Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan WFH setiap Jumat bagi ASN. Kebijakan WFH untuk ASN di Kota Tangerang dan Tangsel akan mulai berlaku efektif pada Jumat depan.

"(Kebijakan ASN WFH Sama seperti arahan pusat hari Jumat. Mulai Minggu ini tapi karena hari Jumat sekarang adalah libur hari Paskah, maka efektifnya Jumat depan," kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davni,  (5/4/2026). Dikutip dari detik.Com

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Kepala BKPSDM Kota Tangerang, Jatmiko, menyebut pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat.

"Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi dan anggaran. Semua upaya ini juga berdasarkan arahan bapak Wali Kota Tangerang," ucap Jatmiko, dikutip dari website resmi Pemkot Tangerang.

Ia menjelaskan, penerapan WFH dilakukan secara selektif dengan tetap mengutamakan pelayanan publik. Sejumlah pejabat struktural, seperti pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator, tetap diwajibkan masuk kerja seperti biasa.

Selain itu, Jatmiko menyebut WFH dikecualikan untuk camat, lurah, unit kebencanaan, kebersihan, kependudukan, perizinan, kesehatan, pendidikan, pendapatan daerah, hingga unit layanan publik lainnya.

"Jadi, unit pelayanan publik langsung tetap melaksanakan WFO, sedangkan unit pendukung dapat melaksanakan WFH secara efektif dengan memastikan target dan indikator kinerja ASN tercapai, serta tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan publik," ujarnya.

Jatmiko mengatakan Pemkot Tangerang juga akan melaksanakan penghitungan penghematan anggaran daerah, yang dilaporkan sebulan sekali. Hal itu dilakukan sebagai dampak dari kebijakan transformasi budaya kerja yang lebih efektif dan efisien, seperti biaya operasional, listrik, BBM, air telepon dan lainnya.

"Kebijakan ini berlaku 1 April dan akan dievaluasi secara berkala setiap dua bulan," kata Jatmiko.

"Dalam rangka menunjang penghematan energi, dan mengurangi polusi udara kegiatan car free day juga akan ditambah ruas jalannya atau jumlah hari pelaksanaannya dan durasi waktunya," sambungnya.

Dia berharap seluruh ASN dapat memahami bahwa kebijakan WFH bukan berarti libur, tapi tetap bekerja dengan memanfaatkan teknologi untuk menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami harap seluruh pegawai tetap disiplin dan profesional. WFH ini bukan libur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja," imbuhnya.

Terkait hal tersebut , melalui  WhatsApp awak media mencoba menghubungi  Ketua dan beberapa anggota dewan Kota  Tangerang untuk dimintai tanggapannya , Namun sampai berita ini diturunkan belum ada yang memberikan tanggapan 

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Kondisi memprihatinkan dialami Sri Handayani (49), seorang guru honorer di Kota Cirebon. Rumah yang ditempatinya di wilayah Kalitanjung Timur, Kelurahan Harjamukti, mengalami kemiringan hingga sekitar 50 sentimeter dan kini dinilai sudah tidak layak huni.

Sri Handayani merupakan guru honorer di SLB Mutiara Bunda Losari, Cirebon. Sejak Juli 2022, ia aktif menjalankan aktivitas sebagai tenaga pengajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.Cirebin , 4 April 2026

Di balik pengabdiannya tersebut, Sri harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya kian memprihatinkan. Rumah yang dibangun pada akhir tahun 2011 itu belum pernah direnovasi, hingga akhirnya mengalami kemiringan cukup parah, terutama pada bagian kiri atau area kamar.

Selain miring, kondisi bangunan rumah juga sudah tidak layak huni. Sejumlah material bangunan, khususnya kayu, dilaporkan mengalami keropos di berbagai bagian. Hal ini semakin meningkatkan risiko bangunan roboh sewaktu-waktu.

Kemiringan yang mencapai sekitar 50 sentimeter membuat Sri diliputi rasa cemas setiap hari. 

Ia mengaku sering kesulitan tidur pada malam hari karena khawatir rumahnya ambruk secara tiba-tiba.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, rumah tersebut saat ini hanya disangga menggunakan bambu secara sederhana. Penyangga itu pun merupakan hasil bantuan dari kakak dan adiknya, karena keterbatasan biaya.


Dengan penghasilan sekitar Rp750 ribu per bulan sebagai guru honorer, Sri mengaku belum mampu melakukan renovasi rumah secara menyeluruh. Ia tidak berharap memiliki rumah mewah, melainkan hanya menginginkan tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk beristirahat.

Upaya untuk mendapatkan bantuan melalui program rutilahu atau bedah rumah pun belum bisa dilakukan karena rumah yang ditempati belum memiliki sertifikat, sehingga tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Sri juga mengkhawatirkan dampak yang bisa terjadi jika rumah tersebut roboh, tidak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga warga sekitar yang tinggal berdekatan.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Sri Handayani berharap adanya perhatian dan bantuan dari para dermawan agar rumahnya dapat diperbaiki dan kembali layak huni. Ia ingin tetap menjalani aktivitasnya sebagai tenaga pengajar dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut akan kondisi tempat tinggalnya. (als)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Forum Masyarakat Sipil Untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon melakukan kunjungan ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Pemakanan Bergizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, tepatnya di SPPG Pangenan Rawaurip yang berlokasi di Desa Rawauri Blok Kalibangka, Sabtu (4/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, FORMASI didampingi oleh Koordinator SPPG Kecamatan Pangenan, Rakhmat Hidayat, S.A.P.

