Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat memberikan perbantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Kampung Penggung Utara Gang Cendrawasih I, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (12/8/2026).

Perbantuan tersebut berawal dari aduan masyarakat yang diterima piket Mako Batalyon C Pelopor terkait adanya kebakaran di lokasi tersebut.

Aduan itu kemudian ditindaklanjuti Komandan Kompi 2 Batalyon C Pelopor, Iptu Alim Fauzi, SH. Ia memerintahkan Danjaga Batalyon C Pelopor, Aipda Slamet Priadi, SH, untuk segera melaksanakan perbantuan kepada warga terdampak.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Aipda Slamet Priadi menugaskan dua personel jaga, yakni Bripda Komarudin dan Bharaka Aditya Bagus Pambudi, untuk mendatangi lokasi kejadian.

Bripda Komarudin mengatakan, kehadiran personel Brimob merupakan bentuk respons cepat sekaligus upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah kebakaran.

"Personel juga memastikan kondisi di lokasi serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak," ujar Bripda Komarudin didampingi Bharaka Aditya Bagus.

Menurutnya, langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat.

"Kami berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Kehadiran personel Brimob di lokasi diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan kondisi pascakebakaran tetap terpantau. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali menutup perlintasan sebidang yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Perlintasan yang ditutup berada di JPL KM 247+3-4 petak Sindanglaut-Ciledug, Desa Jatirenggang, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/8/2026).

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, perlintasan tersebut memiliki lebar kurang dari dua meter. Selain itu, lokasi tidak dilengkapi penjagaan, rambu lalu lintas, maupun fasilitas keselamatan lainnya.


"Keberadaan perlintasan tidak teregistrasi atau ilegal dapat membahayakan baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan yang melintas dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan di jalur kereta api," ujar Muhibbuddin.

Menurutnya, penutupan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI menertibkan titik-titik perlintasan yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan.

Setiap perlintasan sebidang harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan.

"KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta stakeholder terkait dalam melakukan penertiban perlintasan liar. Keselamatan merupakan prioritas utama dan tidak dapat ditawar," katanya.


KAI juga mengimbau masyarakat agar menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan. Warga diminta tidak membuka atau membuat akses perlintasan baru secara ilegal di sepanjang jalur kereta api.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. Jangan membuat ataupun menggunakan perlintasan liar karena risikonya sangat tinggi dan dapat membahayakan banyak pihak," ujarnya.

Muhibbuddin berharap penertiban tersebut dapat menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

"Upaya ini sekaligus diharapkan mendukung terwujudnya layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan andal," tutup Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Pemerintah Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah. Puluhan warga Desa Kalisapu bersama mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berada di desa tersebut turut mengikuti berbagai perlombaan yang digelar.

Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, mengatakan kegiatan perlombaan tersebut menjadi salah satu cara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa.


"Alhamdulillah, kegiatan perlombaan ini mendapat antusiasme dari masyarakat. Kami ingin momentum HUT RI ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan," kata Suhana, saat kegiatan perlombaan, Kamis (13/8/2026).


Menurutnya, berbagai perlombaan sengaja dikemas secara sederhana dan menghibur agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kalisapu, Heni, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.

"Saya senang, suasananya ramai dan seru. Selain ikut lomba, kami juga bisa berkumpul dan bercanda bersama warga lainnya," ujar Heni.


Di tempat yang sama, mahasiswi uinssc, ajeng,  mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama warga Desa Kalisapu.


"Seru dan asyik ikut perlombaan bersama warga. Kegiatannya juga membuat kami lebih dekat dan akrab dengan masyarakat," kata Desi.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dilakukan karena selain menghibur, juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Polisi mengungkap kasus pencurian yang terjadi saat proses evakuasi kebakaran di Kampung Penggung Utara Gang Cendrawasih I, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Dua pelaku diamankan bersama sebagian besar barang bukti hasil kejahatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8/2026).

Korban diketahui bernama Nur Janah (41), warga Kampung Penggung Utara, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon.

Saat rumah korban terbakar, warga bergotong royong membantu mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah. Namun, di tengah proses evakuasi tersebut, korban kehilangan uang tunai Rp60 juta dan sejumlah perhiasan emas.


Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit mengatakan, pelaku memanfaatkan situasi saat warga sibuk membantu proses evakuasi.


Saat sebuah lemari dipindahkan, tas berwarna ungu milik korban yang berisi uang tunai, perhiasan emas, dan dokumen penting terjatuh. Tas tersebut kemudian diambil oleh pelaku.

