Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - Pelaksanaan Rehabilitasi Jembatan  2  wilayah Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat diduga kuat tak  sesuai dengan rencana kerja  dan syarat -syarat (RKS) yang ditentukan. 

Anggaran ratusan juta rupiah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu kini tak diterapkan sebagaimana mestinya, diantaranya yakni pada metode pelaksanaan serta  penggunaan material yang diduga tak sesuai dengan spesifikasi.

Informasi ini dihimpun pada, Sabtu (05/09/2026) dari narasumber yang mengeluhkan proses pelaksanaan pekerjaan tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari Narasumber yang minta dirahasiakan namannya  mengungkapkan,  pelaksanaan pekerjaan dimulai tak sesuai dengan pedoman dalam RKS  hal ini diketahui pada saat proses pembuatan adukan semen dan pasir dilakukan cara manual serta tak menempatkan K3 yang jelas bahwa itu juga dituangkan dalam dokumen SMK3 ditandatangani oleh pihak kontraktor serta pelaksana dilapangan.

" Sejumlah pekerja justru mengaduk semen dan pasir secara manual dengan cangkul, kan menurut pendoman itu tidak diperkenankan," ungkapnya.

Tak hanya  itu juga narasumber mengungkapkan bahwa adanya material besi untuk tahanan pondasi beton yang di duga mengunakan barang bekas pakai.   " Kalau dari pondasi saja  menggunakan material bekas kira khawatir  jembatan ini tidak bertahan lama, ini pakai uang rakyat, jangan  sampai baru digunakan sebentar sudah rusak, " cetusnya.

Proses pekerjaan dalam hal ini menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu untuk menelusuri serta mengecek langsung kondisi lapangan guna memastikan keluhan masyarakat bisa tersalurkan.

Proyek yang menyedot anggaran APBD Kabupaten Indramayu Tahun 2026 sebesar Rp397,55 juta ini dikerjakan oleh CV Tri Bajra Sena melalui skema penunjukan langsung di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu. Namun, penelusuran di lapangan mengungkap indikasi kuat terjadinya penyimpangan teknis dari Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).


** Spanduk K3 Hanya Formalitas

Keberadaan  spanduk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang jelas terpampang hanya menjadi formalitas dengan fakta dilapangan para pekerja dibiarkan tanpa  perlengkapan Safety.

Menanggapi hal itu Hasto Kristianto, S.H.,  pengamat hukum dan konstruksi, menilai temuan ini mengindikasikan lemahnya fungsi pengawasan dari dinas terkait. Menurutnya, dokumen SMK3 dan keberadaan Tenaga Ahli K3 kerap hanya dijadikan formalitas "pinjam nama" demi meloloskan berkas administrasi dan memenangi paket pekerjaan..

" Ini yang harus dilakukan pembenahan, kan dalam proyek ada ahli teknik serta ahli K3 kemana mereka jangan sampai mereka hanya sebatas dipinjamkan sertifikat atau ijazahnya hanya untuk kepentingan pekerjaan saja. Sedangkan orangnya entah kemana keberadaannya, ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, Praktik pengadukan material secara manual juga memicu ancaman serius terhadap mutu pekerjaan. Dalam dokumen RKS, pencampuran material diwajibkan menggunakan mesin pengaduk (molen) untuk menjamin kerapatan dan komposisi yang presisi. Pengadukan manual rentan menghasilkan takaran yang spekulatif.


" Kalau untuk adukan manual apakah pekerja memahami berapa perbandingan yang sesuai antara campuran semen dan pasir nya ? Kalau misal untuk pembuatan adukan beton berapa juta kebutuhan splitnya ? Ini yang harus dipertanyakan, " terangnya.


" Kemudian, Kemana peran konsultan pengawas yang bertugas melakukan checklist di lapangan? Kenapa penyimpangan sedemikian fatal bisa lolos?"  Imbuhnya.

Upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu untuk meminta penjelasan terkait lemahnya pengawasan serta dugaan pembiaran penyimpangan spesifikasi teknis ini. Tim redaksi juga berupaya menghubungi CV Tri Bajra Sena melalui nomor kontak yang tercantum dalam Sertifikat Badan Usaha (SBU) perusahaan.

Namun, nomor telepon kontraktor pelaksana tersebut diketahui sudah tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Dinas PUPR Indramayu maupun CV Tri Bajra Sena belum memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan.  (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kota Cirebon.

Dua agenda tersebut digelar dalam satu rangkaian kegiatan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi PAN di Kota Cirebon.

Pelantikan pengurus DPC turut dihadiri Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPR RI serta Anggota DPRD Kota Cirebon Rinna Suryanti.

Ketua DPD PAN Kota Cirebon Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus persiapan menghadapi dinamika politik ke depan.


Menurut Aldyan, PAN tidak ingin membangun kedekatan dengan masyarakat hanya saat momentum pemilihan tiba.


Partai, kata dia, harus hadir di tengah masyarakat melalui persoalan-persoalan yang dihadapi dan menawarkan solusi.

"Oh tentu. Karena kita sebentar lagi akan masuk tahun politik, di mana identitas PAN yang selalu dibangun tidak menunggu ketika waktu pemilihan untuk terjun di masyarakat. Kami membangun identitas dan solusi," ujar Aldyan, usai kegiatan rakerda dan pelantikan di salah satu hotel di kota Cirebon, Minggu (6/9/2026).

Aldyan menyebut tantangan PAN ke depan cukup besar.

Salah satunya berkaitan dengan kepastian waktu pelaksanaan pemilu berikutnya, apakah akan berlangsung pada 2029 atau 2031 sesuai dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi.

Selain persoalan waktu pemilu, PAN Kota Cirebon juga menaruh perhatian terhadap pemilih muda, khususnya dari kalangan Generasi Z dan milenial.

Menurut Aldyan, secara nasional jumlah Gen Z dan generasi milenial mencapai sekitar 145 juta orang.

Meski belum memiliki data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) khusus Kota Cirebon mengenai komposisi kedua kelompok tersebut, ia menilai karakter pemilih muda perlu dipahami dengan pendekatan berbeda.

"Gen Z dan milenial cenderung kritis dan lebih tertarik pada penyelesaian persoalan dibandingkan retorika politik. Karena itu pendekatannya harus lebih halus dan tidak selalu membawa pesan politik secara langsung," katanya.

Menurutnya, pendekatan kepada anak muda dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial dan komunitas. Mulai dari kegiatan olahraga hingga bincang santai.

"Pendekatannya kita bisa melalui mini soccer, atau melalui event-event seperti lari, atau padel, atau sekadar ngopi dan bincang-bincang, tetapi tidak bermuara langsung ke politik," ujarnya.

Aldyan menilai, sebagian anak muda masih memiliki pandangan negatif terhadap politik.

Padahal, menurutnya, seluruh aspek kehidupan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik.

"Artinya apa? Teman-teman Gen Z dan milenial kadang-kadang melihat politik itu macam-macam, hal yang tidak baik. Namun pada faktanya seluruh kehidupan, seluruh aspek kehidupan kita dipengaruhi oleh politik," katanya.

Ia menambahkan, strategi pendekatan kepada anak muda menjadi bagian dari upaya PAN membangun basis dukungan menjelang tahun politik. Aktivitas olahraga dan ruang diskusi santai dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas interaksi dengan kelompok pemilih muda.

Terkait target politik ke depan, Aldyan mengatakan PAN Kota Cirebon akan menggunakan perhitungan yang rasional dengan mempertimbangkan posisi partai saat ini.


"Target ke depan kalau menghitung secara rasional dengan posisi partai middle, kita di lima kursi," ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla mengatakan pelantikan pengurus DPC dan pelaksanaan Rakerda menjadi bagian dari agenda konsolidasi PAN yang dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

"Hari ini konsolidasi dilakukan di Kota Cirebon dan Indramayu. Alhamdulillah, lima DPC sudah dilantik dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rakerda," ujar Ivan.

