E satu.com (Kota Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon mengukuhkan 704 wisudawan pada Wisuda Periode Mei 2026 ke-77 Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium Kampus UGJ, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Sabtu (23/5/2026).
Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes., mengatakan para lulusan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana, profesi, dan magister melalui proses panjang yang penuh ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
“Keberhasilan yang diraih hari ini merupakan cerminan dari kualitas usaha dan komitmen para lulusan dalam menempuh pendidikan tinggi,” ujar Achmad Faqih.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua dan keluarga yang selama ini memberikan dukungan moral maupun material kepada para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
“Kesabaran serta keikhlasan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik mahasiswa sampai lulus,” katanya.
Pada wisuda kali ini, jumlah lulusan terdiri dari 430 lulusan program sarjana, 113 program magister, dan 161 program profesi.
Jika dirinci berdasarkan fakultas, Fakultas Kedokteran menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 181 wisudawan.
Disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 132 lulusan, Sekolah Pascasarjana 113 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 88 lulusan, Fakultas Teknik 81 lulusan, Fakultas Pertanian 48 lulusan, Fakultas Pendidikan dan Sains 35 lulusan, serta Fakultas Hukum 26 lulusan.
Achmad Faqih menyebut UGJ terus memperkuat kompetensi profesional mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan era digital. Hal itu, kata dia, tercermin dari tingkat daya serap lulusan UGJ yang mencapai 97,8 persen.
“UGJ terus mendorong penguatan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan era digital,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, UGJ juga memperluas kiprah internasional melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri. Program tersebut mencakup student exchange, visiting professor, hingga magang global bagi mahasiswa.
Saat ini, sejumlah mahasiswa UGJ mengikuti program magang di Jepang dan Taiwan. Selain itu, mahasiswa UGJ juga aktif mengikuti program kuliah kerja nyata di berbagai negara Asia sebagai bentuk penguatan kapasitas kepemimpinan dan pengabdian masyarakat dalam lingkup global.
Prestasi mahasiswa UGJ turut berkembang di bidang digital dan teknologi. Pada awal 2026, enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ terpilih menjadi brand ambassador Google.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti kemampuan mahasiswa UGJ dalam bidang digital, komunikasi, dan pengembangan teknologi informasi di tingkat global. Di bidang profesi, lulusan UGJ juga mencatatkan capaian sertifikasi kompetensi. Sebanyak 853 mahasiswa telah memperoleh gelar Certified Accurate Professional.
Dengan kombinasi lulusan siap kerja, jejaring internasional, dan sertifikasi profesional, UGJ menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Mukarto Siswoyo menegaskan tugas perguruan tinggi bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan informasi.
Hal tersebut disampaikan Mukarto saat memberikan sambutan dalam prosesi wisuda di Universitas Swadaya Gunung Jati, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, perubahan global saat ini berlangsung sangat cepat dan dipengaruhi disrupsi di berbagai bidang, terutama teknologi komunikasi dan informasi.
“Bahwa ingatlah hari ini dunia sedang berubah dengan sangat cepat, dipengaruhi disrupsi oleh berbagai kemajuan informasi dan teknologi di bidang komunikasi,” ujar Mukarto.
Ia mengatakan perkembangan artificial intelligence (AI) dan digitalisasi telah mengubah pola kerja manusia di berbagai sektor. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan adaptasi yang kuat.
“Artificial intelligence berkembang. Digitalisasi mengubah cara kerja manusia. Banyak pekerjaan yang mungkin akan hilang. Banyak profesi baru yang mungkin muncul,” jelasnya. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: