Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
DPRD Kabupaten Cirebon merespons sejumlah aspirasi yang disampaikan Gerakan Pemuda Ansor dalam audiensi yang digelar, Rabu (25/3/2026). Pertemuan ini menyoroti penguatan peran pemuda dalam bidang hukum, ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, Ansor mendorong empat agenda utama, yakni pemberdayaan tim paralegal, penguatan kapasitas legal drafting, optimalisasi koperasi binaan, serta program beasiswa untuk peningkatan SDM.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Bashori, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan tersebut. Ia menekankan pentingnya pendekatan Penta Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.


“Beasiswa ke depan harus berbasis kebutuhan riil di lapangan, tidak hanya akademik. Bisa diarahkan pada profesi aplikatif seperti arsiparis, praktisi hukum, atau wirausaha teknis,” kata Hasan.

Selain itu, ia menyoroti peluang pengembangan UMKM melalui sinergi dengan Ansor. Menurutnya, pelatihan dan loka karya dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Dalam rantai perdagangan, Hasan juga menyinggung pentingnya peran agregator sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, terutama dalam membangun daya tarik pasar.

Di sisi regulasi, DPRD menilai masih terdapat sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang belum berjalan optimal. Hasan menyebut kondisi ini sebagai “Perda mandul” yang perlu diperkuat melalui aturan turunan, seperti Peraturan Bupati, agar implementasinya lebih efektif.


Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Lukman Hakim, mengapresiasi langkah Ansor dalam membentuk tim paralegal. Ia menilai kehadiran paralegal dapat membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum, termasuk sengketa lahan yang kerap diadukan ke DPRD.

“Ke depan, kami membuka ruang agar Ansor bisa ikut mengawal kasus-kasus yang masuk, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Lukman juga menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat sipil dalam proses pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Ia bahkan mendorong jajaran sekretariat DPRD untuk melibatkan Ansor dalam pembahasan regulasi yang relevan.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menambahkan bahwa partisipasi publik menjadi faktor penting dalam memperkuat fungsi representasi lembaga legislatif. Menurutnya, DPRD memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan masyarakat secara langsung.


“Karena itu, kami membutuhkan peran komunitas seperti Ansor untuk membantu menyerap dan memetakan persoalan di lapangan. Ini penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara DPRD dan organisasi masyarakat tidak hanya memperluas jangkauan aspirasi, tetapi juga meningkatkan kualitas kebijakan publik yang dihasilkan.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun pola hubungan yang lebih kolaboratif antara DPRD dan kelompok masyarakat. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan daerah sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global bukan perkara sederhana, terutama ketika harga komoditas pokok di pasar lokal sering kali bergejolak. Hal ini sangat krusial agar masyarakat tidak terbebani secara ekonomi, sehingga pemenuhan gizi keluarga tetap terjamin meski tekanan inflasi terus membayangi. Melalui intervensi pasar yang terukur, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat guna memastikan bahwa kebutuhan dasar tetap terjangkau dan tersedia secara berkelanjutan bagi yang paling membutuhkan.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui peluncuran penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 yang digelar secara resmi di Kantor Kelurahan Larangan, Kamis (26/3/2026). Acara ini menandai dimulainya distribusi pangan skala besar yang dilakukan secara serentak di 22 kelurahan se-Kota Cirebon. Kolaborasi lintas sektor antara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP3), Dinas Sosial, serta Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon menjadi kunci utama agar bantuan ini tidak hanya tepat waktu, tetapi juga tepat sasaran sesuai dengan basis data kemiskinan daerah.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang memantau langsung proses distribusi di lapangan, menekankan bahwa program ini merupakan bagian integral dari Program Ketahanan Pangan Nasional. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa tinggal diam melihat pergerakan harga pasar, melainkan harus melakukan langkah nyata melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bantuan ini diharapkan menjadi jaring pengaman sosial yang mampu meredam gejolak harga di tingkat konsumen, sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga dalam mencukupi kebutuhan harian.


"Hari ini saya hadir bersama rekan-rekan dari DKPP3, Dinas Sosial, dan tentu saja Perum BULOG untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan warga. Penyaluran serentak di 22 kelurahan ini mencakup data dari Desil 1 hingga Desil 4, yang artinya sudah meliputi masyarakat dengan kategori miskin ekstrem hingga menengah. Ini adalah salah satu upaya serius kita dalam mengentaskan kemiskinan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Kami ingin setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga, dimulai dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas," ujar Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga secara khusus memberikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Perum Bulog sebagai garda terdepan penjaga stok pangan. Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bulog atas dedikasi dan konsistensi dalam mengawal ketersediaan pangan. 