Menurutnya, konsolidasi dilakukan untuk melengkapi struktur organisasi PAN hingga ke tingkat bawah. Setelah struktur di tingkat DPW, DPD dan DPC terbentuk, PAN akan melanjutkan pembentukan kepengurusan di tingkat ranting, rayon hingga subrayon.

"Intinya konsolidasi partai dan melengkapi struktur organisasi agar ke depan bisa bekerja lebih maksimal," kata Ivan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Q, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla, Ketua DPD PAN Kota Cirebon Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, Anggota DPRD Kota Cirebon Rinna Suryanti, serta jajaran pengurus DPC PAN se-Kota Cirebon.

Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla mengatakan pelantikan pengurus DPC dan pelaksanaan Rakerda menjadi bagian dari agenda konsolidasi PAN yang dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.


"Hari ini konsolidasi dilakukan di Kota Cirebon dan Indramayu. Alhamdulillah, lima DPC sudah dilantik dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rakerda," ujar Ivan, usai kegiatan rakerda dan pelantikan di salah satu hotel di kota Cirebon, Minggu (6/9/2026).


Menurutnya, konsolidasi dilakukan untuk melengkapi struktur organisasi PAN hingga ke tingkat bawah. Setelah struktur di tingkat DPW, DPD dan DPC terbentuk, PAN akan melanjutkan pembentukan kepengurusan di tingkat ranting, rayon hingga subrayon.

"Intinya konsolidasi partai dan melengkapi struktur organisasi agar ke depan bisa bekerja lebih maksimal," katanya.

Ivan menjelaskan, dalam setiap agenda konsolidasi, PAN terus menekankan tiga poin utama kepada seluruh kader. Salah satunya melalui slogan PAN, yakni 'Bantu Rakyat'.

"Kami mengajak seluruh kader untuk membantu rakyat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak harus selalu berupa materi, tetapi juga bisa melalui advokasi dan membantu masyarakat mendapatkan akses program pemerintah," ujarnya.

Menurut Ivan, struktur organisasi yang lengkap menjadi modal penting bagi PAN dalam menjalankan program serta menghadapi agenda politik ke depan.

"Kami ingin seluruh struktur berjalan dengan baik dan semakin solid. Kesolidan menjadi salah satu kunci utama kemenangan partai," katanya.

PAN, lanjut Ivan, menargetkan seluruh kekuatan dan struktur partai dapat bergerak secara solid hingga ke tingkat bawah. Hal itu diharapkan mampu mendongkrak perolehan kursi PAN di setiap daerah pemilihan.


"Kita targetkan 100 persen solid. Harapannya, seluruh dapil bisa terisi dan kekuatan partai semakin besar," ujarnya.


Terkait PAN Kota Cirebon, Ivan mengaku melihat semangat dan antusiasme tinggi dari jajaran pengurus DPD maupun DPC. Meski saat ini PAN Kota Cirebon belum memiliki perwakilan di DPRD Jawa Barat maupun DPR RI, ia optimistis kekuatan partai akan terus berkembang.

"Saya melihat semangat DPD dan DPC PAN Kota Cirebon luar biasa. Saya optimistis ke depan PAN Kota Cirebon bisa lebih besar, termasuk untuk DPRD Provinsi dan DPR RI," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas. Pada Minggu (6/9/2026), sebarannya telah mencapai sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga wilayah Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik. Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta serta Jawa Barat. Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebarannya bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Dampak sebaran abu juga mulai dirasakan masyarakat Tangerang. BPBD Kota Tangerang menyebut sebagian besar wilayah kota terdampak, dengan laporan abu telah mencapai kawasan Karang Tengah yang berbatasan dengan Jakarta.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama terhadap paparan abu yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Pemerintah Kota Tangerang mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar apabila kondisi abu semakin pekat.

Bukan Sekadar Persoalan Abu

Meluasnya sebaran abu vulkanik tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mulai berdampak terhadap aktivitas transportasi udara.

