Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Radio Republik Indonesia (RRI) memasuki usia ke-81 tahun dengan komitmen memperkuat perannya sebagai media publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Momentum Hari Radio ke-81 ditandai dengan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (11/9/2026).

Penyulutan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA, dan 11.00 WIT.

Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen terhadap Tri Prasetya. Menurutnya, jati diri RRI adalah menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan nasional melalui kekuatan siaran.

"Bicara tentang bagaimana melindungi negara dengan alat siaran kita, mengarahkan program kita untuk membantu pencapaian tujuan negara, dan berdiri di atas segala keyakinan dan kelompok untuk mengedepankan persatuan bangsa, persatuan nasional. Inilah jati diri kita," ujar Hendrasmo dalam sambutan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya di Jakarta yang disiarkan langsung oleh RRI di seluruh Indonesia.


Tahun ini, HUT ke-81 RRI mengusung tema "Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".


Tema tersebut menegaskan peran RRI sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya.

Hendrasmo mengatakan transformasi RRI terus dilakukan melalui pengembangan penyiaran multiplatform dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya RRI untuk semakin dekat dengan audiens melalui berbagai platform.

Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari manajerial, multiplatform, kecerdasan buatan hingga uji kompetensi wartawan dan penyiar.

Hingga kini, lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi wartawan radio sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto menilai usia 81 tahun tidak boleh membuat RRI terjebak dalam rutinitas dan kehilangan kreativitas.


Menurutnya, RRI perlu terus mengembangkan strategi kepemimpinan dengan memanfaatkan kekuatan yang telah dimiliki sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan pembaruan.

Ia menyebut sebanyak 60,20 persen pegawai LPP RRI berusia 40 tahun ke bawah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong eksplorasi, kreativitas dan inovasi di lingkungan RRI.

"Komposisi tadi merupakan bonus demografi yang membuka ruang tumbuh suburnya eksplorasi, kreativitas dan inovasi. Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI. Inilah senjata sakti mandraguna kita yang lain," ujarnya.


Ia mendorong generasi muda RRI diberikan ruang lebih besar dalam proses transformasi agar lembaga penyiaran publik tersebut semakin relevan, terpercaya, berdampak dan inspiratif.


HUT ke-81 RRI Cirebon Perkuat Kebersamaan
Peringatan HUT ke-81 RRI juga digelar di RRI Cirebon melalui Upacara Hari Radio ke-81 Tahun 2026 dan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya.

Kegiatan tersebut dihadiri angkasawan dan angkasawati RRI Cirebon, Dharma Wanita, pensiunan RRI, serta sejumlah mitra RRI. Mereka terdiri dari narasumber, Forum Komunikasi Pemerhati RRI hingga perwakilan dinas dan instansi.


Kepala RRI Cirebon Wenefrida Novi Herajanti mengatakan usia ke-81 menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus membangun motivasi baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Di usia ke-81 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai introspeksi dan motivasi baru. Semoga kita semakin dewasa, semakin tangguh dan semakin bermanfaat bagi lingkungan masyarakat dan semua pihak yang bekerja sama dengan kita," ujar Wenefrida.

Menurutnya, RRI masih mampu bertahan dan dipercaya masyarakat karena informasi yang disampaikan melalui proses verifikasi.

Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi RRI untuk terus menjalankan fungsi pelayanan publik di tengah derasnya arus informasi digital.

"Sungguh merupakan hal yang patut kita hargai, di tengah krisis sekarang ini RRI masih tetap eksis dan masih tetap dipercaya oleh masyarakat dan kita sebagai media yang terpercaya karena informasi-informasi kita tentunya sudah terverifikasi," katanya.

Di RRI Cirebon, rangkaian HUT ke-81 juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar RRI. Kegiatan tersebut meliputi lomba baca berita, mancing estafet, badminton antarkaryawan hingga family gathering.

Ketua Panitia Hari Bhakti ke-81 RRI Cirebon Alek Sunardi mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan keluarga besar RRI.

"Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RRI, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan keluarga besar RRI serta memperkuat eksistensi RRI Cirebon sebagai media yang hadir dan dekat dengan masyarakat," ujar Alek.

Ia mengatakan rangkaian kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mengenang perjalanan panjang RRI sekaligus memperkuat kebersamaan.

"Selama 81 tahun, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. RRI tidak hanya hadir sebagai media penyiaran, tetapi juga menjalankan peran sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi, edukasi, hiburan, serta menjadi ruang komunikasi dan aspirasi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Forum Komunikasi Pemerhati RRI, Maman S. Maryono, menilai RRI telah memiliki ruang yang baik dalam menyerap aspirasi masyarakat melalui berbagai program, termasuk talk show.

Namun, ia mendorong agar jangkauan siaran dan interaksi dengan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi dengan komunitas, pelajar dan mahasiswa juga dinilai perlu dikembangkan agar keberadaan RRI semakin dirasakan masyarakat.


"RRI memang sudah bagus untuk mengakomodasi aspirasi dari pendengar dan juga ada talk show yang sudah berjalan dengan bagus. Pendengar itu penting, karena bagaimanapun juga pendengar ini mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi," katanya.


Memasuki usia ke-81, Maman berharap RRI terus meningkatkan kualitas program dan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, ruang keterlibatan bagi tokoh masyarakat, komunitas, pengasuh dan pendengar juga diharapkan semakin terbuka.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar RRI tetap relevan dan mampu menjadi mitra strategis publik di tengah perubahan teknologi serta semakin beragamnya pilihan media. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Seekor ular sanca sepanjang sekitar 4 meter membuat geger SDN Pulasaren 3, Kota Cirebon.

Ular berukuran besar itu bahkan jatuh dari plafon kantin saat petugas pemadam kebakaran melakukan proses evakuasi.

Peristiwa tersebut terjadi di SDN Pulasaren 3, Jalan Pulasaren Nomor 35, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jumat (11/9/2026).

Ular sanca itu sebelumnya berada di bagian atas plafon kantin sekolah.


Saat petugas Damkar berupaya mengevakuasinya, ular tersebut turun dari area plafon hingga akhirnya jatuh ke lantai kantin.


Sejumlah anak sekolah dan warga yang berada di sekitar lokasi sontak dibuat panik.

Dalam rekaman proses evakuasi, terdengar suara teriakan anak-anak saat ular sanca tersebut bergerak di lantai kantin.

Petugas Damkar yang telah bersiaga langsung bergerak mengamankan ular menggunakan peralatan khusus.

Beberapa petugas kemudian berhasil mengendalikan bagian kepala ular menggunakan grab stick.

Ular yang sempat bergerak di lantai kantin itu akhirnya berhasil diamankan. Petugas kemudian memasukkan ular sanca berukuran besar tersebut ke dalam karung.

Kasi Kesiapsiagaan, Operasi dan Penyelamatan Kebakaran DPKP Kota Cirebon, Nurjaman, mengatakan kejadian tersebut merupakan operasi animal rescue atau penyelamatan hewan.

Berdasarkan berita acara operasi penyelamatan, laporan mengenai keberadaan ular diterima petugas pada Jumat pagi sekitar pukul 06.45 WIB.


"Lokasi kejadian berada di SDN Pulasaren 3, Jalan Pulasaren Nomor 35, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan," ujar Nurjaman, Jumat (11/9/2026).


Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan memulai operasi penyelamatan sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan, ular sanca tersebut berada di atas plafon kantin dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Ukuran ular yang terbilang besar membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati.

Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular sanca sepanjang sekitar 4 meter tersebut tanpa menimbulkan korban. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Udara dingin menyambut langkah di lereng Gunung Ciremai, tepatnya di Perkebunan Kopi Botanika, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Di tengah hamparan tanaman kopi, biji-biji kopi tumbuh dan dirawat hingga menghasilkan cita rasa yang kini mulai dikenal hingga mancanegara.

Pengelola Perkebunan Kopi Botanika, Robi, menceritakan perjalanan perkebunan tersebut yang kini menjadi salah satu binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.

Robi yang telah lama berkecimpung di dunia perkopian mengatakan, Perkebunan Botanika mulai dirintis sejak tahun 2000-an. Saat itu, lahan yang digunakan sekitar 16 hektare dengan penanaman awal mencapai 10 ribu pohon kopi.


"Sebetulnya untuk berkebun di sini kita berawal dari tahun 2000-an. Nah, dari tahun 2000-an dan kita melanjutkan di tahun 2022 sampai sekarang. Untuk perluasan lahan, penanaman pertama ada 10.000 pohon dengan area 16 hektare. Untuk mitra petani, kita sama mitra petani itu hampir 25 hektare," kata Robi saat ditemui, Kamis (10/9/2026).


Perjalanan panjang itu perlahan membuahkan hasil. Kini, Perkebunan Kopi Botanika mampu menghasilkan sekitar 20-25 ton kopi setiap tahun.

Produksi tersebut tak lepas dari peran para petani yang ikut mengembangkan perkebunan kopi di kawasan tersebut. Dari awalnya hanya melibatkan sekitar 5-10 petani, kini jumlahnya telah berkembang menjadi 30 petani kopi.

"Awal-awal memang dari 5 sampai 10 orang. Alhamdulillah kita tahun ke tahun lebih meningkat lagi. Sampai sekarang ini sudah ada 30 petani kopi," ujarnya.

Robi menyebut Botanika tidak hanya mengembangkan satu jenis kopi. Saat ini terdapat tiga jenis kopi yang dikembangkan, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika yang masih dalam tahap pengembangan.

Dari ketiga jenis tersebut, Arabika menjadi varietas yang paling dominan dengan komposisi sekitar 70 persen.

"Untuk jenis kopinya kita ada Arabika, Robusta, dan untuk Liberika kita masih tahap pengembangan. Untuk dominasi kita hampir 70 persen jenis Arabika," jelasnya.

Untuk mencapai area perkebunan, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalur berbatu dan menanjak. Namun, medan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman menikmati perkebunan kopi di lereng Ciremai.

Sambil berjalan menyusuri kebun, Robi terus menceritakan perkembangan Botanika. Salah satunya mengenai pemasaran kopi yang kini tidak hanya menyasar pasar dalam negeri.

Kopi Botanika telah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, produknya mulai merambah pasar luar negeri.

"Kemarin kebetulan baru ke Thailand, terus Jepang, terus ada sebagian teman kita masuk ke Amerika," katanya.

Menurut Robi, salah satu karakter yang membuat kopi dari kawasan tersebut berbeda adalah cita rasanya. Kopi Arabika Botanika dinilai memiliki karakter yang lebih manis, halus, serta menonjolkan sensasi buah atau fruity.

"Untuk spesialnya kita di sini cenderung kopinya lebih manis, smooth, untuk buahnya juga lebih ada. Untuk fruity-nya cenderung gaya Arabika utamanya," ujarnya.

Robi juga merupakan bagian dari kelompok Buana Ciremai, yang menjadi salah satu ekosistem pengembangan kopi di wilayah Kuningan.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengapresiasi potensi kopi Kuningan.


Menurutnya, kopi yang tumbuh di wilayah tersebut memiliki karakter rasa yang khas dan peluang besar untuk dikembangkan lebih luas.

"Kopi dari Kuningan ini memiliki cita rasa yang sangat khas dan berpotensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga hingga tembus ke pasar global," ujar Wihujeng.

Dari perkebunan di lereng Ciremai, perjalanan kopi Botanika kini tak lagi berhenti di pasar lokal.

Dari tangan para petani, biji kopi itu perlahan menempuh perjalanan lebih jauh, membawa rasa khas Kuningan hingga ke sejumlah negara. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com(Cirebon)
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar lomba tarik lokomotif seberat 90 ton di Depo Lokomotif Cirebon, Jumat (11/9/2026).


Lomba unik tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dalam perlombaan itu, setiap tim yang terdiri dari 10 orang harus menarik lokomotif dengan mengandalkan kekuatan, kekompakan, dan strategi.

Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto mengatakan, lomba tarik lokomotif menjadi kegiatan kedua yang digelar secara terbuka bersama para stakeholder eksternal.

Sebelumnya, KAI Daop 3 Cirebon telah menggelar turnamen futsal yang diikuti para stakeholder.

Uploaded Image

"Kemarin kita sudah melaksanakan beberapa turnamen futsal. Kegiatan tersebut dari teman-teman stakeholder eksternal berjalan lancar," kata Sigit didampingi Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin,
saat ditemui di Depo Lokomotif Cirebon, Jumat (11/9/2026).

Menurut Sigit, lomba tarik lokomotif merupakan perlombaan yang dikemas secara berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya.

"Hari ini kita melaksanakan event yang kedua yang diselenggarakan secara terbuka, yakni perlombaan yang unik. Biasanya kalau 17 Agustusan tarik tambang, tarik tambang manual antara dua tim," ujarnya.

