Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menanam 10 ribu bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Kesenden sebagai upaya memperkuat perlindungan pantai dari ancaman abrasi sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

Kepala DLH Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, mengatakan hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami penahan abrasi. Selain itu, mangrove juga mampu menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, dan menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Ini juga menjadi upaya kita untuk mengurangi dampak pemanasan global yang saat ini terjadi," kata Fina saat ditemui di Pantai Kejawanan Cirebon, Jumat (10/7/2026).

Untuk meningkatkan keberhasilan penanaman, DLH menerapkan teknik guludan. Metode tersebut berfungsi menahan arus laut dan sampah agar tidak merusak bibit mangrove yang baru ditanam.

"Penggunaan teknik tersebut dikarenakan untuk menahan arus, dan menahan sampah agar tidak masuk ke dalam bakau, sehingga pohonnya juga tidak akan terbawa arus," jelasnya.

Fina menjelaskan, pihaknya sengaja memilih bibit bakau dibandingkan tanaman api-api karena memiliki manfaat ekologis yang lebih besar. Selain mampu menahan abrasi, pohon bakau juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir seperti kepiting, ikan, dan organisme lainnya sehingga dapat memperkaya ekosistem mangrove.

Menurutnya, bibit bakau dapat menunjukkan pertumbuhan dalam waktu sekitar satu bulan apabila ditanam pada media yang sesuai. Namun, ia mengingatkan agar penanaman dilakukan di area yang dekat dengan bibir pantai sehingga peluang hidup tanaman lebih tinggi.

"Perkiraan kita mangrove ini akan tumbuh selama satu bulan ketika medianya bagus, tapi kita tidak sarankan tanaman ini jauh dari bibir pantai," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Mamo My Darling, Dany Jaelani mengatakan, penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami untuk mengurangi abrasi pantai sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

" Melalui aksi GERAKAN SETARA ini, kami berharap hutan mangrove di kawasan PPN Kejawanan dapat tumbuh menjadi benteng alami dalam mencegah abrasi air laut, menjaga ekosistem biota laut, serta mewujudkan Cirebon yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujarnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) turut ambil bagian dalam kegiatan Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan (MAMO MY DARLING) ke-8 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Mangrove Dunia Tingkat Nasional melalui aksi penanaman 10.000 bibit mangrove.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan PPN Pantai Kejawanan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (10/7/2026), itu melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan instansi.

Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) sekaligus Kuwu Desa Keraton, Muali, menyatakan dukungannya terhadap gerakan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Dunia Tingkat Nasional, tetapi juga dirangkaikan dengan Hari Jadi Cirebon ke-599 serta HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.


"Kegiatan penanaman mangrove ini tentunya bertujuan melestarikan lingkungan laut dan menjaga ekosistem pesisir. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana seluruh pihak bersama-sama merawat mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang," ujar Muali.

Ia berharap gerakan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata yang berkelanjutan dalam menjaga kawasan pesisir Cirebon dari ancaman abrasi sekaligus mempertahankan kelestarian ekosistem laut. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Pelaksanaan tes seleksi penerimaan peserta didik di SMKN 3 Kota Tangerang menuai sorotan. Seorang warga Kota Tangerang, Rohman Rosadi, mengaku kecewa dengan proses seleksi yang dijalani anaknya karena dinilai berlangsung sangat singkat dan terkesan hanya sebagai formalitas.

Menurut Rohman, materi yang ditanyakan saat tes tidak mencerminkan proses seleksi yang komprehensif untuk menentukan kelayakan calon peserta didik.

"Sebentar sekali tesnya. Anak saya hanya ditanya soal hobi, cita-cita, lalu bagaimana kalau bekerja di salon bertemu konsumen yang jutek. Setelah itu selesai. Kalau memang hanya seperti itu, apa dasar penilaiannya? Saya jadi heran," ujar Rohman, Jumat (10/7/2026).

Merasa tidak memperoleh gambaran yang jelas mengenai mekanisme penilaian, Rohman mengaku berupaya menemui Kepala SMKN 3 Kota Tangerang untuk meminta penjelasan mengenai indikator atau kriteria yang digunakan dalam menentukan calon siswa yang diterima maupun yang tidak diterima.
Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kepala sekolah dinilai sulit ditemui.

"Saya ingin mengetahui apa dasar penilaian sehingga ada siswa yang diterima dan ada yang tidak. Saya sudah mencoba menemui kepala sekolah, tetapi sangat sulit ditemui. Saya berharap pihak sekolah bersedia memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di masyarakat," katanya

Selain itu, Rohman juga mempertanyakan hasil seleksi setelah melihat adanya calon peserta didik yang, menurut informasi yang ia peroleh, memiliki nilai lebih rendah namun dinyatakan diterima.

 Sementara itu, pada akun pendaftaran anaknya hanya muncul keterangan bahwa peserta tidak diterima tanpa disertai penjelasan mengenai hasil penilaian.

"Di aplikasi hanya tertulis 'Anda tidak diterima'. Tidak ada penjelasan apa yang menjadi dasar penilaiannya. Saya juga melihat ada calon siswa yang nilainya lebih rendah tetapi justru diterima. Hal seperti ini tentu menimbulkan tanda tanya," ungkapnya.


Ia berharap instansi terkait melakukan evaluasi terhadap proses seleksi apabila ditemukan dugaan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, transparansi dalam proses penerimaan peserta didik merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

"Pendidikan merupakan fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, adil, akuntabel, dan transparan agar tidak menimbulkan keraguan maupun polemik di tengah masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 3 Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi. Awak media telah berupaya menghubungi Kepala Sekolah melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan penjelasan terkait berbagai pertanyaan yang disampaikan, namun belum memperoleh tanggapan.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Semangat menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus digaungkan melalui aksi penanaman 10 ribu bibit mangrove di kawasan pantai Cirebon.

Kegiatan bertajuk MAMO My Darling (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan) itu kembali digelar pada tahun kedelapan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, Ormas, OKP, tokoh lintas agama, FKKC,  TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat.

Ketua Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara Cirebon, Dany Jaelany, mengatakan program penanaman mangrove ini menjadi upaya nyata menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengurangi dampak abrasi di wilayah pantai Cirebon.

"Ini acara tahun ke-8. Harapannya tentu bisa memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir Cirebon. Mari kita jaga pantai kita dengan mangrove," kata Dany.

Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga keberlanjutan perawatannya. Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota Cirebon membentuk tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) untuk menangani pemeliharaan mangrove.

"Kami berharap ada SK bersama dari Pemerintah Kota Cirebon untuk tim pemeliharaan. Selama ini kita terus menanam, tetapi secara teknis pemeliharaannya belum maksimal. Kami berharap dinas terkait yang memiliki kompetensi dapat mengawal perawatan mangrove agar tetap tumbuh dengan baik," ujarnya.

Dany menambahkan, gerakan penghijauan ke depan tidak hanya berfokus pada kawasan mangrove. Pihaknya juga berencana memperluas penanaman pohon di berbagai ruang terbuka hijau di Kota Cirebon melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Kami akan memperluas gerakan penghijauan. Tidak hanya mangrove di kawasan pesisir, tetapi juga tanaman di ruang-ruang hijau lainnya. Harapannya, Kota Cirebon bisa menjadi kota yang semakin hijau dan lestari," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Sedikitnya 10.000 bibit pohon mangrove ditanam di kawasan pesisir utara Cirebon dalam aksi lingkungan bertajuk MAMO MY DARLING 8 (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan) yang digelar di Kawasan Wisata Bahari PPN Kejawanan, Kota Cirebon, Jumat (10/7/2026).

Ratusan peserta dari unsur aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, aktivis lingkungan, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), Macan Ali, tokoh lintas agama, FKKC , pelajar, hingga mahasiswa ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Gerakan yang diinisiasi Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara itu mengusung tema "GERAK SETARA" (Gerakan Semai Tanam Pelihara). Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Jadi Cirebon ke-599, HUT Bhayangkara ke-80, dan Hari Mangrove Dunia Tingkat Nasional.


Ketua Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara yang juga ketua GM FKPPI kota Cirebon,


Danny Jaelani, mengatakan penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami untuk mengurangi abrasi pantai sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

"Melalui aksi GERAK SETARA ini, kami berharap hutan mangrove di kawasan PPN Kejawanan dapat tumbuh menjadi benteng alami dalam mencegah abrasi air laut, menjaga ekosistem biota laut, serta mewujudkan Cirebon yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara yang juga Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, menegaskan MAMO MY DARLING bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang yang kini telah memasuki tahun kedelapan.


Menurutnya, Cirebon menjadi salah satu daerah yang konsisten memperingati Hari Mangrove Dunia melalui aksi penanaman mangrove secara masif.

"Pada awalnya menanam mangrove sangat sulit. Sekarang kami mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cirebon, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BUMN, serta berbagai stakeholder," kata Prabu Diaz.


Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Cirebon mengapresiasi konsistensi para pegiat lingkungan dalam menjaga kawasan pesisir.


Ia menegaskan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kami sangat bangga karena berbagai pihak bersama-sama menyelenggarakan program yang bermanfaat seperti ini. Delapan tahun konsisten menjalankan MAMO MY DARLING menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh di Kota Cirebon," ujar Iing Daiman. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Jakarta) - Ikatan Wartawan Online (IWO) secara resmi akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 pada 8 Agustus 2026. Sejumlah rangkaian kegiatan pun telah dirancang untuk memeriahkan HUT IWO pada tahun 2026 ini.

Berdiri sejak 8 Agustus 2012, organisasi profesi wartawan media online ini terus memperkuat peranannya sebagai pilar demokrasi yang bertanggung jawab melalui peningkatan kualitas jurnalisme online di Indonesia.

HUT ke-14 IWO mengusung tema “Profesionalisme Wartawan IWO, Berdampak Bagi Kebaikan Bangsa”. Tema ini menjadi landasan bagi seluruh anggota untuk terus menjunjung tinggi etika jurnalistik, akurasi berita, dan independensi dalam setiap karya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, IWO menekankan pentingnya profesionalisme sebagai benteng melawan hoaks dan polarisasi yang dapat mengganggu keutuhan bangsa. Ketua Umum Pengurus Pusat IWO, Dwi Christianto, S.H., M.Si., menyatakan bahwa profesionalisme bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan moral bagi setiap wartawan.

“Di usia ke-14 ini, IWO semakin yakin bahwa profesionalisme wartawan harus memberikan dampak nyata bagi kebaikan bangsa. Kami berkomitmen menghasilkan jurnalisme yang akurat, berimbang, dan solutif, sehingga dapat menjadi pendorong kemajuan, persatuan, serta kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Dwi Christianto.

Selama 14 tahun perjalanannya, IWO telah melahirkan ribuan karya jurnalistik berkualitas dari anggota di seluruh Indonesia. Berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pengawasan internal terus digalakkan guna menjaga standar profesi yang tinggi.

Sebagai organisasi IWO juga aktif berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong regulasi yang mendukung pers sehat dan bertanggung jawab.

Peringatan HUT ke-14 kali ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang bermakna, mulai dari penanaman mangrove, perayaan yang akan dipusatkan di provinsi Bengkulu, hingga bakti sosial wartawan IWO demi memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Semua kegiatan dirancang untuk memperkuat kontribusi nyata pers online terhadap pembangunan bangsa.

Dwi Christianto menambahkan, “Kami mengajak seluruh stakeholder pers, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung jurnalisme berkualitas. Hanya dengan profesionalisme yang tinggi, pers dapat menjadi kekuatan kebaikan yang menerangi, mendidik, dan menyatukan bangsa.”


Setali tiga uang, Sekjen Ikatan Wartawan Online (IWO) Edi Winarto meminta kepada seluruh jajaran anggota dan pengurus IWO di daerah agar senantiasa menjaga kode etik jurnalistik (KEJ), menjaga kehormatan profesi dan menjaga marwah organisasi.


"Laksanakan tugas profesi dengan penuh semangat, dedikasi dan keikhlasan. Karena seorang jurnalis dituntut selalu mengedepankan kejujuran dan kebenaran, independen dan tidak memihak, suarakan hati nurani rakyat," demikian isi pesan Edi Winarto menyambut Perayaan HUT IWO.

"Selalu menjaga silaturahmi yang baik dengan stakeholder baik Forkopimda maupun masyarakat. Sajikan informasi dengan menjaga nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial dan kebenaran. Jurnalis harus bisa menjadi mitra bagi pemerintah tapi tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan penuh tanggung jawab," tambahnya.(iwan)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top