Tradisi  Lama Pertanda Masuknya Bulan Suci Rhamadhan
E satu.com ( Crb) - Dlugdag adalah sebuah tradiisi yang  diawali dengan berkumpulnya Sultan, para Abdi Dalem, penghulu keraton, dan kaum masjid, di Dalem Arum. Kemudian, mereka bersama-sama berjalan menuju ke Langgar Agung yang masih di dalam komplek Keraton Kesepuhan, dengan diiringi musik rebana dan solawatan, untuk melaksanakan sholat Ashar. Setelah solat Ashar, dilakukan pemukulan Bedug Samogiri yang terletak di dekat Langgar Agung.

Tradsi ini dilaksanakan Setiap memasuki Bulan Ramadhan dan akhir Bulan Sya’ban, Keraton Kasepuhan Cirebon kerap melaksanakan tradisi Dlugdag, yakni tradisi menabuh bedug yang terletak di Langgar Agung Keraton Kesepuhan, sebagai penanda datangnya bulan Ramadhan. Lalu malamnya dilaksanakan solat tarawih,

Tradisi  Lama Pertanda Masuknya Bulan Suci RhamadhanPemukulan bedug dilakukan pertama kali oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. Kemudian, diikuti oleh para Abdi Dalem, penghulu Keraton, kaum masjid, dan masyarakat. Selama pemukulan bedug, iringan musik rebana dan solawatan terus berbunyi.

Menurut Sultan Arief, tradisi Dlugdag ini kerap diperingati oleh Keraton Kesepuhan setiap memasuki Bulan Ramadhan, ketika akhir Bulan Sya’ban, tepatnya ba’da (setelah) Ashar. Maknanya adalah menyambut gembira datangnya Bulan Ramadhan.

“Sesuai dengan sabda Rasulullah, di mana kita harus bahagia menyambut datangnya bulan Ramadhan, supaya anntinha mendapatkan pahala dan surga,” jelasnya saat ditemui awak media usai tradisi Dlugdag, Minggu (05/5/2019).


Dengan adanya tradisi Dlugdag ini, lanjut Sultan, maka malamnya dilaksanakan Solat Tarawih di Langgar Agung, maupun di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di depan Keraton Kesepuhan.

Tradisi  Lama Pertanda Masuknya Bulan Suci Rhamadhan
Menurut Sultan, Bedug Samogiri yang digunakan untuk tradisi Dlugdag ini sudah ada sebelum adanya Islam datang ke Cirebon. Oleh para Wali Sanga, bedug ini dimanfaatkan untuk menyebarkan ajaran agama Islam, seperti penanda waktu sebelum memasuki azan Solat 5 waktu, Idul Fitri, Idul Adha, dan tradisi Dlugdag.

“Penggunaan bedug ini hanya ada di Jawa saja, tidak ada di Mekah dan Madinah,” pungkasnya.(Nm)

Post A Comment:

0 comments: