Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Serang) - Besaran tunjangan kinerja (tukin) kepala sekolah SMA dan SMK di Provinsi Banten yang mencapai Rp14,5 juta per bulan mendapat sorotan dari DPRD Banten.

Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah meminta Pemerintah Provinsi Banten mengevaluasi besaran tukin tersebut, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dikutip dari Radar Banten, Selasa, 22 September 2026, Musa menyebut besaran tukin kepala sekolah Banten dinilai lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Ia membandingkannya dengan Jawa Barat yang menurutnya memberikan tukin sekitar Rp5,5 juta bagi kepala sekolah.

“Peraturan gubernur yang dipakai untuk tukin kepala sekolah masih menggunakan peraturan gubernur lama, zamannya Pak Wahidin Halim, ketika pendapatan Provinsi Banten masih surplus, sehingga tukinnya Rp14,5 juta,” kata Musa dalam rapat paripurna DPRD Banten.

Musa menyebut terdapat sekitar 165 kepala SMK dan 100 kepala SMA yang menerima tukin tersebut, atau sekitar 265 kepala sekolah.

Menurut perhitungannya, apabila tukin dikurangi Rp7 juta per orang per bulan, potensi efisiensinya dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar setiap bulan.

“Kalau dikurangi Rp7 juta saja per bulan, itu sudah di atas Rp2 miliar per bulan,” ujarnya.

Namun, usulan tersebut mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Banten.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan aspirasi mengenai evaluasi tukin akan menjadi bahan pertimbangan Pemprov Banten.

“Itu kan aspirasi yang disampaikan, nanti kita evaluasi. Kita cek. Tapi saya sampaikan kalau tukin dikurangi, impact-nya luar biasa, efeknya luar biasa,” kata Dimyati, dikutip dari Radar Banten, 22 September 2026.

Dimyati juga menyampaikan bahwa pengurangan tukin perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pendapatan ASN dan kewajiban finansial yang mereka miliki.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan tukin bukan hanya mengenai besarnya angka tunjangan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah, kesejahteraan ASN, dan kebijakan efisiensi anggaran.

Karena itu, publik kini menunggu hasil evaluasi Pemprov Banten. Apakah besaran tukin Rp14,5 juta masih sesuai dengan regulasi, kemampuan keuangan daerah, beban tugas kepala sekolah, serta kebijakan efisiensi yang sedang berjalan?

Evaluasi yang terbuka dan berbasis data diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan kepada publik sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan pendidikan.

(  AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Ada peristiwa yang mungkin telah berlalu, tetapi jejaknya tidak selalu ikut hilang bersama waktu.

Bagi sebuah keluarga di Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pengalaman mendampingi seorang ibu berinisial KH selama bertahun-tahun menghadapi penyakit kanker meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.

Selama kurang lebih enam tahun, KH berjuang menghadapi penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Di balik perjuangan itu, ada tangisan, rintihan kesakitan, kecemasan, dan harapan keluarga agar orang yang mereka cintai mendapatkan perhatian serta pertolongan yang layak.

Namun, bagi keluarga, persoalannya bukan hanya mengenai penyakit yang harus dilawan.

Ada pengalaman dalam perjalanan mendapatkan pelayanan dan perhatian yang hingga kini masih membekas dalam ingatan.

Tangisan dan rintihan kesakitan itu seakan terus terbayang. Suara yang pernah terdengar pada masa-masa sulit tersebut meninggalkan luka yang tidak terlihat, bukan hanya bagi KH, tetapi juga bagi keluarga yang berada di sisinya.

Dalam kondisi seseorang sedang sakit, terlebih ketika keadaan kesehatannya semakin menurun, perhatian dan komunikasi menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Pelayanan kesehatan memang memiliki prosedur dan aturan. Namun di balik setiap pasien terdapat manusia yang sedang menghadapi rasa sakit, kecemasan, ketakutan, serta harapan untuk mendapatkan pertolongan.

Sikap ramah, penjelasan yang jelas, kesediaan mendengarkan, dan perhatian sederhana terkadang memiliki arti yang sangat besar bagi pasien maupun keluarganya.

Sebaliknya, pengalaman yang dirasakan mengecewakan dapat meninggalkan kesan mendalam. Bahkan ketika peristiwa tersebut telah berlalu, kenangannya dapat tetap hidup dalam ingatan keluarga.

Dalam konteks inilah, perhatian terhadap suara masyarakat dan keluarga pasien menjadi penting, termasuk bagaimana pemangku kebijakan dan wakil rakyat merespons persoalan pelayanan publik yang dikeluhkan masyarakat.

Bukan semata-mata untuk mencari siapa yang salah.

Jauh lebih penting adalah memastikan setiap keluhan dapat didengar, setiap persoalan dapat diklarifikasi, dan setiap pengalaman yang kurang baik dapat menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali dialami masyarakat lainnya.

Sebab pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, pada akhirnya bukan hanya tentang gedung, fasilitas, prosedur, atau administrasi.

Di dalamnya ada manusia.

Ada seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidup. Ada keluarga yang sedang berusaha memberikan yang terbaik. Dan ada harapan sederhana agar mereka tidak merasa sendirian ketika menghadapi masa yang paling berat.

Enam tahun perjuangan KH melawan kanker akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidup yang meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga.

Tangisan mungkin telah berhenti.

Rintihan mungkin sudah tidak terdengar.

Namun bagi mereka yang pernah menyaksikannya, suara itu masih tersimpan dalam ingatan.

Semoga pengalaman pahit tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kisah yang dikenang, tetapi menjadi pembelajaran bahwa ketika masyarakat datang membawa keluhan dan penderitaan, mereka tidak hanya membutuhkan jawaban.

Mereka juga membutuhkan kepedulian, perhatian, penghormatan, dan empati.

Karena ketika seseorang berada pada titik paling lemah dalam hidupnya, terkadang yang paling dibutuhkan bukanlah sesuatu yang besar.

Cukup didengar.

Cukup diperhatikan.

Dan cukup diperlakukan sebagai manusia.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten terus memperluas jangkauan layanan di wilayah Kabupaten Tangerang. Bank Banten menghadirkan layanan melalui Kantor Cabang Pembantu di RSUD Balaraja untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, pasien, keluarga pasien, hingga jajaran pegawai rumah sakit.

Peresmian layanan perbankan Bank Banten di RSUD Balaraja tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah yang sekaligus meresmikan Kantor Layanan Bank Banten KCP RSUD Balaraja, serta Direktur RSUD Balaraja dr. Endang Widyastiwi beserta jajaran.

Dari Bank Banten, hadir Direktur Utama Muhammad Busthami, Direktur Bisnis Slamet Riyadi, Kepala Divisi Operasional Jaringan & Layanan Rudi Hendrawan, Pjs. Kepala Divisi Layanan Bisnis Pemerintahan Solikhin, serta Kepala Cabang Balaraja Hufron Hendriyanto beserta jajaran.

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menjelaskan, operasional layanan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Bank Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, dan RSUD Balaraja.

“Sebelum kita mulai beroperasi di Juli, kita terus melakukan koordinasi tentang pemberian pelayanan terkait dengan layanan di rumah sakit, tidak saja kepada pasien tetapi juga termasuk kepada pimpinan dan pegawai rumah sakit di RSUD Balaraja,” ujar Busthami saat ditemui usai acara pada Selasa (22/09/2026).

Menurutnya, kehadiran layanan Bank Banten di RSUD Balaraja juga menjadi bagian dari langkah dalam mempersiapkan dukungan terhadap pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Tangerang secara penuh kedepannya.

“Ini bagian daripada komitmen Bank Banten untuk mengelola RKUD. Walaupun memang RKUD-nya secara formal Kabupaten Tangerang belum pindah, tetapi kita sejak lama sudah diberikan izin dan perkenan oleh Pak Bupati Tangerang untuk melayani BLUD. Kita juga sudah menerima penempatan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Busthami mengapresiasi dukungan Pemkab Tangerang terhadap keberadaan Bank Banten dan menyampaikan bahwa pengembangan layanan perbankan di sektor kesehatan akan terus dilakukan ke sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Langkah-langkah ini sudah cukup baik dan alhamdulillah sampai saat ini Pemkab Tangerang terus mendukung keberadaan Bank Banten, khususnya di RSUD Balaraja. Kerja sama kita ini tidak berhenti di sini saja, tetapi juga dengan RSUD Pakuhaji dan akan menyusul dengan beberapa RSUD lainnya,” jelasnya.

Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus berkembang, termasuk mendukung proses pengalihan pengelolaan RKUD Pemkab Tangerang kepada Bank Banten, seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan perbankan yang dilakukan perseroan.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyambut positif kehadiran KCP Bank Banten di lingkungan RSUD Balaraja. Ia meminta manajemen Bank Banten untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan pihak rumah sakit guna mendukung peningkatan mutu pelayanan publik.

“Kami minta Direksi dan Manajemen agar terus menjaga koordinasi yang baik dengan RSUD Balaraja. Upaya untuk komunikasi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada keluarga pasien—baik yang melalui BPJS maupun BLUD seluruhnya ini dapat dibantu dan dilayani oleh Bank Banten serta bersinergi,” tegas Maesyal.

Dengan hadirnya titik layanan perbankan di lingkungan RSUD Balaraja, akses transaksi keuangan bagi pasien, keluarga pasien, tenaga medis, maupun pegawai rumah sakit diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Kehadiran layanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Bank Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

(Soleh)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Puncak peringatan Milad ke-15 RSUD Balaraja yang digelar di Jalan Raya Tobat No.88  Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (22/9/2026) yang berlangsung meriah, khidmat. Dua agenda besar digelar dalam satu hari, yakni Milad ke-15 RSUD Balaraja dengan tema "Bersatu Dalam Kolaborasi" dan Peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Banten RSUD Balaraja.

Acara dihadiri Bupati Tangerang,  Drs.H. Moch Maesyal Rasyid. M.Si., Wakil Bupati Hj. Intan Nurul Hikmah.S.E., Direktur Utama Bank Banten,  Muhammad Busthami beserta jajaran direksi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi.,MARS., Direktur RSUD Balaraja dr. Hj. Corah Usman MARS., serta ratusan tenaga kesehatan, pegawai, dan tamu undangan.

Diawali upacara yang dirangkai dengan Santunan Anak Yatim dan Do'a Bersama  Anak-anak berpakaian muslim menerima bingkisan dan santunan yang diserahkan oleh tokoh agama, disaksikan Bupati Tangerang dan jajaran direksi Bank Banten. Suasana haru berlanjut saat doa bersama dipanjatkan. " Ya Allah zat yang maha menyembuhkan, jadikanlah rumah sakit ini sebagai sarana dan wadah kasih sayang-Mu, kemudahan, ketepatan dan kesembuhan bagi setiap pasien yang datang berobat ke tempat ini," demikian petikan do'a yang diaminkan ratusan peserta.


Karnaval Budaya Nusantara dan Potong Tumpeng. Kemeriahan terlihat saat karnaval baju adat Nusantara. Puluhan pegawai RSUD Balaraja mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, mulai dari Dayak dengan mahkota bulu merah, Papua, Kebaya Jawa, Padang hingga Bali, berbaris di halaman RSUD disaksikan para pejabat di tenda utama.


Puncak milad ditandai pemotongan dua tumpeng kuning oleh Bupati Tangerang. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Dirut RSUD Balaraja sebagai simbol kolaborasi.

Dalam sambutannya, Bupati Moch Maesyal Rasyid berpesan agar seluruh insan kesehatan tidak lelah melayani masyarakat.


" Jangan pernah letih, jangan pernah lelah untuk kita berbuat kepada masyarakat di bidang kesehatan, karena kita diamanahkan, kita ditugaskan dan itu bagian dari kewajiban kita untuk bisa melayani masyarakat sehingga mutu pelayanannya bisa didapat oleh masyarakat nyaman dan sehat ", ucap Maesyal.


Usai pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan Milad RSUD Balaraja,   dilanjutkan dengan peresmian KCP Bank Banten RSUD Balaraja yang ditandai dengan hitung mundur dan gunting pita oleh Bupati Tangerang bersama Wakil Bupati, Dirut Bank Banten dan Dirut RSUD Balaraja.

Gedung KCP dengan branding "Bank Banten Membangun Masa Depan" berada di halaman depan RSUD Balaraja. Dirut Bank Banten Muhammad Busthami menjelaskan, " KCP Bank Banten di RSUD Balaraja telah beroperasi sejak Juli 2026 dan kini diresmikan secara seremonial sebagai bentuk komitmen Bank Banten mengelola keuangan Pemkab Tangerang ", tutur Dirut Bank Banten.

Bupati Tangerang meminta agar keberadaan KCP Bank Banten benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga pasien.

" Tadi saya sudah minta kepada direkturnya supaya bisa koordinasi dengan RSUD Balaraja untuk komunikasi kolaborasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada keluarga pasien. Yang melalui BPJS maupun lainnya, semuanya bisa dibantu oleh Bank Banten supaya sinergi ", tegas Bupati.

Saat meninjau Ruang Pasien dan Pembangunan Gedung Baru 6 Lantai, Bupati Tangerang menegaskan, tidak hanya seremonial, Bupati Tangerang juga melakukan peninjauan langsung ke ruang perawatan pasien. Bupati menyapa pasien, mengecek kebersihan kamar dan memastikan respons cepat perawat berjalan optimal.

" Tadi kita juga melihat kondisi pasien yang saat ini sedang dilayani di RSUD Balaraja. Tujuannya supaya pasien ini benar-benar dilayani oleh kita dan ini sudah dijalankan RSUD Balaraja, ini harus terus ditingkatkan," ungkapnya.