"Kerja sama ini adalah instrumen penting bagi kami untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat terpenuhi. Saya berharap proses di Kelurahan Larangan ini berjalan tertib dan menjadi barometer kelancaran distribusi bagi wilayah lain. Kepada petugas di lapangan, saya instruksikan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin," tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap melalui penguatan jaring pengaman sosial ini, rantai distribusi pangan tetap terjaga dan inflasi dapat ditekan pada level yang sehat. Kehadiran negara dalam bentuk bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya sekadar memberi bantuan fisik, tetapi juga membangun rasa aman bagi warga di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.


Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyampaikan bahwa volume bantuan pada periode ini mengalami peningkatan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat. Pihak Bulog berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh distribusi dalam kurun waktu enam hari ke depan agar manfaatnya segera dirasakan oleh puluhan ribu keluarga penerima manfaat di seluruh penjuru kota.

"Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saat ini 35.031 orang. Proses penyaluran ini akan kami kawal secara ketat mulai tanggal 26 hingga 31 Maret 2026 mendatang," ujarnya.

Imam menjelaskan, setiap keluarga akan mendapatkan alokasi beras dari cadangan pangan pemerintah sebanyak 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter. Ia memohon maaf jika dalam pelayanan masih ada hal yang belum optimal. 

"Namun kami berjanji untuk terus berusaha lebih baik demi memenuhi kebutuhan pokok warga. Semoga bantuan ini menjadi stimulus ekonomi yang meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kota Cirebon dalam menjaga stabilitas harga pangan," harapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (26/3/2026). Momentum ini menjadi catatan penting karena tahun 2025 merupakan pijakan awal masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati.

Dalam laporannya, Wali Kota menegaskan bahwa tahun pertama ini difokuskan pada peletakan fondasi visi besar Setara Berkelanjutan (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan) yang akan menjadi arah pembangunan Kota Cirebon hingga 2029.

Salah satu kado manis bagi masyarakat adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 78,99, naik 0,9 poin dari tahun sebelumnya. Angka ini mengukuhkan posisi Kota Cirebon sebagai pemilik kualitas SDM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning. Kenaikan ini ditopang oleh Umur Harapan Hidup yang kini mencapai 75,97 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah di angka 10,54 tahun.


Di sektor ekonomi, meski di tengah tantangan global, ekonomi Kota Cirebon tumbuh positif di angka 5,34%. Sektor perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan menjadi motor utama, yang berdampak pada melonjaknya PDRB per kapita menjadi Rp89,6 juta per tahun.

"Tahun 2025 adalah fase krusial bagi kami. Ini bukan sekadar angka-angka di atas kertas, tapi cermin dari kerja keras kolektif antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 8,66 persen dan memperbaiki ketimpangan pendapatan secara signifikan. Meski ada tantangan di sektor pengangguran terbuka yang berada di angka 6,41 persen, ini akan menjadi prioritas kami melalui penguatan vokasi dan lapangan kerja padat karya ke depan," ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Terkait postur APBD 2025, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan performa yang stabil. Dari target pendapatan sebesar Rp1,736 Triliun, telah terealisasi sebesar Rp1,631 Triliun (93,99%). Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp658,8 Miliar, yang didorong oleh transformasi digital layanan pajak.

Sementara dari sisi belanja, dari pagu Rp1,783 Triliun, terserap sebesar Rp1,649 Triliun (92,49%). Anggaran tersebut dialokasikan secara tajam untuk layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan publik.


Beberapa terobosan nyata di tahun 2025 meliputi beberapa bidang. Diantaranya di bidang pendidikan, Pemkot Cirebon resmi meluncurkan Program Beasiswa IDOLA dan program pemerintah pusat yakni Sekolah Rakyat bagi warga kurang mampu, serta perbaikan 55 bangunan sekolah SD/SMP.

Di bidang kesehatan, keberhasilan meraih Universal Health Coverage (UHC) 100,46%, penurunan stunting menjadi 14,07%, hingga deklarasi 100% bebas BABS (ODF). Fasilitas fisik juga diperkuat dengan gedung baru Puskesmas Gunungsari.

Selain itu, di bidang infrastruktur, perbaikan 26 ruas jalan (7,28 km), penanganan 182 titik jalan lingkungan, perbaikan 276 unit Rutilahu, hingga revitalisasi TPA Kopiluhur yang mencapai 73,75% luasan zona pasif.


Tata kelola pemerintahan juga menunjukkan grafik meningkat dengan Indeks Reformasi Birokrasi di angka 87,61 dan nilai SAKIP 69,20. Sepanjang 2025, Kota Cirebon juga memanen apresiasi dengan total 1 penghargaan internasional, 17 penghargaan nasional, dan 12 penghargaan tingkat provinsi.

