Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon)
- Ukurannya kecil dan bentuknya mirip lumpia, tetapi kelezatannya membuat siapa pun susah berhenti mengunyah. Saat digigit, kulit sumpia yang tipis dan renyah menyatu dengan cita rasa udang yang gurih, asin, dan sedikit manis.

Camilan sederhana ini ternyata menyimpan kisah besar tentang perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon.

Di Kecamatan Talun, usaha sumpia udang yang tetap bertahan dan terus berkembang dijalankan oleh Maksum. Sejak tahun 2000, dia telah menggeluti bisnis ini hingga menjadikannya salah satu produsen sumpia terkenal di wilayah Talun.

Lebih dari dua dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah usaha untuk bertahan. Dari mulanya mengandalkan cara-cara sederhana, kini usaha Maksum sudah berkembang dengan bantuan peralatan semi modern.

Dalam sehari, produksi sumpia udangnya bahkan bisa mencapai 1 ton.

Jumlah tersebut tentu tidak mungkin diproduksi seorang diri. Di balik produksi harian yang mencapai satu ton ini, turut terlibat tangan-tangan warga sekitar dalam proses pembuatan hingga pengemasan.

Bagi Maksum, keberadaan usahanya bukan semata soal mengejar keuntungan. Dia juga ingin aktivitas produksinya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Saya mulai produksi sejak tahun 2000. Dulu masih sederhana, sekarang sudah menggunakan alat semi modern supaya produksinya bisa lebih banyak,” ungkapnya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghasilkan sumpia udang dengan cita rasa khas, Maksum menggunakan bahan-bahan seperti tepung terigu, tepung panir, rempah-rempah dan udang rebon.

Bahan tersebut kemudian diolah melalui sejumlah tahapan hingga menjadi sumpia berukuran kecil yang siap digoreng dan dikemas.

Udang rebon menjadi salah satu bahan utama yang memberikan cita rasa gurih. Ketika dipadukan dengan racikan rempah dan kulit sumpia yang digoreng hingga renyah, terciptalah camilan yang sederhana tetapi memiliki daya tarik tersendiri.

Bentuknya yang kecil membuat sumpia praktis disantap. Bisa menjadi teman minum teh atau kopi, camilan keluarga di rumah, maupun sajian untuk berbagai kegiatan.

“Bukan cuma layani permintaan pasar sekitar Cirebon, kami juga merambah ke berbagai daerah,” terangnya.

Perjalanan panjang membangun usaha membuat sumpia produksi Maksum kini tidak hanya beredar di Kabupaten Cirebon.

Produknya telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, mulai dari Blitar, Kediri, Tuban, Gresik, Surabaya hingga Lamongan. Pasarnya bahkan telah menjangkau Palembang.

Untuk satu ball atau kemasan dengan berat sekitar 5 kilogram, sumpia udang tersebut dijual dengan harga Rp115 ribu.

Meluasnya pasar membuat kapasitas produksi harus terus dijaga. Namun, perjalanan usaha itu bukan tanpa hambatan.

Maksum mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mendapatkan bahan baku dan proses pendistribusian produk.

Bagi usaha dengan kapasitas produksi mencapai satu ton per hari, ketersediaan bahan baku menjadi hal penting. Ketika pasokan terganggu, proses produksi pun ikut terdampak.

Begitu pula dengan distribusi. Produk yang dipasarkan ke berbagai kota membutuhkan jaringan pengiriman yang mampu menjaga kelancaran suplai hingga sampai ke tangan konsumen.

Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak membuat Maksum berhenti.

Justru sebaliknya, ia menyimpan mimpi agar usaha yang telah dirintis selama puluhan tahun itu bisa berkembang lebih besar.

Ingin Bawa Sumpia Cirebon ke Pasar Dunia

Maksum berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan pendampingan dan fasilitasi agar produk UMKM seperti sumpia udang miliknya bisa menembus pasar ekspor.

Menurutnya, membuka akses pasar internasional akan menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Ia ingin sumpia yang selama ini diproduksi dari Kecamatan Talun tidak hanya dikenal di berbagai kota di Indonesia, tetapi juga bisa dinikmati masyarakat di luar negeri.

“Saya berharap produksi sumpia ini bisa terus berkembang. Kalau bisa, kami difasilitasi untuk ekspor supaya UMKM bisa bersaing di pasar luar negeri,” harapnya.

Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi UMKM di Kabupaten Cirebon tidak bisa dipandang sebelah mata.

Di balik produk-produk yang terlihat sederhana, terdapat kemampuan produksi, jaringan pemasaran dan sumber daya manusia yang terus bergerak.

Talun Siapkan Ruang untuk UMKM

Potensi tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Talun.

Camat Talun, Agustino Alamsyah, mengatakan wilayahnya memiliki cukup banyak pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang.

Karena itu, diperlukan ruang yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal.

“Salah satu upaya yang tengah didorong adalah rencana kegiatan car free day yang akan melibatkan kelompok pemuda Talun,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara langsung.

“Melalui kelompok pemuda Talun, kami akan membuat kegiatan car free day untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM,” katanya.

Menurutnya, keberadaan ruang promosi sangat penting agar produk-produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal masyarakat.

Apalagi, Kecamatan Talun memiliki banyak pelaku UMKM dengan produk yang beragam. Mulai dari kuliner, kerajinan hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Car free day diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas pemasaran sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selain mendukung UMKM, kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat potensi desa wisata di Kecamatan Talun,” bebernya.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Produk UMKM dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata, sehingga wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga membawa pulang produk khas buatan masyarakat setempat.

Perjalanan Maksum memproduksi sumpia selama lebih dari 20 tahun menjadi gambaran bagaimana sebuah usaha kecil dapat tumbuh menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat.

Dari adonan tepung, rempah-rempah dan udang rebon, lahirlah camilan renyah yang kini dikirim hingga berbagai kota di Indonesia.

Produksi satu ton sehari menunjukkan bahwa UMKM di tingkat lokal memiliki potensi yang besar jika dikelola secara konsisten dan mendapatkan dukungan yang tepat.

Bagi Maksum, perjuangan belum selesai. Pasar domestik telah dirambah, tetapi pasar dunia masih menjadi impian.

Sementara bagi Kecamatan Talun, keberadaan pelaku UMKM seperti Maksum menjadi modal penting untuk membangun ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung pengembangan desa wisata.

Namun, dari camilan mungil tersebut tumbuh harapan yang besar dan membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi warga, mengangkat potensi Talun, hingga suatu hari membawa produk Cirebon menembus pasar dunia.


Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Buana Caruban Nagari (BCN), Reno Sukriano, berharap negara hadir untuk menegakkan hukum dan memastikan keberadaan perusahaan swasta maupun BUMN di Kota Cirebon dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Reno, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak hanya menguntungkan oknum maupun kelompok tertentu.

Ia menyoroti aktivitas sandar kapal batu bara dari laut ke Pelabuhan Cirebon yang diduga diikuti dengan pemberian kompensasi secara ilegal kepada pihak-pihak tertentu.

"Harapan kami negara hadir, hukum bisa ditegakkan sehingga peran dan fungsi hukum serta keberadaan perusahaan, baik swasta maupun BUMN di Kota Cirebon, mampu memberikan sisi manfaat untuk masyarakat Kota Cirebon," kata Reno, kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

"Bukan untuk oknum, bukan untuk sebagian orang. Karena proses sandar batu bara dari laut ke Pelabuhan Cirebon, mereka memberikan kompensasi secara ilegal," lanjutnya.

Reno mempertanyakan adanya dugaan pemberian kompensasi kepada oknum maupun kelompok tertentu yang disebutnya tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Ia meminta para pengusaha batu bara yang beraktivitas melalui Pelabuhan Cirebon untuk menjalankan seluruh proses sesuai dengan aturan dan kaidah hukum yang berlaku.

"Kepada para pengusaha batu bara yang ada di Kota Cirebon melalui Pelabuhan Cirebon, semuanya harus transparan dan mengikuti kaidah-kaidah hukum yang ada," ujarnya.

Reno juga mengingatkan agar para pengusaha tidak membiarkan adanya praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum maupun kelompok tertentu di kawasan pelabuhan.

"Jangan kemudian membiarkan praktik pungli terjadi, baik oleh oknum maupun oleh kelompok-kelompok tertentu," katanya.

Ia pun menyerukan agar dugaan praktik pungutan liar dalam skala besar di kawasan Pelabuhan Cirebon segera dihentikan.

"Stop pungli berskala besar di area Pelabuhan Kota Cirebon," tegas Reno.

Reno berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan serta memastikan seluruh aktivitas usaha di kawasan Pelabuhan Cirebon berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meski aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat dilaporkan mereda, pemantauan terbaru menunjukkan adanya aktivitas susulan dengan skala kecil.

Sebaran abu vulkanik juga dilaporkan sempat melintas di wilayah Kota Cirebon.

Imbauan tersebut disampaikan menindaklanjuti edaran resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya pada saluran pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM, mengatakan mitigasi dan kesiapsiagaan terus dilakukan meski aktivitas erupsi susulan tergolong kecil.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Walaupun ada informasi erupsinya kemarin sempat berakhir dan pagi ini aktivitasnya tergolong kecil, kewaspadaan tetap penting karena sebaran abu vulkanik tercatat sempat melintas di Kota Cirebon," kata Siti Maria kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik, Dinkes Kota Cirebon memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

Pertama, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah, terutama masker.

Penggunaan kacamata pelindung atau goggle juga disarankan apabila diperlukan untuk melindungi mata dari paparan abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas fisik di area terbuka.
Pembatasan aktivitas tersebut juga dapat diterapkan pada kegiatan sekolah maupun pekerjaan apabila kondisi paparan abu vulkanik meningkat.

"Ketiga, memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kesehatan tubuh," ujarnya.

Guna memastikan penanganan medis berjalan optimal, Dinkes Kota Cirebon telah menginstruksikan seluruh unit Puskesmas untuk bersiap menghadapi kemungkinan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Sosialisasi mengenai langkah pencegahan juga terus digencarkan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.

Selain itu, Dinkes Kota Cirebon memastikan ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di gudang farmasi dalam kondisi memadai untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data per 7 September 2026, stok masker medis yang tersedia mencapai 220.200 pieces.

Kemudian tersedia 1.232 pieces kacamata goggle, 860 masker KN95, serta 804 face shield.

Siti Maria mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga diminta tetap tenang serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan lembaga berwenang terkait perkembangan kondisi cuaca maupun aktivitas vulkanik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon mengambil langkah mitigasi terukur dalam menyikapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal dengan imbauan penggunaan masker bagi peserta didik.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, mengatakan pihaknya mengikuti arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Ade, hasil rapat tersebut memberikan fleksibilitas kepada pemerintah daerah dalam menentukan langkah perlindungan terhadap peserta didik sesuai kondisi wilayah masing-masing.

"Jadi hasil rapat itu kuncinya cuma satu, langkah-langkah mitigasi yang diambil untuk penanganan pada anak-anak didik disesuaikan dengan tinggi atau besarnya dampak yang kita rasakan dari erupsi Anak Krakatau," kata Ade, kepada wartawan Selasa (8/9/2026).

Ade menegaskan, Disdik Kota Cirebon tidak ingin mengambil kebijakan yang justru menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Karena itu, langkah awal yang ditempuh adalah menjaga kondisi tetap kondusif sekaligus memastikan kesehatan peserta didik.

Ia menyebut tingkat paparan abu vulkanik di sejumlah daerah berbeda-beda. Bandung dan Bogor, misalnya, masih menjalankan kegiatan pembelajaran secara normal. Sementara sejumlah daerah dengan paparan abu vulkanik lebih tebal telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kalau daerahnya terdampaknya tidak terlalu, kita mengimbau untuk menjaga kesehatan. Kita mengikuti arahan dari kementerian dan fleksibel," ujarnya.

