E satu.com (Tangerang) - Seorang ibu rumah tangga asal Kota Tangerang, berinisial KH, telah menahan derita akibat pembengkakan di bahu kirinya selama enam tahun terakhir. Dalam kesehariannya, KH selalu berusaha tampak ceria. Ketika berkumpul bersama keluarga atau tetangga, sikapnya tidak memperlihatkan bahwa ia tengah menghadapi penyakit serius. Ia tetap bersenda gurau meski sebenarnya menahan rasa sakit yang amat berat.
Tetangga maupun kerabatnya tidak menyadari bahwa setiap malam KH sering merintih bahkan menangis lantaran kesakitan. Dalam kondisi tersebut, ia hanya dapat melafalkan kalimat-kalimat toyyibah sambil meminta suaminya, AS, untuk memijat bahu kirinya. Setelah sekitar dua jam, rasa sakit itu biasanya mereda, barulah ia bisa tertidur.
Gejala penyakit yang dirasakan KH mulai muncul sejak tahun 2019, tepatnya saat pandemi COVID-19 melanda. Saat itu, ia sempat dibawa ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke RS Anisa. Dokter mendiagnosis KH mengidap kanker tulang, bahkan menyebutkan kemungkinan besar tangan kirinya harus diamputasi. Mendengar vonis tersebut, KH sangat terpukul dan hingga kini masih mengalami trauma berat.
KH selanjutnya dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Namun, karena masa pandemi yang membuat rumah sakit sangat sibuk dan penuh pasien di zona merah, ia hanya sempat diperiksa sekali di sana. Selepas itu, KH meminta suaminya agar membawa dirinya berobat secara alternatif.
Sejak saat itu, KH rutin menjalani pengobatan alternatif dan telah mendatangi berbagai ahli terapi tradisional. Namun, sampai hari ini, penyakitnya belum kunjung sembuh. Hampir setiap malam KH masih kesakitan hingga tak jarang menangis menahan derita.
Untuk membiayai pengobatan alternatif tersebut, KH dan suaminya terpaksa meminjam uang ke berbagai pihak dengan menjaminkan aset keluarga berupa rumah kontrakan warisan orang tuanya. Kendati ekonomi keluarga semakin tertekan, KH tetap tabah dan meyakini bahwa semua ini adalah ujian dari Allah yang kelak akan berlalu; digantikan dengan kebahagiaan sejati di dunia maupun akhirat. Di tengah kondisi kesehatannya yang kian memprihatinkan, KH terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, memohon diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
( AWW )










.webp)











Post A Comment:
0 comments: