Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Komplotan pencuri spesialis rumah toko (ruko) dan tempat usaha di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon dibongkar Satreskrim Polres Cirebon Kota.

Para pelaku diduga menggunakan modus mematikan aliran listrik untuk melumpuhkan kamera pengawas atau CCTV sebelum membobol bangunan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah polisi menyelidiki sejumlah aksi pencurian yang menyasar ruko dan tempat usaha dengan pengawasan minim.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga lebih dulu mencari lokasi yang sepi. Mereka kemudian masuk dengan membobol bagian atap atau merusak pintu depan berupa roller door.

"Salah satu modus yang digunakan adalah mematikan saklar listrik di bagian depan bangunan untuk melumpuhkan kamera CCTV sehingga aktivitas mereka tidak terekam saat beraksi," ujar Bimantoro didampingi Kasat Reskrim, AKP Fadillah saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (16/10/2026).

Namun, upaya pelaku menghilangkan rekaman CCTV tak sepenuhnya berhasil. Polisi telah mengamankan rekaman kamera pengawas sebelum para pelaku melancarkan aksinya, termasuk saat mereka mencoba mematikan saklar listrik.

Rekaman tersebut menjadi salah satu bukti penting bagi penyidik untuk mengungkap aksi pencurian dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) utama adalah toko vape di wilayah Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Dua orang yang diamankan disebut merupakan residivis atau pernah terlibat perkara pidana sebelumnya.


Dalam data penyidikan, terdapat sejumlah inisial yang tercatat terkait kasus ini, yakni MA, A, RS, MN, AF, dan IAS. Polisi juga menyebut dua orang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan masih melakukan pengembangan.

"Kami masih mendalami kemungkinan keterlibatan para terduga pelaku dalam aksi pencurian lain yang menyasar ruko dan tempat usaha di wilayah Cirebon," jelas Bimantoro.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun sebagaimana disampaikan dalam keterangan perkara.

Kapolres mengimbau para pemilik usaha meningkatkan sistem keamanan, termasuk memastikan instalasi listrik dan CCTV terlindungi serta memasang pengamanan tambahan untuk mencegah aksi pencurian. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial S dan A, warga Kabupaten Indramayu,  ditangkap Satreskrim Polres Cirebon Kota.

Salah satu pelaku ditembak dengan tindakan tegas terukur karena melawan petugas saat hendak diamankan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, kedua pelaku diduga mencuri sepeda motor menggunakan kunci T. Mereka menyasar kendaraan yang terparkir di luar rumah atau pekarangan tanpa pengawasan pemilik.

“Modusnya menggunakan kunci T, memanfaatkan situasi pada malam hari dan tidak adanya pengawasan dari pemilik motor,” kata Bimantoro saat konferensi pers bersama Kasat Reskrim AKP M. Fadlillah, Jumat (16/10/2026).


Menurut Bimantoro, kedua pelaku diduga beraksi secara acak dengan mengamati lingkungan yang sepi dan minim pengawasan. 

Polisi juga menduga jumlah kendaraan yang dicuri lebih dari dua unit.
Kendaraan hasil curian tersebut dibawa ke sebuah lokasi di wilayah Indramayu. 

Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap lokasi pencurian lainnya serta kemungkinan keterlibatan pelaku tambahan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Guna menanamkan budaya tertib lalu lintas serta meminimalisir angka kecelakaan di kalangan remaja, jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan menggiatkan program edukasi "Polisi Sahabat Generasi Muda" di SMA Negeri 1 Kuningan, Jumat (15/10/2026).

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan karakter tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon, bersama Kanit Kamsel dan anggota Sat Lantas Polres Kuningan, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.


Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan edukasi mendalam mengenai etika berlalu lintas di jalan raya, pentingnya penggunaan helm berstandar SNI yang terkunci click, serta sosialisasi ketentuan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi siswa yang telah genap berusia 17 tahun ke atas.

Selain edukasi keselamatan berkendara, Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon, melalui jajarannya memberikan imbauan tegas terkait larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong) dan aksi balap liar. Para pelajar juga diajak untuk membentengi diri dari kenakalan remaja seperti geng motor, perundungan (bullying), tawuran, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.


Melalui sosialisasi yang interaktif ini, Polres Kuningan berharap para siswa-siswi SMAN 1 Kuningan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas (pioneer of safety) baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun di jalan raya demi terciptanya kamseltibcar lantas yang kondusif di wilayah Kabupaten Kuningan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Dalam rangka mempererat silaturahmi serta menjaga kebersihan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat, jajaran Polres Kuningan menggelar kegiatan "Jumat Bersih Bersama Masyarakat" di Masjid Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jumat (16/10/2026) pagi.

Kegiatan kerja bakti yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, didampingi Kabag SDM Polres Kuningan Kompol Her Budiman, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kuningan, Kapolsek Kramatmulya, para Perwira, personel Polri, ASN Polres Kuningan, dan warga masyarakat setempat.

Aksi gotong royong ini menyasar seluruh area lingkungan masjid, mulai dari pembersihan area dalam dan halaman utama masjid, penataan taman, area parkir, pembersihan saluran air (selokan), hingga fasilitas umum di sekitarnya.

Pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih ini merupakan wujud implementasi program Kapolri yaitu "Polisi Bersama Masyarakat" dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta suasana yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga yang beribadah.


Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, melalui Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, mengatakan bahwa aksi gotong royong ini menjadi sarana untuk memupuk kebersamaan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

"Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian bersama terhadap kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah. Selain menciptakan lingkungan yang asri dan sehat, kegiatan ini juga menjadi jembatan silaturahmi untuk mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat," kata Kompol Eryda Kusumah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polres Kuningan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan positif demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuningan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Komisi III DPRD Kota Cirebon meminta Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah konkret untuk membenahi persoalan internal di RSD Gunung Jati. Sejumlah kendala disampaikan para dokter spesialis, mulai dari ketersediaan obat hingga pemeliharaan dan sterilisasi alat medis, dinilai berpengaruh terhadap pelayanan pasien.

Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan Komisi III DPRD Kota Cirebon bersama perwakilan dokter spesialis RSD Gunung Jati di Ruang Rapat Serbaguna 3 DPRD Kota Cirebon, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) Komisi III untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi rumah sakit.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd mengatakan, hasil pertemuan dengan para dokter spesialis ini menunjukkan adanya persoalan yang berdampak pada pelaksanaan pelayanan. Menurutnya, tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien harus mendapat dukungan dari sistem pengelolaan rumah sakit yang berjalan dengan baik.


“Padahal ini kan kerja tim, sistem yang harus bekerja. Ketika kemudian pelaksana sistem yang terutama berhadapan langsung dengan pasien tidak antusias atau bahkan mengeluh, ini akan jadi bom waktu,” ujar Yusuf.

Salah satu persoalan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan sterilisasi alat medis. Yusuf menyebut, seorang dokter mengaku tidak melakukan operasi selama sekitar satu bulan karena pemeliharaan dan sterilisasi alat belum dilakukan. Selain itu, ketersediaan obat juga menjadi perhatian karena sejumlah obat yang seharusnya tersedia di rumah sakit dilaporkan tidak selalu ada.

“Ketersediaan obat juga belum stabil. Padahal, obat-obatan yang wajib tersedia seharusnya tidak boleh sampai kosong. Apalagi ini rumah sakit rujukan daerah, masa pasien harus kembali lagi ke puskesmas,” ujar Yusuf.

Ia menegaskan, persoalan tersebut harus segera ditangani agar masyarakat tidak dirugikan kendala internal rumah sakit. Yusuf meminta walikota sebagai kepala daerah sekaligus pihak yang memiliki kewenangan terhadap rumah sakit untuk memberi perhatian serius terhadap kondisi tersebut.


“Menurut saya harus bertindak sangat cepat, karena kondisinya kan, ini bukan bicara tentang kekuasaan dan sebagainya, ini pelayanan. Kita melihat, jangan sampai kemudian masyarakat terkendala pelayanan kesehatannya gara-gara permasalahan yang ada di Rumah Sakit Gunung Jati,” tegasnya.

Sementara itu, dokter spesialis urologi RSD Gunung Jati, dr Tommy Yuwono Santoso SpU menilai, pembenahan perlu segera dilakukan, terutama untuk memastikan keselamatan pasien dan memberikan arah pengembangan rumah sakit yang jelas. Ia menyebut para dokter membutuhkan manajemen yang kompeten serta dukungan agar pelayanan dan fasilitas rumah sakit dapat berkembang.

“Kita butuh perbaikan yang segera, kemudian kita butuh segala sesuatunya itu menjadi lebih baik lagi, terorganisir, dan kemudian juga memberikan harapan yang baik untuk semuanya,” ujar Tommy.

Menurutnya, persoalan keuangan rumah sakit tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan pasien. Ia juga menyampaikan bahwa para dokter spesialis belum pernah melakukan audiensi langsung dengan Wali Kota tanpa melalui pihak manajemen rumah sakit, meskipun persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan melalui Dewan Pengawas.


“Masalah keuangan itu memang masalah hal yang lain, tapi masalah keselamatan pasien mungkin jadi concern kita yang paling utama,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Yusuf mengatakan Komisi III telah menyampaikan kondisi RSD Gunung Jati kepada pimpinan DPRD dan meminta Badan Musyawarah (Bamus) menjadwalkan pertemuan dengan Wali Kota serta para pemangku kepentingan terkait. Komisi III menginginkan dokter spesialis turut dilibatkan agar persoalan rumah sakit dapat dibahas secara langsung, tidak hanya melalui jajaran manajemen.

“Kalau kemudian Pak Wali mengulur-ulur lagi waktu pertemuan itu, maka ya mungkin kami akan memberikan rekomendasi,” ujar Yusuf.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III, yakni Leni Rosliani SIP, Prisilia, Rinna Suryanti ST, Hendi Nurhudaya SH, Indra Kusumah Setiawan AMd, Stanis Klau, Rizki Putri Mentari SH, dan dr Tresnawaty SpB-ET, Finacs. 

Sumber : Humas DPRD Kota Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - 
AKBP (Purn) Mahyudin, SH., MH., kembali dipercaya memimpin Ikatan Keluarga Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati (IKA UGJ) Cirebon untuk periode 2026-2031 di Auditorium Kampus 1 UGJ, Kota Cirebon, Jumat (16/10/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “Mempererat Silaturahmi Alumni, Memperkuat Sinergi Mewujudkan UGJ Unggul, Berintegritas, Mengabdi, dan Berdampak”.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, meminta pengurus IKA UGJ menjaga nama baik almamater sekaligus memperkuat kontribusi alumni terhadap kemajuan kampus.


Mukarto mengucapkan selamat kepada Mahyudin yang kembali dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut. Menurutnya, alumni merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung perkembangan universitas.

Ia menyebut, pengalaman alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, industri, pemerintahan hingga wirausaha, dapat menjadi masukan bagi kampus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan.

"Alumni adalah salah satu pilar bagi maju dan tegaknya universitas yang melahirkan mereka. Kontribusinya sangat signifikan bagi kampus," kata Mukarto kepada wartawan.


Ia menjelaskan, UGJ terus melakukan pembenahan, termasuk reformasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri.

Mukarto juga mendorong alumni yang telah mapan untuk membuka kesempatan magang maupun pekerjaan bagi lulusan baru UGJ. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat hubungan antara alumni dan almamater sekaligus memperluas peluang kerja lulusan.

Selain kontribusi terhadap pengembangan kampus, Mukarto mengingatkan seluruh alumni untuk menjaga integritas dan nama baik universitas di tengah masyarakat.

"Seberapa baik alumni di mata publik, sebaik itulah universitas di mata mereka," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., mengajak pengurus IKA UGJ memperkuat solidaritas dan konsolidasi alumni.

Menurut Achmad Faqih, pendataan alumni menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi lulusan UGJ yang telah sukses di berbagai bidang, tetapi belum terdata secara menyeluruh.

Potensi tersebut, kata dia, perlu dihimpun agar dapat dikembangkan menjadi kekuatan bersama untuk mendukung kemajuan universitas.


“Jaga solidaritas. Banyak alumni kita yang sudah berhasil, tetapi belum terinventarisasi. Karena itu, konsolidasi penting untuk mendata alumni di luar sana yang sudah berhasil agar bisa berkontribusi kepada lembaga kita UGJ,” ujar Achmad Faqih.

Di sisi lain, Ketua IKA UGJ Cirebon, AKBP (Purn) Mahyudin, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi alumni tersebut.

Ia menegaskan, amanah itu akan dijalankan dengan menyusun program kerja yang mengakomodasi arahan pimpinan yayasan dan rektorat.

Mahyudin mengatakan, sejumlah arahan yang disampaikan dalam pelantikan telah dicatat untuk dibahas lebih lanjut bersama jajaran pengurus.

"Ada beberapa kesan dari Ketua YPSGJ, sembilan poin yang diperintahkan oleh Pak Rektor itu kami rekam dan kami catat. Kemudian dalam waktu dekat akan kami bahas untuk menjadi rencana kerja atau program kerja triwulan, semester, dan tahunan," ujar Mahyudin. (Wandi)


AADD Biro Jasa STNK
Back To Top