Warga Cirebon Bingung Buang Sampah Akibat Carut Marut Kebijakan Pemkot

E satu.com  ( Cirebon ) - Program Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Mobile yang sebelumnya di canangkan di seluruh wilayah Kota Cirebon, secara sepihak oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon di stop.

Akibatnya, warga di empat kelurahan yakni Kelurahan Perkiringan, Derajat, Kesambi dan Sunyaragi yang terdampak penutupan TPS merasa kebingungan saat akan membuang sampah.

Sebelumnya pemerintah Kota Cirebon yang dihadiri Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi dan Wakil Wali Kota Ety Herawati mencanangkan Program Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Mobile sebagai ganti penutupan TPS.

Namun melalui surat edaran terbaru perihal pemberitahuan area pembuangan eks TPS Cipto per - September 2020 yang berbunyi selama belum ada kesepakatan dengan RT/RW dapat membuang sampah di TPS Gunung Sari atau di serahkan ke RT/RW terkait.

Akibatnya, karena jarak yang terlalu jauh dengan membawa sampah mengunakan gerobak, petugas kebersihan merasa kewalahan bila harus membuang ke TPS yang menjadi rujukan DLH.  Akhirnya, sampah dibuang sembarang tempat.

Dari pantauan e satu.com, terdapat sampah berceceran dijalanan dan masih berserakan di bekas TPSS Cipto yang akan dijadikan taman Vespario.

Warga Cirebon Bingung Buang Sampah Akibat Carut Marut Kebijakan Pemkot

Peristiwa ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi masyarakat karena banyak melihat penumpukan

sampah dipinggiran jalan. Bukan tanpa alasan, penumpukan yang terjadi sangat menganggu keindahan dan pastinya berimbas terhadap kesehatan masyarakat.

Hal ini dikatakan oleh seorang warga Pekiringan bernama Hendra mengatakan setelah TPSS Cipto ditutup masih ada warga yang membuang sampah di dekat eks TPSS Cipto tersebut.

Pihaknya mempertanyakan langkah DLH Kota Cirebon yang belum dapat mengoperasikan TPS Mobile, Hendra menambahkan Kota Cirebon sendiri sebentar lagi memasuki musim penghujan jika sampah tidak bisa diatasi bukan tidak mungkin akan terjadi banjir.

"Seharusnya sebelum TPS ditutup, TPS Mobile diaktifkan dulu. Ini mah TPS Mobile nggak jalan, TPS nya udah ditutup, bentar lagi musim hujan takutnya malah jadi banjir kalau sampahnya berserakan," ujarnya

Lurah Pekiringan Asep Kusnandar mengatakan penutupan TPSS tersebut sudah dirapatkan sebelumnya dengan seluruh komponen.

“Ini kan kebijakan pemerintah, sudah di rapatkan sebelumnya bersama Wakil Wali Kota Cirebon, dan dari pihak DLH, dan juga seluruh lurah, kita terdampak di 4 RW yaitu RW 4, 5, 10 dan 11,” tutur Asep

Warga Cirebon Bingung Buang Sampah Akibat Carut Marut Kebijakan Pemkot

Asep juga sudah mensosialisasikan penutupan TPSS Cipto kepada RW, selain itu belum ada kesepakatan titik penjemputan.

“Selama ini TPS Mobile belum berjalan, kemarin saya dapat surat dari DLH bahwa selama belum ada kesepakatan, saya tidak tahu ini kesepakatan mengenai apa tidak dijelaskan disitu, karena tidak ada TPS terdekat terserah RW mau buang dimana," ujarnya

Kebijakan DLH Kota Cirebon, akan menimbulkan dampak yaitu penumpukan sampah, dan itu merusak pemandangan karena setiap hari pasti sirkulasi sampah sangat tinggi. Ungkapnya ( Naim)

Post A Comment:

0 comments: