E satu.com (Cirebon) -
Pj Sekda Kota Cirebon, Mohammad Arief Kurniawan ST  membuka kegiatan Bimbingan Teknis Kearsipan Pemerintah Daerah Kota Cirebon di salah satu hotel Kota Cirebon, Selasa (20/2/2024).

Bimbingan teknis kearsipan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip agar dokumen dan arsip yang disimpan dapat diakses dengan mudah dan cepat, serta aman dari kerusakan atau kehilangan. 

Pj Sekda Kota Cirebon menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon atas inisiasi penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis ini.

"Semoga, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita bersama terkait pengelolaan arsip yang baik," ujarnya.

Dalam bimtek ini, peserta diberikan materi yang terkait dengan pengelolaan arsip, seperti peraturan perundang-undangan, sistem dan metode pengelolaan arsip, pengelolaan arsip digital, dan tata cara penyelesaian masalah dalam pengelolaan arsip.

"Perlu diciptakan suatu sistem kearsipan yang efektif dan efisien sehingga mengarah pada optimalisasi peran dan fungsi arsip sebagai sumber informasi bagi manajemen pemerintah serta pengambilan keputusan," jelasnya.

Pj Sekda menambahkan, perkembangan dunia digital menjadi tantangan baru dalam menjalani semua lini kehidupan, termasuk kegiatan kearsipan. Banyak permasalahan baru timbul dalam pengelolaan arsip di era digital, dan antisipasinya tidak cukup hanya dengan mengandalkan kompetensi teknis tanpa diiringi pengetahuan tambahan di bidang teknologi.

"Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya selalu mendukung terciptanya pengelolaan arsip secara profesional dengan memastikan bahwa insan-insan arsiparis senantiasa melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai aturan yang ada," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Gunawan ATD DEA mengatakan, melalui bimtek ini pihaknya juga berupaya memberikan tambahan wawasan bagi sumber daya manusia kearsipan di daerah khususnya dalam menyelamatkan arsip akibat bencana sebagai salah satu bentuk upaya mitigasi.

"Jika suatu saat bencana terjadi, kondisi kearsipan sudah ditata sedemikian rupa, sehingga memperkecil peluang terjadinya kerusakan dokumen-dokumen yang ada," ujarnya.

Gunawan mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang saat ini, dalam pengelolaan arsip pun sudah dilakukan secara elektronik dan bertransformasi dari konvensional ke bentuk digital.

"Penyimpanan arsip secara digital dapat mencegah terjadinya kerusakan ataupun kehilangan akibat bencana. Secara teknis bisa discan dengan aturan tertentu dan yang sudah diotorisasi itu sama dengan aslinya," terangnya. (Uki)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top