Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - 
Mengawali hari pertama kerja setelah libur Idulfitri, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin langsung apel pagi di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata pada Rabu (25/3/2026). Momentum ini sekaligus dirangkaikan dengan agenda Halalbihalal serta pelepasan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari, yang telah memasuki masa purna tugas.


Dalam arahannya di hadapan ratusan pegawai, Wali Kota menyampaikan pesan yang menyentuh sisi personal para pekerja. Ia menekankan bahwa kantor bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua bagi setiap insan yang ada di dalamnya. Mengingat sebagian waktu dalam sehari dihabiskan di lingkungan kerja, maka rasa memiliki terhadap perusahaan menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

"Saya ingin setiap tetes keringat dan waktu yang kita habiskan di sini ada hasilnya. Ingat, kantor ini adalah rumah kita yang kedua. Dari pagi sampai sore kita ada di sini, maka selayaknya rumah, semuanya harus dikelola bersama-sama. Tidak boleh ada yang merasa bekerja sendirian, tanggung jawab dan kontribusi harus dirasakan oleh setiap individu demi satu tujuan, yakni kebermanfaatan bagi orang banyak," ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota berpesan agar semangat kebersamaan ini tidak luntur seiring bergantinya kepemimpinan. Menurutnya, menjaga "rumah" berarti menjaga keberlangsungan perusahaan agar terus mampu melakukan terobosan yang luar biasa. Fokus utamanya tetap satu, bagaimana masyarakat Kota Cirebon dapat menikmati pelayanan air bersih yang lebih baik dan berkualitas dari waktu ke waktu.


Momen ini juga menjadi saksi purna tugas Sofyan Satari, atau yang akrab disapa Opang, sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan berbagai capaian yang telah diraih selama masa jabatan tersebut. Ia menilai, transisi kepemimpinan di momen lebaran ini merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan sekaligus mengevaluasi kinerja.


Terkait keberlanjutan program, Wali Kota menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih menjadi direksi baru memiliki tugas besar untuk meneruskan estafet pembangunan.

"Ada banyak terobosan baik yang sudah dimulai oleh Pak Opang dan jajarannya. Ini tidak boleh berhenti. Direksi baru nanti harus mampu menyelesaikan PR-PR yang ada, memastikan program yang sudah berjalan tetap diteruskan, dan melakukan akselerasi demi kemajuan perusahaan," tegasnya.

Kegiatan juga diisi sesi bersalam-salaman dalam suasana kekeluargaan yang erat. Halalbihalal ini menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah, sekaligus momentum untuk memacu kembali semangat melayani setelah kembali dari masa libur panjang.

Di tempat yang sama usai acara, Sofyan Satari menyampaikan rasa haru dan bangganya telah menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon. Baginya, memimpin Perumda Air Minum Tirta Giri Nata adalah sebuah perjalanan penuh makna yang didasari atas semangat pengabdian. Ia pun tidak menampik bahwa selama masa kepemimpinannya masih terdapat beberapa target yang perlu disempurnakan.


"Kami tentu merasa bangga menjadi bagian dari PDAM dan menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Pemerintah Kota Cirebon selama ini. Kami sadar dalam kepemimpinan kami masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mohon maaf. Harapannya, hal-hal baik yang sudah ada terus dipertahankan, yang kurang diperbaiki, dan yang memang tidak bisa diperbaiki lebih baik ditinggalkan untuk mencari jalan baru yang lebih efektif," ungkap Sofyan.


Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh rekan-rekan kerjanya agar tetap konsisten menjalankan apa yang sudah ditetapkan dalam rencana bisnis perusahaan maupun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Kedisiplinan dalam menjalankan rencana kerja adalah kunci utama agar eksistensi dan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata tetap berkesinambungan dan semakin kuat di masa depan," tuturnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Momentum hari pertama kerja setelah libur Idulfitri 1447 H menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk meneguhkan kembali dedikasi pelayanan publik. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengambil langkah responsif dengan memantau langsung kesiapan di berbagai lini kerja birokrasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan ritme kerja pemerintahan kembali normal tanpa menunda kepentingan masyarakat.


Agenda inspeksi mendadak (sidak)  ini menyasar sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta titik-titik krusial pelayanan dasar, Rabu (25/3/2026).  Didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah, Sumanto beserta jajaran terkait, Wali Kota ingin melihat secara objektif bagaimana kesiapan mental dan fisik para aparatur dalam memulai kembali tugas-tugas negara.

Pemerintah Kota menekankan bahwa kehadiran fisik di kantor bukan sekadar pemenuhan absensi, melainkan bentuk integritas terhadap amanah sebagai pelayan masyarakat. Sinergi antara pimpinan daerah dan jajaran fungsional sangat diperlukan agar transisi dari masa libur ke masa kerja aktif berjalan tanpa kendala teknis maupun administratif.


"Kegiatan pemantauan ini sengaja kami laksanakan bertepatan dengan hari perdana masuk kantor setelah masa libur Lebaran usai. Saya bersama Pak Pj Sekda dan tim ingin memastikan bahwa seluruh jajaran telah kembali ke pos masing-masing untuk melayani warga," ujar Wali Kota.


Berdasarkan data yang dihimpun selama peninjauan, tingkat kepatuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan tren yang sangat positif. Wali Kota memberikan apresiasi atas dedikasi para aparatur, di mana tercatat tingkat kehadiran mencapai angka yang signifikan yakni 99 persen. Hal ini mencerminkan tingginya kesadaran kolektif akan tanggung jawab profesi.

"Kami bersyukur karena hampir seluruh pegawai, yakni sekitar 99 persen, sudah hadir di tempat tugas. Adapun yang berhalangan masuk pun memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara resmi, seperti faktor kesehatan atau memang sedang mengambil jatah cuti yang sah," ungkapnya.

Wali Kota juga mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan adanya pegawai yang mangkir atau menambah waktu libur secara ilegal. Seluruh aparatur yang tidak hadir telah memberikan konfirmasi resmi yang sesuai dengan prosedur administratif, sehingga integritas kedisiplinan tetap terjaga dengan baik.

Mengenai mekanisme cuti, pemerintah tetap memberikan ruang bagi hak-hak pegawai sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni jatah tahunan selama 12 hari kerja. Namun, Wali Kota memberikan catatan khusus mengenai kebijakan ini, di mana fleksibilitas bagi staf harus diimbangi dengan batasan yang lebih ketat bagi para pejabat struktural demi menjaga stabilitas operasional instansi.


"Perlu dipahami bahwa cuti merupakan hak bagi setiap pegawai sesuai koridor aturan. Meski staf diberikan ruang untuk itu, namun bagi para pejabat tentu ada standar dan batasan yang lebih tegas yang harus dipatuhi," tegasnya.


Selain aspek kedisiplinan personel, fokus utama sidak kali ini adalah memastikan fasilitas kesehatan tetap prima. Sektor kesehatan menjadi perhatian utama mengingat adanya pola kecenderungan peningkatan kunjungan masyarakat ke fasilitas medis pasca-lebaran akibat perubahan pola konsumsi atau kelelahan selama masa mudik.

"Kami melihat layanan publik, khususnya di puskesmas, sudah mulai beroperasi penuh. Hal ini sangat krusial karena biasanya pasca-hari raya banyak warga yang memeriksakan kesehatan akibat keluhan pencernaan maupun masalah kesehatan umum lainnya," tuturnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Aksi humanis ditunjukkan personel Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota saat membantu mendorong angkutan kota (angkot) yang mogok di tengah jalan.

Di balik seragamnya, tersimpan kepedulian tulus demi memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar.

Peristiwa tersebut dilakukan oleh Aiptu Cahyadi yang sigap turun tangan ketika melihat angkot mengalami kendala di ruas jalan Pantura Cirebon wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Tanpa ragu, ia bersama warga sekitar membantu mendorong kendaraan agar tidak menghambat arus lalu lintas.

“Sudah menjadi tugas kami untuk melayani masyarakat. Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga membantu ketika ada kesulitan di jalan,” ujar Aiptu Cahyadi saat ditemui di lokasi, Selasa (24/3/2026).

Aksi tersebut mendapat respons positif dari pengguna jalan yang melintas. Kehadiran polisi dinilai memberikan rasa aman sekaligus solusi cepat atas situasi darurat di jalan.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Ridwan Shandi Maulana, mengapresiasi tindakan anggotanya yang dinilai mencerminkan semangat pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan anggota di lapangan. Ini merupakan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat, sekaligus wujud kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujar Ridwans.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong seluruh personel untuk responsif terhadap situasi di lapangan serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dengan adanya aksi tersebut, diharapkan kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam penegakan aturan, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto dan jajaran perangkat daerah terkait, monitoring pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di kantor BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3/2026). Langkah ini merupakan bagian dari agenda Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan seluruh tahapan ibadah sosial menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H berjalan sesuai prinsip syariah.


Dalam kunjungannya, Wali Kota memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi serta profesionalisme jajaran BAZNAS Kota Cirebon dalam mengelola dana umat. Wali Kota menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus terus dijaga melalui manajemen pengelolaan yang transparan dan amanah.

"Kekompakan internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal. Sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga ini adalah fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat," tegas Wali Kota di sela-sela peninjauannya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, mengungkapkan bahwa tren penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Menurutnya, capaian positif tersebut tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang terus memperkuat dukungan regulasi zakat di wilayah tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang sangat aktif dalam mendukung gerakan zakat. Dengan regulasi yang semakin kuat, kami yakin potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah akan terus meningkat," ujar H. Hamdan.


Lebih lanjut, H. Hamdan berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan di masa depan. Ia meyakini bahwa penguatan regulasi yang berkelanjutan akan membawa dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Tidak hanya itu, penguatan regulasi juga memperkokoh posisi zakat sebagai instrumen vital dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Kota Cirebon," tuturnya.

Selain monitoring penghimpunan dan pendistribusian zakat di BAZNAS, Wali Kota juga monitoring di Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Raya At-Taqwa. Kegiatan monitoring ini sekaligus memastikan bahwa seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran zakat dilakukan dengan optimal, tepat sasaran, dan sepenuhnya mematuhi ketentuan syariat Islam. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Ribuan umat Muslim memadati Alun-Alun Kejaksan untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu pagi (21/3/2026). Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung di tengah masyarakat didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.


Pelaksanaan salat Id tahun ini terasa istimewa karena menjadi momen refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati. Di hadapan jamaah yang meluap hingga ke ruas Jalan Kartini, Wali Kota mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh warga untuk merenungkan hakikat kemenangan setelah satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan.

"Di tengah gema takbir yang saling bersahutan, kita semua sebetulnya sedang diingatkan bahwa kemenangan sejati tidak terletak pada kemeriahan lahiriah. Kemenangan itu ada pada kembalinya kita kepada kesucian budi dan ketajaman empati sosial," ujar Wali Kota dalam pidatonya.


Wali Kota juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun mewakili institusi Pemerintah Kota Cirebon. Ia menegaskan bahwa Idulfitri adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi berbagai langkah pembangunan yang telah diupayakan selama setahun terakhir dalam mewujudkan visi "Setara Berkelanjutan".


Menurut Wali Kota, narasi pembangunan yang diusung pemerintahannya saat ini bukan sekadar mengejar angka-angka statistik di atas kertas. Fokus utama pembenahan terletak pada keadilan ruang, di mana setiap warga berhak merasakan kehadiran pemerintah melalui perbaikan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keresahan kolektif masyarakat.

"Kami telah memulai ikhtiar melalui penataan infrastruktur yang masif, mulai dari perbaikan jalan, pembersihan drainase, hingga normalisasi sungai. Kami sadar sepenuhnya bahwa semuanya belum sempurna, namun komitmen kami adalah terus melakukan perbaikan demi kenyamanan seluruh warga Kota Cirebon," tegasnya.

Di sektor ekonomi, Wali Kota memaparkan bahwa Kota Cirebon kini telah bertransformasi dari sekadar kota persinggahan menjadi magnet investasi utama di wilayah Ciayumajakuning. Meski pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan meningkat pesat, ia mengingatkan agar kemajuan tersebut bersifat inklusif dengan tetap mengedukasi dan mendorong sektor UMKM serta ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik kota tidak akan memiliki jiwa jika mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

"Ramadan telah melatih kita untuk peduli pada yang lapar dan dahaga. Maka, biarlah semangat itu tetap hidup di bulan-bulan berikutnya. Mari kita jadikan kemenangan hari ini sebagai modal sosial untuk terus bergotong-royong membangun kota tercinta," imbuhnya.

Wali Kota menyampaikan optimisme bahwa kerja keras yang dilakukan hari ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Kegiatan monitoring dan pengamanan pasca-salat Id pun terus dipastikan berjalan lancar agar warga dapat bersilaturahmi dengan aman dan nyaman di seluruh penjuru Kota Cirebon.


Senada dengan pesan Wali Kota, Ketua Harian At-Taqwa Centre,  Ahmad Yani, memberikan perspektif spiritual yang mendalam mengenai perayaan hari kemenangan ini. Ia menekankan agar masyarakat tidak terjebak pada simbol-simbol luar yang bersifat sementara dalam memaknai 1 Syawal.


"Seringkali muncul anggapan bahwa Idulfitri identik dengan serba-serbi yang baru, mulai dari pakaian hingga pernak-pernik fisik lainnya. Namun, esensi yang sesungguhnya bukanlah itu. Hakikat Idulfitri terletak pada transformasi kualitas diri dan sejauh mana tingkat kepatuhan kita kepada Allah SWT mengalami peningkatan," tuturnya.

Ahmad Yani berharap, Idulfitri 1447 H ini menjadi titik balik bagi warga Kota Cirebon untuk menyelaraskan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. "Ketaatan pada aturan agama harus linier dengan kepatuhan terhadap aturan bermasyarakat yang bermuara pada kebaikan bersama dan harmoni kehidupan sosial," tuturnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Kehadiran wahana permainan anak "Joyzaria" di kawasan whizmie Jalan Fatahillah Sumber  kini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, khususnya anak-anak.


Lokasi ini ramai dikunjungi warga yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama di sore hingga malam hari untuk jam operasional 09.00 - 21.00 wib.

Di bawah pengelolaan Viola A.P, Joyzaria hadir dengan konsep arena bermain dan sarana edukasi  yang ramah anak dan penuh warna. Berbagai wahana permainan disediakan untuk menghibur anak-anak, sekaligus menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi keluarga.


Dengan pengelolaan yang terus berkembang, Viola berharap Joyzaria dapat menjadi salah satu ikon hiburan anak di wilayah Kabupaten Cirebon serta memberikan pengalaman bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.


Joyzaria menawarkan berbagai jenis permainan yang dirancang khusus untuk anak-anak, mulai dari wahana permainan ringan hingga aktivitas interaktif yang menghibur.

HTM 35.000 free pendamping
wajib menggunakan kaos kaki, jika tidak memiliki kaos kaki. kami juga menyediakan kaos kaki khusus anti slip yg lebih nyaman dan aman untuk anak2 serta ortu ketika bermain.


Sejumlah orang tua mengaku senang dengan hadirnya arena bermain tersebut. Selain memberikan hiburan bagi anak, tempat ini juga dinilai cukup aman dan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga.


"Anak-anak jadi punya tempat bermain yang dekat dan tidak perlu jauh-jauh ke kota," ujar Wulan salah satu pengunjung.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung, Joyzaria di Jalan Fatahillah Sumber diharapkan dapat terus menjaga kenyamanan, keamanan, serta menjadi ruang hiburan yang ramah anak bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top