Namun kali ini, kata Sigit, perlombaan menggunakan salah satu aset kereta api berupa lokomotif dengan bobot mencapai sekitar 90 ton.

"Kali ini kita tarik tambangnya menggunakan aset kereta api yang kita nilai cukup berat yakni lokomotif. Lokomotif beratnya kira-kira 90 ton. Dengan berat 90 ton ini kita coba kemas dalam suatu perlombaan, satu tim 10 orang menarik lokomotif yang beratnya 90 ton," katanya.

Uploaded Image

Sigit menegaskan, perlombaan tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Kekompakan dan strategi menjadi faktor penting untuk memenangkan pertandingan.

"Harapannya ini bukan saja mengedepankan kekuatan tenaga, tapi ini mengedepankan kekompakan, mengedepankan strategi," ujarnya.

Lomba tarik lokomotif itu tidak hanya diikuti oleh pegawai internal KAI. KAI Daop 3 Cirebon juga mengundang sejumlah peserta dari eksternal, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, tim media hingga komunitas pecinta kereta api.

"Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dari segi orang yang besar belum tentu menang, tapi ternyata yang mempunyai kekompakan, yang mempunyai strategi baik menang," kata Sigit.

Uploaded Image

Dalam perlombaan tersebut, tim Sarana PT KAI Daop 3 Cirebon berhasil meraih juara pertama. Sementara juara kedua diraih oleh tim dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

"Juara pertama adalah tim dari Sarana PT KAI Daop 3 Cirebon sendiri. Yang kedua tadi luar biasa kekompakannya, semangatnya, suporternya dari ibu-ibu Dishub Kota Cirebon, menang juara kedua," ujarnya.

Sigit menambahkan, keselamatan menjadi perhatian utama selama perlombaan berlangsung. Seluruh peserta dipastikan dalam kondisi sehat sebelum mengikuti pertandingan.

"Pertandingan berjalan lancar dan tentu saat pertandingan tadi kita mengutamakan keselamatan. Kita memastikan tidak ada yang cedera dan tidak ada yang terluka-luka, memastikan semua dalam keadaan sehat," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
Uploaded Image

E satu.com (Cirebon) - Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai Turnamen Rail Futsal 2026 yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Kamis (10/9/2026).

Turnamen tersebut menjadi ajang bagi KAI Daop 3 Cirebon bersama para stakeholder untuk mempererat komunikasi, membangun hubungan yang lebih dekat, sekaligus memperkuat sinergi dan persahabatan.

Rail Futsal 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan berbagai stakeholder KAI dalam suasana yang lebih hangat dan penuh keakraban.

Melalui olahraga, KAI Daop 3 Cirebon ingin membangun hubungan yang tidak hanya terbatas pada kerja sama profesional, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan dan interaksi antarpihak.

Uploaded Image

Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung kesehatan dan kebugaran para pekerja sehingga dapat menunjang kinerja yang lebih optimal.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Sigit Winarto.

Pembukaan tersebut disaksikan jajaran manajemen Daop 3 Cirebon serta seluruh peserta turnamen.

Berbagai instansi dan perusahaan turut ambil bagian dalam Turnamen Rail Futsal 2026.

Uploaded Image

Peserta di antaranya PLN Cirebon, Cirebon Power, Telkom Indonesia, Indocement, PDAM Tirta Giri Nata, BT Batik Trusmi, Yogya Junction, RS Mitra Plumbon, RS Permata Cirebon, BTP Kelas I Bandung, Polres Cirebon Kota, RSD Gunung Jati, Kejaksaan Negeri Cirebon, Bank Mandiri, BNI, BRI, serta sejumlah tim dari lingkungan KAI.

Kepala Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Rail Futsal 2026. Turnamen ini merupakan salah satu ikhtiar kami dalam me-manage stakeholder. Bukan hanya sekadar menjunjung prestasi, tetapi juga bagaimana kita membangun sinergitas dan persahabatan di Cirebon," ujar Sigit.

Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antarinstansi.

Meski setiap tim datang dengan target memenangkan pertandingan, semangat yang dibangun tetap mengedepankan sportivitas dan persahabatan.

Sigit mengatakan, hubungan yang baik dengan stakeholder menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional dan pelayanan KAI kepada masyarakat

Uploaded Image
Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antarinstansi.

Meski setiap tim datang dengan target memenangkan pertandingan, semangat yang dibangun tetap mengedepankan sportivitas dan persahabatan.

