Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Dunia kembali menyaksikan arogansi Zionis terhadap rakyat Gaza. Di tengah penderitaan yang belum juga berakhir, militer Zionis kembali menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional dekat wilayah Yunani. Akibat tindakan tersebut, ratusan aktivis kemanusiaan ditangkap dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Ironisnya, tindakan yang jelas melanggar hukum internasional itu kembali dibungkus dengan tuduhan lama, yakni mengaitkan bantuan kemanusiaan dengan Hamas untuk melegitimasi penindasan mereka.


Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa Zionis tidak mengenal batas dalam mempertahankan blokade atas Gaza. Laut internasional yang seharusnya bebas dilintasi justru dijadikan arena intimidasi dan perampasan. Padahal, menurut hukum laut internasional, setiap negara memiliki hak melintas secara damai di laut lepas tanpa gangguan. Namun, hukum internasional kembali terlihat tidak berdaya di hadapan kepentingan Zionis dan negara-negara besar pendukungnya.

Tidak hanya mempertahankan blokade, Israel juga terus memperluas pendudukannya di Jalur Gaza. Berdasarkan laporan media militer Israel, wilayah yang kini dikuasai Zionis telah mencapai sekitar 59 persen wilayah Gaza. Bahkan, Hamas menyebut penguasaan Zionis telah melampaui 60 persen wilayah pesisir Palestina tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa agresi Zionis bukan sekadar operasi militer sementara, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk menguasai dan menghancurkan Gaza secara menyeluruh.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pejabat militer senior Israel secara terbuka mendesak dimulainya kembali pertempuran besar di Jalur Gaza dan menganggap saat ini sebagai momentum terbaik untuk menghancurkan Hamas. Militer Zionis juga dikabarkan telah mengurangi kekuatan di Lebanon selatan untuk kembali mengerahkan brigade reguler ke Gaza dan Tepi Barat. Semua persiapan operasional bahkan disebut telah siap dijalankan jika mendapat perintah dari kepemimpinan politik Israel. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman agresi yang lebih besar terhadap Gaza masih terus membayangi rakyat Palestina.

Apa yang terjadi di Gaza hari ini bukan lagi sekadar konflik biasa, melainkan penghancuran sistematis terhadap kehidupan manusia. Sejak Oktober 2023, agresi Zionis telah menewaskan puluhan ribu warga sipil, melukai ratusan ribu lainnya, dan menghancurkan hampir seluruh infrastruktur sipil di Gaza. Rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, hingga permukiman warga menjadi sasaran serangan. Bahkan, Gaza kini tercatat sebagai salah satu wilayah paling mematikan bagi jurnalis. Semua ini menunjukkan bahwa penjajahan Zionis berlangsung secara brutal dan terang-terangan.

Blokade yang berlangsung bertahun-tahun juga telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat parah. Rakyat Gaza hidup dalam keterbatasan pangan, air bersih, obat-obatan, dan listrik. Anak-anak tumbuh dalam trauma perang yang berkepanjangan, sementara ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan orang-orang tercinta. Potret warga yang harus mengantre panjang hanya untuk mendapatkan air bersih menjadi gambaran nyata betapa kejamnya dampak blokade dan penghancuran yang dilakukan Zionis terhadap kehidupan sipil di Gaza.

Fakta tersebut semakin meyakinkan bahwa persoalan Palestina tidak akan pernah selesai melalui meja perundingan. Berbagai diplomasi internasional, kecaman, hingga resolusi PBB tidak pernah benar-benar menghentikan agresi Zionis. Sebaliknya, Zionis terus bertindak seolah memiliki kekebalan hukum internasional. Standar ganda global semakin tampak nyata ketika pelanggaran besar terhadap hak asasi manusia hanya dijawab dengan pernyataan prihatin tanpa tindakan nyata.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat juga terus menunjukkan keberpihakan mereka kepada Zionis melalui dukungan politik, ekonomi, dan militer. Bantuan persenjataan terus mengalir, sementara veto di Dewan Keamanan PBB kerap digunakan untuk melindungi Zionis dari sanksi internasional. Hal ini membuktikan bahwa sistem internasional yang dibangun atas asas kepentingan politik tidak akan pernah benar-benar berpihak pada keadilan bagi kaum tertindas.

Lebih menyedihkan lagi, negeri-negeri Muslim di sekitar Palestina pun tampak tidak mampu memberikan perlindungan nyata bagi Gaza. Tidak ada satu pun kekuatan militer Muslim yang bergerak untuk mengawal kapal bantuan kemanusiaan ataupun menghentikan blokade. Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya persatuan umat akibat sistem negara-bangsa (nation-state) yang memecah belah kaum Muslim menjadi negara-negara kecil dengan kepentingan masing-masing.

Padahal, Rasulullah ﷺ telah menggambarkan kaum Muslim seperti satu tubuh. Ketika satu bagian tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya. Akan tetapi, sekat nasionalisme dan kepentingan politik telah melumpuhkan rasa persaudaraan itu. Sistem negara-bangsa yang diterapkan di dunia Islam hari ini terbukti gagal menjadi pelindung umat dan justru menjaga status quo yang menguntungkan penjajah.

Dalam pandangan Islam, Palestina adalah tanah kaum Muslim yang wajib dijaga dan dibela. Membiarkan penjajahan terus berlangsung tanpa upaya nyata merupakan kemungkaran besar. Karena itu, perjuangan membebaskan Palestina tidak cukup hanya dengan bantuan logistik, aksi solidaritas, ataupun kecaman politik semata. Kaum Muslim wajib memiliki kekuatan politik dan militer yang mampu menjadi pelindung umat secara nyata.

Islam tidak hanya mengatur hubungan spiritual antara manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur urusan politik, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa ketika umat berada dalam satu kepemimpinan yang kuat, kaum Muslim memiliki kewibawaan dan mampu melindungi wilayah-wilayah Islam dari penjajahan musuh.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa imam atau khalifah adalah junnah (perisai) bagi umat. Artinya, kepemimpinan Islam memiliki fungsi melindungi kaum Muslim dari serangan musuh serta menjaga kehormatan dan keamanan mereka. Ketika tidak ada institusi yang menjalankan fungsi tersebut, umat Islam akan terus menjadi korban penjajahan dan permainan politik global.

Karena itu, tragedi Gaza harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran politik umat Islam. Kemarahan atas kezaliman Zionis tidak boleh berhenti pada emosi sesaat ataupun sekadar unggahan media sosial. Umat perlu memahami pentingnya persatuan politik Islam dan perjuangan membangun kepemimpinan yang berlandaskan syariat Islam agar mampu menjadi pelindung umat secara hakiki.

Selain itu, umat Islam juga perlu memperkuat dakwah dan edukasi politik Islam di tengah masyarakat. Kesadaran umat tidak akan lahir tanpa pemahaman yang benar tentang akar persoalan Palestina dan solusi hakikinya. Media, lembaga pendidikan, majelis ilmu, dan berbagai ruang dakwah harus menjadi sarana membangun opini umum umat agar semakin peduli terhadap persoalan kaum Muslim di seluruh dunia.

Gaza hari ini adalah cermin betapa umat Islam kehilangan perisai mereka. Selama umat masih bergantung pada sistem internasional yang terbukti gagal menghentikan penjajahan, penderitaan Palestina akan terus berulang. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk memperjuangkan persatuan dan kekuatan umat agar kaum Muslim tidak lagi menjadi objek penindasan dunia.

Semoga Allah Swt. menolong rakyat Palestina, menguatkan kaum Muslim di Gaza, serta membangkitkan kembali persatuan umat Islam di bawah kepemimpinan yang mampu menjadi pelindung bagi seluruh kaum Muslim. Sebab, hanya dengan pertolongan Allah dan kesungguhan perjuangan umat, penjajahan dapat diakhiri dan kemuliaan Islam kembali terwujud.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Oleh: Tina Hartina, S.Sos.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu,) - Upaya nyata Bupati Lucky Hakim dalam pembenahan persoalan sampah di daerahnya kembali mendapat perhatian publik. Kali ini, ia turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah di aliran sungai wilayah Krangkeng, Indramayu pada Jumat (15/05/2025).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menangani permasalahan lingkungan, khususnya sampah yang kerap menumpuk di aliran sungai dan berpotensi mengganggu ekosistem serta kebersihan wilayah.

Aksi Bupati Lucky Hakim ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Pelaksana Tugas Ketua Partai Kebangkitan Nusantara Pimpinan  Cabang (Pimcab)  Indramayu, A. Gofur, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kerja nyata yang patut dicontoh.

Pria yang akrab disapa Gofur menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan Bupati Lucky Hakim ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang harus terus didukung.

Ia juga berharap masyarakat Kabupaten Indramayu senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

" Bupati kita sudah turun langsung  sebaliknya  masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tidak membuang sampah ke sungai, karena dapat menghambat aliran air dari hulu ke hilir,” imbuhnya.

Apresiasi tersebut menunjukkan adanya dukungan masyarakat terhadap gerakan kebersihan lingkungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan langsung pemimpin daerah dalam aksi nyata di lapangan.

Kegiatan bersih-bersih sungai ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam mengurangi kebiasaan membuang sampah ke sungai yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Indramayu. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Komunitas Generasi Milenial Cirebon membagikan ratusan pakaian bekas layak pakai kepada masyarakat kurang mampu di Kota Cirebon, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan sosial yang digelar di depan pintu masuk Gedung Diklatpri, calon kantor Polres Cirebon Kota, itu disambut antusias warga.

Kurang dari 20 menit, sekitar 200 potong pakaian yang disediakan panitia ludes dibagikan kepada masyarakat. Mayoritas penerima bantuan merupakan tukang becak, pemulung, hingga warga sekitar yang membutuhkan pakaian layak pakai untuk aktivitas sehari-hari.


Kegiatan bertajuk “Berbagi Pakaian” tersebut juga mendapat dukungan dari Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, bersama para donatur yang ikut berpartisipasi membantu kegiatan sosial itu.


Salah satu penerima bantuan, Ahmad, seorang tukang becak yang tinggal di Kecamatan Peralihan, mengaku bersyukur mendapatkan pakaian lengan panjang dari kegiatan tersebut.

“Terima kasih. Bajunya sangat bermanfaat buat saya kerja sehari-hari. Bisa dipakai gantian saat narik becak,” ujar Ahmad.

Ketua Komunitas Generasi Milenial Cirebon, Alvin Algani mengatakan kegiatan berbagi pakaian gratis itu akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus kami lakukan setiap Jumat agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” kata Alvin.


Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi melalui donasi pakaian layak pakai.


Menurutnya, seluruh pakaian yang terkumpul nantinya akan disalurkan kembali kepada warga yang membutuhkan.

“Kalau ada masyarakat yang ingin berdonasi pakaian, bisa langsung datang atau mengirimkan ke sekretariat kami di daerah Larangan Selatan,” ujarnya.

Menurut Alvin, aksi sosial tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat sekaligus membantu warga yang membutuhkan pakaian layak untuk bekerja maupun beraktivitas sehari-hari. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus menggencarkan penutupan perlintasan sebidang ilegal guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Kali ini, penutupan dilakukan di Km 122 pada perlintasan sebidang ilegal yang menghubungkan Kampung Babakan Aceng dan Kampung Haramay, Desa Neglasari, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman sekaligus melindungi masyarakat di sekitar jalur rel.


“Penutupan perlintasan ilegal merupakan bentuk komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman sekaligus melindungi masyarakat di sekitar jalur rel,” ujar Muhib, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 175 perlintasan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 perlintasan telah dijaga oleh petugas KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat. Sementara 42 perlintasan lainnya masih belum dijaga secara resmi.

Menurut Muhib, sepanjang tahun 2026 angka kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 3 Cirebon masih cukup tinggi.

Karena itu, penutupan akses ilegal dinilai menjadi langkah preventif yang perlu terus dilakukan.

Sebelum penutupan dilakukan, tim pengamanan dan prasarana terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada warga setempat. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai jalur alternatif serta perlintasan resmi terdekat yang dapat digunakan.


Langkah penutupan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menyebutkan bahwa perlintasan sebidang tanpa izin wajib ditutup demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

KAI Daop 3 Cirebon juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka perlintasan ilegal secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan bersama.

Selain itu, pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu serta tidak menerobos ketika sinyal peringatan kereta api telah aktif.

“Kami mengajak seluruh pihak bersama-sama mematuhi aturan demi keselamatan dan keamanan bersama,” tutup Muhib. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Pendopo Kabupaten Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Jumat (15/05/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara insan pers dan Pemerintah Daerah di tengah tantangan perkembangan era digital.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lucky Hakim bersama unsur Forkopimda dan para kepala perangkat daerah. Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum DPP AMKI Pusat, Ir. Tundra Meliala, didampingi Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyampaikan bahwa kehadiran AMKI menjadi angin segar bagi ekosistem informasi di Kabupaten Indramayu. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan media yang mampu menyampaikan informasi secara cepat sekaligus akurat kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik kehadiran AMKI. Di era digital ini, kami membutuhkan mitra media yang mampu menyajikan informasi cepat namun tetap akurat. Saya berharap AMKI menjadi jembatan komunikasi positif antara pemerintah dan rakyat, sekaligus menjadi kontrol sosial yang konstruktif demi kemajuan daerah,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga menegaskan pentingnya peran organisasi media dalam menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks di tengah masyarakat.

“AMKI harus hadir sebagai pemberi pencerahan. Mari kita bangun Indramayu dengan narasi yang edukatif, optimistis, dan terbebas dari hoaks,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Penasihat AMKI Indramayu, H. Adun Sastra, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan perlindungan hukum dalam menjalankan profesi kewartawanan. Ia menekankan bahwa profesionalisme merupakan fondasi utama agar media tetap dipercaya publik.

“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Sebagai penasihat, saya menekankan agar seluruh anggota AMKI Indramayu mengedepankan etika jurnalistik dan perlindungan hukum yang kuat. Jangan hanya mengejar kecepatan, tapi utamakan kebenaran fakta agar produk pers kita menjadi rujukan yang sehat bagi masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi terhadap pelantikan tersebut juga disampaikan Ketua Umum DPP AMKI Pusat, Ir. Tundra Meliala. Ia menilai Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan keterbukaan terhadap organisasi media dan berharap seluruh pengurus tetap solid dalam mengembangkan organisasi.

Hal senada disampaikan Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi, yang berharap AMKI dapat menjadi wadah pemersatu insan pers sekaligus menjaga iklim demokrasi yang sehat di daerah.

Di sisi lain, Ketua AMKI Kabupaten Indramayu terlantik, Andry Prayitna, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para jurnalis melalui penguatan internal organisasi dan adaptasi teknologi digital.

“Kami fokus pada penguatan internal dan adaptasi teknologi. Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus kami jalin demi memajukan daerah melalui informasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Pelantikan pengurus AMKI Kabupaten Indramayu periode 2026–2029 ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni semata, melainkan menjadi langkah nyata dalam menjaga integritas pers serta mengawal pembangunan daerah secara kritis, profesional, dan bertanggung jawab. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) -
Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Majalengka, AIPTU Amar Ahmad Marzuki bersama BRIPDA Femas Lambok menerima laporan kehilangan surat AJB (Akta Jual Beli) dari warga atas nama Bapak Uung Mahrudin, bertempat di ruang pelayanan SPKT Polres Majalengka.(15/5/26)

Dalam laporan tersebut, pelapor menerangkan telah kehilangan dokumen penting berupa surat AJB (Surat Akta Jual Beli). Adapun identitas pelapor yaitu Bapak Uung Mahrudin, warga Dusun Maain, RT 01/RW 02, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Petugas SPKT kemudian menerima laporan dan memberikan pelayanan kepolisian sesuai prosedur yang berlaku, serta mengarahkan pelapor untuk melengkapi administrasi yang diperlukan guna proses penerbitan surat kehilangan.

Kegiatan pelayanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan cepat, humanis, dan profesional kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, khususnya dalam penanganan laporan kehilangan dokumen penting.

Sumber : Humas Polres Majalengka
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top