"Pelaku mengambil tas tersebut untuk dikuasai dan kemudian hasilnya dibagi," kata Juntar.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur yang dipimpin Panit I Reskrim IPTU F. Heru Purwandhali langsung melakukan penyelidikan.

Polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan keterangan di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan kemudian mengarah kepada S.S. (35), buruh harian lepas, warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, polisi selanjutnya mengamankan pelaku kedua berinisial S.B. (35), buruh harian lepas, warga Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya tas berwarna ungu, uang tunai Rp48 juta, sebuah kalung emas, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan untuk menyimpan sebagian uang hasil kejahatan.

Juntar mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan dengan cepat setelah laporan diterima. Langkah itu dilakukan untuk mencegah barang bukti berpindah tangan atau dibawa ke tempat lain.

"Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, mengembangkan informasi di lapangan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku beserta sebagian besar barang bukti. Proses hukum selanjutnya akan kami jalankan sesuai ketentuan," ujarnya.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat tetap waspada ketika terjadi situasi darurat, termasuk kebakaran maupun bencana lainnya.


Menurutnya, kepedulian masyarakat untuk membantu korban sangat penting.

Namun, warga juga diminta tetap memperhatikan keamanan barang-barang milik korban dan segera melapor apabila menemukan dugaan tindak pidana.

"Dalam situasi darurat, kepedulian warga sangat dibutuhkan, namun tetap penting menjaga barang berharga dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana. Layanan Polisi 110 siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam," kata Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, melakukan pengerukan sedimentasi dan normalisasi di muara Sungai Kali Mati Condong. Kegiatan tersebut dilakukan menggunakan alat berat ekskavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, mengatakan pengerukan sedimentasi dilakukan untuk memperlancar aliran air di muara Kali Condong yang selama ini mengalami pendangkalan.

Normalisasi tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap potensi banjir yang dapat berdampak pada sejumlah desa di wilayah tersebut.

"Tujuannya untuk mengangkat sedimentasi muara Kali Condong yang sejauh ini menghambat jalannya air atau sebagai antisipasi banjir, yaitu dari empat desa, Kalisapu, Wanakaya, Astana, dan Jatimerta," ujar Kuwu Suhana kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Suhana menyampaikan apresiasi kepada pihak terkait karena normalisasi di lokasi tersebut kembali dilakukan setelah beberapa tahun belum mendapatkan penanganan serupa.

"Di situ patut berterima kasih karena beberapa tahun belum diadakannya normalisasi, sekarang diadakannya normalisasi," katanya.

Menurutnya, pengerukan dan normalisasi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mengurangi risiko banjir.

"Mudah-mudahan membawa berkah dan bermanfaat untuk warga sekitar untuk mengantisipasi bahaya banjir dan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Selain di muara Kali Condong, ekskavator juga digunakan untuk melakukan pengerukan di Kali Mati. Kegiatan tersebut dinilai turut memberikan manfaat bagi para nelayan dan petani di Desa Kalisapu.

Suhana menjelaskan, terdapat dua titik utama yang menjadi sasaran pengerukan. Pertama, normalisasi muara Kali Condong dan kedua, pengerukan Kali Mati.

"Untuk ekskavator ada dua tujuan, yaitu satu muara Kali Condong dan yang kedua adalah pengerukan Kali Mati yang bermanfaat untuk para petani di Desa Kalisapu," jelasnya.

Ia menambahkan, fungsi pengerukan tersebut sama-sama berkaitan dengan upaya mengantisipasi banjir. Aliran air dari Desa Wanakaya dapat mengarah ke Kali Ciwuntuk dan juga menuju muara Kali Condong.

"Mudah-mudahan adanya realisasi atau pengangkatan sedimentasi atau perbaikan saluran, antisipasi dampak banjir tidak akan terjadi lagi," pungkas Suhana. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Bantuan pendistribusian air bersih dari jajaran Brimob, khususnya Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, mendapat apresiasi dari warga Sampiran.

Salah seorang warga Sampiran, Hadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian jajaran Brimob yang turun langsung membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

"Ditempat yang sama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Brimob, khususnya Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, yang sudah membantu kami dalam pendistribusian air bersih," ujar Hadi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).


Menurut Hadi, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.


Ia berharap kepedulian dan kegiatan sosial seperti pendistribusian air bersih dapat terus dilakukan sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu.

Bantuan air bersih tersebut menjadi bentuk kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Brimob dan warga di wilayah tersebut. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top