Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta)
- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan haram membuang sampah ke sungai, danau, dan laut. Dia sangat menyambut hal tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun perubahan perilaku masyarakat.

Pendekatan teknis dan regulasi harus diperkuat dengan kesadaran moral. Dukungan para ulama menjadi energi besar untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah

Wasekjen Bidang Ekonomi MUI, Hazuarli Halim menyampaikan bahwa fatwa tersebut lahir dari keprihatinan atas kerusakan lingkungan yang semakin nyata.

Dengan dukungan dari MUI tersebut, KLH/BPLH menyoroti bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari pengurangan di sumber, peningkatan literasi publik, dan penegakan hukum yang konsisten untuk mencegah pencemaran sungai dan laut Indonesia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, komunitas dan masyarakat, KLH/BPLH berharap pengendalian sampah dari hulu dapat menjadi kunci utama dalam memutus rantai pencemaran dan menjaga keberlanjutan ekosistem sungai dan laut.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten menargetkan proses pembersihan pestisida di Sungai Cisadane rampung dalam waktu satu hingga dua minggu.

Kepala DLH Banten, Wawan Gunawan mengatakan, pembersihan harus dilakukan cepat karena zat pestisida berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan. DLH Banten bergerak bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan.

"Nah, ini kan pabrik pestisida. Begitu kejadian kebakaran, akhirnya pestisida mengalir ke sungai. Dampak pestisida itu memang bahaya karena mengandung racun, jadi memang harus dibersihkan segera," ucap Kepala DLH Banten, Wawan Gunawan, dilansir dari Antara, Sabtu (13/2/2026).

Menanggapi hal itu, pakar pencemaran dan ekotoksikologi IPB University, Etty Riani, menyampaikan, tidak mungkin bisa "membersihkan" seluruh dampak pestisida di Sungai Cisadane hanya dalam waktu dua minggu.

"Hanya dua minggu? Untuk air iya, tetapi untuk ekosistem secara keseluruhan sangat tidak mungkin," ujar Etty di kutip dari Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Etty, sangat tidak mungkin Sungai Cisadane benar-benar "bersih" dalam dua minggu.

Sebab, pestisida yang tumpah sangat banyak, khususnya, pestisida jenis Cypermethrin yang bersifat mudah terikat pada partikel tanah meski sulit larut dalam air.

Imbasnya, cemaran dari pestisida jenis Cypermethrin relatif stabil di dasar perairan. Bahkan, cemaran dari pestisida jenis Cypermethrin akan tertinggal karena mengendap pada sedimen dan pinggir sungai.

Maka dari itu, proses pembersihan harus memastikan baik dasar maupun pinggir sungai sudah benar-benar "bersih" dari cemaran pestisia.

"Ya (pestisida) bisa mengendap dan berakumulasi dalam sedimen. Waktu (Pestisida yang tumpah) hilang hanya dalam air, begitu air berganti langsung hilang dua minggu (itu) cukup, tetapi yang di dasar dan pinggir sungai enggak mungkin bisa cepat. Butuh waktu panjang, bisa tahunan baru benar-benar hilang dari ekosistem sungai," jelas Etty.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Langkah tegas Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghentikan operasional Boiler Biomassa 1 milik PT Panca Kraft Pratama (PKP) di Karawaci memantik apresiasi sekaligus tanda tanya besar di publik.

Penghentian dilakukan menyusul aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran udara. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas udara dan melindungi kesehatan masyarakat.

Dikutip dari MetroTV.News, Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH, Rizal Irawan, menyatakan penghentian operasional dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian kualitas bahan bakar serta kinerja alat pengendali emisi. KLH juga menetapkan bahwa jika boiler kembali beroperasi, hanya diperbolehkan menggunakan woodchip, sementara kayu gelondongan dan serbuk kayu basah dilarang.

Namun di balik tindakan tegas pemerintah pusat, muncul pertanyaan krusial di tengah masyarakat Kota Tangerang: di mana fungsi pengawasan daerah?

Publik menilai, jika temuan pelanggaran cukup signifikan hingga berujung penghentian operasional, seharusnya deteksi dini dapat dilakukan oleh instansi teknis di daerah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Begitu pula fungsi pengawasan dan kontrol politik dari Dewan Kota Tangerang.

Mengapa harus kementerian yang turun langsung? Apakah pengawasan rutin sudah dilakukan secara optimal? Ataukah laporan masyarakat baru benar-benar mendapat respons setelah menjadi perhatian nasional?

Untuk menggali lebih jauh, awak media telah berupaya menghubungi sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang, Kepala Dinas, serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang guna meminta klarifikasi dan penjelasan resmi. Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi dari pihak terkait masih dinantikan.

Kasus ini menjadi momentum evaluasi terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Sebab bagi warga, yang terpenting bukan sekadar penghentian sementara, melainkan jaminan pengawasan ketat agar kualitas udara tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap kelompok motor X** yang diduga dilakukan rombongan kelompok motor G** di Jalan Evakuasi, Kota Cirebon.

Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial. Tim Khusus Reserse Mobile (Timsus Resmob) Satreskrim Polres Cirebon Kota berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. 

Penangkapan dilakukan kurang dari 1x24 jam setelah kejadian. Kedua terduga pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Lemawungkuk, Kota Cirebon, Senin siang (16/2/2026). 

Usai diamankan, mereka langsung dibawa ke ruang Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Eko Iskandar membenarkan penangkapan tersebut.

 Ia menyebut, tim yang dipimpin AKP Adam Gana melalui Iptu Deny Arisandy bergerak cepat setelah menerima laporan dan beredarnya video kejadian di media sosial. 

"Benar, Timsus Resmob Satreskrim Polres Cirebon Kota sudah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus ini," ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/2/2026). 

Kapolres menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

 "Mereka masih diperiksa penyidik di Satreskrim Polres Cirebon Kota. Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap dan mencari pelaku lainnya yang ikut dalam peristiwa ini," pungkasnya. (Naim)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menyambut langsung kedatangan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 Ma’ruf Amin di Hotel Grage Cirebon, Senin (16/2/2026), dalam rangka kunjungan silaturahim ulama dan Deklarasi Forum Musyawarah Ulama (FORMULA) se-Cirebon Raya.

Rombongan tiba sekitar pukul 11.15 WIB melalui jalur protokol Jalan RA Kartini dengan pengawalan melekat Paspampres serta pengamanan terpadu dari jajaran Polres Cirebon Kota yang telah bersiaga sejak pagi hari melalui apel pratugas dan penempatan personel di titik-titik strategis.

Kedatangan di halaman Hotel Grage disambut oleh Kapolres Cirebon Kota bersama Wakil Wali Kota Cirebon Hj. Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., dan Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., sebagai bentuk penghormatan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan sesuai protokol pengamanan VVIP.

Sebelum rombongan tiba, personel gabungan telah melaksanakan sterilisasi area hotel, pemeriksaan akses masuk dan keluar, serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari kepadatan kendaraan dan menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, dengan kehadiran personel berseragam di lapangan sebagai langkah preventif serta dukungan anggota intelijen yang melakukan monitoring melekat untuk mendeteksi secara dini potensi kerawanan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., memastikan seluruh tahapan pengamanan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur, termasuk koordinasi intensif dengan unsur TNI, pemerintah daerah, serta tim pengamanan internal rombongan Mantan Wakil Presiden.


Setelah agenda penyambutan di hotel, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan Deklarasi FORMULA se-Cirebon Raya dengan pengawalan ketat Satlantas Polres Cirebon Kota melalui pengaturan prioritas jalur di setiap persimpangan yang dilintasi.

Rangkaian kedatangan hingga keberangkatan rombongan dari Hotel Grage berlangsung tertib, lancar, dan tanpa hambatan berarti, berkat kesiapan personel serta perencanaan pengamanan yang matang sejak tahap awal.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan kunjungan Mantan Wakil Presiden RI ke-13 tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan jaminan keamanan maksimal terhadap setiap kegiatan berskala nasional di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat yang tetap tertib selama rangkaian kegiatan berlangsung sehingga seluruh agenda dapat terlaksana dengan aman dan penuh khidmat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Jajaran Polres Cirebon Kota siaga penuh menjelang malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senin (16/2/2026).

Sebanyak lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon menjadi fokus pengamanan guna memastikan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan aman dan kondusif.

Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang menjadi tempat ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao. Vihara yang berada di Jalan Kantor, Kota Cirebon ini setiap tahunnya menjadi pusat perayaan Imlek dengan jumlah jemaat yang cukup besar.

Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar mengatakan, pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus berlangsung hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai esok hari.

“Dari tadi pagi sampai sore ini, dan nanti malam kita melaksanakan pengamanan kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan Imlek. Di Cirebon ini ada lima titik yang menjadi fokus atensi dalam pengamanan rangkaian acara Imlek,” ujarnya di sela monitoring kesiapan perayaan Imlek.

Sebanyak 250 personel dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara di wilayah Kota Cirebon. Jumlah personel disesuaikan dengan estimasi jemaat yang melaksanakan sembahyang.

“Mulai tadi pagi, sore ini, nanti malam, kemudian juga sampai besok pagi dan malam masih ada pelaksanaan kegiatan sembahyang. Anggota standby di seputaran vihara untuk memastikan keamanan,” katanya.

Hingga saat ini, situasi di seluruh vihara maupun klenteng terpantau aman dan kondusif. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.

“Kota Cirebon adalah wilayah yang kental dengan pluralisme sejak dahulu. Terlihat sekali kerukunan antarumat beragama,” tegasnya.

Menariknya, menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat lintas agama di Cirebon turut membantu pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas dan toleransi.

“Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi. Ini wujud kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” tambahnya.

Sementara itu, perayaan Imlek tahun ini dipastikan berlangsung lebih sederhana karena berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

Salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, mengatakan tidak ada perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran.


“Untuk Cap Go Meh tidak ada perayaan besar-besaran, dilaksanakan khusus internal vihara saja, untuk menjaga kondisi agar kita saling menghormati selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, persiapan menyambut Imlek hampir rampung.

“Persiapannya sudah hampir 100 persen. Tinggal sedikit lagi karena waktunya sudah dekat,” katanya.

Menurutnya, kedekatan waktu dengan Ramadan diperkirakan memengaruhi jumlah umat yang hadir. Meski demikian, antusiasme biasanya baru terlihat saat malam perayaan.

Rangkaian kegiatan Imlek di vihara tersebut tetap dilaksanakan seperti biasa, yakni menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun. Menyalakan lilin menjadi simbol harapan agar di tahun baru setiap umat lebih bersemangat dan cita-cita yang belum tercapai dapat terwujud.

Terkait makna “Kuda Api” yang menjadi simbol tahun ini, Hendra menjelaskan kuda melambangkan kekuatan dan kegagahan, sedangkan api menggambarkan situasi yang dinamis dan berpotensi memanas.

“Kuda api itu hewan yang perkasa. Api menggambarkan situasi yang bisa memanas. Jadi kita harus waspada dan hati-hati untuk meredam kondisi yang memanas tersebut,” pungkasnya. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top