Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, melakukan pengerukan sedimentasi dan normalisasi di muara Sungai Kali Mati Condong.

Kegiatan tersebut telah berlangsung sekitar kurang lebih satu bulan dengan menggunakan alat berat ekskavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, mengatakan pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air di muara Kali Condong yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Selain memperlancar aliran sungai, normalisasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi banjir yang dapat berdampak terhadap sejumlah desa di wilayah tersebut.


"Tujuannya untuk mengangkat sedimentasi muara Kali Condong yang sejauh ini menghambat jalannya air atau sebagai antisipasi banjir, yaitu dari empat desa, Kalisapu, Wanakaya, Astana, dan Jatimerta," ujar Suhana kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).


Suhana mengapresiasi pihak terkait yang kembali melakukan normalisasi di lokasi tersebut.

Menurutnya, pengerukan serupa sudah beberapa tahun tidak dilakukan.

"Di situ patut berterima kasih karena beberapa tahun belum diadakannya normalisasi, sekarang diadakannya normalisasi," katanya.

Dia berharap normalisasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir.

"Mudah-mudahan membawa berkah dan bermanfaat untuk warga sekitar untuk mengantisipasi bahaya banjir dan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Selain di muara Kali Condong, ekskavator juga digunakan untuk mengeruk Kali Mati. Pengerukan di lokasi tersebut dinilai turut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan di Desa Kalisapu.


Suhana menjelaskan terdapat dua titik utama yang menjadi sasaran pengerukan. Pertama, normalisasi muara Kali Condong dan kedua, pengerukan Kali Mati.


"Untuk ekskavator ada dua tujuan, yaitu satu muara Kali Condong dan yang kedua adalah pengerukan Kali Mati yang bermanfaat untuk para petani di Desa Kalisapu," jelasnya.

Menurut Suhana, kedua kegiatan tersebut sama-sama berkaitan dengan upaya mengantisipasi banjir. Aliran air dari wilayah Desa Wanakaya dapat mengarah ke Kali Ciwuntuk maupun menuju muara Kali Condong.

Dengan adanya pengerukan dan normalisasi tersebut, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar sehingga potensi genangan dan banjir di wilayah sekitar dapat ditekan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Wonogiri) - 
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa dari Koramil 09/Giritontro Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Basuki, bersama dengan Bhabinkamtibmas dan anggota Linmas melaksanakan patroli malam di Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, terutama pada malam hari. Petugas mendatangi beberapa lokasi yang dianggap rawan dan memantau situasi di lingkungan permukiman serta pusat kegiatan masyarakat.

Selama patroli, Sertu Basuki, bersama Bhabinkamtibmas dan Linmas, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat jika menemukan hal-hal mencurigakan.


“Patroli bersama ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI, Polri dan Linmas dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan,” ujar Sertu Basuki.

Dengan adanya patroli malam secara rutin dan sinergis, diharapkan kehadiran aparat di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

Sinergitas TNI-Polri dan Linmas bersama masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan wilayah Giritontro yang aman, tertib dan kondusif.

Editor : Ali Bisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Blitar) -
Suasana khidmat dan penuh emosi mewarnai Aula Shodanco Soeprijadi Kodim 0808/Blitar di Jalan A. Yani No. 06, Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Pada Jumat, 4 September 2026, Kodim 0808/Blitar menyelenggarakan upacara pelepasan untuk 47 personel yang menjalani tugas perpindahan satuan sebagai bagian dari Asimilasi YTP dan BTP Tahap IV TA 2026.

Acara dinas ini dihadiri langsung oleh Kasdim 0808/Blitar, Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., beserta jajaran perwira staf. Turut mendampingi di antaranya Pasiopsdim Kapten Ctp Guritno, Pasilogdim Kapten Inf Darkasi, Pgs. Pasipersdim Kapten Cba Yudi Antonik, S.E., serta Pgs. Pasiinteldim Lettu Cba Achmad Saiful. Kehadiran mereka turut memberikan dukungan moral kepada para prajurit yang akan berpisah.

Dalam sambutannya, Kasdim 0808/Blitar, Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., memberikan arahan jujur dan motivasi kepada seluruh prajurit. Ia memahami bahwa perpindahan satuan seringkali tidak sesuai keinginan pribadi, namun hal tersebut merupakan perintah dinas dan bagian dari tanggung jawab atas tugas dari Komando Atas.


Kasdim juga menekankan bahwa dinamika tugas di satuan YTP dan BTP berbeda dengan di Makodim. Para prajurit diminta untuk mempersiapkan mental dan fisik secara maksimal karena tugas-tugas tersebut cukup melelahkan. Meskipun demikian, mereka diharapkan dapat mengikuti setiap kegiatan dengan disiplin tinggi dan loyalitas yang tak tergoyahkan.

Pelepasan ini diadakan sebagai wujud penghargaan dan penghormatan atas dedikasi serta kerja keras yang telah diberikan selama bertugas di Kodim 0808/Blitar. Komando berharap pengalaman dinas yang telah diperoleh bisa menjadi bekal berharga di lingkungan baru, sembari terus menjaga nama baik satuan dan menunjukkan semangat pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara.

Editor : Ali Bisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dibagikan gratis kepada masyarakat Kota Cirebon. 

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi becak, khususnya yang sudah lanjut usia (lansia).

Penyerahan bantuan dilakukan di Alun-Alun Kejaksan, Jalan Siliwangi, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026).

Bantuan becak listrik tersebut diserahkan Direktur Operasional Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo kepada penerima manfaat.

Penyerahan turut didampingi Wali Kota Cirebon Effendi Edo serta dihadiri Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso.

Brigjen Sudarwo mengatakan pemberian becak listrik tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendukung program pengentasan kemiskinan.

"Program becak listrik ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya program pengentasan kemiskinan," kata Sudarwo.

Menurutnya, bantuan becak listrik hanya menjadi salah satu bentuk dukungan. Hal yang lebih penting adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan bantuan tersebut merupakan program langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dikelola dan didistribusikan secara komprehensif oleh YGSN.

"Ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang dikelola dan didistribusikan secara komprehensif oleh YGSN," ujar Effendi.

Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso menyatakan pihaknya mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan maupun pemberdayaan ekonomi.

Dia berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif oleh penerima manfaat untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

"Bantuan becak listrik ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat untuk menunjang aktivitas dan meningkatkan pendapatan keluarga," kata Drajat.

Menurut Drajat, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh komponen masyarakat diperlukan agar berbagai program bantuan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

"Yang terpenting, bantuan ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara produktif sehingga benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dibagikan gratis kepada para pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi lanjut usia (lansia).

Penyerahan becak listrik dilakukan Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026).

Bantuan ini diberikan sebagai upaya meringankan beban fisik para pengemudi becak yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan tenaga listrik, para pengemudi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik untuk mengayuh becak.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga aset produktif yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi.


"Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga," ujar Effendi.

Pemkot Cirebon, kata Effendi, juga akan memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menyiapkan ekosistem pendukung berupa fasilitas pengisian daya.

"Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama," katanya.

Effendi menyebut pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk mendukung ketersediaan titik pengisian baterai.

Ia juga mengingatkan para penerima agar merawat becak listrik dengan baik. Kendaraan bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan.

Para penerima juga diminta tidak melakukan modifikasi yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis karena dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.

"Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar," tuturnya.

Effendi menilai kehadiran becak listrik menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, modernisasi juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal.

"Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kita ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Ribuan Becak Listrik Sudah Dibagikan
Sementara itu, Direktur Operasi YGSN Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan pemberian becak listrik merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

Menurut Sudarwo, gagasan tersebut berawal dari keresahan Prabowo ketika melihat masyarakat lansia masih harus bekerja keras menarik becak demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad merancang serta mengembangkan becak bertenaga baterai.

"Dari keresahan itulah kemudian muncul gagasan membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya," kata Sudarwo.

Sudarwo menyebut bantuan becak listrik tersebut telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diberikan kepada pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.

"Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan," ujarnya.

Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban tenaga para pengemudi, tetapi juga meningkatkan pendapatan harian mereka.

"Semoga bantuan ini bermanfaat, bukan hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga," katanya.

Ia menilai bantuan becak listrik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun, menurutnya, bantuan tersebut perlu diikuti program pemberdayaan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.


"Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang paling penting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan," jelasnya.


YGSN juga telah bekerja sama dengan produsen Viar untuk mendukung perawatan dan perbaikan becak listrik. Para penerima dapat membawa kendaraan yang mengalami kerusakan ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon sesuai ketentuan program.

Sudarwo turut meminta dukungan Pemkot Cirebon untuk menyediakan titik pengisian baterai di lokasi yang mudah dijangkau para pengemudi.

"Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat disediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Sebanyak 2.100 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia bertarung memperebutkan gelar juara dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional bertajuk Kesultanan Kanoman Cirebon Championship 2026.

Kejuaraan tersebut digelar di GOR Bima, Kota Cirebon, pada 4-6 September 2026. Ribuan pesilat dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam ajang tersebut.

Para peserta bertanding dalam sejumlah kategori, mulai dari Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja 1, Pra Remaja 2, Remaja hingga Dewasa. Nomor yang dipertandingkan meliputi laga tanding dan seni jurus.

Perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenbud) RI, Restu Gunawan, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut.


Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan pencak silat masih menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya sekaligus pembinaan prestasi.


"Kami dari Kemenbud bangga dengan kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional bertajuk Kesultanan Kanoman Cirebon Championship 2026 yang digagas dan ini membuktikan bahwa pelestarian kejuaraan silat untuk unsur prestasi dan seni adat budaya terus dioptimalkan," kata Restu kepada awak media usai pembukaan, Jumat (4/9/2026).

Restu mengatakan pihaknya mendukung kegiatan tersebut agar dapat melahirkan pesilat-pesilat berprestasi. Ia berharap para juara nantinya mampu melanjutkan prestasi hingga ke level yang lebih tinggi.

"Semoga sukses dan para juara bisa terus berprestasi dan tidak menutup kemungkinan bisa sampai di tingkat nasional, PON, SEA Games, Asian Games maupun lainnya," ujarnya.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida yang turut membuka kejuaraan tersebut juga mengaku bangga melihat antusiasme peserta dari berbagai daerah.

"Saya bangga sekali sebagai tuan rumah dan saya harap para atlet bertarung dan bertanding dengan baik dan harus bisa menjadi juara di setiap nomor. Bertanding secara sportif, kalian bisa jadi harapan masing-masing daerah sebagai penghasil prestasi terbaik ke depan," ujar Farida.

"Yuk semangat juara para pesilat andalan bangsa," sambungnya.
Dari pihak Keraton Kanoman, Patih Qodiran turut mengapresiasi banyaknya peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut.

Ia berharap ajang serupa dapat menjadi agenda rutin di Kota Cirebon.

"Wah jujur ini sangat hebat sekali, banyak anak-anak hingga atlet dewasa yang bertarung. Saya harap para atlet bisa bertarung dengan baik sampai meraih juara dan saya harap ini jadi agenda rutin," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah melalui Bendahara Anton S mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang mencapai 2.100 atlet.


"Tentu dari ribuan peserta ini yang mencapai 2.100 atlet saya takjub dan kaget. Hadir dari berbagai daerah di Indonesia, apalagi ini sifatnya nasional," kata Anton.


Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah lahirnya pesilat-pesilat berkualitas, khususnya dari Kota Cirebon. KONI juga berharap dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan olahraga semakin maksimal.

"Pastinya para pesilat bisa bertarung dengan baik, termasuk atlet Kota Cirebon harus juara. Kami dari KONI Kota Cirebon pun berharap dukungan maksimal dari Pemkot Cirebon untuk dunia olahraga," ujarnya.

Usai seremoni pembukaan, pertandingan langsung dimulai. Para pesilat berlaga di nomor seni jurus hingga laga tanding dengan memanfaatkan lima lapangan yang telah disiapkan panitia di GOR Bima Kota Cirebon. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top