategi kentalnya pengondisian dan KKN pada pekerjaan normalisasi saluran ceblok. Dugaan kuat terjadi ijon proyek semakin jelas dan nyata. Sebaiknya APH dalam hal ini KPK dan Kejagung segera turun tangan untuk mengurai ijon proyek di Kabupaten Indramayu," kata kontraktor lokal yang enggan disebut identitasnya.

Menurutnya, nama direktur CV LN berinisial CL ini adalah boneka. Karena sesungguhnya yang mengendalikan pekerjaan adalah pengusaha HK yang notabenenya terikat family dengan CL.


"CV LN ini terafiliasi dengan pengusaha HK. Data-data sudah kami pegang sebagai bukti. Direktur CL kan masih keluarga HK," beber sumber tersebut.


Ditambahkan sumber itu, dari hasil pantauannya, pekerjaan dilapangan juga tidak sesuai speksifikasi teknis dan  terjadi dugaan curang.

"Normalisasi kok yang diambil hanya eceng gondok. Mestinya ada pengerukan tanah saluran dengan kedalaman sesuai gambar RAB. Dan saat pengerukan harus dalam posisi kering tidak ada air untuk mengukur kedalaman tanah lumpur yang dikeruk," beber sumber tersebut sambil menjelaskan bahwa BBM Solar untuk alat berat Excavator (Beko) juga diduga kuat tidak menggunakan solar industri/non subsidi, padahal anggaran tersebut sudah termaktub dalam RAB. (Tri Hadi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Tradisi Panjang Jimat kembali digelar Keraton Kasepuhan Cirebon pada Rabu (26/8/2026) malam.

Prosesi Pelal Ageng tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Prosesi berlangsung khidmat dengan arak-arakan berbagai perangkat adat, pusaka, atribut kebesaran keraton, hingga sajian yang memiliki makna simbolis terkait proses kelahiran manusia dan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Goemilar Soeriadiningrat, mengatakan Panjang Jimat merupakan puncak dari rangkaian tradisi Maulid yang sebelumnya telah dilaksanakan, termasuk tradisi siraman panjang.


"Alhamdulillah malam hari ini, di tanggal 26, di malam Kamis, kami Keraton Kasepuhan Cirebon bisa mengadakan acara tradisi Panjang Jimat, yang intinya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW," kata Goemilar.


Menurutnya, iring-iringan Panjang Jimat terbagi dalam beberapa bagian, mulai dari Panjang 1 hingga Panjang 7. Dalam rangkaian tersebut juga terdapat meron atau dongdang dengan 38 piring pengiring yang sebelumnya menjalani proses pencucian.

Goemilar menjelaskan, berbagai benda yang dibawa dalam arak-arakan bukan sekadar perlengkapan upacara. Setiap perangkat memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan proses kelahiran manusia.

"Sebetulnya tadi iring-iringan itu bermakna kelahiran anak manusia. Jadi contoh, ada Kembang Goyang itu menandakan ari-ari, air pasatan itu seperti air ketuban, atau serbat itu seperti darah setelah melahirkan," ujarnya.

Sebelum arak-arakan dimulai, para abdi dalem dan perangkat keraton terlebih dahulu menjalani persiapan lahir dan batin. Penata upacara melakukan Ngadu Batos dengan menghadap Sultan Sepuh atau pihak yang mewakili untuk menyampaikan maksud sekaligus meminta restu atas pelaksanaan Panjang Jimat.

Rangkaian malam tersebut juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selawat, zikir, doa, pengkisahan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta tausiah. Kegiatan berlangsung sejak selepas Magrib hingga menjelang prosesi puncak.

Menjelang arak-arakan, Pangeran Komisi melakukan sungkem kepada Pangeran Patih sebagai penanda dimulainya prosesi. Dalam rangkaian tersebut, Pangeran Patih menjalankan tata laku khusus dengan tidak berbicara selama prosesi.

Sikap tersebut menjadi simbol keteguhan, keheningan batin, serta istikamah dalam menjalankan amanah adat.

Setelah itu, rombongan bergerak dengan barisan yang diawali Pangeran Patih, keluarga keraton, tokoh dan perangkat keraton, serta abdi dalem yang mendapat tugas khusus.

Di belakangnya terdapat rombongan pembawa pusaka dan atribut kebesaran keraton. Sejumlah perangkat yang dibawa antara lain pusaka, bendera kebesaran, panji-panji, atribut adat, serta perlengkapan simbolis lainnya, termasuk Bendera Macan Ali.
Bagian utama arak-arakan kemudian diisi rombongan pembawa Panjang Jimat.

Para abdi dalem membawa sejumlah perlengkapan seperti piring panjang atau Panjang Jimat, kendi, lodor, Nasi Jimat, tumpeng, serta berbagai sajian dan perlengkapan upacara lainnya.

