Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif


Nama seorang legislator disebut Kini  Kendalikan Puluhan Proyek APBD, Pantaskah?


E satu.com (Indramayu) - Di tengah hiruk-pikuk penanganan dugaan korupsi yang melibatkan tiga pejabat aktif Pemerintah Kabupaten Indramayu, muncul kabar baru yang semakin memanaskan suasana. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang anggota DPRD Kabupaten Indramayu aktif dari salah satu partai besar. Oknum tersebut, berinisial D, diduga terlibat dalam sedikitnya 16 paket pekerjaan APBD 2026, baik melalui mekanisme tender maupun non-tender.

Menurut informasi yang beredar, D tidak bekerja sendirian. Ia disebut diduga menggunakan CV AL sebagai kendaraan usaha, dengan ponakannya berinisial AI yang dipasang sebagai direktur sekaligus “wajah” di lapangan. “Ini sudah bukan "rahasia"  lagi di kalangan masyarakat. Banyak yang tahu AI hanya sebagai kedok. Sejatinya, itu milik salah satu anggota dewan,” ungkap Kamaludin (56) pengamat kebijakan & politik Pemerintah.

Dua proyek rekonstruksi jalan yang kini menjadi sorotan publik adalah ruas Juntinyuat- Pondoh dan Sambimaya-Tugu. Untuk ruas Sambimaya-Tugu, nilai anggarannya mencapai Rp1,49 miliar. Sementara proyek Juntinyuat- Pondoh bernilai Rp1,92 miliar. Keduanya dikerjakan oleh CV AL dengan dana bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Keterlibatan anggota DPRD aktif dalam pelaksanaan proyek pemerintah bukanlah hal sepele. Secara normatif, hal itu dilarang keras karena berpotensi menimbulkan benturan kepentingan (conflict of interest). Kamaludin menegaskan bahwa tindakan tersebut berisiko melanggar UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya terkait suap, pemerasan, dan gratifikasi dalam pengadaan barang/jasa.

Lebih lanjut, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara tegas melarang anggota DPRD melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan kewenangan dan kedudukannya jika menimbulkan konflik kepentingan. Regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah juga memperkuat larangan tersebut.

“Fungsi mereka adalah pengawasan. Kalau ikut bermain proyek, itu melanggar sumpah jabatan dan Kode Etik DPRD,” tegas Kamaludin. Sanksi yang mengancam, kata dia, mulai dari administratif hingga pemberhentian oleh Badan Kehormatan DPRD. Jika terbukti ada unsur kerugian negara, pintu pidana Tipikor terbuka lebar.

Sebagai bagian dari fungsi penganggaran, anggota DPRD memang berwenang membahas dan menyetujui APBD bersama eksekutif. Namun, mereka dilarang mencari keuntungan pribadi dari anggaran yang mereka sahkan sendiri. Peran dewan seharusnya terbatas pada penyampaian aspirasi melalui Pokok Pikiran (Pokir) dan pengawasan pelaksanaan, bukan menjadi pelaksana atau pengendali proyek.

Sumber  menyebutkan bahwa D diduga kuat mengendalikan 16 paket pekerjaan aspirasi/Pokir tersebut.  Sorotan tidak hanya pada dugaan konflik kepentingan, tetapi juga pada kualitas pekerjaan di lapangan. Proyek rekonstruksi dan pelebaran Jalan Juntinyuat–Pondoh di Kecamatan Juntinyuat, bernilai hampir Rp2 miliar, menuai kritik tajam dari warga dan staf pemerintah desa setempat.

♦️Hasil  Pekerjaan Kini Disorot 

Seorang staf Pemdes Pondoh yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa proses pengerjaan dasar pelebaran jalan pada rekonstruksi jalan juntinyuat -Pondoh dinilai jauh dari standar. “Seharusnya digali dulu dengan kedalaman memadai sebelum pengerasan. Tapi ini hanya dibersihkan rumputnya saja. Kedalaman hanya beberapa sentimeter,” ujarnya.

Lebih mencengangkan, material yang digunakan untuk pengerasan bukanlah batu split sebagaimana spesifikasi teknis standar, melainkan batu bercampur tanah merah. Kondisi serupa juga dilaporkan pada pembangunan tembok penahan tanah.

Masyarakat kini menanti respons tegas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu sebagai pengguna anggaran. Mereka mendesak agar dilakukan pemeriksaan lapangan mendalam dan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan penyimpangan, perbaikan harus segera dilakukan agar tidak merugikan keuangan negara dan masyarakat pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana proyek, CV AL, Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, serta anggota DPRD Kabupaten Indramayu berinisial D guna mendapatkan informasi yang berimbang dan lengkap.  (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kecamatan Kesambi kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan mengemudi mobil gratis bagi warga. Program ini dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Jumat (12/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru di tengah tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.

Camat Kesambi, Eko Budiyanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kecamatan Kesambi dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini kami dapat melaksanakan kegiatan pelatihan kursus mengemudi gratis bagi masyarakat Kecamatan Kesambi. Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melanjutkan dan mewujudkan Kesambi Juara," ujarnya.


Ia menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah memberikan kesempatan, keterampilan, serta alternatif profesi bagi masyarakat, khususnya mereka yang masih belum mendapatkan peluang kerja.

"Sehingga dapat menjadi sumber penghasilan untuk menunjang ekonomi keluarga," tambahnya.

Eko mengatakan, pelatihan ini  diikuti oleh 56 peserta. Seluruh peserta mendapatkan fasilitas pelatihan tanpa dipungut biaya hingga memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan sertifikat kelulusan.

Menurutnya, keterampilan mengemudi memiliki nilai strategis karena dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

"Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini dengan sungguh-sungguh sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kesempatan seperti ini belum tentu terulang dalam waktu dekat, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal untuk masa depan," katanya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada kebijakan berskala besar, tetapi juga terus mendorong program-program yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa intervensi kebijakan tidak boleh selalu berada di tataran makro atau sekadar bantuan tunai. Kita membutuhkan program yang bertindak sebagai eskalator ekonomi. Pelatihan setir mobil yang diinisiasi oleh Kecamatan Kesambi ini adalah salah satu bentuk presisi dari kebijakan tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor jasa, perdagangan, dan logistik terus berkembang. Oleh karena itu, keterampilan mengemudi yang didukung kepemilikan SIM menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

"Keahlian ini adalah alat ukur yang paling objektif untuk mentransformasi warga dari status pencari kerja menjadi sumber daya manusia yang siap didistribusikan ke berbagai sektor industri maupun wirausaha mandiri," lanjutnya.

Wali Kota juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya menguasai kemampuan teknis mengemudi, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan keselamatan berlalu lintas.


"Pemerintah memfasilitasi Saudara untuk memiliki keterampilan, namun tanggung jawab etika berkendara sepenuhnya ada pada diri Saudara. Jadilah pengemudi yang memiliki kalkulasi risiko yang matang, bukan pengemudi yang reaktif," pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Kesambi beserta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana peran kecamatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Cirebon.

"Semoga para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga," harapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon mengapresiasi penyelenggaraan Pengajian Akbar yang digelar Majelis Taklim Asy Syifa sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, jajaran pengurus Majelis Taklim Asy Syifa, organisasi perempuan, serta tokoh agama di Balai Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa peringatan hari jadi sebuah kota tidak hanya dimaknai melalui pembangunan fisik dan berbagai capaian pembangunan, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai keimanan dan akhlak masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyambut dengan sangat gembira dan mengapresiasi penuh inisiatif Majelis Taklim Asy Syifa yang menyelenggarakan Pengajian Akbar ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon. Kota ini tidak hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi juga oleh akhlak dan keimanan masyarakatnya," ujarnya. 


Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara kemajuan fisik dan pembangunan spiritual. Karena itu, keberadaan majelis taklim memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat dan memperkuat fondasi moral di tengah berbagai tantangan zaman.

Ia menilai majelis taklim bukan sekadar wadah berkumpul dan menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan ketahanan moral masyarakat. Terlebih, para perempuan yang aktif dalam kegiatan keagamaan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama bagi generasi penerus.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Hari Jadi Cirebon sebagai sarana introspeksi dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kota.


