Indramayu Di serang Teroris Berstatus Suami Istri.
E .satu.com (Crb) -Dua orang pelaku penyerangan dam melempar bom panci di Mapolres Indramayu, Minggu dini hari (15/7), akhirnya tertangkap Densus 88 Mabes Polri. 
Kedua orang tersebut merupakan suami-istri berinisial GL dan AN asal Indramayu.
Kedua terduga teroris itu ditangkap Densus 88 dari sebuah rumah sakit di Indramayu saat beruasah mengobati luka akibat terkena tembak Polisi saat melakukan penyerangan.
Kapolda Jawa Barat Irjen  Pol Agung Budo Maryoto kepada wartawan saat meninjau kondisi Mapolres Indramayu membenarkan kedua pelaku penyerangan Mapolres Indramayu telah tertangkap.
"Tahu pelaku terkena tembakan anggota, jadi anggota kami mensisir setiap rumah sakit, dan berhasil menemukan terduga terors itu di salah satu rumah sakit ternama di Indramayu. Kemudian yang bersangkutan kita pindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, yang kemudian kita akan berangkatkan ke Jakarta," katanya, Minggu siang (15/7).
 Mapolres IndramayuSelain menangkap kedua terduga terori tersebut, masih kata jenderal bintang dua ini, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua buah panci yang digunakan untuk mengebon Mapolres Indramayu. "Kedua pelaku penyerangan Mapolres Indramayu ini merupakan jaringan JAD," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang tak dikenal berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matik berupaya menyerang Mapolres Indrammayu, Minggu dinihari (15/7) sekitar pukul 02.30 WIB.
Sepeda motor tersebut dua melaju kencang dan menerobos Mapolres Indramayu lalu mengejar anggota Polisi yang berseragam.
Kemudian anggota polisi yang piket jaga yakni Aipda Heri, Aipda Dudi, Brigadir Endang, dan Brigadir Rokmani melakukan pengejaran dan menembak ke arah kedua orang tersebut sebanyak 11 kali.
Lalu, mereka (teroris, red) berbalik arah menuju keluar Mapolres Indramayu sambil melemparkan 1 buah panci diduga bom ke arah penjagaan Polres Indramayu sambil melarikan kabur ke arah bunderan mangga. Satu orang teroris diduga terkena tembakan. (IW/RO.)

Post A Comment: