E satu.com (Kota Cirebon) - Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik di sektor transportasi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Cirebon Effendi Edo, sekaligus menandai berakhirnya masa bakti Kepala Dinas Perhubungan periode 2020–2026 dan dimulainya kepemimpinan pelaksana tugas (Plt) yang baru, Senin (6/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Cirebon Sumanto beserta jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang harus dimaknai secara luas.
Ia menegaskan, rotasi dan transisi kepemimpinan menjadi upaya menjaga ritme birokrasi agar tetap adaptif terhadap tantangan zaman.
"Rotasi, mutasi, maupun transisi kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan dalam organisasi pemerintahan. Namun lebih dari sekadar pergantian personel, ini menjadi jembatan untuk meneruskan hal-hal baik sekaligus mengevaluasi tantangan yang belum terselesaikan," ujarnya.
Effendi Edo juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perhubungan periode 2020–2026, Andi Armawan, atas pengabdian selama enam tahun. Ia menilai, kepemimpinan tersebut telah melewati berbagai dinamika, mulai dari tantangan mobilitas pascapandemi hingga penataan transportasi publik.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pemikiran yang telah diberikan demi kenyamanan bertransportasi di Kota Cirebon. Semoga memberikan manfaat berkelanjutan," katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan sejumlah hal strategis kepada Plt Kepala Dinas Perhubungan yang baru. Ia meminta modernisasi tata kelola transportasi diperkuat seiring arah pembangunan menuju konsep smart city.
"Saya minta optimalisasi Area Traffic Control System (ATCS) dan integrasi data transportasi benar-benar dimaksimalkan. Teknologi harus menjadi solusi nyata untuk mengurai kemacetan secara real-time," tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya reformasi pelayanan serta sistem retribusi yang transparan.
Menurutnya, sektor perhubungan memiliki potensi besar dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus dikelola secara akuntabel melalui digitalisasi.
"Pastikan sistem parkir elektronik dan pengujian kendaraan bermotor berjalan transparan. Tutup celah kebocoran dan hindari praktik di luar prosedur," ujarnya.
Aspek keselamatan turut menjadi perhatian. Wali Kota meminta peningkatan kualitas sarana dan prasarana seperti penerangan jalan umum dan marka jalan, serta menekankan pentingnya disiplin petugas di lapangan.
"Petugas Dishub harus menjadi contoh tertib berlalu lintas. Disiplin dan integritas adalah wajah pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Andi Armawan menyampaikan rasa syukur atas masa pengabdiannya bersama jajaran Dinas Perhubungan. Ia mengakui sejumlah program telah berjalan, meski masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dilanjutkan.
"Alhamdulillah berbagai program telah dilaksanakan secara bertahap, meskipun belum sempurna. Masih ada yang perlu dilanjutkan seperti penataan parkir di pusat kota," ungkapnya.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan, di antaranya kemacetan pada jam sibuk, keterbatasan sarana transportasi, serta peningkatan kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD.
"Kami titip kepada Pak Ujianto dan jajaran untuk terus memantau pendapatan daerah, melakukan evaluasi, serta menghadirkan inovasi dalam mengatasi kemacetan," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto Wahyu Utomo, menyatakan siap mengemban amanah tersebut. Ia menilai sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
"Amanah ini bukan tugas ringan. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan transportasi berjalan lancar, tertib, aman, dan nyaman," katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix.
"Kami akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, instansi vertikal, akademisi, swasta hingga insan pers. Permasalahan transportasi harus diselesaikan bersama-sama," ujarnya.
Ujianto juga memastikan akan mendorong inovasi berbasis teknologi informasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
"Tanpa inovasi, sulit mencapai hasil optimal. Karena itu pemanfaatan teknologi akan terus kami dorong agar permasalahan bisa ditangani lebih cepat dan tepat," pungkasnya. (Wandi)













.webp)











Post A Comment:
0 comments: