Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Gamelan Sekaten di Keraton Kanoman Cirebon adalah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah, filosofi, dan dakwah Islam. Tradisi ini diyakini sudah ada sejak sekitar tahun 1452 Masehi di masa Pangeran Cakrabuana atau Embah Kuwu Cirebon, dan kemudian dilanjutkan oleh Sunan Gunung Jati pada sekitar tahun 1457 Masehi. 

Gamelan Sekaten tidak hanya berfungsi sebagai alat musik tradisional, tetapi juga berperan sebagai media untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Nama Sekaten sendiri berasal dari syahadatain, yaitu dua kalimat syahadat. Melalui alunan gamelan dan lagu-lagu tertentu, masyarakat diajak untuk memahami dan menghayati nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya.

Gamelan Sekaten dimainkan setiap tanggal 8 Rabiul Awal pada penanggalan Jawa di Mande Sekaten Keraton Kanoman, sementara Sultan menyaksikan dari Mande Manguntur di kawasan Siti Hinggil atau Lemah Duwur. Perangkat gamelan ini terdiri dari gong bibit, gong pengiring, bonang bibit, bonang pengiring, bonang racik, ketuk, cret, saron bibit, saron pengiring, dan bedug.


Dalam pertunjukannya, Gamelan Sekaten dimainkan oleh 12 nayaga, jumlah ini secara filosofis berhubungan dengan 12 Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam tradisi Islam. Para nayaga adalah pemain khusus yang mewarisi keterampilan dan pengetahuan mengenai tradisi ini dari generasi ke generasi.

Rangkaian permainan Gamelan Sekaten dimulai pukul 20.00 WIB dengan lagu Cingcing Duwur, diikuti pukul 23.00 WIB dengan Kajongan. Pada pukul 03.00 WIB dimainkan Pari Anom, dan pukul 07.00 WIB dilanjutkan dengan Rambu Gede atau Rambu Lima. Kemudian pukul 10.30 WIB lagu Kajongan kembali dimainkan, disusul pukul 14.00 WIB dengan Rambu Miring atau Rambu Cilik, dan pukul 16.30 WIB kembali ke Pari Anom.

Setiap lagu memiliki makna filosofis tersendiri. Cingcing Duwur mengajarkan manusia menjaga diri dari hal-hal kotor, sedangkan Kajongan menekankan nilai kebersamaan. Pari Anom mengajarkan saling menghormati, Rambu Gede atau Rambu Lima terkait dengan Rukun Iman, sementara Rambu Cilik atau Rambu Miring berkaitan dengan Rukun Islam.

Pada masa Pangeran Cakrabuana, gamelan digunakan sebagai sarana dakwah Islam yang kemudian diteruskan oleh Sunan Gunung Jati dan menjadi bagian dari penyebaran ajaran Islam di wilayah Cirebon. Dalam perkembangannya hingga kini, Gamelan Sekaten tetap menjadi bagian penting tradisi Keraton Kanoman, dengan Sultan hadir untuk menyaksikan pelaksanaannya dari Mande Manguntur.


Saat ini, tugas tersebut dijalankan oleh Pangeran Patih Mohammad Qodiran ketika pelaksanaan gamelan dilakukan saat memasuki sepertiga malam. Rangkaian Gamelan Sekaten ditutup dengan lagu Bangau Butak yang mengiringi prosesi Panjang Jimat dan Buang Takir, serta menjadi bentuk penghormatan kepada Sanghyang Bango.

Keberadaan Gamelan Sekaten di Keraton Kanoman menunjukkan bagaimana seni tradisional dapat selaras dengan sejarah keraton dan dakwah Islam. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga media untuk mewariskan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, penghormatan, dan pelestarian budaya Cirebon dari generasi ke generasi.

Lurah Gamelan Sekaten, Ato Sugiarto, "menyampaikan bahwa Gamelan Sekaten bukan sekadar perangkat musik tradisional, tetapi memiliki sarat makna dan nilai sejarah serta menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya Cirebon" 


Reporter : Ali Bisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang ) -
Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditunjukkan Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang melalui sejumlah perlombaan rakyat.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Mako Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2026). Acara turut dihadiri Aban, S.H., selaku Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang, Lovez selaku Kabid Hankam, serta jajaran Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang.

Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang, Reni, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kekompakan anggota.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat nasionalisme, kekompakan, dan kreativitas para Srikandi. Merdeka itu harus dirayakan dengan kebersamaan,” ujar Reni.

Berbagai perlombaan digelar dalam kegiatan tersebut, antara lain lomba tumpeng, joget kursi, cepat cerdas, dan joget balon.

Menurut Reni, lomba cepat cerdas juga menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan dan kesiapan anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi.

Sementara itu, Sekretaris DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang, Endah Prihatiningsih, mengatakan antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut cukup tinggi.


Puluhan anggota Srikandi Pemuda Pancasila dari berbagai unit kerja se-Kabupaten Tangerang turut hadir. Para peserta mengenakan atribut bernuansa merah putih dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti lomba joget kursi dan joget balon yang mengundang tawa serta hiburan bagi peserta maupun penonton.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang berharap semangat kemerdekaan dapat terus dipelihara, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kontribusi organisasi bagi masyarakat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
( AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Kesultanan Keraton Kanoman Cirebon kembali menggelar sejumlah tradisi menjelang pelaksanaan Pelal Alit, rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi yang digelar di lingkungan Keraton Kanoman tersebut di antaranya nyisir sekar, nyaji boreh, ngukup sisiran pandan, serta nyaji buah. Prosesi tersebut menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dalam rangka menyambut bulan Maulid.

Juru Bicara Kesultanan Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Mawar Kartina, SH.,MH, mengatakan rangkaian tradisi tersebut memiliki makna tersendiri dan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pelal Alit.

"Nyisir sekar, nyaji boreh, ngukup sisiran pandan dan nyaji buah ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi menjelang Pelal Alit bulan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Ratu Mawar Kartina, kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, setiap tahapan dalam tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mengandung nilai budaya dan spiritual yang terus dijaga oleh keluarga keraton.


Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali warisan budaya Kesultanan Kanoman kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ratu Mawar berharap tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut dapat terus dilestarikan dan dipahami maknanya oleh generasi penerus.

"Yang paling penting adalah bagaimana tradisi ini tetap dijaga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.

Pelaksanaan rangkaian tradisi tersebut menjadi salah satu penanda bahwa suasana Maulid Nabi Muhammad SAW mulai terasa di lingkungan Keraton Kanoman Cirebon. Nantinya, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan prosesi Pelal Alit sesuai adat dan tradisi yang berlaku di lingkungan keraton. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Karangwangi berlangsung dengan khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini digelar oleh MUI, Desa Karangwangi, Fatayat NU, dan Nahdlatul Ulama (NU), dengan dukungan dari mahasiswa KPM UI BBC Karangwangi sebagai bentuk pengabdian dan keterlibatan mereka dalam kehidupan warga.

Acara tersebut, yang juga menyertakan Tabligh Akbar dan Karangwangi Bersholawat, menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Karangwangi untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan nilai-nilai agama, dan menguatkan kecintaan serta teladan terhadap Rasulullah SAW.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM UI BBC Karangwangi berperan aktif mendukung kelancaran kegiatan ini. Keterlibatan mereka mencerminkan kehadiran nyata di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas keagamaan dan sosial yang positif bagi warga Desa Karangwangi.


Bagi para mahasiswa, partisipasi dalam acara ini bukan hanya bagian dari agenda keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan semangat pengabdian pada masyarakat. Mereka mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan warga, membangun komunikasi, dan mengambil peran sesuai kebutuhan acara.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ajang untuk kembali mengenang perjuangan dan teladan Rasulullah SAW. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak meningkatkan kecintaan kepada Nabi sekaligus menerapkan nilai-nilai mulia seperti persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian Tabligh Akbar dan Karangwangi Bersholawat menambah semarak suasana. Lantunan sholawat bersama memperkuat aspek religius sekaligus menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Keikutsertaan KPM UI BBC Karangwangi juga merupakan bagian dari usaha mahasiswa membangun kedekatan dengan warga. Selama program pengabdian berlangsung, mereka tidak hanya hadir melalui program kerja terencana tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat yang bernilai sosial dan keagamaan.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh MUI, Desa Karangwangi, Fatayat NU, dan NU menunjukkan sinergi antara generasi muda dan masyarakat dalam menjaga serta menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan desa.