Sebagai langkah awal mitigasi, Disdik Kota Cirebon meminta sekolah membuat poster imbauan penggunaan masker bagi peserta didik.

Arahan tersebut telah disampaikan kepada jajaran sekolah melalui komunikasi dengan ketua forum sekolah pada Senin siang.

"Tadi siang saya sudah memberikan arahan agar semua sekolah membuat poster-poster untuk imbauan menggunakan masker," katanya.

Menurut Ade, pendekatan tersebut sengaja dipilih agar pesan perlindungan kesehatan dapat tersampaikan tanpa menciptakan kesan situasi darurat yang berpotensi memicu kepanikan.

"Bentuknya imbauan tidak melalui surat. Kalau surat itu kesannya genting sekali," ujar Ade.

Ade juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Material vulkanik tersebut dapat membawa partikel yang berpotensi mengganggu kesehatan sehingga penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan.

"Abu vulkanik itu tidak akan habis kalau disapu. Bisanya hanya oleh hujan. Sementara sampai hari ini kita belum hujan," ujarnya.

Untuk sementara, Disdik Kota Cirebon belum mengambil kebijakan menghentikan kegiatan pembelajaran maupun menerapkan PJJ secara menyeluruh.
Kebijakan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.


Ade mengatakan pihaknya terus memantau dampak erupsi Anak Krakatau. Apabila kondisi berubah dan paparan abu vulkanik meningkat, langkah lanjutan akan disesuaikan dengan tingkat risiko yang terjadi.


"Kita sangat aware dengan adanya erupsi Anak Krakatau ini. Jadi kita juga memantau terus keadaan dan perkembangan," katanya.

Ade menegaskan, prinsip utama Disdik Kota Cirebon adalah menjaga kesehatan peserta didik tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran.

"Yang penting kesehatan anak didik terjaga, pembelajaran tetap berjalan, tetapi kita sangat aware dengan adanya erupsi ini," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Polres Cirebon Kota melakukan rotasi kepemimpinan di tingkat kewilayahan.

IPTU Usep Winta, S.H. resmi dilantik sebagai Kapolsek Mundu, sementara jabatan Kapolsek Lemahwungkuk kini diemban IPTU Didik Siswanto.

Pelantikan dan serah terima jabatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. di Lapangan Apel Mako Polres Cirebon Kota, Senin (7/9/2026).

IPTU Usep Winta sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Lemahwungkuk. Ia kini mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Mundu menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa purna tugas.


Sebelum dilantiknya IPTU Usep Winta, pelaksanaan tugas Kapolsek Mundu sempat dijalankan oleh IPTU Iwan Kurniawan, S.Pd. sebagai Pelaksana Tugas (Plt).


Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Usep di Polsek Lemahwungkuk selanjutnya dipercayakan kepada IPTU Didik Siswanto.

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Cabang Cirebon Kota Ny. Eka Bimantoro, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN Polres Cirebon Kota serta pengurus Bhayangkari Cabang Cirebon Kota.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, pergantian pejabat merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri.

Menurutnya, rotasi juga menjadi kesempatan bagi pejabat yang mendapat amanah baru untuk menghadirkan kepemimpinan yang adaptif sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.

"Kapolsek sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat kewilayahan dituntut mampu memperkuat koordinasi internal, membangun sinergi dengan unsur pemerintahan dan masyarakat," kata Aris.

Selain itu, kata dia, Kapolsek juga memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat serta penanganan berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran kepolisian dapat dilakukan secara cepat dan profesional.


Aris berharap IPTU Usep Winta dan IPTU Didik Siswanto dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing. Keduanya juga diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi sesuai karakteristik masyarakat di wilayah hukumnya.


"Selamat kepada IPTU Usep Winta, S.H. atas amanah barunya sebagai Kapolsek Mundu dan kepada IPTU Didik Siswanto sebagai Kapolsek Lemahwungkuk. Kami berharap keduanya dapat segera beradaptasi, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta memberikan pelayanan kepolisian yang profesional dan responsif demi menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri," ujar Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Wali Kota Cirebon Effendi Edo melantik sebanyak 26 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Pelantikan digelar di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Senin (7/9/2026).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkot Cirebon. Langkah ini dilakukan untuk menata organisasi sekaligus memastikan setiap jabatan diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perangkat daerah.