Seluruh bawaan disusun dan dibawa mengikuti tata cara serta ketentuan adat yang berlaku.

Maknanya tidak sebatas bagian dari prosesi, tetapi menjadi pengingat mengenai nilai keimanan, keteladanan, serta ajaran Nabi Muhammad SAW.

Setelah seluruh rombongan siap, arak-arakan bergerak dari kawasan bangsal keraton menuju Langgar Agung. Perjalanan dilakukan dengan mempertahankan tata urutan rombongan dan melewati kawasan keraton, termasuk Pintu Si Blawong.


Sesampainya di Langgar Agung, perangkat dan sajian Panjang Jimat ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji yang memuat riwayat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.


Pembacaan Al-Barzanji dilakukan bersama-sama dalam suasana khidmat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Rangkaian kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, ketenteraman, serta petunjuk agar masyarakat dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Puncak Panjang Jimat atau Pelal Ageng menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Tradisi tersebut memadukan tata adat keraton, syiar Islam, penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus pelestarian warisan budaya Cirebon.

Melalui prosesi tersebut, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menerapkan nilai dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali memberangkatkan sivitas akademika dan mitra kerja untuk menjalankan ibadah umrah.

Tahun ini, sebanyak 28 orang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., mengatakan program pemberangkatan umrah tersebut merupakan salah satu bentuk kesalehan sosial yayasan dan universitas.


Menurut Mukarto, program tersebut telah berjalan selama 15 tahun. UGJ setiap tahunnya menyediakan sekitar 20 tiket umrah bagi sivitas akademika dan mitra kerja.


"Ini satu bentuk kesalehan dari yayasan dan universitas. Kami menyakini dengan memberikan tiket umrah kepada sivitas akademik, mulai dari dosen, tendik, OB, security, mahasiswa, partner kerja dari media, dan sekolah-sekolah, merupakan satu bentuk kolaborasi yang baik," kata Mukarto, kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur atas perkembangan UGJ dan YPSGJ hingga saat ini.


Selain itu, pihaknya berharap para peserta yang diberangkatkan dapat mendoakan agar universitas semakin maju dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pemangku kepentingan.


"Kami berharap ini adalah satu hal yang diridhoi oleh Allah SWT dan kemudian kita akan didoakan oleh mereka tentunya. Yayasan dan universitas ini semakin maju, semakin lebih baik memberikan pelayanan kepada stakeholder dan semakin disukai serta diminati publik," ujarnya.

Mukarto menambahkan, program umrah tersebut telah dimulai sejak 2011 dan tahun ini menjadi pelaksanaan yang ke-15.


"Yang utama adalah rasa syukur kepada Allah SWT yang selama ini sudah sejauh ini Universitas Swadaya Gunung Jati dan Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati sudah sebaik dan semaju sekarang ini," tuturnya.


Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., mengatakan pemberangkatan umrah tersebut merupakan kegiatan rutin yang menjadi bentuk kepedulian sosial YPSGJ kepada para stakeholder.

"Ini umrah yang ke-15 dari kegiatan rutin, di mana ini bentuk kepedulian sosial dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati kepada stakeholder," kata Achmad Faqih.


Ia berharap keberangkatan para peserta umrah menjadi wasilah atau perantara kebaikan bagi perkembangan UGJ dan YPSGJ ke depan.


"Ini merupakan bentuk sosial yang mana dengan wasilah ini kita mudah-mudahan UGJ dan YPSGJ menjadi lebih berkembang, bermartabat dan lebih maju lagi," ujarnya.

Achmad Faqih juga berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT.

"Karena ridho Allah kita berharap bahwa kita semuanya dapat keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya. (Wandi)

https://ugj.ac.id/
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026, Polresta Tangerang memperketat pengawasan terhadap sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lintasan massa menuju Jakarta.

Berdasarkan laporan ANTARA Banten, langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan di jalur Tol Merak–Jakarta, jalan arteri, serta sejumlah stasiun KRL di wilayah hukum Polresta Tangerang.

Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengatakan pengawasan diperkuat menyusul informasi mengenai rencana pergerakan massa dari Lampung dan sejumlah wilayah di Sumatera.

Selain jalur tol, kepolisian juga mengantisipasi mobilisasi melalui Jalan Raya Serang. Pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan, termasuk bus dan kendaraan bak terbuka, juga akan diperketat.

Pengawasan turut dilakukan di Stasiun Daru dan Tigaraksa. Kepolisian menyebut langkah tersebut sebagai upaya mencegah mobilisasi massa, khususnya kelompok pelajar.

Polresta Tangerang juga berkoordinasi dengan lembaga pendidikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik menjelang pelaksanaan aksi.

Di sisi lain, rencana demonstrasi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi sejumlah kelompok masyarakat. Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset serta perbaikan program pemerintah agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Langkah pengamanan diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat. Namun, pelaksanaannya juga perlu dilakukan secara terukur, proporsional, dan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai sesuai ketentuan hukum.