Selanjutnya  Bupati bersama Dirut Bank Banten, jajaran Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD meninjau lokasi pembangunan penambahan gedung baru 6 lantai RSUD Balaraja. Peninjauan di area samping gedung utama yang dihias umbul-umbul merah putih tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kapasitas dan mutu layanan kesehatan bagi warga Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan sekitarnya.


Direktur RSUD Balaraja Dr. Hj. Corah Usman menjelaskan, "Pembangunan gedung 6 lantai ini merupakan bagian dari transformasi layanan RSUD Balaraja di usia ke-15 tahun. Kami berharap, kedepannya RSUD Balaraja dapat melayani masyarakat dengan lebih maksimal dan tidak hanya melayani masyarakat kabupaten Tangerang saja, tapi masyarakat diwilayah lain, seperti dari kota Tangerang dan kabupaten Serang, kita layani pula dengan pelayanan yang sebaik-baiknya ", ucap dr. Corah Usman.


Acara ditutup dengan peninjauan fasilitas layanan nasabah di KCP Bank Banten dan foto bersama.

(Soleh)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Polres Cirebon Kota menangkap seorang pria berinisial S yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap perempuan berinisial YN di salah satu hotel di Kota Cirebon.

Pelaku diketahui merupakan mantan suami korban. S ditangkap polisi di wilayah Pangandaran setelah diduga melarikan diri usai kejadian.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, pelaku sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, namun upaya tersebut tidak berhasil.

"Pelaku ditangkap di Pangandaran, dan sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri namun tidak berhasil," kata AKBP Bimantoro didampingi
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Fadlillah, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tersebut diduga dipicu rasa cemburu. Pelaku disebut melihat korban sedang melakukan video call dengan pria lain.

Bimantoro menjelaskan, korban dan pelaku telah bercerai sekitar satu bulan sebelum kejadian. Namun, keduanya masih sempat menginap bersama di hotel tersebut.

Saat kejadian, pelaku disebut sempat keluar dari kamar. Ketika kembali, pelaku mendapati korban sedang melakukan video call dengan seorang pria.

"Korban dan pelaku sendiri sudah bercerai sejak satu bulan yang lalu, namun saat kejadian pelaku dan korban sedang check-in di hotel. Lalu pelaku sedang keluar kamar dan saat masuk pelaku mendapati korban sedang melakukan video call dengan pria lain, dan pelaku cemburu," ujarnya.

Pelaku kemudian diduga melakukan kekerasan terhadap korban. Kekerasan dilakukan dengan cara menyikut dan menendang bagian pinggang serta wajah korban.


"Setelah korban lemas dan tak sadarkan diri, pelaku memastikan korban meninggal dunia dengan cara menjerat leher korban dengan tali sepatu korban," ungkapnya.


Setelah kejadian, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap S di Pangandaran.

Dalam kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepatu, sprei berwarna merah marun, dua unit handphone, topi berwarna krem, serta tali tambang.

Atas perbuatannya, S dijerat Pasal 458 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Peran Jaka Rara Kota Cirebon kini tak hanya sebatas menjadi representasi budaya dan pariwisata daerah.

Para generasi muda yang terpilih dalam ajang Jaka Rara Kota Cirebon 2026 juga dibekali kemampuan literasi keuangan dan didorong menjadi Duta Literasi Keuangan.

Program tersebut dikembangkan melalui Jaka Rara Financial Academy, hasil kolaborasi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kota Cirebon.

Program ini menjadi wadah pembekalan bagi generasi muda agar memiliki pemahaman mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan, hingga pelindungan konsumen.


Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, pengembangan Jaka Rara Financial Academy merupakan langkah untuk menjadikan literasi keuangan sebagai bagian dari proses pembinaan generasi muda Kota Cirebon.


"Kami ingin literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang cakap keuangan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Agus, kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, para finalis Jaka Rara tidak hanya mendapatkan pembekalan di dalam kelas. Mereka juga diberi pengalaman untuk terjun langsung ke masyarakat.

"Melalui Jaka Rara Financial Academy, para finalis mendapatkan pembekalan sekaligus pengalaman untuk langsung turun ke masyarakat dan memberikan edukasi literasi keuangan di masing-masing kelurahan," katanya.


Agus menilai, keterlibatan Jaka Rara dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan karena mereka memiliki kemampuan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.


Pesan mengenai pengelolaan keuangan pun diharapkan bisa disampaikan dengan bahasa yang sederhana, kreatif, dan mudah dipahami.

"Ke depan, kami ingin setiap calon Jaka Rara memiliki bekal literasi keuangan yang kuat. Mereka tidak hanya menjadi representasi budaya dan pariwisata Kota Cirebon, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merencanakan keuangan, mengelola keuangan secara bijak, dan menjaga kesehatan finansial," ucap Agus. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top