Effendi Edo mengatakan rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang dilakukan secara terukur. Penempatan pejabat, kata dia, dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

"Hari ini kita melaksanakan rotasi dan promosi, ada 26 orang yang dilantik. Tentunya untuk rotasi maupun promosi tidak sembarangan. Kita harus terus melihat dan memantau mana yang paling pas, mana yang paling mumpuni untuk dilakukan rotasi ataupun promosi," ujar Edo.


Menurut Edo, kebutuhan pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Cirebon akan terus berubah seiring dinamika kepegawaian. 

Salah satunya karena adanya aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purnabakti.
Karena itu, proses penataan organisasi dan pengisian jabatan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

Edo juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan, tetapi amanah yang harus dibuktikan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


"Kepada pejabat yang baru, amanah yang diberikan oleh pimpinan tentunya harus bisa dijalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Jabatan ini bukan untuk main-main, tetapi merupakan satu ikrar diri kita untuk melakukan yang terbaik bagi Kota Cirebon," jelasnya.

Promosi Jabatan Berbasis Sistem Merit
Edo menegaskan proses pengangkatan pejabat dilakukan melalui penilaian yang objektif, transparan, dan berbasis sistem merit. Sistem merit dan manajemen talenta, kata dia, menjadi instrumen penting dalam pengelolaan birokrasi.

"Tujuannya satu memastikan bahwa setiap keputusan di birokrasi ini diambil oleh individu yang kompeten, bukan sekadar karena kebiasaan. Kita tidak sedang membagi-bagi kewenangan, melainkan mendistribusikan beban kerja dan tanggung jawab," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno mengatakan proses promosi jabatan saat ini mengacu pada penerapan manajemen talenta.


Menurutnya, sistem tersebut bukan lagi sekadar pilihan bagi pemerintah daerah, melainkan telah menjadi bagian dari kebijakan manajemen ASN secara nasional.

"Manajemen talenta sekarang bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh instansi pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia. Jadi, promosi diberikan kepada ASN yang memiliki kompetensi yang cukup atau tinggi, berkinerja baik, dan memiliki integritas. Tiga hal itu menjadi kuncinya," jelas Budi.

Budi mengatakan penerapan manajemen talenta mendorong ASN untuk terus mengembangkan kapasitas diri. ASN dituntut menjadi pribadi pembelajar, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, serta membuktikannya melalui kinerja.

Rekam jejak kompetensi, kinerja, dan potensi ASN menjadi bagian penting dalam sistem tersebut. 

Ketika terdapat kebutuhan pengisian jabatan, promosi, maupun rencana suksesi, ASN yang memenuhi kriteria akan menjadi bagian dari pertimbangan berdasarkan data dan ukuran yang telah ditetapkan.

"Yang paling penting adalah meningkatkan potensi. Potensi itu dilakukan dengan belajar, berlatih, kemudian mendapatkan sertifikasi profesional. Setelah itu diikuti dengan kinerja yang tinggi. Dua hal tersebut menjadi kunci bagi ASN untuk mengembangkan kariernya," ungkap Budi.


Ia menambahkan, manajemen talenta juga membuka kesempatan lebih luas bagi ASN untuk mengembangkan karier berdasarkan kompetensi dan kinerja.

"Dengan manajemen talenta, kesempatan itu selalu ada. Ada yang sudah 10 tahun, bahkan 23 tahun berada pada jabatan yang sama, kemudian dengan adanya manajemen talenta mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk promosi," katanya.

Budi berharap seluruh ASN di lingkungan Pemkot Cirebon dapat memanfaatkan sistem manajemen talenta untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan pengembangan karier.

"Manajemen talenta meminimalisir subjektivitas. Ini merupakan rumusan dan pertimbangan terbaik dari pemerintah untuk pengelolaan ASN di seluruh Indonesia. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan sistem tersebut untuk pengembangan karier masing-masing," pungkas Budi. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top