Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kota Cirebon bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir Pantai Mundu, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan tersebut melibatkan Pemkot Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, TNI, Polri, Payung Suci, relawan, Pemuda Katolik, komunitas lingkungan, serta Himasta.

Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-48 GM FKPPI. 

Aksi tersebut mengusung semangat "Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi" sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Ketua GM FKPPI Kota Cirebon, M Dany Jaelani, mengatakan menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan bangsa.


"Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga kedaulatan dan ketahanan bangsa. Aksi ini adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan," kata Dany, kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.

"Semangat Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi harus diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan menjaga dan menghijaukan lingkungan," ujarnya.

Penanaman mangrove di kawasan pesisir diharapkan dapat membantu menjaga ekosistem pantai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut merawat lingkungan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon terus mengupayakan pengembangan olahraga dan memberikan kesempatan bagi para atlet untuk menilai kemampuan serta meningkatkan prestasi mereka. Salah satunya melalui penyelenggaraan Cirebon Finswimming Open Tournament Kejuaraan Nasional Selam Antar Klub se-Indonesia Tahun 2026, yang diadakan di Kolam Renang Chaterine Surya, Kompleks Stadion Bima, Kota Cirebon, pada Sabtu, 12 September 2026.

Kejuaraan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman. Acara ini diikuti oleh 598 atlet yang tergabung dalam 81 klub selam dari 10 provinsi di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Papua Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.

Suasana kompetisi semakin meriah dengan kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, orang tua atlet, serta wasit dan juri. Selain sebagai ajang pertandingan, kejuaraan ini juga bertujuan untuk memperkuat pembinaan olahraga selam di tingkat nasional.


Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasinya atas kehadiran semua kontingen dari berbagai daerah di Indonesia dan menyambut para peserta yang datang ke Kota Cirebon untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat datang di Kota Cirebon kepada seluruh kontingen, pelatih, ofisial, dan para atlet klub selam dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami menyambut kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian dengan penuh kebahagiaan," ujar Wali Kota.

Menurutnya, Kota Cirebon memiliki karakter yang tidak dapat dilepaskan dari kawasan pesisir dan kemaritiman. Letaknya yang berada di jalur pantai utara Jawa menjadikan Cirebon sejak dahulu sebagai daerah yang terbuka terhadap berbagai aktivitas ekonomi, perdagangan, budaya, dan pergerakan masyarakat.

"Bagi peserta yang baru pertama kali datang, Kota Cirebon merupakan simpul strategis di pesisir utara Pulau Jawa. Cirebon bukan sekadar titik transit, tetapi juga menjadi pusat pergerakan ekonomi, niaga, dan budaya. Secara geografis maupun historis, kami memiliki kedekatan yang kuat dengan kawasan pesisir dan kemaritiman," katanya.

Karakter tersebut, lanjut Wali Kota, sejalan dengan semangat olahraga perairan yang menjadi bagian dari kejuaraan finswimming. Karena itu, Pemkot Cirebon menyambut baik penyelenggaraan kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet selam dari berbagai daerah tersebut.

Wali Kota menilai pelaksanaan Cirebon Finswimming Open Tournament merupakan contoh nyata kolaborasi antara berbagai pihak. Kejuaraan nasional ini dapat terlaksana melalui sinergi Pemerintah Kota Cirebon, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon, serta Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Cirebon.


"Kejuaraan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan menghadirkan kompetisi berskala nasional tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon, Pangkalan TNI AL Cirebon, dan Pengurus Cabang POSSI Kota Cirebon," ungkapnya.

Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar proses pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Pemerintah Kota Cirebon menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung pembinaan olahraga. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang kompetitif seperti ini, karena kompetisi menjadi salah satu sarana untuk mencari bibit atlet sekaligus mempercepat peningkatan prestasi," tutur Wali Kota.

Kepada para atlet, Wali Kota berpesan agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan untuk mengukur sejauh mana hasil latihan yang telah dilakukan bersama klub masing-masing.


"Jadikan kompetisi ini sebagai parameter untuk mengukur hasil dari latihan yang selama ini dijalankan. Bertandinglah dengan kemampuan terbaik, tetap jaga keselamatan, junjung tinggi sportivitas, dan berikan penampilan yang maksimal," pesannya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Mizar mengatakan, pelaksanaan Cirebon Finswimming Open Tournament 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga selam, khususnya di Kota Cirebon. Selain atlet dari berbagai klub di Indonesia, kejuaraan ini juga diikuti peserta dari unsur TNI dan Polri.


"Kami menyaksikan hadirnya 598 atlet yang didampingi pelatih, ofisial, dan orang tua atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Kami selaku pembina olahraga selam atau POSSI Kota Cirebon memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, orang tua, wasit, dan juri yang telah hadir di Kota Cirebon," kata Mizar.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memberikan dukungan sehingga Kolam Prestasi Selam Chaterine Surya dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional.

"Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Sekda, Kepala Dispora beserta jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk merawat, mempersiapkan, hingga menghadirkan kolam prestasi ini agar dapat digunakan untuk kejuaraan selam antar klub se-Indonesia,"  ujarnya.

Menurut Mizar, kejuaraan ini memiliki manfaat besar bagi atlet junior maupun senior. Bagi atlet junior, kompetisi menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan setelah menjalani latihan di klub masing-masing. Sementara bagi atlet senior, kejuaraan dapat menjadi salah satu tolok ukur dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda olahraga berikutnya.

"Untuk atlet senior, event ini bisa menjadi acuan dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah, Southeast Asia Finswimming Championship 2026 di Johor, Malaysia, sekaligus persiapan menuju PON 2028," jelasnya.


Mizar menambahkan, kejuaraan tahun ini diikuti 598 atlet dari 81 klub yang berasal dari 10 provinsi. Selain itu, terdapat peserta dari unsur TNI dan Polri yang berasal dari 14 satuan, baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun Polri.

Ia berharap pelaksanaan kejuaraan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Cirebon karena kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menggerakkan aktivitas usaha dan jasa selama berada di Kota Cirebon.

"Kami berharap kejuaraan ini sukses dalam pelaksanaannya, berlangsung kondusif, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon. Yang paling penting, mudah-mudahan dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet selam berkualitas dan memiliki mental juara," pungkasnya.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Kebakaran melanda area kosong bekas bangunan PMI Kabupaten Cirebon di Jalan Widarasari, RT 06 RW 03, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Kebakaran diduga bermula dari pembakaran tumpukan sampah yang ditinggalkan hingga bara api kembali menyala.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Api dilaporkan membesar sekitar pukul 20.35 WIB dan sempat meluas di area kosong yang banyak terdapat tumpukan sampah.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori bersama Kanit Reskrim, piket Reskrim, piket QR Polsek Kedawung dan Babinsa Desa Sutawinangun langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemadaman.

Berdasarkan keterangan saksi, Kabil (66), sekitar pukul 15.00 WIB dirinya sempat melintas di sekitar lokasi dan melihat seorang warga membuang sekaligus membakar tumpukan sampah.

Api sempat membesar hingga Kabil bersama Ketua RT setempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

"Api memang sempat padam, tetapi bara api masih menyala di bagian bawah tumpukan sampah," kata Kabil.

Bara api tersebut kemudian diduga kembali menyala hingga api meluas dan membakar area kosong di sekitar bekas bangunan PMI Kabupaten Cirebon.

Saksi lainnya, Riki Uman Nugraha (37), mengaku mengetahui kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB setelah mendapat informasi dari warga. Menurutnya, area tersebut selama ini kerap digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Riki kemudian menghubungi Polsek Kedawung dan Damkar Kabupaten Cirebon untuk meminta bantuan penanganan.
Kebakaran diperkirakan menghanguskan area kosong seluas sekitar 150 meter persegi.

Satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Cirebon dikerahkan ke lokasi.
Setelah dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori mengatakan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut.


"Begitu menerima informasi, kami langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil," ujar Ahmad.


Ahmad mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di area terbuka yang terdapat banyak material mudah terbakar.

Menurutnya, api yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam dapat kembali menyala dari bara dan memicu kebakaran lebih besar.

"Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah sembarangan dan selalu memperhatikan potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Apabila melihat kebakaran atau mengetahui adanya kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar petugas dapat melakukan penanganan dengan cepat," tegasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Wacana penerapan sistem QRIS dalam penyetoran retribusi parkir di Kota Cirebon mendapat dukungan dari Ketua GM FKPPI X-15 Kota Cirebon, M Dany Jaelani.

Sistem pembayaran digital itu dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola parkir.

Dany mengatakan, langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon yang tengah mengkaji penerapan sistem tersebut merupakan langkah positif menuju pengelolaan parkir yang lebih baik.

"QRIS parkir merupakan langkah kecil menuju tata kelola yang lebih besar," kata Dany, Minggu (13/9/2026).

Sebelumnya, Dishub Kota Cirebon menyatakan masih mengkaji kemungkinan penerapan QRIS untuk penyetoran retribusi parkir.

Sistem tersebut disiapkan sebagai salah satu alternatif agar juru parkir dapat menyetorkan hasil parkir secara langsung tanpa harus menunggu kolektor.

Selama ini, setoran dari juru parkir dikumpulkan melalui kolektor. Namun, jumlah kolektor disebut semakin berkurang karena sebagian telah memasuki masa pensiun.

Dishub Kota Cirebon pun tengah mengkaji sejumlah alternatif dalam pengelolaan parkir.

