Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Kodim 0614/Kota Cirebon menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (19/8/2026).

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan Kodim 0614/Kota Cirebon bekerja sama dengan BPBD Kota Cirebon, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, serta aparatur Kelurahan Argasunya.

Bantuan menyasar warga di RW 05 Kedung Krisik Utara dan RW 08 Kopi Luhur. Sebanyak dua tangki air bersih dengan total kapasitas 10 ribu liter disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.


Babinsa Kelurahan Argasunya, Sertu Engkus Kusnandar, turut mendampingi proses penyaluran bantuan tersebut.

Ia mengatakan, pendampingan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat.

"Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan penyaluran air bersih berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran," kata Engkus.

Menurutnya, TNI akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

"Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait serta pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih," ujarnya.

Salah satu warga Kedung Krisik, Sutini, menyampaikan rasa syukur atas bantuan air bersih yang diberikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0614/Kota Cirebon dan seluruh pihak yang telah membantu menyalurkan air bersih kepada warga. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," ungkap Sutini.

Sementara itu, Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon, terhadap masyarakat yang membutuhkan.


Drajat menilai sinergi antara Kodim 0614/Kota Cirebon, BPBD, DPRKP, pemerintah kelurahan, dan unsur terkait lainnya penting untuk membantu mengatasi kebutuhan air bersih warga.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap kebutuhan air bersih warga dapat terbantu. Kodim 0614/Kota Cirebon akan terus hadir di tengah masyarakat dan bersinergi dengan seluruh pihak dalam memberikan solusi serta membantu meringankan kesulitan warga," ujar Dandim.


Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus menunjukkan sinergitas lintas instansi dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar aksi kepedulian lingkungan melalui program Green Movement.

Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan di area Stasiun Cirebon Prujakan. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Penghijauan diikuti Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Deputy Daop 3 Cirebon, jajaran manajemen, para Quality Control Daop 3 Cirebon, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daop 3 Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita isi dengan berbagai kegiatan positif dan memberikan manfaat. Salah satunya melalui Green Movement dan penghijauan di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAI Daop 3 Cirebon terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan stasiun yang lebih hijau, asri, dan nyaman.

Muhibbuddin menjelaskan, penghijauan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan operasional. Keberadaan ruang hijau tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga diharapkan meningkatkan kenyamanan masyarakat, pengguna jasa kereta api, dan para pekerja.

Stasiun Cirebon Prujakan dipilih sebagai lokasi penghijauan karena merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Dengan adanya penghijauan, lingkungan stasiun diharapkan semakin asri dan memberikan manfaat bagi pengguna jasa maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

“Green Movement ini bukan hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan juga harus menjadi perhatian dalam menjalankan aktivitas operasional,” katanya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran KAI Daop 3 Cirebon.

Karena itu, semangat menjaga lingkungan diharapkan dapat diterapkan di seluruh wilayah kerja.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi perkeretaapian, KAI terus berupaya menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan aspek keberlanjutan. Salah satunya melalui kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan di kawasan operasional perusahaan.

Muhibbuddin menegaskan, keberhasilan kegiatan penghijauan tidak hanya ditentukan dari proses penanaman pohon, tetapi juga dari upaya perawatan setelahnya.


“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita melakukan penghijauan, tetapi bagaimana setelahnya kita bersama-sama merawat dan menjaganya. Ketika dilakukan secara konsisten, langkah sederhana seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

KAI Daop 3 Cirebon berharap kegiatan Green Movement dapat menumbuhkan kesadaran seluruh insan KAI untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

Kepedulian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas di lingkungan kerja.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita rayakan, tetapi juga kita wujudkan melalui tindakan nyata. Melalui Green Movement ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat bersama untuk menjaga lingkungan, khususnya di kawasan stasiun,” pungkas Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sejumlah tempat keramaian dan objek vital di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.

Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

DPP Aiptu Syahril Darmansyah mengatakan, patroli dilakukan dengan menyambangi sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta objek vital.


"Dalam pelaksanaan patroli, personel menyambangi lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, melakukan pemantauan situasi, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat," ujar Aiptu Syahril, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, patroli juga menyasar kawasan sekitar objek vital untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. Personel memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan kondusif.

Selain melakukan pemantauan, anggota Brimob turut memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan menjaga barang-barang berharga.


Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas atau hal-hal yang mencurigakan.

"Patroli ini merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Di tengah suasana aksi mahasiswa yang memanas pada Selasa, 18 Agustus 2026, sosok Fatimah Azzahra menjadi salah satu perhatian. Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) tersebut tidak hanya menyampaikan sikap mahasiswa, tetapi juga terlihat mengambil peran ketika situasi di tengah massa mulai menegang.

Aksi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta tersebut membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Massa menyuarakan berbagai persoalan, mulai dari korupsi, harga kebutuhan pokok, reforma agraria, kebijakan pembangunan, hingga persoalan ruang sipil.

Namun, di tengah kerasnya suara demonstrasi, terdapat satu hal yang turut menjadi sorotan: keberanian seorang mahasiswa perempuan untuk berdiri di tengah kerumunan dan menyampaikan suara dengan lantang.

Fatimah berada di tengah massa ketika sejumlah mahasiswa mengalami kondisi terhimpit akibat kepadatan dan situasi yang semakin tegang. Ia kemudian menggunakan pengeras suara dan meminta agar situasi dapat dikendalikan.

“Bagi saya, nyawa teman-teman saya lebih berharga.”

Kalimat tersebut menggambarkan bahwa di tengah perjuangan menyampaikan aspirasi, keselamatan manusia tetap menjadi perhatian.

Fatimah juga meminta aparat memberikan ruang agar dirinya dapat membantu mengatur barisan mahasiswa.

“Pak, tolong diam dulu. Biar saya mengatur teman-teman saya.”

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa keberanian dalam aksi tidak selalu ditunjukkan dengan berteriak atau berhadapan dengan aparat. Keberanian juga dapat berarti mengambil tanggung jawab ketika keadaan mulai tidak terkendali.

Merebut Kemerdekaan dengan Suara

Momentum aksi yang berlangsung hanya beberapa hari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memberikan makna tersendiri bagi gerakan mahasiswa.

Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik. Bagi gerakan mahasiswa, kemerdekaan juga berkaitan dengan kebebasan menyampaikan pendapat, keberanian mengkritik kebijakan, serta kemampuan masyarakat untuk mempertanyakan keputusan penguasa.

Karena itu, istilah “merebut kemerdekaan” dalam konteks aksi tersebut dapat dimaknai sebagai perjuangan untuk memastikan ruang demokrasi tetap terbuka.

Mahasiswa datang bukan sekadar untuk memenuhi jalanan.

Mereka membawa keresahan, kritik, dan tuntutan yang ingin didengar.

Di tengah situasi tersebut, suara Fatimah menjadi salah satu gambaran bagaimana seorang mahasiswa mengambil posisi ketika aspirasi yang dibawa bertemu dengan situasi lapangan yang penuh ketegangan.

Bukan Sekadar Persoalan Bundaran HI

Aksi mahasiswa juga mempertanyakan pembatasan pergerakan massa menuju Bundaran HI.

Namun, perjuangan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh apakah massa berhasil mencapai satu titik atau tidak.

Sebuah gerakan dapat memiliki makna lebih luas ketika tuntutan dan gagasan yang dibawa mampu masuk ke ruang publik dan menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Di situlah suara mahasiswa menemukan arti.

Sebab demokrasi tidak hanya membutuhkan pemerintah yang bersedia mendengar, tetapi juga masyarakat yang berani berbicara.

Dan dalam setiap zaman, selalu ada generasi yang memilih untuk berdiri di tengah tekanan dan mengatakan:

“Kami masih peduli terhadap masa depan negeri ini.”

Keberanian Fatimah Azzahra di tengah aksi 18 Agustus 2026 pun menjadi bagian dari cerita tersebut—tentang suara mahasiswa, tentang keberanian menyampaikan kritik, dan tentang bagaimana kemerdekaan terus diperjuangkan melalui ruang demokrasi.

(AWW)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Setelah empat hari menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi, budaya, kompetisi, edukasi, dan kolaborasi, Trikarsa Fest 2026 resmi ditutup pada 17 Agustus 2026.

Penutupan festival yang digelar Bank Indonesia Cirebon bersama berbagai mitra tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum itu sekaligus menjadi penegasan semangat kemandirian, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan Trikarsa Fest yang berlangsung pada 14-17 Agustus 2026 mencatat sejumlah capaian.

Selama empat hari, sebanyak 37 kegiatan digelar dengan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 115.538 orang. Festival tersebut juga melibatkan 103 tenant UMKM dan sembilan mitra strategis.

Dari sisi ekonomi, seluruh rangkaian Trikarsa Fest membukukan transaksi sekitar Rp1,14 miliar. Sementara kegiatan Business Matching menghasilkan 49 Letter of Intent (LoI) dengan nilai komitmen sekitar Rp14,32 miliar.

Selain itu, kegiatan tersebut turut mendorong penyaluran pembiayaan perbankan di wilayah Ciayumajakuning dengan nilai sekitar Rp2,12 miliar.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa Trikarsa Fest tidak berhenti sebagai ruang pamer dan perayaan, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, mitra usaha, dan sumber pembiayaan untuk membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas," ujar Wihujeng, Senin (17/8/2026).


Transaksi QRIS Capai 9.282

Semangat transformasi digital juga terlihat selama pelaksanaan Trikarsa Fest 2026. Tercatat sebanyak 9.282 transaksi menggunakan QRIS sepanjang festival.

Menurut Wihujeng, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau CEMUMUAH.

Melalui berbagai aktivitas berbasis QRIS, digitalisasi pembayaran tidak hanya diperkenalkan sebagai teknologi, tetapi juga semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM.