Dengan demikian, pengamanan dan kebebasan menyampaikan aspirasi perlu ditempatkan secara seimbang agar situasi tetap kondusif tanpa menghilangkan ruang demokrasi.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin mencatatkan raihan positif sepanjang semester pertama periode Januari hingga Juli 2026. Capaian kinerja di berbagai sektor prioritas terus dipacu secara konsisten sebagai langkah nyata memaksimalkan realisasi visi besar "Indramayu REANG".

Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan dalam laporan kinerja periodik ini adalah penguatan sektor perikanan dan kelautan. Sektor ini dinilai sangat strategis mengingat posisinya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian utama dan sumber mata pencaharian mayoritas masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Indramayu.

Sebagai bentuk Kehadiran Negara di tengah masyarakat nelayan, Pemkab Indramayu mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 201 juta. Anggaran tersebut disalurkan secara khusus untuk membiayai program jaminan sosial dan perlindungan kerja bagi para pelaku usaha perikanan tangkap skala kecil.

Melalui skema pembiayaan APBD tersebut, sebanyak 1.000 nelayan kecil dengan armada kapal di bawah 10 Gross Ton (GT) resmi menerima bantuan pembayaran premi Asuransi Ketenagakerjaan. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian jaminan keselamatan, meminimalisasi dampak finansial akibat risiko kecelakaan saat melaut, serta menjaga stabilitas ekonomi keluarga para nelayan.

Pemberian jaminan sosial ini menegaskan komitmen keberpihakan Pemkab Indramayu terhadap kelompok pekerja rentan di wilayah maritim. Ke depan, program perlindungan nelayan ini akan terus diintegrasikan dengan berbagai stimulus pemberdayaan ekonomi lokal lainnya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indramayu secara inklusif dan berkelanjutan. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon)  -
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, dan pelaku usaha jasa keuangan untuk membangun budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Puncak kegiatan HIM 2026 digelar bersama 540 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan tersebut mengusung semangat membangun kebiasaan menabung dan kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.

Kegiatan dihadiri Bupati Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta Kepala Sekolah Rakyat.

Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon bersama sejumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga terlibat sebagai mitra strategis dalam memperluas akses dan edukasi keuangan kepada masyarakat.


Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. mengapresiasi OJK Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan HIM 2026.

Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan sejak dini karena tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

"Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita," ujar Imron.

Ia menilai Sekolah Rakyat menjadi ruang strategis untuk membangun karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Pemerintah Kabupaten Cirebon pun menyatakan dukungannya terhadap penguatan sinergi bersama OJK dan industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi serta akses keuangan, khususnya bagi generasi muda.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan penguatan budaya menabung sejak usia pelajar merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat.

Menurutnya, edukasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak agar pemahaman mengenai pentingnya menabung dapat berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H.

Ia menilai pelajar perlu mendapatkan edukasi keuangan sejak lingkungan sekolah.

"Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya," ujarnya.


Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, meningkat dari 66,64% pada 2025.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%, naik dari 92,74% pada 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan. 

Namun, peningkatan tersebut tetap perlu diiringi penguatan perilaku keuangan yang sehat agar masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan HIM menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya secara finansial.

OJK Cirebon terus mendorong edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta pengembangan budaya menabung dan kepemilikan rekening sejak usia sekolah.

"Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan," kata Agus.

Komitmen terhadap perluasan inklusi keuangan diwujudkan melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 529 siswa Sekolah Rakyat dalam rangkaian HIM 2026.

Langkah tersebut diharapkan menjadi awal bagi para siswa untuk mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Perbarindo dan BPR Dukung Budaya Menabung

Perbarindo Komisariat Cirebon bersama industri BPR turut mendukung pelaksanaan HIM 2026 melalui penguatan budaya menabung dan inklusi keuangan.

Kolaborasi tersebut memperkuat peran BPR dan BPRS sebagai lembaga jasa keuangan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga dalam mendukung edukasi dan pembentukan kebiasaan menabung.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Cirebon juga memberikan penghargaan kepada lembaga jasa keuangan yang dinilai memiliki capaian dan kinerja terbaik dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.


Untuk kategori KEJAR Termasif, penghargaan diberikan kepada Perumda BPR Majalengka dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka.

Sementara kategori KEJAR Tertinggi diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan.

Adapun penghargaan Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon.

Agus mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, perbankan, dan industri jasa keuangan akan terus diperkuat untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.

"Hari Indonesia Menabung adalah momentum untuk menanamkan satu pesan sederhana kepada generasi muda: masa depan tidak hanya dipersiapkan dengan cita-cita, tetapi juga dengan kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang. Salah satunya adalah menabung dan mengelola keuangan secara bijak," tutup Agus. (Wandi)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top