Sigit mengatakan, hubungan yang baik dengan stakeholder menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional dan pelayanan KAI kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi tidak selalu harus dibangun melalui forum formal, tetapi juga dapat tumbuh melalui interaksi dan kegiatan bersama seperti olahraga.

Pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas hingga babak akhir.

Setelah melalui rangkaian pertandingan, RSD Gunung Jati berhasil keluar sebagai Juara 1.

Cirebon Power meraih Juara 2, sedangkan PDAM Tirta Giri Nata menempati posisi Juara 3.

Penghargaan individu juga diberikan kepada Agung dari RSD Gunung Jati sebagai Top Score setelah mencetak delapan gol.
Sementara Asep Abdullah dari Kejaksaan Negeri Cirebon dinobatkan sebagai Best Player dan Tim KAI Sarana meraih penghargaan Best Supporter.

Meski demikian, Sigit menilai hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan tersebut.

Semangat kebersamaan dan hubungan yang semakin erat antarpeserta menjadi nilai penting yang diharapkan terus berlanjut setelah turnamen berakhir.

Pada kesempatan yang sama, KAI Daop 3 Cirebon juga menghadirkan Booth KAI yang memberikan diskon tiket perjalanan kereta api sebesar 20 persen.

Promo tersebut dapat dimanfaatkan melalui Booth KAI yang tersedia di lokasi kegiatan.

Selain memberikan promo, keberadaan booth tersebut juga menjadi sarana bagi KAI untuk lebih dekat dengan peserta dan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai layanan perjalanan kereta api.

Sigit berharap kegiatan yang melibatkan para stakeholder seperti Rail Futsal 2026 dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Harapan kami, setelah kegiatan ini kita tidak hanya membawa cerita tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting, kita membawa hubungan yang semakin dekat, komunikasi yang semakin baik, dan persahabatan yang semakin kuat," katanya.

"Karena bagi kami, kemenangan yang paling penting adalah ketika sinergi antarstakeholder KAI semakin kuat," pungkas Sigit. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
Uploaded Image

E satu.com || Kuningan - Secangkir kopi bagi Aji Satria, atau yang akrab disapa Bombom, bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. 

Dari Palimanan, Kabupaten Cirebon, ia datang mencicipi langsung Kopi Arabica Buana Ciremai yang tumbuh di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Begitu air seduhan menyentuh biji kopi, aroma floral yang elegan perlahan menguar. 

Saat diseruput, rasa fruity yang segar langsung menyapa lidah, kemudian meninggalkan jejak aftertaste yang menggoda.

Bagi Bombom, pengalaman mencicipi Kopi Arabica Buana Ciremai menjadi perjalanan singkat untuk mengenal lebih dekat karakter kopi yang lahir dari tanah Kuningan.

Uploaded Image

"Kalau menikmati kopi, kita bukan hanya menikmati rasanya. Di dalamnya ada cerita tentang petani, alam, dan potensi daerah yang terus dikembangkan," ujar Bombom, saat menikmati secangkir kopi, Kamis (10/9/2026).

Kopi Arabica Buana Ciremai merupakan hasil budidaya para petani yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai.

Keunikan kopi tersebut tidak hanya lahir dari kondisi alam lereng Gunung Ciremai. Proses pascapanen natural yang dilakukan para petani turut membentuk karakter rasa yang khas.

Perpaduan antara ketinggian, lingkungan tumbuh, keterampilan petani, hingga proses pengolahan membuat kopi yang tersaji dalam cangkir memiliki cerita tersendiri.

Bagi Bombom, cita rasa tersebut menjadi bukti bahwa kopi lokal memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan kopi dari daerah lain.

"Dari lereng Gunung Ciremai, biji-biji kopi itu kemudian membawa cita rasa khas Kuningan hingga ke meja para penikmat kopi di berbagai daerah," katanya.

Secangkir Kopi Arabica Buana Ciremai akhirnya bukan hanya tentang aroma floral, rasa fruity, atau manisnya aftertaste. 

Lebih dari itu, ada kisah tentang petani yang merawat tanaman kopi, alam Ciremai yang menjadi rumahnya, serta potensi komoditas lokal yang perlahan terus diperkenalkan lebih luas.

Dari lereng Ciremai, cerita itu pun mengalir bersama setiap tegukan kopi. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top