Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Lampung Utara) - Guna memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, personel gabungan dari Kodim 0412/LU, Polres Lampung Utara, Brimob, POM, hingga Satpol PP menggelar Patroli Gabungan Skala Besar pada Selasa malam (25/08/2026).

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang berlangsung pukul 20.00 WIB di Mapolres Lampung Utara, Jalan Tjokoel Subroto, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, bersama Dandim 0412/Lampung Utara Letkol Inf Roni Faturohman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Kompol Talen Hafiz, Kabag Ops AKP Suhaili, Pgs Danunit Intel Kapten Inf Usman, serta menyiagakan sebanyak hampir 100 personel gabungan.


Dalam arahannya, Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini menyampaikan apresiasi serta penekanan keras atas pentingnya memelihara sinergitas antar - instansi demi menjaga ketertiban masyarakat umum di Lampung Utara.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang hadir untuk bersama-sama kita melaksanakan patroli malam. Harapan saya, sinergitas ini terus berlanjut demi menjaga Kamtibmas. Untuk penertiban malam ini, sifatnya hanya mengimbau, apabila ditemukan tempat hiburan malam yang masih beroperasi dan kerumunan warga yang melewati batas waktu yang telah ditentukan, yaitu maksimal pukul 22.00 WIB," tegas Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0412/Lampung Utara Letkol Inf Roni Faturohman, juga menyoroti maraknya penggunaan senjata api rakitan (senpira) dalam beberapa kasus tindak kejahatan jalanan seperti pembegalan, kriminalitas lainya yang kerap terjadi di wilayah hukum Lampung Utara.


"Tujuan patroli ini adalah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan Kamtibmas berjalan baik. Selain itu, kita berupaya memberikan himbauan, pemahaman kepada warga masyarakat agar tidak mengoperasikan tempat hiburan malam melebihi batas ketentuan jam 22.00 WIB," ujar Dandim.


Adapun patrol penyisiran dibagi  dua jalur. Usai apel pengecekan, sekitar pukul 20.45 WIB, personel gabungan menyasar sejumlah jalan protokol dan titik keramaian di Kota Kotabumi: Tim 1 dipimpin oleh Kabag Ops Polres LU AKP Suhaili, menyisir rute Polres LU, Jl. Tjokoel Subroto, Jl. Kapten Mustofa, Jl. Soekarno Hatta, Jl. Mayjend Alamsyah RPN, Polres LU. Sementara Tim 2 dipimpin oleh Ipda Andre, menyisir rute Polres LU, Jl. Tjokoel Subroto, Jl. M.T Haryono, Jl. Ahmad Akuan, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Mayjend Alamsyah RPN, Polres LU.

Kamtibmas dan Pembubaran Kerumunan, Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan beberapa kerumunan pemuda di sejumlah titik, di antaranya, Jalan M.T Haryono & Taman Sahabat: Tim patroli mendapati sekelompok pemuda-pemudi yang tengah nongkrong di pinggir jalan dan area taman. Petugas secara humanis memberikan imbauan agar mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.


Halaman Parkir Stadion Sukung: Petugas menemukan sekelompok pemuda, Tim mengimbau mereka membubarkan diri. Simpang Bernah: Petugas memberikan imbauan khusus kepada pemuda yang nongkrong agar tidak terlibat dalam aktivitas judi online maupun slot.


Seluruh rangkaian kegiatan patroli gabungan skala besar tersebut berakhir pada pukul 22.55 WIB. Kegiatan berlangsung lancar, aman, serta menciptakan situasi wilayah hukum Kabupaten Lampung Utara yang tetap kondusif. (Red)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) menyatakan akan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).

Koordinator aksi, Yusuf, menyebut ada tiga tuntutan utama yang akan disampaikan kepada DPR, yakni mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, penindakan tegas terhadap koruptor, serta penurunan harga kebutuhan pokok.

Sebelum bergerak ke Jakarta, sekitar 2.000 warga disebut akan menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Depok pada Rabu (26/8/2026). Setelah itu, massa direncanakan bergabung dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam aksi di Jakarta. Dikutip dari Kompas.Com

Selain tiga tuntutan tersebut, AMDB juga menyoroti persoalan pemblokiran rekening milik warga Pati yang disebut digunakan untuk menampung donasi masyarakat.

Menurut pihak AMDB, rencana pengerahan massa merupakan bagian dari konsolidasi warga untuk mengawal sejumlah persoalan yang dianggap penting bagi kepentingan publik.

Rencana aksi tersebut menambah daftar kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi di depan DPR pada 27 Agustus.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Tabir gelap di balik instansi pemerintahan kembali tercoreng. Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu berinisial TFH diduga melakukan tindakan asusila dan manipulasi terhadap seorang mahasiswi magang, sebut saja Mawar. Tak berhenti pada dugaan kekerasan seksual, TFH kini mangkir saat hendak dimintai klarifikasi.

Awal mula peristiwa kelam ini terjadi saat Mawar menjalani program magang dan penelitian lapangan di Diskopdagin Indramayu. Berawal dari perhatian profesional pembimbing lapangan, intimidasi halus dan pendekatan secara masif mulai dilancarkan oleh oknum pejabat tersebut.

Malapetaka terjadi ketika Mawar mendampingi kegiatan dinas luar kota. Memanfaatkan situasi dan relasi kuasa, TFH diduga kuat melecehkan serta merenggut paksa kehormatan korban di sebuah penginapan hingga korban pingsan dan mengalami trauma berat.

"Malam itu terjadi hal yang tidak pernah saya bayangkan. Beliau melecehkan saya sampai keluar darah dan saya syok hingga pingsan," ungkap Mawar saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (25/8/2026).

Pasca-kejadian tersebut, TFH diduga terus melakukan intervensi serta pembatasan ruang gerak pribadi korban. Menggunakan narasi kepemilikan dan janji palsu akan bertanggung jawab, oknum ASN ini menghalangi korban untuk menjalin hubungan dengan pihak lain, bahkan melacak kediaman pribadi keluarga korban tanpa izin.

Tak hanya manipulasi psikologis, dugaan tindakan asusila berulang kembali terjadi saat perjalanan ke Lembang yang berujung pada kehamilan korban. Akibat tekanan fisik dan mental, korban sempat jatuh sakit hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Di bawah desakan keluarga korban untuk meminta pertanggungjawaban, TFH sempat mendatangi pihak keluarga dan menggelar prosesi lamaran secara sederhana. Namun, watak tidak bertanggung jawab kembali ditunjukkan oknum pejabat publik ini. Tepat lima hari menjelang pernikahan (H-5), TFH secara sepihak menyatakan mengundur rencana pernikahan tersebut

Langkah sepihak oknum ASN tersebut menjadi titik puncak kesabaran pihak korban. Mawar bersama pihak keluarga menegaskan tidak akan lagi bertoleransi dan siap membawa skandal ini ke ranah hukum.

"Dengan tegas, kami dari pihak keluarga dan saya sendiri memutuskan permasalahan ini membawa ke ranah hukum. Kami menuntut sanksi setimpal, baik secara etik administrasi kepegawaian maupun proses hukum pidana," tegas Mawar.

Hingga berita ini diturunkan, TFH terkesan menghindar dari pertanggungjawaban publik. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media di kantor Diskopdagin Indramayu tak membuahkan hasil karena yang bersangkutan berulang kali tidak berada di tempat kerjanya. Pihak Inspektorat dan aparat penegak hukum diharapkan segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pelanggaran berat etik serta tindak pidana kekerasan seksual ini. ( TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kopiluhur, Argasunya, serta Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah, Cibogo, Argasunya, Kota Cirebon. Di TPS Kopiluhur, KAI Daop 3 Cirebon menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

 Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI untuk terus memberikan manfaat melalui kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah. 


Dalam kesempatan itu, KAI Daop 3 Cirebon memberikan santunan kepada para santri sekaligus menyampaikan edukasi mengenai keselamatan perkeretaapian, khususnya saat berada di perlintasan sebidang.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi KAI untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

 "Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain bakti sosial dan santunan, kami juga membawa pesan penting mengenai keselamatan perkeretaapian, khususnya di perlintasan sebidang. Keselamatan membutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama," ujar Muhibbuddin, Selasa (25/8/2026).


Dalam edukasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar jalur kereta api maupun saat melintasi perlintasan sebidang.

 Masyarakat juga diimbau mematuhi rambu-rambu keselamatan, berhenti sejenak, melihat kondisi kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melanjutkan perjalanan. 

Menurut Muhibbuddin, edukasi keselamatan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena masih terdapat masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur maupun perlintasan kereta api.

 "Kami ingin pesan keselamatan ini tidak berhenti di lingkungan pesantren saja, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Satu pesan keselamatan yang disampaikan dan dipahami dengan baik bisa menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan," katanya.


Dalam kunjungan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon bersama jajaran Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah juga melaksanakan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan untuk kelancaran seluruh aktivitas dan perjalanan kereta api, sekaligus memohon agar perjalanan kereta api senantiasa diberikan keamanan, keandalan, dan keselamatan hingga sampai tujuan.

Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap semangat kepedulian dan kesadaran terhadap keselamatan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

KAI juga berkomitmen memperkuat edukasi keselamatan dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, andal, nyaman, dan selamat. 

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan KAI dengan masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kolaborasi yang baik, kami optimistis perjalanan kereta api dapat terus berlangsung dengan aman, andal, lancar, dan selamat," tutup Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Seorang pedagang cimin berinisial US (45) diamankan Satreskrim Polres Cirebon Kota. US diduga melakukan pencabulan terhadap tujuh anak perempuan yang masih di bawah umur.

Ketujuh korban diketahui berusia 6 hingga 9 tahun. Kasus tersebut terungkap setelah orang tua salah satu korban mencurigai tindakan US saat berjualan cimin di depan rumah warga di wilayah Kota Cirebon.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP DR M Fadlillah mengatakan peristiwa utama terjadi pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu, US yang sedang berjualan cimin diduga mendekati salah satu anak yang membeli dagangannya. Pelaku kemudian menggunakan modus seolah-olah hendak menimbang berat badan korban.

"Modusnya ingin menimbang berat badan si anak. Kemudian posisinya diangkat dengan memegang bagian dada dan bokong," kata AKP Fadlillah, kepada wartawan saat konferensi pers, Selasa (25/8/2026).

Aksi tersebut diduga dilakukan ketika situasi di sekitar lokasi relatif sepi. Orang tua korban yang melihat kejadian itu kemudian merasa curiga dan menanyakan kepada sejumlah orang tua lainnya.

Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan dugaan kejadian serupa yang dialami sejumlah anak lain saat membeli dagangan cimin dari US.

Warga kemudian berupaya mencari keberadaan pedagang tersebut. Namun, dugaan aksi serupa kembali terjadi pada 18 Agustus 2026.

Kali ini, US diduga kembali mendekati seorang anak dengan alasan hendak menimbang berat badan. Pelaku juga disebut memuji pakaian yang dikenakan korban sebelum kemudian melakukan tindakan yang diduga mengarah pada pencabulan.

"Anak-anak ini rata-rata perempuan dan masih di bawah umur, sehingga mereka tidak mengetahui adanya modus jahat di balik tindakan pelaku," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mendata sedikitnya tujuh korban. Seluruh korban merupakan anak perempuan dengan rentang usia 6 hingga 9 tahun.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan pakaian anak yang digunakan saat kejadian.

Setelah diamankan, US kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Tersangka dijerat Pasal 415b dan Pasal 417 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait perbuatan cabul terhadap anak. Tersangka terancam hukuman pidana penjara hingga sembilan tahun.


Fadlillah mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami dugaan kejadian serupa agar segera melapor kepada Satreskrim Polres Cirebon Kota atau melalui layanan kepolisian 110.

"Kami harapkan kepada masyarakat yang mengetahui ataupun mengalami hal yang serupa dapat dilaporkan kepada kami atau melalui 110, agar segera kami konfirmasi dan klarifikasi," katanya.

Polres Cirebon Kota memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti, khususnya terkait dugaan tindak pidana terhadap anak di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - Proyek Peningkatan Saluran Irigasi Niwo Penyindangan Kulon Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat  dikerjakan tak sesuai ekspektasi warga.

Hal itu imbas dari penggunaan batu bekas bangunan  lama yang digunakan oleh oknum pelaksana.  Informasi yang dihimpun narasumber  @Dhatull, Senin (24/08/2026) melalui Direct Message (DM) Tiktok  ke akun Jurnal E-satu.com mengutarakan kekecewaannya  atas pelaksana proyek tersebut. Disampaikannya melalui pesan tertulis
bahwa petani desa setempat mengeluhkan pekerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan.


" Masyarakat ngeluh tentang bangunaan asal²an, para petani merasa keberatan adanya pembangunan irigasi tersebut di karenakan ketingggian depit air pengalapan dengan saluran tidak sepadan dengan air, ketika musim banjir nanti, " tulisnya.


Kekecewaan juga bermulai pada penggunaan material batu bekas  bangunan lama yang digunakan kembali. 

Atas adanya informasi tersebut tim e-satu.com, Selasa (25/08) mencoba menggali langsung lokasi kegiatan tersebut. Terungkap kegiatan peningkatan Saluran Irigasi Niwo merupakan kegiatan yang berasal  dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 senilai Rp3.830.060.000 penyedia dari CV Mata Baswara.  Dalam pantauan media ditemukannya sejumlah fakta dilapangan diantaranya, pengunakan batu bekas yang sudah berlumut digunakan kembali.


Kemudian, pekerjaan dinding irigasi kanan dan kiri diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis serta, proses pengecoran lantai kerja yang tercampur dengan air alhasil pekerjaan tersebut tidak maksimal.


Lebih lanjut adanya informasi ini, upaya telah dilakukan dengan meminta keterangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu selaku pengguna anggaran namun belum kunjung melakukan langka atau teguran kepada oknum  pelaksana pada kegiatan tersebut.  (TKH)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top