Pada kesempatan itu, Ketua FORMASI Cirebon, Qorib mengingatkan pihak SPPG agar memperhatikan kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan baik.


Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan serta standar kesehatan dalam proses produksi dan distribusi makanan.


“SPPG harus memastikan kualitas MBG tetap terjaga, termasuk kebersihan dan kelayakan kesehatan. Ini penting karena menyangkut konsumsi masyarakat,” ujar Qorib.

Qorib juga menegaskan agar pengelola SPPG tidak bersikap anti kritik terhadap masyarakat yang memberikan evaluasi. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian demi perbaikan program MBG ke depan.

“Sepanjang kritik itu membangun dan demi kepentingan program, seharusnya diterima dengan baik,” lanjutnya.

Lebih jauh, FORMASI mengingatkan bahwa program MBG merupakan program nasional yang harus didukung seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, mereka meminta agar program tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnis semata yang justru dapat merusak citra pemerintah.


FORMASI juga mengingatkan agar pihak SPPG tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi tetap memprioritaskan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada masyarakat.


Sebagai bentuk komitmen, FORMASI menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial serta membuka posko pengaduan terkait kualitas MBG di Kabupaten Cirebon.

“Kami akan terus mengawal program ini dan membuka ruang pengaduan masyarakat agar kualitas MBG tetap terjaga,” tegasnya. (wn)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Aparat berhasil menggagalkan transaksi jual beli narkotika jenis tembakau sintetis (sinte) seberat 15,30 gram dalam operasi yang digelar pada Jumat malam (03/04/2026) di kawasan Taman Jalan Harapan Perintis, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Penangkapan dilakukan oleh anggota Unit Intel Kodim 0614/Kota Cirebon terhadap seorang pria berinisial R alias Debleng yang diduga sebagai pengedar tembakau sintetis.

Aksi penangkapan bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat tim Unit Intel menerima informasi adanya rencana transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan pemetaan dan pemantauan di area yang dicurigai.

Tak berselang lama, terduga pelaku datang ke lokasi untuk melakukan transaksi. Saat hendak diamankan, pelaku sempat berusaha melarikan diri sehingga terjadi aksi pengejaran. Namun, petugas berhasil mengamankannya tanpa perlawanan berarti.

Dari tangan pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa tembakau sintetis seberat 15,30 gram, satu unit vape, uang tunai Rp30.000, dua batang rokok Neslite, serta tiga bungkus rokok berbagai merek.

Diketahui, pelaku sebelumnya telah masuk dalam Target Operasi (TO) aparat.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Satres Narkoba Polres Cirebon Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara aparat dan masyarakat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah Kota Cirebon. Ini bentuk komitmen kami menjaga keamanan serta melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.

Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Kota Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kota Cirebon, Jumat (3/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB di kamar nomor 9 Kos Perintis 2, Jalan Perintis. Peristiwa bermula saat seorang perempuan meminta pertolongan setelah korban tiba-tiba tidak sadarkan diri di dalam kamar.

Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.

Korban diketahui berinisial FJ (49), warga Perumahan Taman Puri Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Ia datang ke lokasi untuk menemui seorang perempuan yang sebelumnya telah menyewa kamar kos tersebut.

Saksi pertama, Yossi Dwi Riyani, warga Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, mengungkapkan dirinya datang lebih dahulu sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyewa kamar. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban datang dan sempat berbincang sebelum mendadak tidak sadarkan diri.

Sementara itu, saksi kedua Suwondo, penjaga kos asal Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, menjelaskan dirinya mendapat permintaan bantuan dari saksi pertama.

Saat dicek, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran sehingga kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memastikan kronologi kejadian.


Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kondisi medis.


Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan pihaknya akan terus memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil resmi pemeriksaan medis keluar.

Selain itu, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kepanikan warga pecah saat kebakaran melanda kios mie ayam bakso “Ojo Lali Mang Oji” di Jalan Cemara, depan SPBU Cemara, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (3/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa tersebut langsung direspons cepat aparat kepolisian yang datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Kebakaran bermula dari teriakan warga yang melihat kepulan asap tebal dari bagian dapur kios. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas memberikan pertolongan.


Kapolsek Cirebon Utara Barat, Kompol Iwan Gunawan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel begitu menerima informasi adanya kebakaran.


“Petugas segera melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Saksi mata, M. Yasin (50), warga Jalan Cemara, mengaku terbangun setelah mendengar teriakan kebakaran. Saat keluar rumah, ia melihat asap tebal membumbung dari arah kios.

Ia bersama warga lainnya kemudian mendekat dan membuka bagian belakang kios yang sudah dipenuhi api. Di lokasi tersebut, mereka menemukan pemilik kios dalam kondisi lemas di dalam kamar mandi.

Saksi lainnya, Sarif Suhud (54), yang merupakan pengemudi ojek online, juga melihat kepulan asap dari jarak sekitar 20 meter dan turut membantu proses evakuasi korban.

Pemilik kios, Sadino alias Mang Oji, pedagang asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berhasil diselamatkan warga dalam kondisi pingsan.

Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.


Petugas kepolisian yang tiba di lokasi bersama unsur terkait langsung membantu proses pemadaman serta mengamankan area sekitar guna mencegah potensi bahaya lanjutan.


Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran datang dan berhasil memadamkan api dalam waktu singkat, sehingga kebakaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya respons cepat antara masyarakat dan aparat dalam menghadapi situasi darurat guna meminimalisir dampak yang lebih besar.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian darurat melalui layanan Polisi 110 agar petugas dapat dengan cepat memberikan pertolongan di lokasi kejadian. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top