Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu menegaskan urgensi pembentukan Peraturan Desa (Perdes) tentang Pencegahan Perkawinan Anak di seluruh desa.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPMD Indramayu, Kadmidi, SS, SH, MSi, dalam pertemuan stakeholder dan Satgas PPA desa di Aula Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Kadmidi meminta para kepala desa atau kuwu untuk tidak menunda penyusunan regulasi di tingkat desa guna menekan angka perkawinan anak yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

“Kepada bapak dan ibu kuwu di Kabupaten Indramayu, kami berharap betul bahwa problem terkait dengan pencegahan perkawinan anak adalah permasalahan yang masih ada di desa-desa. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menyusun dan membuat regulasi, membuat Perdes tentang Pencegahan Perkawinan Anak di desa-desa,” tegas Kadmidi.

Ia menambahkan, keberadaan Perdes diharapkan menjadi payung hukum yang kuat bagi pemerintah desa dan Satgas PPA untuk melakukan edukasi, deteksi dini, serta penanganan kasus perkawinan anak.

“Diharapkan dengan adanya Perdes tersebut kita harus dapat menghilangkan adanya kasus dan kejadian perkawinan anak di bawah umur. Mudah-mudahan menjadi desa yang peduli terhadap anak, peduli terhadap perempuan, dan menjadikan desa yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi Lakpesdam PBNU.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong lahirnya kebijakan lokal yang berpihak pada perlindungan anak dibawah 19 tahun sebagai syarat minimal perkawinan.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, mengapresiasi adanya dukungan dari DPMD Indramayu yang memiliki persepsi sama akan pentingnya regulasi tentang Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di desa.

"Meski baru imbauan, itu sudah luar biasa, ini bukti bahwa pemerintah mau hadir dalam melindungi warganya, khususnya para generasi dibawah 19 tahun," katanya.


"Kita juga berharap, ini bukan sekedar imbauan, tetapi juga ada langkah konkret yang lebih mengikat desa-desa se Indramayu, misalnya dengan menerbitkan surat edaran dan lain sebagainya," tegasnya.


Oleh karena itu, Ia juga menyatakan siap mendampingi desa dalam proses penyusunan Perdes, mulai dari kajian awal, pelibatan masyarakat, hingga sinkronisasi dengan regulasi tingkat kabupaten.

Langkah ini diharapkan mempercepat terwujudnya desa ramah anak dan perempuan di Kabupaten Indramayu.

"Tentunya ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk keterlibatan para tokoh masyarakat dan stakeholder desa," pungkasnya.(iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Sengketa tanah eks asrama TNI AD dengan warga kembali memanas di Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon, Jumat (24/4/2026).

Pasukan TNI dari Korem 063 Sunan Gunung Jati dan Kodim 0614 Kota Cirebon dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penertiban.

Kedatangan aparat TNI tersebut untuk mencabut plang besi yang dipasang warga RW 08 Kampung Margasari. Dalam plang itu, warga menyatakan bahwa tanah yang mereka tempati merupakan milik warga.

TNI AD mengklaim sebagai pemilik sah atas lahan seluas 164.846 meter persegi atau sekitar 16,4 hektare. Termasuk di dalamnya kawasan eks asrama atau rumah dinas anggota TNI yang kini ditempati warga.

Dandim 0614 Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari penertiban aset, bukan pengusiran warga.

“Penertiban, tidak ada pengusiran. Saya selaku dari komando Kodim menyampaikan untuk sementara kami hanya ingin mengamankan aset,” ujarnya di lokasi.

Namun, pernyataan tersebut sempat dipotong oleh seorang warga perempuan yang meminta jaminan tertulis terkait tidak adanya pengusiran.

“Kalau memang tidak ada pengusiran, minta bukti tanda tangannya,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Drajat menyebut bahwa penempatan rumah dinas di lingkungan TNI memiliki aturan tersendiri.

“Ada beberapa peraturan di tentara yang menyampaikan rumah dinas itu berlaku untuk siapa. Jadi mohon maaf, bukan berarti suatu saat tidak ada (pengusiran),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Margasari, Dedi Hadiatno, mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait penertiban tersebut.

“Saya kaget, karena tidak ada surat dari mereka (TNI) yang tembusan ke saya sebagai Ketua RW. Saya merasa dilangkahi,” ujarnya.

Menurut Dedi, luas lahan yang saat ini ditempati warga sekitar 2 hingga 3 hektare dengan jumlah sekitar 250 rumah.


Warga mengklaim kepemilikan tanah berdasarkan surat pelepasan hak atas tanah wewengkon milik Keraton Kasepuhan Cirebon. Di sisi lain, TNI AD menyebut lahan tersebut dibeli secara bertahap sejak tahun 1960-an.


Kepala Hukum Korem 063/SGJ, Mayor CHK Asep Supriatna, mengatakan pihaknya memiliki bukti pembelian tanah tersebut, termasuk dokumen dan arsip panitia pembebasan lahan.

“Pada intinya tanah itu seluas 164.846 meter persegi. Tiga bagian sudah terbit sertifikat, dan saat ini kami sedang mengajukan sertifikasi untuk area asrama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2024 TNI telah mengajukan sertifikat untuk lahan seluas 91.000 meter persegi, namun prosesnya belum selesai.

“Belum keluar, karena saat pihak BPN melihat ke lokasi adanya pemasangan plang oleh warga,” ucapnya.

Asep menegaskan, kawasan tersebut awalnya merupakan rumah dinas bagi anggota TNI AD yang menempatinya berdasarkan surat perintah.

“Yang jelas, warga asrama di situ, pada saat pertama menempati ada surat perintah penempatan,” tuturnya.

Sengketa ini kembali mencuat setelah aksi pencabutan plang oleh TNI di lokasi yang berada di Jalan dr Cipto Mangunkusumo tersebut. Hingga kini, kedua belah pihak masih bersikukuh dengan klaim masing-masing. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -  Artikel atau opini  " Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya "      di  tulis dan  di viralkan sebagai salah bentuk kepedulian terhadap proses  pendidikan di   Kota Tangerang.

Hal  itu disampaikan oleh  Ketua MCI Kota Tangerang , Asep Wawan Wibawan  saat audensi dengan Dinas pendidik Kota Tangerang   , yang disambut dengan suasana   hangat ,penuh keakraban . Pada Kamis  23 April 2026

Asep  menceritakan  , bahwa apa yang dituliskan dalam artikel  atau opini  " Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya "   di ungkapkan sesuai fakta , bukan rekayasa  dan bisa dibuktikan kebenarannya

"   Ada kisah nyata  ,  tanpa rekayasa  bahkan banyak   saksi fakta  tentang seorang mantan preman yang tidak memiliki latar belakang pendidikan  tinggi , di percaya mengajar di salah' satu Lembaga Pendidik Islam. Ia tampil menjadi  sosok guru idola ,  disukai ,    di senang'i  , disayangi dan selalu di rindukan kehadirannya oleh murid - muridnya . Krena ia pandai mengembangkan metode bercerita dalam proses belajar mengajar

Murid - muridnya pun tampil menjadi anak - anak yang cerdas , pinter , mandiri , percaya diri , Aktif , kreatif , produktif dan berakhlak mulia.

Wah ..Kalau di ceritakan panjang ,  InsyaAllah nanti akan kami buat bukunya nya dengan judul  , Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya

Kesimpulannya adalah , seorang guru   mantan preman yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi juga bisa , apalagi sosok guru yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi  sangat tidak mungkin bila tidak bisa " Ungkap Asep

Asep   menambahkan bahwa pihaknya pun sudah sangat sering mengadakan event - event pendidikan secara mandiri tanpa pernah ada  bantuan  dari  Pemerintah Daerah Kota Kota Tangerang  .

" Sudah sangat sering kami melakukan event - even Pendidikan   yang dikemas melalui konsep    terarah   dan  berimbang.  Kegiatan  yang tentunya
memberikan dampak positif dalam upaya  membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tangerang. 

Kegiatan   yang  memberikan manfaat  bagi penyelenggara , peserta ,  masyarakat dan pihak lain yang  turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut . Karena itulah event - event yang kami adakan selalu disambut antusias oleh para Praktisi Pendidikan

Selama kami mengadakan kegiatan tidak pernah mendapat bantuan dana dari  yang  diambil dari APBD  Kota Tangerang. Namun ironisnya. , tidak pernah mendapatkan  Perhatian  dari pemerintah Daerah Kota Tangerang .

Pemerintah Daerah seakan
tutup mata masa bodoh . Kegiatan yang kami adakan seperti  dianggap tidak ada manfaatnya"  Tambah Asep

Lebih lanjut , Asep menjelaskan , bahwa pihaknya sudah cukup lama tidak lagi mengadakan event - event Pendidikan.,  Karena kondisi ekonomi posisinya lagi  sedang ada di bawah ,   bahkan nyaris di titik nadir

"  Sudah cukup lama kami  tidak lagi mengadakan event - event Pendidikan , karena kondisi sedang transisi   bahkan  dirasakan ada di titik nadir

Namun sebagai bentuk Konsistensi kepedulian kami terhadap  perkembangan pendidikan di Kota. Tangerang  kami  akan terus bergerak dengan cara mengkritsi , mengawal dan menyikapi kinerja Pemerintah Daerah Kota Tangerang yang kami nilai kurang  berkeadilan  " Pungkas Asep
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (Demul), yang juga dikenal dengan panggilan KDM, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, menetapkan empat sekolah di wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) X Jabar sebagai Sekolah Manusia Unggulan (MAUNG). Keempat sekolah tersebut adalah SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, SMAN 2 Kuningan, dan SMKN 1 Mundu.

Dalam program Sekolah MAUNG ini, setiap kota atau kabupaten diwakili oleh satu sekolah. SMAN 2 Cirebon mewakili Kota Cirebon, sementara SMAN 1 Palimanan mewakili Kabupaten Cirebon, SMAN 2 Kuningan mewakili Kabupaten Kuningan, dan SMKN 1 Mundu turut menjadi bagian dari program ini.

Sekolah MAUNG merupakan inisiasi yang digagas oleh Gubernur KDM dan mulai dijalankan pada tahun ajaran 2026 sebagai sekolah vokasi unggulan di tiap kabupaten/kota. Program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa melalui enam jurusan strategis, yaitu teknologi informasi (TI), otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Tujuannya adalah untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang kompetitif di berbagai sektor industri.

Dalam mendukung program ini, pembangunan infrastruktur sekolah menggunakan program Unit Sekolah Baru (USB) di bidang vokasi/SMK. Program tersebut direncanakan diluncurkan pada tahun 2026 dan mulai operasional pada tahun 2027.

Kepala Sekolah SMAN 2 Cirebon, DR. H. Nendi, menjelaskan bahwa program Sekolah MAUNG merupakan transformasi dari konsep Sekolah Garuda yang sebelumnya berorientasi lebih kepada aspek akademis. Sistem penerimaan siswa baru akan dilakukan lebih awal, dengan seleksi berdasarkan nilai akademik dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain itu, kemungkinan juga diberlakukan tes terstandar untuk memastikan kualitas siswa yang masuk.

Selain jalur akademik, sebagian siswa juga dapat diterima melalui skema CIBI dengan batas minimum IQ 130. Ada pula kuota khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang non-akademis, dengan syarat nilai rapor minimal rata-rata 80.

Sebagai salah satu dari empat Sekolah MAUNG di wilayah KCD X, Nendi menyatakan bahwa adanya status baru ini membawa perubahan dalam tata kelola sekolah. Salah satunya adalah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB), yang kemungkinan akan dilakukan lebih awal dibandingkan sekolah lainnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk proses PPDB. Sebagai gambaran awal, khusus untuk Sekolah MAUNG, jumlah siswa pada setiap rombongan belajarnya akan dibatasi hanya sebanyak 32 siswa.

"Sosialisasi Program Sekolah MAUNG ini akan dilakukan setelah Pak Gubernur menandatangani Pergub dan juknisnya," pungkasnya.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -  Menjelang masa pensiun, publik dikejutkan dengan laporan harta kekayaan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman, yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 15 Februari 2025 untuk periodik tahun 2024. Total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp10.161.984.539.

