Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
Tangerang - Giliran itu pasti datang. Tidak ada seorang pun yang mampu menolaknya, tidak peduli setinggi apa jabatan yang dimiliki, sebanyak apa harta yang dikumpulkan, atau sekuat apa kekuasaan yang digenggam.
Hari ini mungkin kita masih sehat, esok belum tentu. Hari ini kita masih mampu berjalan dengan tegak, esok bisa jadi hanya mampu terbaring di atas ranjang. Hari ini kita masih tertawa bersama keluarga, esok mungkin hanya tinggal doa dan kenangan.
Begitulah dunia. Ia tidak pernah berjanji akan tetap indah untuk siapa pun.
Betapa banyak orang yang pagi hari masih merencanakan masa depan, namun sore harinya telah dipanggil menghadap Allah. Betapa banyak yang hari ini dipuji, besok dilupakan. Betapa banyak yang dahulu disegani karena jabatan dan kekayaannya, tetapi ketika ajal datang, semua itu tidak mampu menambah satu detik pun usia yang telah ditetapkan.
Kita sering berlomba mengumpulkan harta, mengejar popularitas, mempertahankan gengsi, bahkan saling menyakiti demi kepentingan dunia yang sesungguhnya hanya sementara. Padahal, tidak ada satu pun yang akan ikut masuk ke dalam liang kubur selain amal kebaikan dan dosa yang kita bawa.
Jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat hati kita lupa bahwa ada orang tua yang menunggu perhatian, tetangga yang membutuhkan uluran tangan, anak yatim yang berharap kasih sayang, dan saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan. Nilai seorang manusia di sisi Allah bukan diukur dari kemewahan yang dipamerkan, tetapi dari ketakwaan, keikhlasan, dan manfaat yang diberikannya kepada sesama.
Dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi, melainkan tempat singgah untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal. Karena itu, selama Allah masih memberi kesempatan bernapas, gunakanlah waktu untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, menjaga lisan, memuliakan orang tua, menolong sesama, dan menanam sebanyak-banyaknya amal saleh.
Sebab ketika giliran itu tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tidak ada lagi waktu untuk berkata, "Seandainya aku diberi satu hari lagi..." Yang tersisa hanyalah catatan amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mari kita renungkan, sebelum datang hari ketika penyesalan tidak lagi berguna.
Tidak ada yang kekal. Tidak ada yang abadi. Yang abadi hanyalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Semoga Allah menjadikan hati kita lembut, langkah kita istiqamah dalam kebaikan, mengampuni dosa-dosa kita, menutup usia dengan husnul khatimah, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang beriman di surga-Nya.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. 🤲🏻
Penulis : Asep Wawan Wibawan
( Jurnalis E satu.com )

















.webp)












