Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi akhirnya tiba di hajatan Ustadz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/9/2026).

Kedatangan Jokowi langsung menyedot perhatian warga. Sejumlah warga bahkan tumpah ke jalan untuk melihat langsung mantan Presiden RI tersebut.

Rombongan Jokowi tiba di lokasi penyambutan sekitar pukul 10.45 WIB. Sejak saat itu, warga terlihat berbaris di sepanjang jalan.

Tak sedikit warga yang mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen kedatangan Jokowi.


Pantauan wartawan di lokasi, suasana semakin ramai saat Jokowi keluar dari kendaraan. Jokowi terlihat mengenakan jas berwarna biru, peci, serta kalung bunga.


Jokowi kemudian disambut langsung oleh Ustadz Ujang Bustomi selaku tuan rumah.

Dalam prosesi penyambutan tersebut, Ujang Bustomi didampingi Bupati Cirebon Imron serta sejumlah pejabat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Jokowi tampak didampingi putranya, Kaesang Pangarep.

Usai prosesi penyambutan, Jokowi tidak langsung menuju lokasi hajatan menggunakan kendaraan.

Mantan orang nomor satu di Indonesia itu memilih berjalan kaki menuju Padepokan Anti Galau yang menjadi lokasi utama hajatan Ujang Bustomi.


Jarak dari titik penyambutan menuju lokasi hajatan diperkirakan mencapai sekitar 500 meter.


Di sepanjang perjalanan, suasana semakin riuh. Warga yang telah menunggu di sisi jalan terus meneriakkan nama Jokowi sambil mengarahkan kamera ponsel mereka kepada mantan Presiden RI tersebut.

Kedatangan Jokowi ke hajatan Ustadz Ujang Bustomi pun menjadi perhatian warga dan membuat suasana di Desa Sinarancang semakin ramai. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Sempat meresahkan masyarakat dan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, aktivitas pengerukan tanah sawah  di wilayah Lamaran Tarung   Kecamatan Cantigi   akhirnya ditindak tegas.

Dilansir dari meteornews.id, Sabtu (12/09) Satreskrim Polres Indramayu melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) mengamankan seorang pria berinisial "Blegor" terkait dugaan penambangan liar dan jual beli tanah sawah produktif yang dijadikan kuari dadakan di Kabupaten Indramayu.

Lebih lanjut,  saat dikonfirmasi di lokasi, anggota Unit Tipidter Polres Indramayu, Yuda, membenarkan adanya tindakan pengamanan terhadap terduga pelaku.
"Saat ini pelaku masih menjalani proses, prosesnya masih berjalan. Belum kita pastikan pidananya karena butuh keterangan ahli dulu," ujar Yuda.

Yuda mengarahkan agar pihak yang membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai penanganan kasus ini menghubungi pimpinan unitnya. "Barangkali butuh keterangan lebih lanjut, nanti bisa ke Pak Kanit Yoga ya," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Indramayu, Andry Prayitna, S.T., menyayangkan keras aksi jual beli tanah sawah produktif tersebut.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Blegor merupakan kesalahan fatal. "Apapun alasannya jangan diperjualbelikan, apalagi tidak mempunyai izin. Tindakan yang dilakukannya Blegor adalah suatu kesalahan yang fatal, karena tanah sawah yang dijualbelikan ini produktif," tegas Andry.

Andry juga meminta pihak Kepolisian Resor Indramayu untuk bertindak profesional dan transparan dalam menangani perkara ini. "Saya minta pihak kepolisian khususnya Polres Indramayu untuk profesional dalam menindak kasus ini. Dan saya minta juga kepada Pak Kapolres AKBP Prianggo Malau P., S.I.K., M.Si., jangan tutup mata, jangan sampai karena ada setoran pelaku dibebaskan kembali," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh Unit Tipidter Polres Indramayu untuk memastikan adanya unsur pidana, termasuk menunggu keterangan dari ahli terkait.  (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Polres Cirebon Kota mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dari sebuah toko di Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Sebanyak 201 botol dan kemasan miras berbagai merek disita dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Operasi tersebut digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany bersama personel gabungan dari Satresnarkoba, Satintelkam, Sipropam, Satsamapta dan Sidokkes.


Petugas memeriksa sejumlah ruangan di toko yang diduga digunakan untuk menyimpan minuman beralkohol. Seluruh barang yang ditemukan kemudian didata dan diamankan sebagai bagian dari penanganan hasil kegiatan kepolisian.


Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan total 201 botol dan kemasan minuman keras berbagai merek dan jenis.

Barang yang diamankan di antaranya AO, Kolesom, Api Ungu, AO Mild, Api Hijau, Anggur Merah, Singaraja, Rajawali Ungu, Paloma, Atlas, Heineken, Guines dan Draft Beer.


Selain itu, petugas juga mengamankan Beer Bintang, Bintang Radler, Soju, Mixmax, Smirnoff Ice, Iceland Vodka, Gilbeys, Anggur Putih, Kou Zi Au, Kawa Kawa, Api, Vibe hingga sejumlah minuman beralkohol dalam kemasan kaleng.


Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany mengatakan Operasi Pekat dilakukan untuk menekan peredaran minuman keras serta mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Operasi Pekat ini merupakan upaya kepolisian untuk menekan peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat muncul akibat penyalahgunaan minuman beralkohol," kata Shindi dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, peredaran dan konsumsi miras perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai persoalan sosial.
Mulai dari perilaku agresif, perkelahian, kekerasan hingga kecelakaan.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras dan tidak melakukan penjualan maupun peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan ketentuan," ujarnya.


Shindi juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah peredaran miras dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas penyimpanan maupun penjualan minuman beralkohol yang berpotensi menimbulkan gangguan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penjualan minuman keras yang dapat mengganggu masyarakat," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kereta Paksi Gunung Jati menjadi salah satu simbol budaya yang erat kaitannya dengan sejarah Cirebon dan Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Pemilik Paksi Gunung Jati, Mamo Aruman, mengatakan kereta tersebut memiliki makna perpaduan tiga budaya dari tiga negara, yakni China, India dan Mesir.

Menurutnya, unsur-unsur tersebut tergambar dari bentuk hewan yang menjadi bagian dari Kereta Paksi Gunung Jati.

"Kereta Paksi Gunung Jati ini tunggangannya Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Itu tiga budaya, tiga negara antara China, India dan Mesir," kata Aruman, kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, burung dalam bentuk kereta tersebut melambangkan Mesir. Sementara ular naga merupakan simbol dari China dan gajah melambangkan India.

"Kalau burung dinamakan Mesir, kalau ular naga dinamakan negeri China, dan kalau gajah India," ujarnya.


Mamo menilai Cirebon tidak dapat dipisahkan dari pengaruh tiga unsur budaya tersebut.


Perpaduan budaya China, Mesir dan India menjadi salah satu kekuatan yang membentuk identitas dan kekayaan budaya Cirebon.

"Cirebon tidak lepas daripada tiga unsur budaya kekuatan China, Mesir dan India," katanya.

Ia berharap keberadaan Kereta Paksi Gunung Jati dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai sejarah dan budaya Cirebon kepada masyarakat dari berbagai kalangan.

"Ya menurut saya, insyaallah buat semua kalangan bisa," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Semangat sportivitas dan  kebersamaan mewarnai kompetisi kejuaraan nasional selam antar club Seindonesia yang menjadi momentum mempertemukan Atelit Selam.Sabtu (12/9/2026)

Melalau Olahraga selam "Cirebon Finswimming Open Tournament "12 - 13 September 2026 yang diadakan di kota Cirebon. Sebagai ajang  mempererat komunikasi,membangun hubungan yang lebih dekat,sekaligus memperkuat sinergi dan persahabatan antar club Selam Seindonesia

Salah satu peserta Club Selam Bina Tunas Bangsa (BTB) dari Desa Manggungan kecamatan Terisi kabupaten Indramayu menurunkan Atlit sebayak 40 atlit mulai dari pemula anak - anak sampai  pemula dewasa.

Pelatih dari Bina Tunas Bangsa (BTB) Salabi menyapaikan bahwa keikutan Klub Selam BTB sebagai sarana untuk mencapai prestasi diantara klub selam seindonesia agar para altelit termotipasi untuk mengikuti kejuaran Porda,PON.dan yang tinggi lagi. Kami BTB salah satu Klub Perwakilan dari kabupaten indramayu Mencoba untuk meperkenalkan Bahwa Di Indramayu ada Calon Altelit cabang selam/Renang yang besekala Nasional dan kami juga mengharapkan  perhatian dari Pemeritah Kabupaten Indramayu dan stakhorder lain bersinergi Untuk Mendukung Keberlangsungan oprasinal Klub dalam menciptakan atlit yang berperstasi membawa harum nama kabupaten Indramayu.walau pun kami ada Desa tapi jangan diragukan kami siap berpertasi dan jadi Juara.ujarnya.


Sementara itu Sunoto pemilik Lensa Fredchiken pendukung Klub Renang.mengatakan Bahwa keterliban Lensa Freid chiken dalam mendukung Klub Renang Bina Tunas Bangsa (BTB)  karena Rasa tanggung jawab sosial bahwa ada wadah anak - anak Bangsa yang mempunyai semangat tinggi untuk berprestasi dan mengharumkan nama wilayahnya yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah maka oleh itu kami Lensa Fried chiken terpanggil membantu dan mendorong agar klub bisa berjalan walau keberada kami di Desa dan jauh dari kota.semoga dengan ajang ini kita BTB  Bina Tunas Bangsa bisa membuktikan bahwa kita ada. berarti Indramayu juga ada dan berprestasi itu harapan kami semua.(lwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar KELINGAN atau Kelas Literasi Keuangan bagi sekitar 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cirebon. Edukasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman aparatur dalam mengelola keuangan secara sehat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, baik secara tatap muka maupun daring. Acara tersebut dihadiri Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon Hj Eriza SE MSi dan dibuka Plh Kepala OJK Cirebon Tesar Pratama.

Tesar mengatakan, literasi keuangan tidak hanya sebatas kemampuan menabung atau mengenal berbagai produk jasa keuangan.
Lebih dari itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan dalam merencanakan, mengelola, hingga mengambil keputusan keuangan dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya.


"Penghasilan yang diterima secara rutin perlu dikelola dengan perencanaan yang baik agar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga," ujar Tesar, Kamis (10/9/2026).


Menurutnya, kemudahan teknologi dalam mengakses berbagai layanan keuangan juga harus diiringi dengan kewaspadaan terhadap risiko yang ada. Di antaranya pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal, hingga berbagai bentuk penipuan digital.

Tesar mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, masyarakat juga diminta memastikan legalitas serta memahami manfaat dan risiko yang ada.


Melalui program KELINGAN, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat. Materi yang diberikan meliputi penyusunan skala prioritas, pengendalian pengeluaran, membangun dana darurat, mengelola utang, hingga merencanakan tujuan keuangan.


Peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali karakteristik dan risiko berbagai produk jasa keuangan. Selain itu, OJK turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi di tengah perkembangan transaksi digital.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon Hj Eriza SE MSi mengapresiasi pelaksanaan KELINGAN yang menyasar ratusan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Menurut Eriza, kemampuan mengelola penghasilan secara terencana menjadi salah satu hal penting dalam mendukung kesejahteraan aparatur beserta keluarganya.

Ia berharap edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

"Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," kata Eriza.
KELINGAN merupakan program edukasi OJK Cirebon yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, baik bagi aparatur maupun masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat didorong tidak hanya mengenal produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga mampu memilih serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan, kemampuan, dan profil risiko.

OJK Cirebon juga terus memperkuat edukasi keuangan yang sejalan dengan upaya perlindungan konsumen.


Masyarakat diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, memastikan legalitas penyedia jasa keuangan, serta tidak mudah memberikan data pribadi maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

OJK Cirebon mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip "Kenali, Pahami, dan Pilih" sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Melalui KELINGAN, OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan digital.

Cerdas mengelola penghasilan, bijak mengambil keputusan, serta waspada terhadap risiko keuangan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial individu, keluarga, dan masyarakat. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top