Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - 
Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Cirebon (FJC) dan Pokja Polres Kuningan menggelar acara bersama bertajuk Gebyar Ramadan Penuh Hikmah, Sabtu 14 Maret 2026. Berlangsung di salah satu rumah makan di Kuningan, acara diisi dengan buka bersama (Bukber) dengan diawali tausiyah dan ngnrol bareng penuh kekeluargaan.

Acara religi para wartawan FJC dan Pokja Polres Kuningan ini mendapat dukung dari bank bjb Bandung. Berbagai ide dan gagasan terkait peran wartawan dalam menyiarkan dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 H tercetus dalam kegiatan tersebut.

Begitupun terkait masa arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri tahun ini, menjadi salah satu mata diskusi saat itu. Teeutama bagaimana sesuai kapasitasnya, para jurnalis bisa memberikan informasi seputar serba-serbi musim mudik/lebaran nanti.


Ketua FJC, Andik Arsawijaya, menyebutkan, momentum bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk insan pers merenungkan propesinya sejauhmana telah bermanfaat untuk umat. Karena pada hakekatnya profesi jurnalis itu merupakan profesi yang sangat luhur jika dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas.

Karenanya melalui Gebyar Ramadan Penuh Hikmah tersebut, pihaknya berharap bisa menjadi momentum para jurnalis, untuk introspeksi menuju arah kebaikan. Apalagi tidak lama lagi bagi yang beragama muslim bersama-sama akan mwrayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Harus kita ingat, hidup di dunia ini tugas dan tujuan kita yang utama adalah untuk beribadah. Sisanya, urusan duniawi hanya untuk agar ibadah kita kepada yang maha kuasa lancar. Termasuk tentunya ibadah puasa di bulan Ramadan. Karenanya kamj sangat berterimkasih kepada teman-teman jurnalis semuanya. Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada bank bjb yang telah mensuport sehingga bisa terselenggaranya acara ini," papar Andik.

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Banyak orang mengira seseorang yang rajin menunaikan salat dan membaca Al-Qur’an semata-mata karena kedisiplinan atau kebiasaan pribadi. Padahal, dalam pandangan keimanan, hal tersebut bukan sekadar soal rajin atau tidak rajin.

Menurut Widi Nugraha, keinginan seseorang untuk beribadah sejatinya merupakan tanda bahwa Allah masih memanggil hati hamba-Nya untuk mendekat.

“Ketika seseorang masih tergerak untuk berdiri menunaikan salat, membuka mushaf Al-Qur’an, atau sekadar ingin mendekat kepada Allah, itu adalah tanda bahwa hatinya masih disentuh oleh panggilan Ilahi,” kata Widi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, tidak semua orang mendapatkan panggilan tersebut. Karena itu, kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat besar yang sering kali tidak disadari oleh manusia.

Widi mengingatkan, ketika Allah masih memberikan keinginan kepada seseorang untuk beribadah, hal itu menandakan bahwa Allah masih menyayangi hamba-Nya.

“Allah masih ingin kita dekat kepada-Nya. Bahkan, dalam setiap panggilan salat yang berkumandang, tersimpan undangan penuh kasih dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Widi, kondisi hati yang tidak lagi tergerak untuk beribadah justru menjadi hal yang patut dikhawatirkan. Bukan karena seseorang tidak mampu melakukannya, tetapi karena hatinya mungkin sudah semakin jauh dari panggilan tersebut.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mensyukuri setiap kesempatan beribadah yang masih diberikan oleh Allah, baik melalui salat, membaca Al-Qur’an, maupun melakukan kebaikan sekecil apa pun.

“Jangan merasa bangga seolah itu semata-mata hasil usaha diri sendiri. Syukurilah, karena itu adalah tanda bahwa Allah masih memanggil hati kita,” ucapnya.

Menurutnya, selama panggilan itu masih ada, berarti Allah masih memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali, memperbaiki diri, dan semakin mendekatkan hati kepada-Nya.

“Maka jangan sia-siakan panggilan itu. Jawablah dengan langkah kecil menuju kebaikan, karena setiap langkah menuju Allah tidak pernah sia-sia,” tutup Widi Nugraha. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus meningkatkan pengelolaan lingkungan di area stasiun, khususnya dalam pengelolaan sampah di Stasiun Cirebon menjelang arus mudik Lebaran 2026. 

Upaya tersebut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono yang meninjau langsung kesiapan fasilitas pengelolaan sampah di stasiun tersebut.

Diaz mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat saat periode mudik berpotensi menimbulkan akumulasi sampah yang lebih besar sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih optimal.


“Kami dari KLH ingin fokus pada pengolahan sampah, karena saat mudik pasti akan ada akumulasi sampah yang lebih banyak,” kata Diaz saat meninjau kondisi di Stasiun Cirebon, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang selama periode mudik dapat meningkatkan volume sampah di area stasiun. Karena itu, pengelolaan yang lebih baik diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan tersebut.

Menurut Diaz, fasilitas pengelolaan sampah yang disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon menunjukkan kemajuan dibandingkan sebelumnya. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pemilahan sampah berukuran 30 x 6 meter yang digunakan untuk memilah sampah sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).


“Sekarang sudah ada fasilitas gedung untuk pemilahan sampah. Kami juga berdiskusi bagaimana pengelolaan sampah di sini bisa lebih optimal,” ujarnya.

Diaz menambahkan, karakteristik sampah di kawasan stasiun umumnya didominasi oleh sampah anorganik dibandingkan sampah organik. Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama dengan bank sampah di wilayah Cirebon agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali.

“Untuk sampah yang masih punya nilai tinggi bisa diambil oleh bank sampah, sedangkan yang nilai ekonominya rendah baru dibawa ke TPA,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA milik pemerintah daerah yang saat ini tengah berproses beralih dari sistem open dumping menuju sanitary landfill.

Selain meninjau fasilitas pemilahan sampah, Diaz juga melihat penyediaan fasilitas pengisian ulang air minum atau drinking water station yang tersedia di sejumlah stasiun wilayah Daop 3 Cirebon, termasuk di Stasiun Cirebon. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengisi ulang air minum secara gratis.

“Kalau masyarakat membawa tumbler milik pribadi, nanti bisa mengisi air minum secara gratis sehingga mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan dengan menekankan aspek kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan bagi para pelanggan.


“Kami ingin stasiun menjadi ruang publik dengan pengelolaan sampah yang ideal sehingga bisa menjadi contoh bagi ruang publik lainnya,” kata Bobby.

Ia menegaskan pengelolaan sampah di stasiun merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pelanggan.

KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan stasiun dengan membuang sampah sesuai jenisnya, yakni organik, anorganik, dan B3, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa perlengkapan yang dapat digunakan berulang kali seperti tumbler.

Dengan berbagai langkah tersebut, Stasiun Cirebon diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang baik di ruang publik, khususnya dalam pengelolaan sampah di kawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indramayu tengah bersiap menyelenggarakan agenda talk show. Acara ini dirancang sebagai bentuk refleksi dan evaluasi objektif terhadap satu tahun masa pemerintahan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Ketua IWO Indramayu, Ali Ma'nawi, yang akrab disapa Almak, mengonfirmasi komitmen organisasi pers tersebut untuk mengawal proses pembangunan di Kabupaten Indramayu melalui kacamata jurnalistik yang kritis namun konstruktif.

“Benar, kami IWO Indramayu) sedang mematangkan persiapan untuk menggelar kegiatan talk show yang bekerjasama dengan Almak Corner, tentang refleksi satu tahun pemerintahan Lucky Hakim. Ini adalah bagian dari peran serta kami, insan pers, dalam memberikan ruang diskusi yang sehat bagi publik,” ujar Almak saat ditemui di sekretariat IWO Indramayu, Sabtu (14/3/2026).

Almak menjelaskan, mengingat banyaknya sektor yang perlu dibedah dan dievaluasi dalam setahun kepemimpinan ini, IWO berencana mengonsep kegiatan tersebut ke dalam beberapa sesi diskusi. Hal ini bertujuan agar pembahasan tidak meluas, melainkan lebih fokus dan mendalam di setiap bidangnya.

Guna menjaga asas keberimbangan informasi (cover all sides) dan objektivitas diskusi, IWO Indramayu memastikan akan mengundang narasumber dari berbagai elemen berkompeten. Almak menegaskan pentingnya kehadiran semua pihak agar diskusi menghasilkan output yang bermanfaaat bagi masyarakat Indramayu.

IWO mengundang dan sangat berharap kehadiran dari semua unsur, mulai dari jajaran Eksekutif, yakni Bupati Indramayu atau perwakilan resmi yang ditunjuk untuk memaparkan capaian kinerja. Selain itu, IWO juga akan mengundang unsur Legislatif dari DPRD Indramayu selaku pemegang fungsi pengawasan.

"Termasuk kita juga akan mengundang Bupati, dan berharap mau datang kalau memang benar ingin membangun Indramayu ke depan," tegas Almak.

"Untuk sesi pertama, kita undang dulu dari legislatif dan pengamat kebijakan publik," imbuh Almak.

Tidak hanya dari lingkaran pemerintahan, IWO juga akan menghadirkan Pengamat Kebijakan Publik serta akademisi untuk memberikan analisis independen dan nalar kritis terhadap dinamika pembangunan di bawah kepemimpinan Lucky Hakim selama satu tahun terakhir.

"Tujuan utama kami adalah keseimbangan dan objektivitas. Kami ingin mendengarkan paparan dari pemerintah (Eksekutif), bagaimana pandangan pengawasan dari DPRD (Legislatif), dan bagaimana penilaian dari kacamata independen (Pengamat). Jika semua unsur hadir, masyarakat akan mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang mengenai kondisi Indramayu saat ini," pungkas Almak.

Saat ini, tim dari IWO Indramayu tengah menyusun teknis kegiatan serta jadwal finalisasi acara yang diprediksi akan menyedot perhatian publik Indramayu tersebut. (iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - P
T Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai tanda dimulainya kesiapan menghadapi masa Posko Angkutan Lebaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Stasiun Cirebon pada Jumat (13/3/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, dan diikuti oleh peserta dari unsur TNI, Kepolisian wilayah Kota Cirebon, komunitas pecinta kereta api, serta para pegawai KAI Daop 3 Cirebon.

Sigit Winarto mengatakan apel gelar pasukan ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh personel dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Berbagai aspek telah dipersiapkan, mulai dari sarana, prasarana, layanan penumpang dan barang, kesiapan sumber daya manusia, hingga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan seluruh personel Posko Angkutan Lebaran 2026 yang akan bertugas mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026,” kata Sigit.

Ia menjelaskan, KAI telah melakukan berbagai persiapan awal seperti ramp check atau inspeksi kelengkapan standar pelayanan minimum pada sarana dan prasarana perkeretaapian, termasuk fasilitas di stasiun. Selain itu, jajaran direksi KAI juga turun langsung melakukan pengecekan kesiapan stasiun dalam melayani penumpang.

Menurut Sigit, masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, yakni sejak 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan berbagai mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional.

Pada aspek sarana, disiapkan lokomotif cadangan di Stasiun Haurgeulis dan Stasiun Cirebon, kereta pembangkit di Stasiun Cirebon, serta crane di Depo Lokomotif Cirebon. Sementara dari sisi prasarana, KAI menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) serta change unit spare part di sejumlah titik strategis.

Selain itu, petugas tambahan juga disiagakan di berbagai lokasi, seperti petugas jaga perlintasan, petugas pemeriksa jalur, hingga petugas di daerah rawan.

Untuk mendukung keamanan perjalanan kereta api dan keselamatan penumpang, KAI Daop 3 Cirebon mengerahkan total 388 personel keamanan. Jumlah tersebut terdiri dari 102 personel Polsuska, 166 personel security, serta 70 personel bantuan dari TNI dan Polri.

“Kami juga meningkatkan patroli keamanan di stasiun maupun sepanjang jalur rel, terutama di titik-titik yang berpotensi rawan gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Selain itu, KAI juga melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan atau safety action, seperti penambahan personel di daerah pemantauan khusus, pendampingan awak sarana perkeretaapian pada jam rawan kelelahan, pemantauan waktu istirahat petugas, hingga random check napza kepada petugas layanan.

Di bidang pelayanan, Daop 3 Cirebon menambah delapan petugas Customer Service Mobile (CSM) yang ditempatkan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan selama masa Angkutan Lebaran.

KAI juga menggandeng 40 relawan dari komunitas pecinta kereta api seperti Edansepur Cirebon, IRPS Korwil Cirebon, KRD3, dan IRPS Korwil Brebes. Mereka akan bertugas membantu pelayanan di sejumlah stasiun, di antaranya Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Jatibarang, dan Stasiun Brebes.

Sementara untuk layanan kesehatan, KAI menyiapkan petugas paramedis, dokter, serta ambulans posko di beberapa stasiun besar seperti Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Arjawinangun, dan Brebes.

“Kami juga berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas di sepanjang jalur kereta api untuk mengantisipasi apabila ada penumpang yang mengalami kondisi darurat,” kata Sigit.

Selama masa Angkutan Lebaran 2026, di wilayah Daop 3 Cirebon akan beroperasi sebanyak 171 perjalanan kereta api. Rinciannya terdiri dari 131 kereta api penumpang reguler dan 40 kereta api tambahan Lebaran.

“Semoga dengan persiapan yang matang serta kolaborasi semua pihak, Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan tenang, aman, nyaman, dan selamat, sehingga masyarakat dapat menikmati momen mudik dengan menyenangkan,” tutup Sigit. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Tangerang ) - Tradisi Lebaran di Indonesia, meskipun sarat makna spiritual dan kekeluargaan, kini kerap menonjolkan sisi konsumtif yang menimbulkan kecemburuan sosial. Pergeseran nilai ini terjadi karena praktik lebaran tidak lagi hanya soal bermaaf-maafan, melainkan berubah menjadi ajang pamer kemewahan bagi sebagian kelompok.

Berikut adalah beberapa aspek yang menjadikan Lebaran rentan menimbulkan kecemburuan sosial:

Pamer Baju Baru dan Gaya Hidup: Kesenjangan sosial semakin terasa ketika lebaran dijadikan ajang memamerkan pakaian baru, perhiasan, hingga kendaraan mewah. Hal ini menciptakan tekanan bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi untuk tetap tampil maksimal, sehingga memicu perilaku konsumtif atau bahkan utang.

Fenomena Mudik dan THR: Mudik, yang merupakan tradisi pulang kampung, sering kali menjadi panggung "pamer keberhasilan" di kota bagi perantau, terutama melalui pemberian THR dalam jumlah besar atau pamer kendaraan mewah, yang bisa membuat warga lokal merasa tertinggal.

Tekanan Sosial (Peer Pressure): Adanya standar sosial bahwa lebaran harus mewah—makanan serba banyak, rumah didekorasi, baju serba baru—membuat mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi merasa terpinggirkan atau malu.

Pakar sosiologi menyoroti bahwa budaya sosial yang menempel pada Lebaran seringkali mengaburkan makna Idul Fitri itu sendiri, di mana fokus pada materialisme mengalahkan esensi spiritual dan sosial.

Mengatasi Kecemburuan Sosial di Momen Lebaran:
Untuk menghindari hal tersebut, penting untuk menggeser fokus Lebaran kembali ke nilai-nilai esensial, seperti mempereratg silaturahmi, berbagi secara tulus, dan tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup konsumtif.

( AWW )
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top