Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMP Negeri 2 Pangenan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah, Selasa (21/4/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ronanti, S.Pd., yang juga bertindak sebagai pemimpin pasukan pengibar bendera.
Yang menarik, seluruh petugas upacara pada peringatan kali ini berasal dari guru perempuan. Mereka tampil anggun mengenakan kebaya ala Kartini masa kini sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan emansipasi perempuan yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini.
Adapun susunan petugas upacara terdiri dari Pembina Upacara Khulasoh (Wali Kelas IX), Pemimpin Upacara Juju Endah (Bendahara Sekolah), serta tim pengibar bendera yang melibatkan Ronanti (Wakasek Kesiswaan), Siti Maskanah (Pembina Pramuka), dan Gina Novanis (Wali Kelas VII).
Sementara itu, petugas lainnya yakni MC Hj. Shofiyah, dirigen Septi Handayani, pembaca UUD 1945 Ayu Pakungwati, pembaca teks Pancasila Anita Widiyaningrum, serta pembaca doa Ikah Fatikhah.
Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat nasionalisme. Seluruh siswa mengikuti rangkaian upacara dengan penuh perhatian sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar seperti biasa. Hal ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menjaga kedisiplinan serta kesinambungan kegiatan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 2 Pangenan, H. Dede Ibrahim, S.Pd., M.M., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ronanti, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai sejarah dan karakter kepada peserta didik.
Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh melupakan sejarah perjuangan bangsa, termasuk perjuangan Kartini yang menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia.
“Di era modern dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, pendidik memiliki tantangan besar untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pendidikan karakter,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai moral dan etika harus tetap menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter generasi bangsa yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Melalui peringatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat meneladani semangat perjuangan Kartini sekaligus terus mengembangkan potensi diri sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berdaya saing. (Wandi)























.webp)












