E satu.com (Jakarta) - Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan,  merespons pernyataan Ketua Umum Bamus Betawi, Muhammad Rifky alias Eki Pitung, yang meminta masyarakat Pati menahan diri terkait rencana aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Isnan mempertanyakan apakah pernyataan Eki Pitung tersebut benar-benar merepresentasikan sikap masyarakat Betawi di Jakarta secara keseluruhan.

Menurut Isnan, masyarakat Betawi pada prinsipnya menghargai penyampaian pendapat dan aspirasi, termasuk perbedaan pandangan yang muncul terkait rencana aksi masyarakat Pati.

“Namun tentunya perlu juga menjadi perhatian bersama, ada nilai-nilai, ada norma-norma yang juga harus dipatuhi. Objektivitas, transparansi, dan kebenaran faktualnya, apakah kemudian statement dari Bang Eki Pitung ini betul adanya atau benar secara faktualnya?” kata Isnan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @pemuda_kaumbetawi, sebagaimana diberitakan Suara.com, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, perlu dikaji kembali apakah Eki Pitung yang mengatasnamakan Bamus Betawi benar-benar merepresentasikan masyarakat Betawi di Jakarta.

“Sepertinya tidak, karena masih banyak elemen dan organisasi lain yang lebih representatif mewakili kaum Betawi di Jakarta,” kata Isnan.

Isnan juga mempertanyakan latar belakang Eki Pitung dan menyerahkan penilaian mengenai hal tersebut kepada publik.

“Apakah betul beliau ini orang Betawi? Nah, itu perlu dikaji lebih lanjut, biarkan publik nanti yang akan menilai,” ujarnya.

Betawi Terbuka terhadap Aspirasi

Terkait rencana aksi masyarakat Pati di Jakarta pada 27 Agustus 2026, Isnan menilai masyarakat Betawi justru memiliki karakter yang terbuka dan inklusif terhadap siapa pun yang datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi.

“Kami sangat terbuka terhadap siapapun yang hadir ke tanah Betawi, dengan catatan tentunya mematuhi segala norma, baik norma hukum, norma sosial, kepatutan, dan sebagainya,” kata Isnan.

Karena itu, Pemuda Kaum Betawi menilai tidak ada alasan untuk menolak masyarakat Pati maupun kelompok masyarakat lainnya yang datang ke Jakarta untuk menyampaikan pendapat selama tetap mematuhi aturan.

“Yang kedua, kami percaya terhadap warga Pati dan siapapun elemen yang menyampaikan pendapat di Jakarta, di tanah Betawi ini, sudah memenuhi, mengetahui, dan mematuhi bagaimana ketentuan yang berlaku karena setiap hak pasti akan diimbangi dengan kewajiban, baik dalam konteks menjaga keamanan, kondusivitas, dan sebagainya,” tutur Isnan.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pandangan berbeda di antara elemen masyarakat Betawi mengenai rencana aksi warga Pati.

Bagi Esatu.Com, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Yang terpenting, penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib, damai, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.


(AWW)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top