Suami Mantan Aktivis HMI Di Tangkap Tim SRT Polres Cirebon Kota
E satu.com - Pelaku diduga teroris  tertangkap oleh Tim SRT Polres Cirebon Kota pada saat akan menyerang Presiden RI yang akan menghadiri acara penutupan Festival Keraton Nusantara XI di Taman Gua Sunyaragi.Senin ( 18/09)
Berawal  dari informasi warga tentang kecurigaannya pada seseorang, polisi berhasil menangkap IM terduga teroris di area bandara Penggung Kota Cirebon tempat dimana Presiden RI Joko Widodo mendarat, Senin (18/9/2017) pukul 14.15 Wib siang. Proses penangkapan IM di sebuah warunh kopi area Bandara Udara Penggung Kota Cirebon.
Pelaku dengan nama IM adalah warga Blok Jumaah Ry 02/12( No 38)Ds Brujul Wetan Kecamatan Jati Wangi Kabupaten Majalengka .Suami dari EK yang juga mantan Aktivis HMI  (STAI PUI ) Majalengka ibu rumah tangga yang bercadar , kesehariannya kurang bersosialisasi terhadap masyarakat dilingkungannya.
Di dapat informasi Bahwa yang bersangkutan sdr IM bekerja di PT Dosmi Roha Farmasi di wilayah penggung Kab Cirebon (Wilayah kerja di sindang laut) IM  bekerja sebagai Kurir/ Sales dari PT Dosmi Roha Farmasi sudah berjalan selama 7 tahun di mana sebelumnya  IM bekerja di wilayah Kab Kuningan.dalam  keseharian bekerja berangkat pkl 07: 00 pagi sd 02:00 Pagi dini hari.terkadang   pulang ke rumah orang tuanya di Ds salawangi kec Talaga,Kab Majalengka seperti diungkapkan salah satu teman  pelaku yang tidak mau disebutkan namanya.
Aktivitas lainnya selain bekerja pada salah satu sebuah Perusahaan Farmasi dirinya juga aktif pada kegiatan Majelis Mujahidin Indonesia yang di Pimpin oleh H.Afifudin Pelaku terduga teroris, IM menganggap semua aparatur Pemerintah thogut termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Demikian diungkapkan Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar kepada wartawan, Selasa (19/9) sekitar Pukul 00.15 WIB. Kapolresta Cirebon mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, barang bukti yang dibawa IM berupa Pistol air Softgun, Sangkur dan Buku Ajakan Jihad serta lima buah bom molotov yang berisi bensin.
“Inti yang dia pelajari adalah kita atau suatu negara jika tidak menjalankan syariat Islam, semua aparatur pemerintahan adalah thogut,” kata Adi Vivid didampingi Waka, Kompol Djarot Sungkono.
“Saat itu kita memang sedang persiapan menyambut kedatanga Presiden Jokowi. Kemudian ada warga yang melapor kepada kami katanya ada orang mencurigakan di sekitar Bandara Penggung dan kami langsung kesana bersama SRT,” kata Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar kepada wartawan.
Pada proses penangkapannya, polisi melakukan penggeledaha terhadap tas ransel berwarna hitam yang disimpan IM tidak jauh dari warung kopi. Penangkapa sempat dramatis, terduga teroris juga sempat ingin mengambil tas ranselnya namun sudah diamankan.
Polisi pun sempat melakukan penggeledahan tas dua kali. Penggeledahan pertama polisi menemukan barang bukti seperti Air Soft Gun, pisau komando, bom molotov dari minuman energi yang didalamnya berisi bensin, serta surat ajakan berjihad.
Saat melakukan penggeledahan kedua di tas yang sama, polisi akhirnya menemukan bom molotov. Adi Vivid mengatakan, kasus tersebut masih terus  didalami hingga kita bisa mendapatkan data yang akurat tentang siapa IM yang sebenarnya  "Katanya ( Pgh)

Post A Comment: