Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Jurnalis otodidak Asep Wawan Wibawan menyatakan niat menjual sebuah toko peninggalan almarhumah istrinya untuk membiayai rencana aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Kota Tangerang.

Toko tersebut rencananya dijual dengan harga yang relatif murah  Rp. 130.000.000 ( Setatus Tigapuluh  Juta ) meski berada di lokasi yang dinilainya cukup strategis. Dijalan Untung Suropati II RT 03/08 Kelurahan Cimone Jaya Kecamatan Karawaci 

Dari hasil penjualan, Asep menyebut sekitar 30 persen akan digunakan untuk membiayai aksi  demo didepan gedung DPRD Kota Tangerang yang akan dipimpinnya langsung , mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Tangerang ( SOMAT )

Menurut Asep, toko tersebut merupakan salah satu aset yang masih tersisa. Sebelumnya, ia mengaku telah menjual sejumlah aset untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung berbagai kegiatan yang pernah dilakukannya.

“Toko ini sekarang masih dikontrak selama dua tahun dan tersisa satu tahun. Kalau seandainya laku, sisa kontrak satu tahun akan dikembalikan. Itu bisa dilakukan karena tidak ada perjanjian tertulis, hanya kuitansi Semoga saja cepat laku , sehingga  aksi bisa segera digelar ,” kata Asep.

Ia menegaskan, keputusan menjual aset tersebut merupakan pilihan pribadi dan tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan dari kegiatan aksi.

Menurut Asep, rencana aksi muncul karena kekecewaannya terhadap sikap sebagian anggota DPRD Kota Tangerang dan DPRD Provinsi Banten yang dinilainya kurang menunjukkan empati serta keberanian dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Saya sangat kecewa dengan sikap sebagian anggota dewan Kota Tangerang dan Provinsi Banten yang menurut saya sudah kehilangan rasa empati terhadap keluh kesah masyarakat. Mereka terkesan tidak peduli atau masa bodoh,” ujarnya.

Asep juga mempertanyakan tindak lanjut para wakil rakyat terhadap berbagai persoalan masyarakat yang telah diberitakan media.

Ia mencontohkan keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, ketimpangan sosial, hingga persoalan infrastruktur yang menurutnya telah berulang kali diberitakan dan dibagikan kepada sejumlah anggota dewan.

“Buktinya, beberapa kali keluh kesah masyarakat terkait pelayanan kesehatan, ketimpangan sosial dan infrastruktur diberitakan. Namun mereka terkesan masa bodoh. Seharusnya informasi itu dijadikan bahan pengawasan untuk ditindaklanjuti kepada dinas terkait,” katanya.

Menurut Asep, anggota DPRD memiliki fungsi pengawasan sehingga informasi mengenai persoalan masyarakat semestinya dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia.

“Berita tersebut sudah dibagikan berulang kali kepada para anggota dewan. Seharusnya kalau ada informasi seperti itu, alangkah baiknya ditindaklanjuti kemudian dipublikasikan secara transparan, Itu kan salah satu fungsi anggota dewan,” pungkasnya.

Selain menyampaikan aspirasi, Asep mengatakan rencana aksi tersebut juga akan diisi dengan kegiatan sosial. Ia berencana membagikan sembako kepada  masa aksi dari kalangan masyarakat yang Kurange mampu 

Menurut Asep, kegiatan sosial tersebut bukan hal baru. Ia menyebut pernah melakukan pembagian sembako dalam aksi sebelumnya yang menuntut pembatalan kenaikan tunjangan DPRD Kota Tangerang.

Bagi Asep, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat sekaligus upaya menyuarakan persoalan masyarakat yang menurutnya belum mendapatkan perhatian memadai dari para wakil rakyat.


Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com ( Tangerang ) - 
Persoalan pengangguran berpendidikan tinggi di wilayah Tangerang Raya menjadi perhatian. Data yang diberitakan berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat 20.878 lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang mencatat angka tertinggi secara jumlah, yakni 12.675 orang. Angka itu mencapai sekitar 60,7 persen dari total pengangguran lulusan perguruan tinggi di Tangerang Raya.

Sementara itu, Kota Tangerang Selatan tercatat sebanyak 4.636 orang dan Kabupaten Tangerang 3.567 orang.

Besarnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja menjadi sinyal bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak semata-mata berkaitan dengan tingkat pendidikan. Ketersediaan lapangan kerja, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, serta kualitas informasi pasar kerja juga perlu menjadi perhatian.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Di tengah citra Tangerang sebagai salah satu kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi, tingginya jumlah sarjana yang belum bekerja menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pertumbuhan ekonomi daerah mampu membuka kesempatan kerja yang sesuai dengan kualifikasi masyarakat.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Jumlah pengangguran berbeda dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Berdasarkan data yang diberitakan, TPT lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang tercatat 7,05 persen, sedangkan Kota Tangerang Selatan 7,51 persen. Artinya, Kota Tangerang tertinggi dalam jumlah, bukan berarti memiliki persentase TPT lulusan perguruan tinggi tertinggi.

Pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai langkah konkret untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan sektor usaha. Program pelatihan dan bursa kerja akan lebih bermakna apabila diikuti dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja serta evaluasi terhadap lulusan yang telah mengikuti program tersebut.

Publik juga berhak mengetahui apakah investasi dan pertumbuhan sektor industri di Tangerang Raya telah memberikan dampak yang sebanding terhadap penyerapan tenaga kerja lokal berpendidikan tinggi.

Sebab, tingginya angka sarjana menganggur bukan sekadar persoalan statistik. Di balik angka 20.878 terdapat ribuan anak muda yang telah menempuh pendidikan tinggi, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya di dunia kerja.

Pemerintah dituntut tidak berhenti pada slogan penciptaan lapangan kerja. Yang dibutuhkan masyarakat adalah data yang transparan, kebijakan yang terukur, dan hasil yang dapat dibuktikan.

( AWW )

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Indramayu) - Jajaran Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Tanjakan Kec. Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (28/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Pendistribusian air bersih dilakukan menggunakan kendaraan water cannon dan mobil tangki air.


Petugas mendatangi sejumlah lokasi untuk menyalurkan air kepada masyarakat.


Komandan Kompi (Danki) 4 Yon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Iptu Yayan Sri Riyadi, SH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat.

"Kegiatan pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berupaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga," kata Iptu Yayan, kepada wartawan.


Menurutnya, jajaran Kompi 4 Batalyon C Pelopor akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga membutuhkan bantuan.


Sementara itu, salah seorang warga Krangkeng, Doni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Brimob Polri yang telah memberikan bantuan air bersih.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Brimob Polri, khususnya Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar yang sudah peduli kepada masyarakat," ujar Doni.

Ia berharap bantuan serupa dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kuningan) - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Kuningan mendapat layanan servis sepeda motor dan penggantian oli mesin secara gratis yang difasilitasi Polres Kuningan, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat kemitraan dengan komunitas ojol sekaligus mengajak para pengemudi untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Sebanyak 70 pengemudi ojol mengikuti kegiatan yang digelar di dua lokasi, yakni Taman Kota (Tamkot) Kuningan dan Mapolres Kuningan. Selain mendapatkan servis kendaraan dan penggantian oli gratis, para pengemudi juga memperoleh vitamin serta pemeriksaan kesehatan.

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kendaraan yang digunakan para pengemudi ojol dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.



“Kami memberikan servis gratis untuk kendaraan roda dua, khususnya bagi pengendara dari komunitas ojek online. Selain servis gratis, kami juga memberikan vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan sosialisasi safety riding,” ujar Aktuin.


Menurutnya, kondisi kendaraan yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada perawatan kendaraan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, polisi juga mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak menggunakan knalpot yang menghasilkan suara bising atau knalpot brong. Penggunaan knalpot tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.


