Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Cirebon (KPC) bersama Sat Polairud Polres Cirebon Kota membantu mengevakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) yang meninggal dunia di atas KM Cirebon Indah 5.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh empati saat kapal bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon.

Jenazah tiba di Dermaga Tambat Labuh PSDKP PPN Kejawanan sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya, KM Cirebon Indah 5 membawa korban dari perairan utara Tegal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Korban diketahui berinisial S.R. (33), laki-laki, yang merupakan ABK KM Cirebon Indah 5. Korban tercatat berdomisili di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.


Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo bersama personel Polsek KPC dan Sat Polairud Polres Cirebon Kota berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas bahkan turut menggotong jenazah dari kapal menuju sarana evakuasi.

Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, Sujono, korban sebelumnya diketahui dalam kondisi kurang sehat. Korban sempat dilarang mengikuti pelayaran, namun tetap memilih berangkat karena ingin memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sementara itu, saksi Defis Kurniawan mengatakan korban ditemukan tidak merespons saat dibangunkan untuk makan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saat itu korban berada di kamar belakang kapal. Saya membangunkan korban untuk makan pagi, tetapi tidak ada respons," kata Defis berdasarkan keterangannya kepada petugas.

Defis kemudian memanggil nahkoda dan ABK lainnya untuk melakukan pengecekan. Setelah diperiksa, korban diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kapal, Budi Hermanto alias Aciu. Pemilik kapal selanjutnya mengarahkan agar korban dibawa kembali ke PPN Kejawanan, Kota Cirebon, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setibanya di pelabuhan, personel Polsek KPC bersama Sat Polairud Polres Cirebon Kota dan unsur terkait langsung membantu memindahkan jenazah dari kapal.


Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Gunung Jati Kota Cirebon untuk pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.


Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo mengatakan keterlibatan personel dalam proses evakuasi bukan hanya bagian dari tugas kepolisian.

Menurutnya, proses tersebut juga merupakan bentuk empati dan penghormatan kepada korban.

"Kami bersama Polres Cirebon Kota dan Polsek KPC berupaya membantu proses evakuasi dengan sebaik-baiknya, termasuk menggotong jenazah secara langsung, sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada almarhum serta membantu pihak keluarga dalam proses penanganan selanjutnya," ujar Asep. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Tradisi pengangkatan Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya kembali digelar di Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kabupaten Cirebon.

Tradisi yang digelar setiap 19 Mulud atau 19 Rabiulawal ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus bentuk penghormatan masyarakat terhadap leluhur.

Juru Kunci Situs Balong Kramat Pangeran Mancur Jaya, Raden Suparja, mengatakan tradisi Muludan tersebut telah dilaksanakan secara rutin sejak 1965.

Setiap tahunnya, masyarakat dari Desa Kertawinangun maupun daerah sekitar datang untuk mengikuti rangkaian prosesi.

"Tradisi Muludan ini kami laksanakan setiap tahun dari tahun 1965. Setiap tanggal 19 Mulud atau 19 Rabiulawal kami mengadakan acara ini," kata Raden Suparja, kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Prosesi pengangkatan Kayu Perbatang diawali dengan azan dan ikamah. Setelah itu, kayu yang berada di dalam kolam diangkat oleh tujuh orang yang merupakan keturunan Pangeran Mancur Jaya.


Kayu tersebut kemudian diterima oleh lima orang sebelum selanjutnya dimandikan bersama oleh masyarakat.


Setelah dimandikan, Kayu Perbatang ditempatkan di depan rumah juru kunci untuk disemayamkan hingga malam hari.

Selama kayu disemayamkan, masyarakat berdatangan untuk memberikan sekar atau bunga serta melakukan ngarwah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Warga juga melakukan tabur bunga dan membakar kemenyan dalam rangkaian tradisi tersebut.

"Setelah dinaikkan dan dimandikan, kayu langsung disemayamkan di depan rumah juru kunci. Semuanya menghargai dan menghormati dengan memberikan sekar dan ngarwah leluhur," ujarnya.


Raden Suparja menjelaskan masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut meyakini leluhur sebagai bagian dari cikal bakal atau asal-usul mereka.

Karena itu, prosesi tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga hubungan dengan sejarah dan budaya leluhur.

Kayu Perbatang kemudian dikembalikan ke tempat semula sekitar pukul 23.00 WIB.

Prosesi pengembalian dilakukan dengan tahapan yang kembali mengikuti rangkaian sebelumnya hingga kayu tersebut ditempatkan di lokasi semula.

Kayu yang menjadi bagian penting dalam tradisi tersebut dikenal masyarakat dengan sebutan Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya.

Menurut Raden Suparja, kayu tersebut sejak dahulu juga dikenal dengan nama Buyut Kayu Mati.


Selain mengikuti prosesi pengangkatan kayu, masyarakat juga mengambil air dari lokasi situs. Menurut Raden Suparja, pengambilan air tersebut merupakan bagian dari keyakinan warga dalam ngalap berkah.


"Karena mereka ingin sawahnya subur. Biasanya juga untuk obat bagi yang sakit," katanya.

Raden Suparja menuturkan Kayu Perbatang dipercaya merupakan peninggalan Mbah Kuwu Cirebon Pangeran Cakrabuana. Pada masa Pangeran Mancur Jaya, kayu tersebut kemudian ditemukan kembali.

Kayu itu disebut kemudian diketukkan ke tanah hingga dipercaya memunculkan sumber mata air yang menjadi bagian dari Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Mancur Jaya.

Hingga kini, tradisi pengangkatan dan pengembalian Kayu Perbatang tetap dipertahankan masyarakat sebagai bagian dari rangkaian Muludan.

Prosesi tersebut menjadi perpaduan antara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian tradisi budaya masyarakat Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Personel Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat.

Pertolongan dilakukan oleh Aipda Sarno, personel yang saat itu tengah melaksanakan piket penjagaan di Markas Komando (Mako) Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor.

Saat mengetahui adanya korban kecelakaan, Aipda Sarno langsung bergerak memberikan penanganan awal.


Pertolongan dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap tertangani sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Setelah memberikan pertolongan pertama, personel Brimob kemudian berkoordinasi dengan pihak kewilayahan terkait. Koordinasi tersebut dilakukan agar korban dapat segera memperoleh penanganan lanjutan sesuai kondisi yang dialami.

"Personel memberikan pertolongan pertama dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak kewilayahan terkait agar korban segera mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujar Aipda Sarno kepada wartawan, Senin (1/9/2026) malam.

Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat.

Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan.


Personel Korps Brimob Polri juga turut hadir memberikan bantuan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dalam berbagai situasi.


Kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari semangat pengabdian personel Brimob di lapangan.

Sikap responsif diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten memberikan apresiasi terhadap inovasi dan digitalisasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Tangerang.

Apresiasi tersebut menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keterbukaan informasi publik. Namun, kemajuan sistem digital tidak serta-merta dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan transparansi pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, hingga pertengahan 2026 tercatat sebanyak 435 permohonan informasi melalui layanan PPID Kota Tangerang. Permohonan tersebut disebut dapat diproses rata-rata dalam waktu empat hingga lima hari melalui sistem digital.

Komisioner Komisi Informasi Banten Ahmad Saparudin menekankan pentingnya respons yang cepat dan tepat terhadap setiap permohonan maupun laporan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menyatakan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban pemerintah dalam memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan informasi ditempatkan sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Meski demikian, digitalisasi layanan tetap perlu diiringi dengan keterbukaan pada substansi informasi. Kemudahan masyarakat dalam mengajukan permohonan informasi belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh informasi publik yang dibutuhkan dapat diperoleh secara mudah dan memadai.

Karena itu, publik masih dapat menguji kinerja PPID melalui sejumlah indikator, seperti jenis informasi yang paling banyak dimohonkan, tingkat pemenuhan permohonan, jumlah permohonan yang ditolak atau tidak dipenuhi, alasan pengecualian informasi, hingga penyelesaian terhadap keberatan pemohon.

Data tersebut penting untuk melihat apakah digitalisasi benar-benar meningkatkan kualitas keterbukaan informasi atau baru sebatas mempercepat proses administrasi permohonan.

Sebab, esensi keterbukaan informasi publik bukan hanya tersedianya platform digital, tetapi juga tersedianya informasi yang mudah diakses, akurat, lengkap, relevan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, apresiasi KI Banten terhadap inovasi dan digitalisasi PPID Kota Tangerang patut dipandang sebagai sebuah kemajuan. Namun, apresiasi tersebut tetap perlu diikuti evaluasi secara terbuka dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan PPID bukan hanya seberapa cepat masyarakat dapat mengajukan permohonan informasi, tetapi juga seberapa mudah masyarakat memperoleh informasi yang memang menjadi haknya.

Transparansi tidak cukup hanya terlihat modern di layar. Transparansi harus dapat dirasakan dan dibuktikan oleh publik.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Forum Masyarakat Sipil Untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI Cirebon) menegaskan akan mengawal proses pemilihan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum) Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon.

Mereka meminta proses seleksi berlangsung transparan dan bebas dari kepentingan politik.

Ketua Umum Formasi Cirebon, Adv. Qorib, S.H., M.H., mengatakan proses pengisian jajaran direksi perusahaan daerah harus dilakukan secara objektif, profesional, serta mengedepankan integritas dan kompetensi calon.

