Media Online di Cirebon Yang Inofatif dan Insipiratif
Jumat Berkah Polres Indramayu Berbagi Makanan Gratis Untuk Masyarakat
E satu.com (Indramayu) - Polres Indramayu Menggelar Jumat Berbagi Menyediakan Makanan Gratis Untuk Masyarakat Yang kurang Mampu

Pada hari Jumat tanggal 24 Januari 2020  pukul 06.30 Wib s.d  07.30 WIB, bertempat didepan Rumah Dinas Kapolres Indramayu, telah dilaksanakan kegiatan Jumat berbagi dengan menyediakan makanan gratis kepada warga masyarakat yang membutuhkan yang akan beraktifitas.

Terkait dengan Program Jumat peduli yang selama ini di laksanakan oleh Polres Indramayu kegiatan tersebut salah satunya adalah bentuk kepedulian Kapolres Indramayu beserta jajaran kepada warga masyarakat yang kurang mampu yang akan beraktifitas pada pagi hari.

Kegiatan Ini di laksanakan rutin pada setiap hari jumat, baik di pagi hari bertempat di depan Rumah Dinas Kapolres Indramayu dan siang hari di masjid - masjid di sekitar wilayah kota Indramayu.

Diharapkan kegiatan jumat berbagi ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat Indramayu yang kurang mampu.

adi salah warga.menyapaikan sangat berterima kasih atas keperdulian.bpk.kapolres yg perduli.pada kami..masyarakat kecil.dan berharap kedepanya lebih sering lagi.semoga hal yg baik ini dipertahankan polres Indramayu.ujarnya.(iwan)
Media Online di Cirebon Yang Inofatif dan Insipiratif
Fitrah malik, Honorer Boleh Dihapus Tapi Naikan Status Mereka Menjadi ASN
E satu.com ( Cirebon ) -  Rencana Pemerintah menghapuskan status pegawai honorer menjadi polemik di kalangan  Pusat maupun di daerah, dan keresahan dirasakan  Para honorer dengan nasibnya yang belum jelas kedepannya. 

Menyikapi hal tersebut  salah satu Anggota DPRD Kota Cirebon yang juga Politisi dari partai Gerindra Fitrah Malik ,  berpandangan informasi ini harus dijadikan momentum yang baik oleh Pemerintah Daerah, DPRD, maupun seluruh honorer yg ada didaerah 

" Kami Fraksi Gerindra Kota Cirebon berpandangan bahwa ada niatan baik dari Pemerintah Pusat dan DPR-RI untuk Merivisi UU ASN, agar mereka yg honorer bisa diangkat menjadi ASN atau PPPK." katanya

Oleh karena itu Fraksi Gerindra, mengajak semua komponen ataupun stakeholder yg ada di daerah untuk mendukung Revisi UU ASN ini dan berjuang bersama agar para honorer ini bisa diangkat menjadi ASN atau PPPK 

Fraksi Gerindra Mendorong Pemerintah  Daerah, khususnya Walikota beserta jajaran  Dinas-Dinas  terkait untuk mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dalam revisi UU ASN tersebut, mengakomodir atau mengutamakan para Honorer  untuk diangkat menjadi ASN atau PPPK .. 

Kami Fraksi Gerindra siap berjuang bersama menyuarakan Perioritas bagi para honorer untk diangkat menjadi PNS, karena ini sejalan apa yg disampaikan oleh Fraksi Gerindra di DPR-RI Sebaiknya, daerah2 merespon revisi UU ASN dengan mengusulkan Pegawai Honorer untuk diangkat menjadi ASN, agar gayung bersambut dengan Pusat sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Pusat

Fitrah juga menambahkan Sebaiknya, daerah yang lain juga merespon revisi UU ASN dengan mengusulkan para Pegawai Honorer untuk diangkat menjadi ASN sesuai dengan persyaratan , agar gayung bersambut dengan  Pemerintah Pusat." Pungkasnya ( Pgh )

Media Online di Cirebon Yang Inofatif dan Insipiratif
Luhut, Indonesia Adalah Mitra Aksi Terbaik Di Dunia
E satu.com -  Ketika menyambut para peserta di Paviliun Indonesia dalam gelaran World Economic Forum (WEF), dilangsungkan di Davos, Swiss. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan, Perubahan dan kemajuan luar biasa sedang terjadi sekarang di salah satu negara paling beragam dan kaya secara alami di dunia, yaitu Indonesia. 

“Kami mengundang anda semua untuk terbang dan mengunjungi Indonesia demi benar-benar merasakan, mendengar, dan mengalami keindahan serta keanekaragaman di Indonesia,” ujar Menko Luhut, Selasa (21/01/2020) waktu setempat. 

Menko Luhut lalu menambahkan, bahwasanya Indonesia adalah mitra aksi terbaik di dunia, lanjut Menko Luhut, Indonesia adalah negara yang terbuka, serta menjunjung tinggi persatuan dan kebhinekaan atau “Unity in Diversity”.  

“Persatuan, bukan keseragaman, harus menjadi tujuan kita. Salah satu tokoh dunia, Mahatma Gandhi pernah berkata, "Kemampuan kita untuk mencapai persatuan dalam keberagaman akan menjadi keindahan dan ujian bagi peradaban kita," tambahnya.  

Kemudian, yang tidak kalah penting , Menko Luhut menguraikan mengenai kebijakan strategis Indonesia, khususnya untuk lima tahun ke depan.

“Di sini, di Davos, para pemimpin bersatu, para pemikir, penggerak terbaik berkumpul, bekerja sama untuk dunia yang lebih baik, peradaban baru yang lebih berkelanjutan. Indonesia juga semakin terbuka,” jelasnya

Menko Luhut juga menyerukan kepada dunia internasional, bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah tujuan bersama yang harus diraih dengan bekerja bersama.

“Kita perlu bermitra dan bekerja bersama-sama dengan elemen-elemen besar yakni,  bisnis, intelektual, dan pemerintah, semua harus saling bermitra dalam aksi, tindakan untuk dunia yang lebih baik, aksi untuk ekonomi yang lebih baik, aksi untuk modal manusia yang lebih baik, aksi untuk iklim yang lebih baik, aksi untuk peradaban yang lebih baik, aksi untuk karbon rendah yang lebih baik dan masa depan yang berkelanjutan bagi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita untuk hidup bersama,” pungkas Menko Luhut.

Acara kemudian dilanjutkan sesi diskusi antara pengunjung paviliun dengan Menko Luhut dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia. 

Dalam menjawab pertanyaan salah satu peserta asal negara Swedia mengenai peluang investasi, Kepala BKPM Bahlil mengatakan “Kalau betul anda mau investasi pihak BKPM akan menjemput anda di bandara," ujarnya.

Menko Luhut lantas menambahkan ketertarikan investor ke Indonesia, datang dari berbagai negara seperti UEA, Tiongkok, Jepang, Amerika, Eropa. 

“Bahkan kami baru saja bertemu dengan Andrew Forestry seorang pengusaha besar dari Australia, yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia,” kata Menko Luhut. 

Selain itu Menko Luhut menyatakan, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menerapkan investasi hijau yaitu tetap harus menjaga lingkungan. 

“Kriteria inilah yang membuat banyak investor dari berbagai negara ingin ke Indonesia,” ujar Menko Luhut. 

Sebagai penutup Menko Luhut menyatakan Indonesia kini sedang menggodok Omnibus Law dimana ada sekitar 79 peraturan disatukan agar mempermudah semua pihak termasuk dalam bidang investasi. ( Biro/Pgh)