Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang merupakan program Kapolri untuk membantu masyarakat usia produktif memperoleh kesempatan kerja sesuai bidang keahlian dan kemampuan masing-masing.

Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, melakukan sambang dan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, H. Toto Toharuddin, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Jalan R.E. Martadinata, Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, tersebut juga diisi dengan peninjauan langsung terhadap peserta pelatihan pra kerja yang diselenggarakan Disnakertrans. Dalam kunjungan tersebut, Wakapolres didampingi Kasat Binmas AKP Nurjani, Kasat Reskrim AKP Abdul Azis, serta sejumlah personel Polres Kuningan.

Kompol Eryda Kusumah mengatakan, program Poliran merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya persoalan pengangguran yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.

"Melalui program Polisi Peduli Pengangguran ini, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berupaya menjembatani warga usia produktif agar mendapatkan informasi dan kesempatan kerja sesuai dengan keterampilan, kemampuan, serta bidang keahlian yang dimiliki," ungkap Kompol Eryda.

Menurutnya, upaya mengatasi pengangguran tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar peluang kerja semakin terbuka.

"Kami berharap melalui koordinasi dengan Disnakertrans, nantinya dapat terbangun kerja sama dalam mendata perusahaan yang akan membuka lowongan pekerjaan di Kabupaten Kuningan. Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh akses informasi pekerjaan secara lebih mudah dan tepat sasaran," tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Kuningan juga meninjau sejumlah pelatihan pra kerja yang tengah berlangsung, di antaranya pelatihan bidang otomotif, menjahit, komputer, serta pembuatan aneka kue.
Pelatihan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat sebelum memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Wakapolres berharap, keterampilan yang diperoleh para peserta dapat menjadi modal untuk meningkatkan taraf hidup dan membuka peluang ekonomi baru.

"Harapan kami, para peserta pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendapatkan pekerjaan ataupun membuka usaha mandiri. Polri akan terus mendorong kolaborasi dan kepedulian sosial agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan, Kepolisian Resor (Polres) Kuningan menyerahkan bantuan pembangunan sumur bor artesis bagi warga Dusun Cimuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jumat (06/11/2026).

Penyerahan bantuan sarana air bersih tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, bertempat di Dusun Cimuda. Kegiatan bakti sosial ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Kuningan, Kapolsek Ciawigebang AKP Dani Supriadi, Sekmat Ciawigebang, Kepala Desa beserta Pemdes Mekarjaya, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Pembangunan sumur bor artesis ini dialokasikan secara khusus untuk menjawab permasalahan krisis air bersih yang dialami warga Dusun Cimuda akibat dampak musim kemarau dan kekeringan wilayah.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan wujud pengabdian serta kehadiran Polri di tengah-tengah kesulitan masyarakat.


"Bantuan pembangunan sumur bor artesis ini adalah bentuk kepedulian nyata Polres Kuningan untuk membantu memenuhi kebutuhan vital warga akan air bersih. Kami berharap fasilitas ini dapat menunjang kehidupan sehari-hari sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," ujar AKBP Bellen Anggara Pratama.

Kapolres juga mengimbau warga Dusun Cimuda untuk bersama-sama merawat dan menjaga fasilitas sumur bor artesis tersebut agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam penyerahan bantuan penanggulangan krisis air ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai bentuk penguatan kemitraan serta silaturahmi antara Polri dan warga. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Stasiun Cirebon Prujakan di Kota Cirebon, Jawa Barat, memiliki perjalanan sejarah panjang dalam perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Berdiri sejak 1897, stasiun yang telah berusia lebih dari satu abad ini masih menjalankan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antardaerah di Pulau Jawa.

Stasiun yang dahulu dikenal dengan nama Stasiun Cheribon SCS tersebut resmi beroperasi pada 1 Mei 1897. Pembangunannya dirintis perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stroomtram Maatschappij (SCS) pada 1895.

Pada awal operasionalnya, stasiun ini melayani perjalanan kereta api dari Semarang menuju Cirebon maupun sebaliknya. Selain mendukung mobilitas masyarakat, keberadaannya juga berperan dalam distribusi hasil bumi.

Seiring perkembangan perkeretaapian, pada 1914 Stasiun Cheribon SCS terhubung dengan Stasiun Cheribon SS (Staatsspoorwegen), yang kini dikenal sebagai Stasiun Cirebon.

Hingga saat ini, Stasiun Cirebon Prujakan tetap menjadi salah satu simpul penting perjalanan kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Dalam operasionalnya, stasiun tersebut melayani perjalanan kereta api antarkota dengan berbagai tujuan, mulai dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta hingga Surabaya.

Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan Stasiun Cirebon Prujakan pada 2024 mencapai 793.000 orang. Angka tersebut terdiri dari 403.210 pelanggan berangkat dan 389.790 pelanggan datang.

Sementara pada 2025, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 675.796 orang, dengan rincian 340.183 pelanggan berangkat dan 335.613 pelanggan datang.

Adapun selama Januari hingga Oktober 2026, stasiun tersebut telah melayani 570.997 pelanggan. Terdiri dari 285.368 pelanggan berangkat dan 285.629 pelanggan datang.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan Stasiun Cirebon Prujakan memiliki nilai historis yang tidak terpisahkan dari perkembangan transportasi kereta api di wilayah Cirebon.

Menurutnya, keberadaan stasiun selama lebih dari satu abad menjadi gambaran keberlanjutan peran kereta api dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dari masa ke masa.

"Stasiun Cirebon Prujakan bukan hanya menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Cirebon, tetapi juga terus berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini," ujar Muhibbuddin, Kamis (5/11/2026).

Dari sisi operasional, Stasiun Cirebon Prujakan memiliki posisi strategis karena berada pada jalur pertemuan lintasan kereta api dari arah selatan dan utara Pulau Jawa.

Stasiun ini juga melayani berbagai segmen pelanggan, mulai dari pekerja harian, pelajar, mahasiswa, pekerja antarkota hingga wisatawan.

Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, KAI menyediakan sejumlah fasilitas pelayanan. Di antaranya loket pembelian tiket, ruang tunggu, charging station, face recognition boarding, water station, musala, pos kesehatan, dan ruang menyusui.

Selain itu, tersedia pula fasilitas bagi penyandang disabilitas, seperti guiding block untuk penyandang disabilitas netra, toilet khusus difabel, kursi roda, serta area parkir khusus penyandang disabilitas.

Penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai kalangan pelanggan.


Tidak hanya melayani perjalanan penumpang, Stasiun Cirebon Prujakan juga mendukung aktivitas angkutan barang serta pengoptimalan aset perusahaan melalui penyewaan ruang usaha bagi para pelaku usaha atau tenant di lingkungan stasiun.

Muhibbuddin menambahkan, KAI Daop 3 Cirebon terus berupaya menjaga keberlangsungan fungsi Stasiun Cirebon Prujakan, baik dari aspek operasional, pelayanan pelanggan maupun kegiatan usaha.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung peran Stasiun Cirebon Prujakan sebagai bagian penting dari konektivitas transportasi kereta api. Tidak hanya memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan baik, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada stasiun ini," katanya.

Dengan perjalanan sejarah lebih dari 129 tahun, Stasiun Cirebon Prujakan menjadi salah satu bukti perkembangan transportasi kereta api di Cirebon. Meski telah melewati berbagai perubahan zaman, stasiun bersejarah tersebut tetap menjalankan fungsinya sebagai penghubung mobilitas masyarakat antardaerah. (Wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Kuasa hukum Yamin alias Abeng, Agus Prayoga, SH, angkat bicara terkait polemik yang melibatkan kliennya dengan Ali Widya Suti alias Wiwie. Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan seseorang bersalah hanya berdasarkan laporan polisi.

Agus menegaskan, laporan polisi merupakan hak setiap warga negara. Namun, laporan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya tindak pidana. Penanganannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) berdasarkan fakta, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Yang namanya laporan itu bukan berarti otomatis sudah terjadi perbuatan pidana. Semua orang berhak melapor, siapa pun boleh. Tetapi laporan itu bukan berarti bisa dikendalikan oleh pelapor. Semuanya harus diproses sesuai fakta hukum,” ujar Agus Prayoga, Jumat (6/11/2026).

Agus mengaku prihatin dengan berbagai tuduhan yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, informasi yang belum teruji kebenarannya berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap kliennya maupun masyarakat Kota Cirebon.

Ia turut menyoroti tuduhan dugaan perampokan yang dikaitkan dengan warga Cirebon serta dugaan penganiayaan yang disebut melibatkan keluarga Yamin alias Abeng.

Terkait tuduhan penganiayaan, Agus menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dan penelusuran pihaknya, tindakan yang dilakukan Abeng merupakan bentuk pembelaan diri.

Ia mengklaim tindakan tersebut hanya berupa menepis dan mendorong satu kali ketika situasi dinilai sudah melampaui batas toleransi.

“Peristiwa penganiayaan sebagaimana yang dituduhkan itu tidak seperti yang digambarkan. Yang terjadi adalah tindakan menepis dan mendorong, itu pun hanya satu kali. Kami menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri,” jelasnya.


Agus juga menyoroti respons kepolisian sebelum peristiwa yang dipersoalkan terjadi.

Menurut dia, sekitar pukul 02.00 WIB, petugas keamanan telah mendatangi SPKT Polres Cirebon Kota untuk melaporkan situasi yang terjadi.

Laporan tersebut, kata Agus, sempat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan Polsek Lemahwungkuk. Bahkan, petugas patroli disebut telah mendatangi lokasi untuk meredam situasi.

Namun, Agus menyayangkan persoalan tersebut tidak terselesaikan saat itu. Situasi kembali memanas hingga akhirnya terjadi tindakan yang kemudian dilaporkan sebagai dugaan penganiayaan.

“Kalau saat itu penanganannya bisa dilakukan secara tuntas, mungkin peristiwa ini tidak akan terjadi. Masyarakat seharusnya mendapatkan perlindungan ketika sudah meminta bantuan kepada kepolisian,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengaku telah melaporkan dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan laporan awal kepada Propam Polri.

Agus menegaskan, langkah tersebut bukan untuk menyudutkan institusi kepolisian, melainkan sebagai bentuk evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Ini bukan untuk menyudutkan institusi kepolisian. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Jangan sampai masyarakat sudah melapor, tetapi persoalannya tidak ditangani sampai tuntas. Lalu, apa artinya layanan 110 kalau masyarakat tidak mendapatkan respons sebagaimana mestinya?” tegasnya.


Terkait perkembangan perkara, Agus menyebut Yamin alias Abeng telah menerima panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan penganiayaan.

Sementara itu, laporan yang dilayangkan pihaknya terkait dugaan pengrusakan dan pencemaran nama baik juga disebut mulai berjalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihak Wiwie juga akan dimintai keterangan oleh penyidik sesuai perkembangan penanganan perkara.

Ia berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum secara profesional, objektif, dan transparan.

Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun tuduhan yang belum terbukti kebenarannya. Terlebih, informasi tersebut berpotensi memicu konflik antarmasyarakat.

“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi persoalan hukum. Laporan bukan berarti seseorang sudah terbukti melakukan tindak pidana. Jangan sampai persoalan yang belum terbukti justru dijadikan alat untuk membangun opini, menekan pihak lain, atau meminta ganti rugi yang tidak memiliki dasar hukum,” katanya.

Menurut Agus, penyampaian persoalan ini kepada publik sekaligus menjadi bagian dari edukasi hukum dan upaya menjaga nama baik Kota Cirebon.

Ia tidak ingin polemik tersebut berkembang menjadi persoalan yang memicu kesalahpahaman antara masyarakat Cirebon dengan warga dari daerah lain.

“Kami tidak ingin masyarakat diadu domba. Persoalan ini harus dilihat secara jernih dan diserahkan kepada proses hukum. Jangan sampai muncul opini seolah-olah masyarakat Cirebon merugikan warga dari daerah lain tanpa adanya pembuktian yang jelas,” pungkas Agus Prayoga. 
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - Mempererat jalinan silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat sinergitas kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kepolisian Resor (Polres) Majalengka menggelar kegiatan Shalat Jumat Keliling dan Silaturahmi Kamtibmas. Agenda rutin kepolisian tersebut dipusatkan di Masjid Jami Darul Mutaqien, Desa Kertabasuki, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jumat (6/11/2026) sekira pukul 11.45 WIB.

Kegiatan safari keagamaan dan dialog publik tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., di mana pelaksanaannya dipimpin oleh Wakapolres Majalengka Kompol Ngadiman, S.Kom., M.M., dengan didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka serta Kapolsek Maja AKP Aas Guntara bersama personel Polsek dan Koramil Maja.

Turut hadir dalam kesempatan penuh kehangatan tersebut perangkat Desa Kertabasuki, pengurus DKM Masjid Jami Darul Mutaqien, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sekitar 90 jamaah Shalat Jumat Desa Kertabasuki.

Usai pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah, Wakapolres Majalengka Kompol Ngadiman menyampaikan sejumlah imbauan strategis dan penekanan pesan kamtibmas dari Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman kepada masyarakat yang hadir.

Polres Majalengka menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing melalui pengoptimalan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling) guna mengantisipasi segala bentuk potensi kejahatan jalanan maupun tindak kriminalitas C3.

"Atas arahan Bapak Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, kami mengajak seluruh warga Desa Kertabasuki untuk terus meningkatkan kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Keamanan yang kondusif hanya bisa terwujud jika Polri dan masyarakat bergerak bersama. Kami juga mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan pergaulan anak-anak agar terhindar dari bahaya peredaran miras, narkotika, dan obat-obatan terlarang," ujar Kompol Ngadiman menyampaikan pesan Kapolres Majalengka, Jumat (6/11/2026).

Selain isu pemberantasan obat terlarang, Polres Majalengka turut menyoroti penggunaan knalpot kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong) yang kerap memicu kebisingan dan mengganggu kenyamanan publik.

Para pengendara diminta mematuhi aturan lalu lintas, serta peran orang tua sangat diharapkan untuk mengedukasi anak-anaknya agar menggunakan kendaraan yang standar dan tertib berlalu lintas.


Menghadapi datangnya musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang mulai meningkat, Polres Majalengka mengingatkan warga Maja untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri terhadap ancaman bencana alam.


"Bapak Kapolres Majalengka mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Mari tingkatkan budaya gotong royong dengan rutin membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta memitigasi bahaya banjir maupun tanah longsor demi keselamatan bersama," jelasnya.

Polres Majalengka juga membuka ruang komunikasi terbuka dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui Bhabinkamtibmas, Polsek Maja, maupun ke Mapolres Majalengka agar segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - Memperketat ruang gerak peredaran barang haram serta menjaga generasi muda dari bahaya narkotika, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Majalengka menggulung jaringan pengedar obat keras terbatas, psikotropika, hingga minuman keras (miras). Dalam operasi maraton selama dua pekan, sebanyak 7 orang tersangka berhasil diringkus di 5 kecamatan berbeda.

Pengungkapan kasus kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., dengan didampingi Wakapolres Majalengka, Kasat Narkoba Polres Majalengka, serta Kasi Humas Polres Majalengka dalam konferensi pers di Aula Sindangkasih Mako Polres Majalengka, Kamis (5/11/2026).

Operasi penindakan yang berlangsung sejak periode 24 Oktober hingga 5 November 2026 tersebut berhasil membongkar total 6 kasus tindak pidana, yang tersebar di wilayah Kecamatan Talaga, Kadipaten, Ligung, Sumberjaya, dan Argapura.


Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 7 orang tersangka yang terdiri dari 6 pria dan 1 wanita. Rinciannya, 6 tersangka terjerat kasus obat keras terbatas dan 1 tersangka terjerat kasus peredaran psikotropika.


Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman mengungkapkan, para pelaku menjalankan aksi haramnya dengan berbagai modus operandi untuk mengelabui petugas di lapangan.

"Para tersangka bertransaksi memanfaatkan akun media sosial dengan modus sistem tempel (peta/maps), di mana barang haram ditaruh di titik tertentu yang disepakati. Selain itu, ada pula yang melayani transaksi secara tatap muka atau Cash On Delivery (COD) dengan metode pembayaran via transfer bank maupun bayar di tempat," ujar AKBP M Aldy Sulaiman di Mako Polres Majalengka, Kamis (5/11/2026).

Dari tangan para tersangka, Satresnarkoba Polres Majalengka menyita barang bukti berupa 1.249 Butir Obat Keras / Bebas Terbatas tanpa izin edar, 40 Butir Obat Psikotropika, 1 Set Alat Hisap / Bong, Tangkapan Layar / Foto Maps lokasi transaksi, Uang Tunai Hasil Penjualan Sebesar Rp419.000, dan 125 Botol Minuman Keras (Miras), termasuk miras bermerek impor seperti Tequila 1800 (4 botol), Black Label (1 botol), Glenfiddich (1 botol), Vibe Black Tea (1 botol), Gold Label (1 botol), Arran Whisky (1 botol), dan Absolut Vodka (1 botol).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan peran dan jenis barang bukti yang diamankan, Tindak Pidana Obat Keras Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) atau Pasal 436 ayat (2) jo Pasal 145 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Jo UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Tindak Pidana Narkotika / Sabu Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) KUHPidana jo UU RI No. 1 Tahun 2026, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun penjara serta denda maksimal Rp10 miliar.

Tindak Pidana Psikotropika Pasal 62 jo Pasal 60 ayat (5) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta.


Pelanggaran Perda Miras Perda Kabupaten Majalengka No. 6 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Perda No. 6 Tahun 2002 tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralcohol.


Kapolres Majalengka menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi para pengedar narkoba dan miras di wilayah hukum Kabupaten Majalengka.

"Polres Majalengka berkomitmen penuh memberantas peredaran narkoba, obat-obatan keras tanpa izin edar, serta minuman keras demi menyelamatkan masa depan generasi muda. Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika melihat adanya indikasi peredaran barang haram di lingkungannya masing-masing," pungkas AKBP M Aldy Sulaiman.



Sumber : Humas Polres Majalengka
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top