Formasi, kata dia, tidak ingin jabatan strategis tersebut dicederai kompromi politik, konflik kepentingan maupun dugaan transaksi untuk mendapatkan jabatan.

"Formasi tidak akan kompromi. Kami akan terus mengawal proses pemilihan Dirut dan Dirum Tirta Jati agar berjalan dengan baik, transparan dan profesional. Jangan sampai jabatan direksi perusahaan daerah menjadi ruang kompromi politik ataupun transaksi kepentingan," tegas Qorib, Selasa (2/9/2026).

Menurut Qorib, Perumda Tirta Jati memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Karena itu, perusahaan tersebut harus dipimpin orang yang memiliki integritas, kapasitas manajerial dan rekam jejak yang baik.

"Kami tidak sedang memperjuangkan kandidat tertentu. Formasi memperjuangkan proses yang benar. Siapa pun yang terpilih harus benar-benar merupakan kandidat terbaik dan mampu membawa Tirta Jati menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, transparan dan akuntabel," ujarnya.

Qorib mengatakan Formasi akan memantau setiap tahapan seleksi, mulai dari proses penjaringan hingga penetapan jajaran direksi.

Dia menegaskan pihaknya akan mengambil sikap apabila menemukan indikasi pelanggaran, konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan maupun dugaan praktik suap dalam proses tersebut.

"Kalau prosesnya bersih, kami akan memberikan apresiasi. Tetapi kalau ditemukan dugaan permainan atau transaksi kepentingan, Formasi akan bersikap. Kami akan meminta proses tersebut diperiksa dan, apabila terdapat dugaan tindak pidana, kami akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Qorib menilai pemilihan Dirut dan Dirum menjadi momentum untuk melakukan pembenahan terhadap tata kelola Perumda Tirta Jati.

Kepemimpinan baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki manajemen perusahaan, mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan seluruh kebijakan dijalankan secara profesional dan akuntabel.

"Kita ingin Tirta Jati memiliki kepemimpinan yang lebih baik, lebih bersih dan lebih profesional. Jangan sampai perusahaan daerah ini dipimpin oleh orang yang mendapatkan jabatan karena kepentingan politik atau transaksi tertentu. Yang harus menang adalah kompetensi dan integritas," tegasnya.

Formasi juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi untuk menjaga independensi dan tidak melakukan intervensi terhadap tahapan pemilihan.

"Mari kita selamatkan PDAM Tirta Jati. Berikan kesempatan kepada orang terbaik untuk memimpin. Jangan korbankan kepentingan masyarakat hanya karena kepentingan politik atau kepentingan kelompok tertentu," pungkas Qorib. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Polres Kuningan menggelar Safari Dakwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Al-Aman Polres Kuningan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan Dai Polda Jabar KH. Abdurrahman Al-Banjari, beserta rombongan. Safari Dakwah diikuti Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, Ketua Bhayangkari Cabang Kuningan Ny. Widya Bellen, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, para pejabat utama, perwira dan personel Polres Kuningan, ASN, Bhayangkari, tokoh agama, Dai Kamtibmas serta para Kapolsek baik yang hadir langsung maupun mengikuti melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam melalui Polri Presisi Mewujudkan Indonesia Berkeadilan dan Makmur,” kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan Kapolres, Mahalul Qiyam yang diiringi tim hadroh Polres Kuningan, tausiyah, doa, serta penampilan juara Lomba Dai Kamtibmas Polres Kuningan.


Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh personel untuk memahami dan mengimplementasikan akhlak Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam dalam pelaksanaan tugas.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu 'Alayhi Wasallam ini, kami mengajak seluruh personel Polres Kuningan untuk meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam hal kejujuran, amanah, kesabaran, keadilan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar AKBP Bellen.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
“Sebagai anggota Polri, kita harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, humanis dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” katanya.


AKBP Bellen juga berharap kegiatan keagamaan seperti Safari Dakwah dapat semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan personel sekaligus meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Sallallahu 'Alayhi Wasallam. Apa yang kita dengarkan dan pelajari hari ini hendaknya tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” harapnya.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan KH. Abdurrahman Al-Banjari memberikan penguatan spiritual kepada para peserta untuk senantiasa menjadikan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang penuh akhlak, kedamaian dan kepedulian.


Kegiatan Safari Dakwah berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polres Kuningan berharap semangat keteladanan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam dapat semakin memperkuat profesionalisme dan integritas personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan sosok anggota Polri yang Presisi, humanis, dekat dengan masyarakat serta mampu menjalankan tugas secara adil dan penuh tanggung jawab. (Heri)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top