Dalam laporan terbaru tersebut, mayoritas kekayaan Aep Surahman berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp8.203.699.570. Aset tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu dan Sukabumi, dengan rincian antara lain beberapa bidang tanah dan bangunan di Indramayu, termasuk lahan seluas 3.772 m² senilai lebih dari Rp3 miliar, serta properti di Sukabumi dengan nilai ratusan juta hingga lebih dari Rp1,4 miliar.

Selain properti, Aep juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp1.079.005.870. Daftar tersebut mencakup sejumlah sepeda motor seperti Honda Vario dari berbagai tahun, Yamaha NMAX, hingga Honda Scopy, serta kendaraan roda empat seperti Honda HR-V 2019, Toyota Fortuner 2020, dan Hyundai Creta Alpha IVT 2024.

Adapun harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp275.440.358, kas dan setara kas Rp439.837.731, serta harta lainnya senilai Rp164.000.000. Dalam laporan ini, Aep Surahman tercatat tidak memiliki utang.

Jika dibandingkan dengan laporan  LHKPN pada tahun 2017, terjadi peningkatan signifikan. Saat itu, total kekayaan yang dilaporkan hanya sebesar Rp5.932.352.011. Pada periode tersebut, aset transportasi yang dimiliki masih terbatas, yakni satu unit mobil Toyota Etios Valco tahun 2017 senilai Rp177.250.000, dengan total nilai alat transportasi Rp248.750.000. Kas dan setara kas tercatat Rp250.107.011, serta masih terdapat utang sebesar Rp392.388.672.

Perbedaan nilai kekayaan, khususnya pada aset tanah dan bangunan, disebut dipengaruhi oleh kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dari tahun ke tahun, serta kemungkinan adanya penambahan aset selama periode pelaporan.

(Tri Hadi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati (IKA UGJ) menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar Musyawarah Besar (MUBES) Tahun 2026.

Agenda besar ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat persatuan alumni sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.

MUBES IKA UGJ 2026 mengusung tema “Merajut Persatuan dalam Ikatan Almamater, Menguatkan Peran Alumni untuk Masa Depan Kampus.” Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan alumni dalam mendukung perkembangan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) di masa mendatang.

Sebelum pelaksanaan MUBES, jajaran pengurus IKA UGJ telah melakukan audiensi resmi dengan Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR, guna memohon restu dan dukungan kelembagaan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dalam audiensi tersebut, IKA UGJ diwakili langsung oleh Ketua Umum IKA UGJ AKBP (P) H. Mahyudin, S.H., M.Si., Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Panitia MUBES 2026 Qorib, S.H., M.H., Sekretaris IKA UGJ Dr. Ipik Permana, S.IP., M.Si., serta Kepala Kesekretariatan IKA UGJ Hendri Suwarsono, S.I.Kom., M.Si.

Turut hadir Wakil Rektor III UGJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Komarudin, Drs., M.Pd., yang memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MUBES sebagai momentum penting konsolidasi alumni.

Tak hanya itu, pengurus IKA UGJ juga telah secara resmi memohon restu kepada Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., yang menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan MUBES tersebut.

Ketua Panitia MUBES IKA UGJ 2026, Qorib, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya sebagai wadah pemersatu seluruh alumni UGJ dari berbagai angkatan, latar belakang, dan bidang profesi agar tetap terikat dalam satu organisasi yang solid dan bermartabat.

“MUBES ini juga menjadi ruang kaderisasi pemimpin alumni, dengan menghadirkan kader-kader terbaik dari berbagai fakultas untuk berpartisipasi sebagai calon Ketua Umum IKA UGJ,” katanya, Jumat (24/4/2026).

Selain itu, MUBES juga menjadi jembatan komunikasi antara alumni dan kampus, sekaligus forum silaturahmi untuk mendukung kemajuan UGJ dari sisi akademik, fasilitas, hingga reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.

"IKA UGJ berharap MUBES 2026 dapat menjadi payung besar yang menaungi seluruh kegiatan persatuan dan kesatuan alumni dari seluruh penjuru Indonesia," ujarnya

Panitia mengundang seluruh alumni UGJ dari berbagai angkatan dan fakultas untuk berpartisipasi aktif dalam MUBES tersebut, demi mewujudkan alumni yang berdaya, bersatu, dan berkontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, dan Indonesia. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top