“Kami juga mensosialisasikan agar tidak menggunakan knalpot bising atau brong karena itu mengganggu pengendara lain. Jalan raya digunakan bersama, bukan hanya oleh satu atau dua orang,” katanya.


Aktuin berharap para pengemudi ojol yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat luas.

“Kami berharap rekan-rekan ojol yang sudah mendapatkan sosialisasi ini juga bisa menyampaikan kepada pengendara lainnya agar tidak menggunakan knalpot brong,” harapnya.


Kepolisian menilai komunitas ojol memiliki peran strategis sebagai mitra kamtibmas karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berlangsung hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kuningan berharap hubungan kemitraan dengan komunitas ojol semakin kuat, sekaligus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas dan lingkungan jalan yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Libur panjang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan kereta api.

KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat 63.475 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode libur panjang tersebut.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 30.575 pelanggan yang datang ke wilayah Daop 3 Cirebon dan 32.900 pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon.

"Tercatat 63.475 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon, baik untuk datang maupun berangkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan, termasuk perjalanan jarak jauh," ujar Muhibbuddin, Kamis (27/8/2026).


Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, puncak kedatangan pelanggan terjadi pada 22 Agustus 2026.


Pada tanggal tersebut tercatat sebanyak 6.285 pelanggan tiba di wilayah Daop 3 Cirebon.
Sementara itu, puncak keberangkatan terjadi pada 25 Agustus 2026 dengan jumlah mencapai 7.053 pelanggan.

Untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat, KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan delapan perjalanan kereta api reguler serta satu perjalanan KA tambahan selama periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2026.

Muhibbuddin mengatakan pengoperasian KA tambahan merupakan langkah KAI untuk mengantisipasi peningkatan permintaan perjalanan masyarakat.

"Pengoperasian KA tambahan merupakan bagian dari upaya KAI dalam mengantisipasi peningkatan permintaan perjalanan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan sekaligus dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan lancar selama momentum libur panjang," katanya.


Menurutnya, tingginya jumlah pelanggan selama periode tersebut menjadi gambaran positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada kereta api sebagai salah satu moda transportasi pilihan untuk bepergian.


KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih kereta api selama momentum libur panjang tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI. Kepercayaan masyarakat merupakan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, selamat, serta tepat waktu," pungkas Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Lahan kosong seluas sekitar 1,7 hektare di Kabupaten Cirebon terbakar pada Kamis (27/8/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Lokasi lahan yang terbakar berada di pinggir Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, tepatnya di depan Perum Griya Caraka, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 20.45 WIB. Kondisi lahan yang dipenuhi rumpun serta material kering membuat api dengan cepat menjalar. Kobaran api bahkan membakar sekitar 80 persen area lahan.


Embusan angin turut memperparah kondisi. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain lahan yang banyak terdapat material mudah terbakar.


Informasi kebakaran tersebut kemudian diterima personel Tim SAR Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar. Personel langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Danki 1 Yon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKP Djadja Supriatna, mengatakan personel yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.


"Begitu informasi diterima, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon dan Polsek Kedawung untuk melakukan pemadaman," ujar Djadja dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).


Dalam proses pemadaman, personel Brimob turut mengerahkan satu unit kendaraan water cannon. Kendaraan tersebut digunakan untuk menjinakkan api, khususnya di bagian lahan yang masih menyisakan bara dan material kering.

Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api pertama kali terlihat dari sisi lahan yang berada di samping Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, tepat di depan Klinik Mata Perum Griya Caraka.

Sementara itu, Saksi bernama Heriawan (56), Ketua RW 05 Desa Kedungdawa, melihat kobaran api tersebut.

Ia kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas.
Laporan tersebut membuat personel Brimob segera mendatangi lokasi.


Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dan Polsek Kedawung untuk mempercepat proses pemadaman.


Hingga proses pemadaman dilakukan, petugas memastikan kobaran api tidak meluas ke area permukiman maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman petugas. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top