E satu.com (Kota Cirebon) - Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini mempertemukan para tenaga pendidik aktif hingga purnabakti dalam satu ruang silaturahmi yang sarat refleksi dan semangat pengabdian.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam sambutannya menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja di dunia pendidikan.
"Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan tugas kita sehari-hari, sekaligus memperkuat semangat membangun dunia pendidikan di Kota Cirebon," ujarnya.
Ia juga menyoroti kehadiran para tokoh purnabakti sebagai pengingat bahwa pengabdian di bidang pendidikan tidak pernah berhenti.
Menurutnya, nilai-nilai dedikasi yang telah ditanamkan harus terus dilanjutkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman.
Dalam arahannya, Effendi Edo menekankan pentingnya transformasi inovasi dalam pembelajaran. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal.
"Di era digital saat ini, kita tidak bisa bertahan dengan pola pendidikan konvensional. Sekolah harus mampu mengadopsi teknologi informasi secara bijak, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Cirebon agar tetap relevan dan mampu bersaing di tingkat global," tegasnya.
Selain itu, penguatan karakter siswa juga menjadi perhatian utama. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga kualitas moral dan integritas generasi muda.
"Saya menitipkan kepada para kepala sekolah, pengawas, dan penilik agar penguatan karakter menjadi prioritas. Di tengah derasnya arus informasi, sekolah harus menjadi benteng moral yang kokoh," ungkapnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif. Ia memastikan tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan layanan pendidikan.
"Saya ingin memastikan tidak ada satu anak pun di Kota Cirebon yang tertinggal. Akses pendidikan harus terbuka dan inklusif, tanpa terkendala persoalan administratif maupun keterbatasan lainnya," katanya.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
"Jadikan capaian yang ada sebagai pijakan untuk menghadirkan inovasi yang lebih inklusif dan progresif. Teruslah melayani dengan hati," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan tugas.
"Atas nama keluarga besar Dinas Pendidikan, kami memohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan dan kesalahan," ujarnya.
Ia berharap momentum halalbihalal ini dapat memperkuat komunikasi dan sinergi antara Dinas Pendidikan dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Cirebon dapat berjalan lebih optimal. (Wandi)












.webp)











Post A Comment:
0 comments: