Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Aliansi Kuat Sosial Politik (Akusospol) menegaskan bahwa persoalan yang melibatkan Hari Saputra Gani (HSG) tidak dapat dipandang semata sebagai urusan pribadi. Minggu (7/6/2026).

Sebagai pejabat publik, setiap tindakan dan perilaku yang dilakukan memiliki dimensi akuntabilitas yang lebih luas karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang diwakilinya.

Karena itu, fokus utama yang harus dikedepankan adalah penegakan aturan, etika jabatan, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Apabila terdapat dugaan pelanggaran, maka harus diuji berdasarkan fakta, ketentuan hukum, dan mekanisme yang berlaku. Hal ini penting agar menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik bahwa jabatan bukan hanya kewenangan, tetapi juga tanggung jawab moral dan hukum kepada masyarakat,” ujar Aliansi Kuat Sosial Politik (Akusospol), Ganesha Arief Amartha.

Dalam perspektif hukum administrasi negara dan etika jabatan publik, kata dia, suatu persoalan yang melibatkan pejabat publik tidak dapat semata-mata dipandang sebagai urusan pribadi.

Ketika seseorang menerima amanah jabatan publik, maka pada saat yang sama melekat kewajiban untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang diwakilinya.

Prinsip tersebut sejalan dengan Pasal 1 ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Konsekuensinya, setiap penyelenggara pemerintahan wajib bertindak berdasarkan hukum, etika, dan asas-asas pemerintahan yang baik.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menegaskan bahwa setiap pejabat pemerintahan harus menjalankan kewenangannya berdasarkan asas legalitas, akuntabilitas, kepentingan umum, profesionalitas, dan tidak menyalahgunakan wewenang.

“Oleh karena itu, apabila muncul suatu persoalan yang melibatkan pejabat publik, fokus pembahasannya seharusnya bukan pada aspek pribadi semata, melainkan pada ada atau tidaknya pelanggaran terhadap kewajiban jabatan, kode etik, disiplin, maupun ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat berhak memperoleh kepastian bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani secara objektif, transparan, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” paparnya.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pejabat publik bukan hanya dituntut untuk mematuhi hukum, tetapi juga menjaga kepatutan dan kepercayaan publik. Integritas pejabat publik merupakan bagian dari modal sosial yang sangat penting bagi keberlangsungan pemerintahan.

Karena itu, setiap kasus yang melibatkan pejabat publik perlu didudukkan secara proporsional, berdasarkan fakta dan ketentuan hukum, bukan berdasarkan opini, sentimen pribadi, ataupun kepentingan politik tertentu.

Jika memang terdapat pelanggaran, maka penegakan hukum dan penegakan etik harus dilakukan secara tegas sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Sebaliknya, apabila tidak terbukti, maka hak-hak yang bersangkutan juga harus dihormati sesuai prinsip due process of law dan asas praduga tidak bersalah.

Dengan demikian, yang menjadi perhatian utama bukan persoalan pribadi seseorang, melainkan bagaimana standar integritas dan tanggung jawab jabatan publik ditegakkan secara konsisten agar menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara negara dan pemerintahan.

Jangan terus-menerus berlindung di balik dalih “ini urusan pribadi”. Dalam konteks jabatan publik, batas antara urusan pribadi dan tanggung jawab publik tidak selalu dapat dipisahkan secara tegas.

Seorang pejabat publik bukan hanya dinilai dari keputusan yang ditandatanganinya, tetapi juga dari integritas, keteladanan, dan kepatutan yang melekat pada jabatannya.

Masyarakat, lanjut dia, tidak sedang mencampuri kehidupan pribadi seseorang. Masyarakat sedang mempertanyakan kelayakan moral dan tanggung jawab seorang pejabat yang diberi amanah oleh negara. Sebab jabatan publik dibangun di atas fondasi kepercayaan.

Ketika kepercayaan itu terganggu, maka yang terdampak bukan hanya individu yang bersangkutan, melainkan juga institusi yang dipimpinnya.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menempatkan akuntabilitas, profesionalitas, kepastian hukum, dan kepentingan umum sebagai prinsip utama penyelenggaraan pemerintahan.

Artinya, setiap pejabat wajib menjaga perilaku dan tindakannya agar tidak menimbulkan keraguan publik terhadap integritas jabatan yang diembannya.

“Persoalan ini tidak boleh direduksi menjadi sekadar simpati atau antipati terhadap individu tertentu. Yang harus dijawab adalah, apakah perilaku tersebut sesuai dengan etika jabatan? Apakah masih mencerminkan kepatutan sebagai penyelenggara pemerintahan? Apakah tidak menimbulkan dampak terhadap kepercayaan masyarakat? Inilah substansi yang harus diuji,” paparnya.

Dalam negara hukum, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin kecil ruang untuk meminta perlakuan istimewa.

Jabatan publik tidak boleh menjadi tameng untuk menghindari pertanggungjawaban, tetapi juga tidak boleh menjadi alat untuk menghakimi tanpa proses. Namun satu hal yang pasti, pejabat publik harus menjadi standar keteladanan, bukan sekadar menuntut kepercayaan tanpa memberikan contoh.

“Jika kita membiarkan setiap persoalan pejabat publik diselesaikan dengan kalimat “itu urusan pribadi”, maka perlahan kita sedang menurunkan standar etika penyelenggaraan negara,” tegasnya.

Padahal, lanjut dia, masyarakat membutuhkan pejabat yang tidak hanya cakap menjalankan kewenangan, tetapi juga mampu menjaga kehormatan jabatannya.

“Jabatan publik harus menjadi simbol integritas, bukan sekadar posisi kekuasaan. Karena yang sedang dipertaruhkan bukan nama seseorang, melainkan wibawa hukum, marwah institusi, dan kepercayaan rakyat,” pungkasnya. ***

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat pembinaan olahraga daerah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Putra Sekda Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Bola Voli Terminal Weru, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/6/2026).

Turnamen yang diikuti delapan tim tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penjaringan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Cirebon pada ajang Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.


Dalam sambutannya, Hendra Nirmala, menegaskan penyelenggaraan turnamen tidak hanya bertujuan menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan seleksi atlet voli daerah.

“Perlu diketahui oleh semua pihak bahwa turnamen bola voli ini diselenggarakan, karena pada November 2026 mendatang, kita akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” ujar Hendra.

“Oleh karena itu, melalui ajang ini, kita ingin menjaring bibit-bibit unggul yang berpotensi untuk diikutsertakan dalam tim Porprov Kabupaten Cirebon tahun 2026,” tuturnya.

Menurutnya, prestasi olahraga menjadi salah satu cara untuk mengharumkan nama daerah sekaligus mewujudkan semangat pembangunan Kabupaten Cirebon yang dikenal dengan tagline “Cirebon Katon”.

“Kita menginginkan, sebagaimana kita ketahui bersama, tagline Kabupaten Cirebon adalah ‘Cirebon Katon’. Semoga ‘katon’ ini diwujudkan melalui prestasi di bidang olahraga, khususnya di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.

Selain fokus pada persiapan Porprov, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga mulai menyiapkan atlet dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hendra mengungkapkan, pada Agustus 2026 mendatang akan digelar turnamen bola voli khusus ASN sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni Antarwilayah (Porsenitas) tahun 2027.


Kabupaten Cirebon sendiri direncanakan menjadi tuan rumah Porsenitas 2027. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan cabang olahraga bola voli putra dan putri mampu memberikan kontribusi medali bagi daerah.

“Yang terpenting adalah para camat segera mempersiapkan ASN di wilayah kecamatannya yang memiliki potensi bermain voli, agar bersiap menghadapi turnamen tersebut,” pungkasnya.

Melalui Turnamen Bola Voli Putra Sekda Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong lahirnya atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus memperkuat budaya olahraga dan semangat kompetisi yang sehat di tengah masyarakat. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu proyek yang saat ini tengah dikerjakan adalah rekonstruksi Jalan SP Sudikampiran- Gadingan yang berada di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (5/6/2026).

Proyek peningkatan kualitas ruas jalan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Indramayu  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memberikan mandat  kepada CV Pancora Jaya selaku kontraktor  pelaksana .  Adapun dengan nilai kontrak mencapai pada rekonstruksi tuas jalan itu senilai Rp3.318.919.000.

Ruas Jalan SP Sudikampiran- Gadingan merupakan salah satu jalur strategis yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari diwilayah tersebut. Dan,  akses utama bagi pelajar, pekerja, pelaku usaha, hingga petani dalam mendistribusikan hasil produksi ke berbagai wilayah.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

“Jalan yang baik akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, memastikan proses rekonstruksi jalan dilakukan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan dengan mengedepankan kualitas dan ketahanan konstruksi.

“Pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun. Kami juga melakukan pengawasan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan infrastruktur jalan menjadi bagian dari strategi Pemkab Indramayu dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan dilaksanakannya rekonstruksi Jalan SP Sudikampiran–Gadingan, masyarakat Kecamatan Sliyeg dan wilayah sekitarnya diharapkan segera menikmati akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar. Selain meningkatkan mobilitas warga, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya sektor pertanian, perdagangan, dan jasa.

(Tri Hadi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) – Kesabaran dan ketegaran seorang ibu rumah tangga berinisial KH, warga RT 03/08 Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, patut diapresiasi. Selama bertahun-tahun, ia harus berjuang menghadapi penyakit yang dideritanya.

KH mengalami pembengkakan pada bahu kiri yang kerap menimbulkan rasa sakit cukup hebat. Meski demikian, ia tetap berusaha tegar dan tabah menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan di hadapan keluarga maupun tetangga, KH selalu berusaha menyembunyikan penderitaannya dengan tetap menampilkan senyum dan sikap optimis.

Beberapa minggu lalu, kondisi kesehatan KH kembali menurun. Kali ini, ia mengalami rasa sakit yang sangat hebat pada bagian pinggul kiri hingga membuatnya sulit bangun dari tempat tidur, berdiri, bahkan berjalan.
Rasa sakit yang berkepanjangan tersebut nyaris membuat KH putus asa.

Beruntung, sang suami terus setia mendampingi dan memberikan dukungan penuh di tengah cobaan yang mereka hadapi.

Dalam upaya mencari kesembuhan, KH sempat menjalani berbagai pengobatan alternatif serta mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit besar di Kota Tangerang. Namun, menurut keluarga, kondisi yang dialaminya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Upaya terakhir dilakukan dengan menghubungi Tabib Endi, seorang praktisi pengobatan alternatif yang tergabung dalam Yayasan Ketabiban Indonesia.

Setelah memperoleh nomor kontaknya dan membuat janji, KH bersama suaminya mendatangi tempat praktik Tabib Endi di Jalan Untung Suropati I, RT 05/08, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci.

Setibanya di lokasi, KH langsung mendapatkan terapi yang ditangani oleh Tabib Endi bersama istrinya. Proses terapi berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Menurut pengakuan keluarga, hasil yang dirasakan cukup mengejutkan. Setelah menjalani terapi tersebut, KH mengaku mulai dapat bangun, berdiri, dan berjalan kembali.

Melihat perkembangan kondisi istrinya, suami KH mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Subhanallah, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kun fayakun. Setelah sekitar dua jam diterapi oleh Tabib Endi dan istrinya, Alhamdulillah istri saya bisa bangun, berdiri, dan berjalan kembali," ujar suami KH di kediamannya, Minggu (7/6/2026).

Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta apresiasi kepada Tabib Endi dan istrinya yang telah berupaya membantu proses pemulihan sang istri.

"Alhamdulillah, sekarang istri saya perlahan bisa bangun, berdiri, berjalan, dan tidak lagi merasakan sakit yang sangat hebat pada pinggul kirinya," tambahnya.

Rasa syukur yang sama juga diungkapkan oleh KH. Dengan wajah yang tampak lebih cerah, ia mengaku sangat bersyukur atas perkembangan kondisi kesehatannya.

"Alhamdulillah ya Allah, saya bisa kembali bangun, berdiri, berjalan, dan tidak lagi merasakan sakit yang sangat hebat di bagian pinggul saya

. Saya sangat berterima kasih kepada Tabib Endi dan istrinya yang telah berusaha membantu saya dengan penuh keikhlasan ketika saya hampir putus asa menghadapi penyakit ini," ungkap KH.

Meski demikian, keberhasilan terapi pada satu pasien tidak selalu dapat dijadikan acuan bahwa hasil yang sama akan terjadi pada setiap orang. Kondisi kesehatan dan respons terhadap pengobatan dapat berbeda-beda pada masing-masing individu.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Di balik kemeriahan modifikasi dan deru mesin, tersembunyi perputaran sirkulasi uang dan pertarungan reputasi kelas berat yang diorkestrasi murni oleh mahasiswa.

Anda pikir mahasiswa teknik mesin hanya tahu cara mengelas besi dan menenggak kopi di bengkel? Anda salah besar. Tanggal 19 hingga 20 Juni 2026, mereka justru menyandera ego para modifikator elit, memaksa motor-motor kustom seharga mobil turun kasta menjadi pajangan di tengah kampus.  

Mari kita bongkar anatomi acara ini. Secara kasatmata, OWL OTOCONTEST 2.0 besutan Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) UNTAG 1945 Cirebon terlihat seperti hajatan otomotif mahasiswa pada umumnya. Namun, realitas di lapangannya jauh lebih tajam: ini adalah bursa saham portofolio bagi pergerakan bengkel-bengkel nasional.  


Mereka tidak membuang uang murni demi piala, melainkan demi supremasi dan legitimasi pasar. Berikut adalah fakta brutal mengapa acara di Kampus 1 UNTAG ini menjadi medan perang yang sesungguhnya:

- Filter Finansial yang Selektif: Ini bukan ajang asal parkir motor sembarangan. Dengan menetapkan tarif registrasi Contest Rp200.000 dan Meet Up Rp100.000, panitia sejak awal telah menyortir peserta amatir dan hanya mengizinkan builder bernyali tebal (dan bermodal kuat) untuk masuk ke arena.  

- Sistem Kasta Modifikasi yang Presisi: Peserta harus bertarung berdarah-darah demi mengamankan gelar dewa tertinggi The King of Contest, atau menguasai kasta berat seperti Proper Pro, Thailand Style, hingga Vietnam Style. Bagi penganut sekte detail ekstrem, panitia menjebak mereka dalam 30 sub-kategori Meet Up—mulai dari Best Carbonation hingga Best Airbrush—yang langsung dieksekusi di bawah standar kejam juri Motostylerz.  

- Kapitalisme Akar Rumput yang Diorkestrasi: Panitia memutar roda ekonomi dengan sangat cerdik. Melalui tiket masuk penonton (HTM) yang ditekan di angka Rp35.000, mereka menciptakan traffic massa masif yang secara otomatis dipaksa menjadi konsumen pasif bagi barisan booth sponsor dan UMKM lokal selama dua hari berturut-turut.
  

- Distraksi Kultural: Di saat tensi adu gengsi antar bengkel memanas di arena kontes, panitia meredamnya menggunakan anomali yang brilian: memadukan pertunjukan panggung musik artis lokal (Nouna Jessy, Jenderal Internasional, RL) dengan sakralnya pembukaan kesenian Tari Topeng. Sebuah orkestrasi psikologi massa yang jenius.  

Para builder boleh saja menyombongkan baut titanium seharga cicilan rumah atau cat airbrush sekelas pabrikan Eropa. Tapi pada akhirnya, ego bernilai ratusan juta rupiah tersebut tetap harus menunduk, berbaris rapi, dan mematuhi regulasi kompetisi yang didiktekan murni oleh sekumpulan mahasiswa mesin berjaket almamater.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Skuad Hero Center Volleyball binaan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus Anggota DPR RI, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, berhasil keluar sebagai juara Turnamen Bola Voli Putra Sekda Kabupaten Cirebon Cup 2026. Pada partai final, Hero Center sukses menaklukkan VB IVAND dengan skor 3-1.

Pertandingan final yang berlangsung di Eks Terminal Weru, Kabupaten Cirebon sengit itu menyuguhkan aksi saling serang dari kedua tim. Hero Center tampil percaya diri sejak awal laga dan mampu mengamankan kemenangan setelah unggul dalam empat set yang dipertandingkan.

Keberhasilan tersebut disambut antusias oleh para pemain, ofisial, dan pendukung Hero Center yang memadati arena pertandingan.

Gelar juara ini sekaligus menjadi bukti konsistensi Hero Center sebagai salah satu tim voli yang diperhitungkan di Kabupaten Cirebon.

Manajer Hero Center Volleyball yang juga Ketua Elang Biru Kabupaten Cirebon, Winadi, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya pada turnamen tersebut.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih hari ini. Para pemain telah menunjukkan semangat juang, kekompakan, dan kerja keras sejak awal turnamen hingga partai final. Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon dan para pendukung Hero Center," ujar Winadi didampingi Istrinya yang juga Anggota DPRD kabupaten Cirebon dari Partai Demokrat, Tarseni, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan menjadi juara tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terus memberikan motivasi kepada tim selama mengikuti kompetisi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pembina tim, seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta para suporter yang selalu memberikan dukungan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet voli berprestasi dari Kabupaten Cirebon," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang ditorehkan Hero Center Volleyball.

"Saya sangat bangga atas perjuangan dan kerja keras seluruh pemain Hero Center. Mereka menunjukkan semangat sportivitas, disiplin, dan kekompakan yang luar biasa selama turnamen berlangsung hingga berhasil menjadi juara," ujar Herman Khaeron didampingi Istrinya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj Ratnawati.

Pria yang akrab disapa Kang Hero itu berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat di bidang olahraga, khususnya bola voli.

"Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terus berlatih dan berkompetisi secara sehat. Kami akan terus mendukung pembinaan olahraga agar semakin banyak atlet berprestasi yang lahir dari Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

Dengan kemenangan tersebut, Hero Center Volleyball binaan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga Anggota DPR RI Herman Khaeron resmi menyandang gelar juara Turnamen Bola Voli Putra Sekda Kabupaten Cirebon Cup 2026 setelah menutup perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan atas VB IVAND di partai puncak. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top