BMKG mencatat sebaran abu telah memengaruhi ruang udara dan membuat sejumlah bandara mengalami penutupan sementara pada waktu berbeda, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan faktor keselamatan penerbangan.

Situasi ini menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau memiliki dampak lintas wilayah. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai aktivitas gunung api, tetapi juga informasi yang cepat mengenai kualitas udara, kondisi penerbangan, kesehatan, dan perkembangan sebaran abu.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BMKG, serta instansi kebencanaan.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Ciamis) - Polres Ciamis mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena percikan api kecil akibat kelalaian dapat memicu bencana besar bagi alam dan lingkungan sekitar.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, pencegahan karhutla dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran sampah di area terbuka, kebun, maupun kawasan dengan vegetasi kering. Sampah sebaiknya dikelola dengan cara yang lebih aman untuk mencegah munculnya api yang berpotensi merembet.

"Jangan buang puntung rokok sembarangan. Pastikan bara puntung rokok sudah benar-benar padam total sebelum dibuang," ujar AKBP Eko Iskandar, Minggu (6/9/2026).

Selain itu, Polres Ciamis juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk para penggiat camping maupun glamping, agar selalu berhati-hati dalam menggunakan api unggun.

Penggunaan api unggun harus selalu diawasi dan dipastikan telah padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi.


Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah api menyebar ke kawasan sekitar, terutama saat kondisi vegetasi kering.


Polres Ciamis mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan, lahan, dan lingkungan dari ancaman kebakaran.

Apabila menemukan titik api, kepulan asap yang mencurigakan, maupun potensi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau petugas terkait melalui layanan Polri 110.

Dengan kepedulian dan langkah pencegahan sejak dini, diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sehingga lingkungan tetap terjaga. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Polres Cirebon Kota bersama TNI dan Satpol PP menggelar razia tempat hiburan malam (THM) di wilayah hukumnya.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan 24 botol minuman beralkohol (miras) dari sejumlah lokasi.

Razia digelar pada Sabtu (5/9/2026) mulai pukul 23.00 WIB hingga selesai.


Petugas menyasar sejumlah tempat hiburan malam serta salah satu warung yang berada di depan kawasan Makam Cina.


Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany.

Razia melibatkan personel gabungan Satresnarkoba, Satintelkam, Sipropam, Satsamapta, Sidokkes, Subdenpom III Siliwangi Cirebon, dan Satpol PP Kota Cirebon.

Dalam razia itu, petugas mendatangi tiga lokasi sasaran, yakni THM L, THM E, serta sebuah warung di depan Makam Cina. Petugas kemudian memeriksa surat izin minuman beralkohol, ruangan, hingga barang bawaan pengunjung dan karyawan.


Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dan mengamankan 24 botol minuman beralkohol dari berbagai jenis.


Puluhan botol miras tersebut terdiri atas 5 botol Atlas, 2 botol Bintang, 3 botol Kawa Kawa Hijau, 4 botol AO, 1 botol Anker, 2 botol Guinness, 2 botol Kawa Kawa Blackuran, 1 botol Ginseng Blackuran, 1 botol Anggur Putih OT, 1 botol Iceland, 1 botol Anggur Merah, dan 1 botol Anggur Drum Whisky.
Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk pemeriksaan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany mengatakan razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mengawasi peredaran minuman beralkohol di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

"Razia tempat hiburan malam ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol, termasuk memastikan kegiatan usaha tetap mematuhi ketentuan yang berlaku. Setiap temuan yang kami dapatkan di lapangan akan dilakukan pemeriksaan dan ditindaklanjuti sesuai aturan," kata Shindi, kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026) malam.


Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan di tempat hiburan malam, tetapi juga menyasar lokasi usaha lainnya yang dinilai perlu mendapatkan perhatian terkait peredaran minuman beralkohol.


Polres Cirebon Kota menyatakan razia serupa akan dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai ketentuan sekaligus mendorong pengelola usaha mematuhi aturan yang berlaku. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top