Mengakhiri laporannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas kemitraan yang harmonis. Ia berharap rekomendasi konstruktif dari DPRD nantinya dapat menjadi fondasi untuk perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang agar Kota Cirebon semakin sejahtera.

"Terima kasih dan apresiasi juga kami sampaikan kepada segenap unsur Forkopimda Kota Cirebon, seluruh perangkat daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Kota Cirebon atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif yang diberikan," pungkasnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - 
 Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilaksanakan oleh Polres Majalengka resmi berakhir pada tanggal 25 Maret 2026. Operasi ini telah berlangsung selama 13 hari, dimulai sejak 13 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Majalengka.


Selama pelaksanaan operasi, Polres Majalengka bersama instansi terkait berhasil menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pengaturan lalu lintas, pendirian pos pengamanan dan pelayanan, hingga patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan dan gangguan kamtibmas. Secara umum, arus lalu lintas terpantau lancar dan kasus gangguan keamanan dapat diminimalisir.

Pasca berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Majalengka tidak serta-merta menghentikan kegiatan pengamanan. Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai tanggal 26 Maret hingga 29 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan  pasca arus mudik dan balik, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

KRYD akan difokuskan pada patroli intensif, razia kendaraan, serta penindakan terhadap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Polres Majalengka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan lingkungan dan mematuhi peraturan yang berlaku demi terciptanya situasi yang aman dan nyaman.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan dilanjutkannya KRYD, diharapkan kondisi kamtibmas di wilayah Majalengka tetap terjaga dengan baik serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - 
 Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilaksanakan oleh Polres Majalengka resmi berakhir pada tanggal 25 Maret 2026. Operasi ini telah berlangsung selama 13 hari, dimulai sejak 13 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Majalengka.


Selama pelaksanaan operasi, Polres Majalengka bersama instansi terkait berhasil menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pengaturan lalu lintas, pendirian pos pengamanan dan pelayanan, hingga patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan dan gangguan kamtibmas. Secara umum, arus lalu lintas terpantau lancar dan kasus gangguan keamanan dapat diminimalisir.

Pasca berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Majalengka tidak serta-merta menghentikan kegiatan pengamanan. Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai tanggal 26 Maret hingga 29 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan  pasca arus mudik dan balik, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

KRYD akan difokuskan pada patroli intensif, razia kendaraan, serta penindakan terhadap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Polres Majalengka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan lingkungan dan mematuhi peraturan yang berlaku demi terciptanya situasi yang aman dan nyaman.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan dilanjutkannya KRYD, diharapkan kondisi kamtibmas di wilayah Majalengka tetap terjaga dengan baik serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - 
  Komitmen pelayanan prima ditunjukkan oleh jajaran Polres Majalengka dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di momen libur Lebaran 1447 H. Pada Kamis pagi (26/3/2026), personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Wisata Situ Cipanten melaksanakan penyerahan barang temuan berupa satu buah dompet kepada pemilik sahnya yang sempat tercecer di area objek wisata Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.


Kegiatan penyerahan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB di Pos Pam setempat, dipimpin langsung oleh Ka Pos Pam Wisata Situ Cipanten Iptu Aseng Suwanda, S.H., M.M., CPHR., didampingi oleh sejumlah anggota jaga. Dompet berwarna merah muda atau pink tersebut diserahkan kembali kepada pemiliknya yang diketahui bernama Putri Oktapiani, seorang warga asal Desa Cidulang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Ka Pos Pam Iptu Aseng Suwanda menjelaskan bahwa penyerahan dilakukan setelah pemilik datang melapor dan mampu menunjukkan identitas diri yang sah serta sesuai dengan data yang tertuang di dalam dompet tersebut. Adapun isi dompet yang diserahkan meliputi satu buah SIM C atas nama pemilik, STNK sepeda motor Honda dengan nomor polisi E 2372 UAC, serta uang tunai sebesar 150.000 rupiah.

Dalam proses serah terima tersebut, saudari Putri Oktapiani selaku pemilik barang menyatakan bahwa seluruh isi dompet dalam keadaan lengkap tanpa ada kekurangan satu pun. Pihak keluarga pemilik pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kejujuran dan kesigapan personel Polres Majalengka dalam mengamankan barang berharga milik pengunjung di tengah padatnya situasi objek wisata.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa penanganan barang temuan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat selama masa Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kepolisian berkomitmen untuk selalu memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat menikmati waktu liburan dengan tenang di wilayah hukum Polres Majalengka.



Sumber : Humas Polres Majalengka
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top