4.550 Peserta Ikuti Kompetisi dan Edukasi

Trikarsa Fest juga menjadi ruang pengembangan kreativitas dan talenta masyarakat. Sebanyak 4.550 peserta terlibat dalam berbagai kompetisi dan talkshow selama rangkaian kegiatan.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia di wilayah Ciayumajakuning. Sejumlah kompetisi bahkan menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.

Berbagai agenda tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, meningkatkan keterampilan, serta menciptakan peluang baru bagi generasi muda.

Salah satunya melalui bootcamp Artificial Intelligence (AI) dan program barista nonprofesional yang diperkirakan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 60 orang.

Inisiatif tersebut menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dapat membuka peluang ekonomi baru melalui sinergi lintas pihak dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi.


Lima Denyut, Ribuan Cerita, Satu Ciayumajakuning

Berbagai capaian Trikarsa Fest 2026 menjadi representasi semangat "Lima Denyut, Ribuan Cerita, Satu Ciayumajakuning."

Setiap transaksi yang tercipta, UMKM yang mendapatkan pasar baru, kolaborasi yang terbangun, talenta yang memperoleh keterampilan, hingga peluang usaha yang terbuka menjadi bagian dari denyut kemajuan ekonomi Ciayumajakuning.

Wihujeng menegaskan, capaian Trikarsa Fest merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan bukan semata-mata hasil kerja Bank Indonesia.

Festival tersebut didukung pemerintah daerah se-Ciayumajakuning, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, pelaku UMKM, serta berbagai mitra strategis sejak tahap persiapan hingga penutupan.

"Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa potensi ekonomi daerah dapat menghasilkan dampak yang lebih besar ketika berbagai pihak mampu bergerak dengan tujuan yang sama," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Di tengah rangkaian Pesta Diskon Kemerdekaan, pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di beberapa unit pelayanan Bapenda Kota Tangerang disebut tidak terlalu ramai.

Informasi tersebut diperoleh melalui wawancara WhatsApp dengan seorang petugas UPTD Bapenda Kota Tangerang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut petugas tersebut, jumlah wajib pajak yang datang untuk melakukan pembayaran pada saat pelayanan berlangsung tergolong tidak terlalu banyak.

«“Kondisinya sedang, mungkin masyarakat lagi susah,” ujar petugas tersebut, Selasa (18/8/2026).»

Mahmud Ali: Perlu Dilihat Lebih Kritis

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik yang juga pelaku UMKM, Mahmud Ali, menilai kondisi loket yang tidak terlalu ramai di tengah program diskon pajak perlu dianalisis secara lebih kritis.

Menurut Mahmud, kondisi tersebut tidak bisa langsung disimpulkan hanya disebabkan oleh persoalan ekonomi masyarakat. Ada sejumlah kemungkinan lain yang juga perlu diperhatikan, seperti kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi perpajakan, perubahan pola pembayaran, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Bahkan, menurutnya, kekecewaan sebagian masyarakat terhadap sikap pejabat publik yang dinilai kurang memiliki rasa empati terhadap keluh kesah masyarakat juga bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

«“Bisa diduga, hal itu juga terjadi karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap sikap pejabat publik yang dinilai kurang memiliki rasa empati terhadap keluh kesah masyarakatnya,” ujar Mahmud saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa (18/8/2026).»

Harus Menjadi Bahan Evaluasi

Menurut Mahmud, kondisi tersebut dapat dijadikan salah satu bahan evaluasi untuk melihat tingkat kepercayaan dan respons masyarakat terhadap kebijakan perpajakan daerah.

Ia menilai, pembayaran pajak tidak semestinya hanya dilihat dari sisi target penerimaan daerah. Pemerintah juga perlu melihat apakah masyarakat telah mendapatkan pelayanan yang baik, apakah informasi mengenai program diskon benar-benar tersampaikan, serta apakah masyarakat merasakan manfaat dari pajak yang mereka bayarkan.

«“Kalau masyarakat diminta taat membayar pajak, maka pemerintah juga harus menunjukkan pelayanan yang baik, transparansi, dan rasa empati terhadap persoalan masyarakat,” katanya.»

Menurut Mahmud, kondisi loket yang tidak terlalu ramai di tengah program Pesta Diskon Kemerdekaan tersebut layak menjadi perhatian pemerintah daerah.

Evaluasi, kata dia, tidak hanya menyangkut efektivitas program dan tingkat kepatuhan pajak, tetapi juga kualitas pelayanan, akses pembayaran, sosialisasi program, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Meski demikian, kondisi loket yang tidak terlalu ramai belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai rendahnya kepatuhan masyarakat atau menurunnya penerimaan pajak. Untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif, diperlukan data resmi mengenai jumlah transaksi dan realisasi penerimaan PBB-P2 serta BPHTB, termasuk perbandingannya dengan periode sebelumnya.

(AWW)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top