"Mari wujudkan momen Hari Jadi Cirebon sebagai titik tolak perbaikan diri dan lingkungan. Dengan ukhuwah yang saling menguatkan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta saling mendukung,"  katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Cirebon membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi, doa, dan partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi perempuan dan majelis taklim.

"Semoga dengan adanya pengajian akbar ini terjalin hubungan yang harmonis antarmasyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai religius yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kota Cirebon yang maju, sejahtera, dan berkarakter," harapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kuningan) - Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, melaksanakan kegiatan gotong royong mengolah lahan pertanian yang akan dijadikan area penanaman jagung, Sabtu (13/06/2026) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian Desa Cibulan tersebut diikuti oleh personel Sat Lantas Polres Kuningan dan para petani setempat. Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta bergotong royong membersihkan lahan, menggemburkan tanah, serta membuat bedengan sebagai persiapan penanaman bibit jagung.

Kapolres Kuningan, AKBP M. Ali Akbar melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Polri juga hadir untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Bersama kelompok tani, kami turut berkontribusi dalam mempersiapkan lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Desa Cibulan mengapresiasi keterlibatan Sat Lantas Polres Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahan yang telah diolah dapat segera ditanami jagung dan menghasilkan panen yang optimal. Kolaborasi antara Sat Lantas Polres Kuningan dan Kelompok Tani Desa Cibulan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan," singkat dia. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Kuningan) -
Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Nasional, Satlantas Polres Kuningan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan bibit jagung kepada Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan Polri terhadap peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kabupaten Kuningan.

Penyerahan bantuan bibit jagung dilakukan secara langsung kepada perwakilan kelompok tani dengan harapan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui bantuan tersebut.


"Satlantas Polres Kuningan berharap para petani semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih baik dan berkelanjutan," harap Kapolres Kuningan AKBP M. Ali Akbar, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan upaya mewujudkan swasembada pangan dapat tercapai, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

"Satlantas Polres Kuningan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga dalam mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," tutup M. Ali Akbar. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Jakarta) - Massa aksi Menuju Indonesia Bangkrut mengalami kesulitan untuk mencapai titik aksi akibat blokade aparat di dua titik di Jakarta. Massa aksi tetap berusaha untuk menembus pertahanan polisi dan TNI. Jum'at (12/6/2026 )

Demonstran menyerukan lima tuntutan, yakni setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG serta pembangunan koperasi desa merah putih, hentikan militerisme di ranah sipil, dan Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya. 

Terkait tuntutan ke-1, Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menilai bahwa pengelolaan APBN serta kebijakan fiskal pemerintah sangatlah buruk. Hal ini berkaitan langsung dengan tuntutan ke-3, yaitu penghentian program MBG.

“MBG itu kan di APBN hanya masuk di penjelasan saja. Itu pasal karet banget. Tidak ada spesifiknya berapa anggarannya, hanya dijelaskan bahwa untuk mendukung pendidikan bahwa itu berhak dipakai untuk MBG,” ujarnya kepada media melalui konferensi pers.

Perlindungan Hukum Aksi Demonstrasi oleh Mahasiswa
Demonstrasi Dituding Makar dan Teroris, Bisa Jadi Legitimasi Kekerasan Aparat
Ia menganggap bahwa dana yang diperuntukkan Badan Gizi Nasional (BGN), koperasi desa merah putih, dan sekolah rakyat lebih baik dialokasikan untuk pendidikan kesehatan yang gratis berkeadilan. “Mereka malah melakukan bagi-bagi proyek,” ujarnya.

Berkaitan dengan tuntutan ke-2, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Jundi Al Muhandis, menyampaikan bahwa harga bahan pokok dan BBM yang mahal merupakan akibat dari misalokasi APBN. Mengingat bahwa alokasi APBN yang dianggap tidak tepat sasaran sudah terealisasi, salah satunya untuk program MBG, maka Jundi menyampaikan alternatif yang masih dapat dilakukan oleh pemerintah.

( AWW)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top