Selain penggunaan QRIS, opsi yang dibahas di antaranya kerja sama dengan pihak ketiga hingga penerapan sistem parkir berlangganan.

Menurut Dany, penggunaan sistem digital berpotensi membuat pengelolaan retribusi parkir menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.

Dengan adanya pencatatan secara digital, kata dia, aliran setoran dapat tercatat lebih baik sehingga potensi kebocoran dapat diminimalkan.

"Setoran bisa lebih transparan dan ada data digital yang dapat digunakan untuk pengawasan. Ini juga sejalan dengan perkembangan digitalisasi," ucapnya.

Dany menegaskan, penerapan sistem QRIS tidak seharusnya dipandang sebagai langkah yang menyulitkan para juru parkir.

Menurutnya, tujuan utama dari pembenahan sistem tersebut adalah menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cirebon.

"Yang terpenting bagaimana sistem yang diterapkan bisa membuat pengelolaan parkir lebih tertib, transparan dan pada akhirnya dapat mengoptimalkan PAD," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi akhirnya tiba di hajatan Ustadz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/9/2026).

Kedatangan Jokowi langsung menyedot perhatian warga. Sejumlah warga bahkan tumpah ke jalan untuk melihat langsung mantan Presiden RI tersebut.

Rombongan Jokowi tiba di lokasi penyambutan sekitar pukul 10.45 WIB. Sejak saat itu, warga terlihat berbaris di sepanjang jalan.

Tak sedikit warga yang mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen kedatangan Jokowi.


Pantauan wartawan di lokasi, suasana semakin ramai saat Jokowi keluar dari kendaraan. Jokowi terlihat mengenakan jas berwarna biru, peci, serta kalung bunga.


Jokowi kemudian disambut langsung oleh Ustadz Ujang Bustomi selaku tuan rumah.

Dalam prosesi penyambutan tersebut, Ujang Bustomi didampingi Bupati Cirebon Imron serta sejumlah pejabat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Jokowi tampak didampingi putranya, Kaesang Pangarep.

Usai prosesi penyambutan, Jokowi tidak langsung menuju lokasi hajatan menggunakan kendaraan.

Mantan orang nomor satu di Indonesia itu memilih berjalan kaki menuju Padepokan Anti Galau yang menjadi lokasi utama hajatan Ujang Bustomi.


Jarak dari titik penyambutan menuju lokasi hajatan diperkirakan mencapai sekitar 500 meter.


Di sepanjang perjalanan, suasana semakin riuh. Warga yang telah menunggu di sisi jalan terus meneriakkan nama Jokowi sambil mengarahkan kamera ponsel mereka kepada mantan Presiden RI tersebut.

Kedatangan Jokowi ke hajatan Ustadz Ujang Bustomi pun menjadi perhatian warga dan membuat suasana di Desa Sinarancang semakin ramai. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Polres Cirebon Kota mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dari sebuah toko di Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Sebanyak 201 botol dan kemasan miras berbagai merek disita dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Operasi tersebut digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany bersama personel gabungan dari Satresnarkoba, Satintelkam, Sipropam, Satsamapta dan Sidokkes.


Petugas memeriksa sejumlah ruangan di toko yang diduga digunakan untuk menyimpan minuman beralkohol. Seluruh barang yang ditemukan kemudian didata dan diamankan sebagai bagian dari penanganan hasil kegiatan kepolisian.


Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan total 201 botol dan kemasan minuman keras berbagai merek dan jenis.

Barang yang diamankan di antaranya AO, Kolesom, Api Ungu, AO Mild, Api Hijau, Anggur Merah, Singaraja, Rajawali Ungu, Paloma, Atlas, Heineken, Guines dan Draft Beer.


Selain itu, petugas juga mengamankan Beer Bintang, Bintang Radler, Soju, Mixmax, Smirnoff Ice, Iceland Vodka, Gilbeys, Anggur Putih, Kou Zi Au, Kawa Kawa, Api, Vibe hingga sejumlah minuman beralkohol dalam kemasan kaleng.


Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany mengatakan Operasi Pekat dilakukan untuk menekan peredaran minuman keras serta mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Operasi Pekat ini merupakan upaya kepolisian untuk menekan peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat muncul akibat penyalahgunaan minuman beralkohol," kata Shindi dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, peredaran dan konsumsi miras perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai persoalan sosial.
Mulai dari perilaku agresif, perkelahian, kekerasan hingga kecelakaan.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras dan tidak melakukan penjualan maupun peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan ketentuan," ujarnya.


Shindi juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah peredaran miras dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas penyimpanan maupun penjualan minuman beralkohol yang berpotensi menimbulkan gangguan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penjualan minuman keras yang dapat mengganggu masyarakat," pungkasnya. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top