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, acara ini juga dirangkaikan dengan Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Perpaduan semangat religius dan kebangsaan menciptakan pesan penting untuk membangun masyarakat yang kuat dalam kehidupan beragama sekaligus menjunjung tinggi persatuan dan cinta tanah air.

Semangat kemerdekaan diwujudkan lewat kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan persatuan. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati sesama, dan membangun kehidupan harmonis.


Bagi KPM UI BBC Karangwangi, keterlibatan dalam acara ini menjadi kontribusi nyata selama mereka berada di tengah masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang diadakan oleh unsur masyarakat dan organisasi keagamaan menjadi upaya untuk memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan dengan warga Desa Karangwangi.

Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, ukhuwah, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan.

Sinergi antara masyarakat, MUI, Desa Karangwangi, Fatayat NU, NU, serta mahasiswa KPM UI BBC Karangwangi menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia ini, diharapkan semangat religius, persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap bangsa terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Karangwangi.

Reporter : Ali Bhisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Pesta Rakyat ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Lokasinya berada di alun-alun desa setempat pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Acara tersebut bertujuan untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan resmi dibuka oleh Kepala Desa Pegagan Kidul, H. Surya. Beliau didampingi oleh Bhabinkamtibmas Bripka Krisnadi dari Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota dan Babinsa Koramil 21/Suranenggala Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Sertu Abdul Rahman.

"Dirgahayu, Republik Indonesia ke-81. Melalui lomba ini kita jaga semangat gotong -royong dan kebersamaan warga Pegagan kidul, mari kita isi moment ini dengan semangat Kemerdekaan hati yang gembira dan sehat. " Ujarnya

Untuk perlombaan yang kami adakan mulai dari malam minggu, terdapat berbagai kegiatan seperti lomba karaoke, menghias sepeda, lomba busana, dan lomba jalan santai, serta masih banyak lagi lomba lainnya.

Kami berharap kegiatan yang telah kita laksanakan ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda kita untuk selalu mencintai tanah air Indonesia. Mari kita tanamkan semangat nasionalisme pada anak-anak kita, karena merekalah calon generasi penerus bangsa di masa depan.," Pungkasnya

Reporter : Ali Bisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. Pengurus Partai Gelora Indonesia DPD Kota Tangerang bersama warga setempat menggelar rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pada Minggu pagi (23/8/2026).

Acara dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Gelora Kota Tangerang, pengurus PAC, kader, serta puluhan warga Kelurahan Babakan. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Partai Gelora DPD Kota Tangerang, doa bersama, dan berbagai lomba rakyat seperti lomba gigit kelereng, joget balon, menuangkan air dan lomba karaoke.


Ketua Partai Gelora DPD Kota Tangerang, H Abdul Manan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.


"Gelora hadir bersama warga. Kemerdekaan harus kita isi dengan gotong royong, kolaborasi, dan kerja nyata untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Babakan dan masyarakat Kota Tangerang ", tutur H. Abdul Manan.


Sementara itu Sekretaris Partai Gelora DPD Kota Tangerang, Edy Maryanto melalui WhatsApp menyampaikan tujuan DPD mengadakan gebyar HUT RI ke 81, agar tetap semangat nasionalisme di anggota tetap menyala serta bangga terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Langit terlalu tinggi kita terbang terlalu rendah. Arah baru pemimpin baru, narasi yang kita gelorakan bersama", tulis Edy Maryanto.


Warga Babakan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Melalui kegiatan ini, Partai Gelora berharap semangat HUT ke-81 RI dapat menjadi penguat sinergi antara partai, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun Kota Tangerang yang lebih maju dan berkeadilan.


(Soleh)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top