Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan salat duha dan tadarus Al-Qur'an di Masjid Darussalam Mako Batalyon C Pelopor, Cirebon, Jumat (21/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Kompi (Danki) 1 Yon C Pelopor, AKP M. Yusup Adha.

Salat duha dan tadarus diikuti seluruh personel sebagai bagian dari pembinaan rohani dan mental (binrohtal) di lingkungan Brimob.

AKP M. Yusup Adha mengatakan, kegiatan keagamaan rutin dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota, sekaligus membentuk karakter personel yang humanis dan profesional dalam menjalankan tugas.


“Melalui salat duha dan tadarus Al-Qur'an ini, kami berharap seluruh anggota semakin memperkuat nilai-nilai spiritual serta menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan rohani menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kesiapan personel, terutama dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang menuntut kedisiplinan dan pengendalian diri.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Usai salat duha, para anggota melanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an secara bergiliran.

Diharapkan, kegiatan ini dapat terus mempererat solidaritas antaranggota sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Satu Satuan Setingkat Regu (SSR) Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli harkamtibmas di kawasan Terminal Sumber, wilayah hukum Polresta Cirebon, selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Dpp Aiptu Rian Hendriana Kompi 2 Batalyon C Pelopor sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas warga.

Patroli menyasar area terminal, titik kumpul penumpang, serta lingkungan sekitar yang dinilai rawan tindak kriminalitas. Petugas juga melakukan patroli dialogis dengan sopir angkutan umum, pedagang, dan masyarakat yang berada di lokasi.

Komandan Kompi 2 Batalyon C Pelopor Iptu Alim Fauzi menyampaikan bahwa kehadiran personel Brimob bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa maupun beraktivitas di malam hari.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah aksi kriminalitas seperti pencurian, premanisme, maupun gangguan kamtibmas lainnya selama Ramadhan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Selain berpatroli, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satuan Brimob Polda Jawa Barat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di wilayah Polresta Cirebon selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Dengan adanya patroli rutin tersebut, diharapkan situasi di Terminal Sumber dan sekitarnya tetap aman, tertib, dan kondusif hingga perayaan Idul Fitri mendatang. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Suasana sore di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, dipadati warga yang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit, Sabtu (21/2/2026).

Sejak pukul 16.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga, teman hingga pasangan untuk bersantai sambil menunggu azan Magrib.

Pantauan di lokasi, anak-anak tampak bermain sepeda dan berlarian di area lapang, sementara sebagian warga duduk lesehan di pinggir alun-alun. 

Tak sedikit pula yang berburu takjil dari deretan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Beragam jajanan seperti kolak, es buah, gorengan, hingga makanan berat ludes diserbu pembeli. 

Salah satu pedagang, Rina (35), mengaku omzetnya meningkat selama Ramadan.

“Kalau sore menjelang buka puasa ramai sekali. Alhamdulillah, jualan sering habis sebelum Magrib,” ujarnya.


Selain menjadi tempat favorit untuk ngabuburit, alun-alun juga dimanfaatkan warga untuk berolahraga ringan seperti jogging dan bermain skateboard. Petugas dari Satpol PP dan aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Salah seorang pengunjung, Ali (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana Ramadan.

“Setiap tahun pasti ke sini. Selain dekat, suasananya ramai dan banyak pilihan takjil,” katanya.

Menjelang waktu berbuka, sebagian warga memilih menyantap takjil di lokasi, sementara lainnya bergegas pulang untuk berbuka bersama keluarga di rumah. Meski dipadati pengunjung, suasana tetap tertib dan kondusif. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Dalam upaya memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Cirebon meluncurkan program TAKON OJK (Tanya dan Konsultasi Keuangan kepada OJK) di Kabupaten Indramayu pada tanggal 20 Februari 2026.

Program TAKON OJK merupakan inovasi layanan dari OJK yang tidak hanya menyediakan akses untuk konsultasi dan pengaduan konsumen, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi keuangan langsung. Dengan memanfaatkan layanan berbasis virtual maupun hybrid, masyarakat dapat menerima informasi, wawasan, serta pendampingan mengenai produk dan layanan di sektor jasa keuangan tanpa harus mengunjungi Kantor OJK secara langsung.

Inisiatif ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Peraturan tersebut menegaskan peran signifikan OJK dalam melindungi konsumen dan masyarakat secara luas.


Kabupaten Indramayu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini karena tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi, edukasi, dan konsultasi terkait sektor jasa keuangan. Melalui program TAKON OJK, masyarakat dapat merasakan berbagai manfaat berupa:

a. Edukasi langsung mengenai produk dan layanan sektor jasa keuangan;
b. Pemahaman hak dan kewajiban sebagai Konsumen;
c. Peningkatan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus kejahatan keuangan digital;
d. Akses konsultasi atas permasalahan dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan; dan
e. Kemudahan penyampaian pengaduan secara lebih cepat dan terjangkau.

Kepala OJK Cirebon mengungkapkan bahwa hadirnya TAKON OJK merupakan upaya nyata untuk memastikan OJK berperan aktif dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat.

“TAKON OJK bukan hanya layanan konsultasi, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan secara utuh. Kami ingin masyarakat Indramayu tidak hanya terlindungi ketika menghadapi masalah keuangan, tetapi juga semakin cerdas dan waspada sebelum mengambil keputusan keuangan,” ujar Kepala OJK Cirebon.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penguatan literasi keuangan merupakan strategi preventif yang sangat penting di tengah meningkatnya kompleksitas produk dan maraknya kejahatan keuangan digital.

“Dengan literasi yang baik, masyarakat memiliki daya tahan terhadap penipuan dan investasi ilegal. Edukasi adalah benteng pertama pelindungan Konsumen,” tambahnya.


Selanjutnya Bupati Indramayu melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu menyambut baik dan menegaskan dukungannya terhadap program TAKON OJK yang akan dilaksanakan melalui 31 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

“Program TAKON OJK merupakan bentuk kerjasama dan upaya yang dilakukan OJK bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam rangka pelindungan masyarakat di sektor jasa keuangan. Kepada seluruh kecamatan, agar dapat memanfaatkan program TAKON OJK dengan maksimal dan memastikan setiap desa mengetahui serta mendapatkan informasi terkait program ini sehingga masyarakat lebih teredukasi dan mendapatkan solusi jika terdapat permasalahan terhadap produk dan layanan pada sektor jasa keuangan maupun aktivitas keuangan ilegal,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu.

Dengan karakteristik Kabupaten Indramayu yang memiliki aktivitas ekonomi yang dinamis serta penggunaan produk keuangan yang semakin berkembang, peningkatan literasi menjadi elemen kunci untuk mencegah kerugian akibat penyebaran informasi yang keliru maupun praktik keuangan yang melanggar hukum.

Hadirnya TAKON OJK di Kabupaten Indramayu diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara OJK dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan ekosistem perlindungan konsumen yang berfokus pada edukasi, kemudahan akses layanan, serta respons yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam hal ini, OJK berkomitmen untuk terus menyediakan layanan yang lebih dekat, inklusif, dan memberikan dampak nyata. TAKON OJK menjadi bukti nyata dari upaya OJK dalam meningkatkan literasi dan memperkokoh perlindungan konsumen demi mendukung stabilitas serta keberlanjutan sektor jasa keuangan di daerah. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Manajemen banjir nasional masih banyak dipengaruhi oleh model internasional, terutama dalam skema donor seperti ADB dan pendekatan EU Flood Risk Management Directive, yang mendorong solusi infrastruktur besar.

Kolusi yang terjadi antara politisi–pengusaha turut memperparah banjir. Dimana praktik pertukaran pengaruh dalam perizinan dan tata ruang, sering menjadi akar kegagalan pengendalian banjir.

Hasil riset menunjukkan, daerah yang lebih berhasil menekan frekuensi banjir umumnya adalah daerah yang mampu meminimalkan praktik kolusi tersebut, sementara daerah dengan kolusi kuat cenderung mengalami kegagalan meskipun telah berinvestasi besar pada infrastruktur.

Pengawasan publik sangat menentukan keberhasilan tata kelola dan mitigasi banjir. Daerah yang lebih berhasil menekan banjir umumnya memiliki masyarakat dan media yang aktif mengawasi, melaporkan, dan menekan pemerintah untuk bertindak.

Banjir di Indonesia kerap dibaca sebagai peristiwa alam yang datang dan pergi. Seolah-olah hanya persoalan curah hujan, sungai yang meluap, atau drainase yang tak memadai. Dalam pemberitaan dan kebijakan publik, diskursus tentang banjir sering berhenti pada solusi teknis: membangun tanggul lebih tinggi, memperbesar pompa, atau memperlebar kanal.

Cara pandang seperti ini seolah membuat bencana tampak netral, terlepas dari dinamika kekuasaan yang membentuk ruang, kota, dan lanskap di mana air mengalir.

Namun di balik genangan yang merendam rumah, jalan, dan kawasan industri, tersimpan cerita yang jauh lebih kompleks tentang bagaimana ruang diatur, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang menanggung risiko.

Tata kelola banjir tidak semata-mata soal rekayasa hidrologi, tetapi juga tentang keputusan politik, kepentingan ekonomi, serta relasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Banjir menjadi cermin yang memantulkan bagaimana negara mengelola tanah, air, dan keselamatan warganya.

Dalam konteks ini, riset politik ekonomi lingkungan menawarkan lensa berbeda untuk membaca bencana hidrometeorologi. Pendekatan ini tidak melihat banjir sebagai kegagalan teknis, menempatkannya sebagai hasil dari proses politik yang panjang, mulai dari perencanaan tata ruang, perizinan pembangunan, hingga mekanisme pengawasan publik.

Dalam diskusi wawancara Mongabay Indonesia di sebuah episode Bincang Alam yang diselenggarakan pada 22 Januari 2026 bertajuk ‘Politik Tata Kelola Bencana: Bercermin Dari Banjir di Indonesia’ yang menghadirkan peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Dr. Yogi Setya Permana.

Diskusi ini membuka ruang untuk memahami banjir sebagai persoalan struktural yang melampaui batas kota dan negara. Berikut adalah rangkuman diskusi, yang tata bahasanya telah disesuaikan guna penulisan artikel ini.

Dr. Yogi Setya Permana: Saat ini saya menginisiasi dan mengkoordinatori Grup Riset Politik Ekologi dan Demokrasi Lingkungan. Kelompok ini menggunakan perspektif politik untuk menganalisis persoalan lingkungan dan perubahan iklim, seperti banjir, bencana hidrometeorologi, serta isu transisi energi, baik di Indonesia, regional maupun secara global.

Selama ini, persoalan lingkungan sering dibahas secara teknis dan non-politik, misalnya banjir yang hanya dilihat dari faktor alam dan infrastruktur. Padahal, pola dan dampaknya juga sangat dipengaruhi oleh faktor politik dan ekonomi.

Melalui grup riset ini, kami ingin menghadirkan kembali politik sebagai lensa penting dalam memahami dan merespon masalah lingkungan.Dilansir dari Mongabay Indonesia 

( AWW)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Desa (Pemdes) Keraton, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan tarawih keliling (tarling) di sejumlah masjid dan musholla yang ada di wilayah Desa Keraton.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat selama bulan Ramadhan, sekaligus mempererat silaturahmi antara perangkat desa dan warga.

Kuwu Desa Keraton Muali mengatakan, tarawih keliling menjadi agenda rutin setiap Ramadhan. Selain untuk beribadah bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Melalui tarawih keliling ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya beribadah bersama, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan komunikasi antara pemerintah desa dan warga,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, jajaran perangkat desa dijadwalkan mengunjungi masjid dan musholla secara bergiliran selama bulan Ramadhan. Setiap kegiatan diisi dengan salat Isya dan tarawih berjamaah, tausiyah keagamaan, serta ramah tamah dengan warga setempat.

Pemdes Keraton berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta meningkatkan kualitas ibadah masyarakat di bulan yang penuh berkah tersebut.

Masyarakat pun menyambut positif agenda tarling tersebut. Mereka menilai kehadiran perangkat desa di tengah-tengah jamaah memberikan semangat tersendiri dalam menjalankan ibadah Ramadhan. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top