Qurban di Masa Pandemi, Badiklat Kejaksaan Terapkan Protokol Kesehatan
E satu.com  (Jakarta) - Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI menyalurkan 5 Sapi dan 4 Kambing, serta domba setidaknya 850 besek yang disembelih untuk diqurbankan pada peringatan hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Qurban dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 serta petugas kebersihan gedung, petugas kebersihan taman, dan tenaga honorer serta pegawai diligkungan Badiklat Kejaksaaan.

Kepala Badiklat Kejaksaan RI Tony T Spontana diwakili Ketua Panitia Wisnu Prabanggoro yang juga Kasubang Umum Badiklat mengatakan penyaluran qurban di tengah pandemi Covid-19 ini dibagikan kepada warga terdampak corona.

"Jadi qurban ini kami salurkan ke 2 RW dan yayasan yatim piatu serta pegawai di wilayah lingkungan Badiklat. Hewan qurban berasal dari pegawai dan para hamba Allah," kata Wisnu di temui ditengah penyembelihan qurban, di Badiklat, Ragunan, Jakarta, Senin (3/7/2020).

Kata dia, dari sekian sapi yang disembelih, ada satu ekor sapi berukuran besar dengan berat hampir 1 ton, dengan jenis sapi limosin.
Qurban di Masa Pandemi, Badiklat Kejaksaan Terapkan Protokol Kesehatan
"Hasil pemeriksaan dokter hewan yang kami datangkan, semua hewan qurban sehat, tidak ada yang bermasalah. Begitu juga sapi limosin tersebut," ujar dia.

Pemotongan hewan qurban sebagai wujud pengorbanan dengan meneladani suri tauladan Nabi Ibrahim AS. Apalagi kata dia ditengah masa pandemi ini, jajaran Badiklat pun prihatin melihat hal itu. Mengingat dalam kondisi darurat Covid-19, tetap memperhatikan dan mengutamakan protokol kesehatan.

"makanya qurban ini kami salurkan kepada warga di RW 04 dan RW 07 hanya inilah yang bisa diberikan kepada sesama, semoga bisa bermanfaat. Kami, tetap mengacu protokol kesehatan,” ujar Wisnu yang mewakili Kabadiklat.

Qurban di Masa Pandemi, Badiklat Kejaksaan Terapkan Protokol KesehatanAdapun pihaknya mendatangkan dokter hewan dari Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. "Sebelum dan sesudah di sembelih di cek dulu sama petugas dinas kesehatan. Hasilnya semua hewan sehat," tandasnya.

Sementara petugas dinas KPKP, yakni Dokter Hewan Elly dan Dokter Hewan Ni Luh dengan mengunakan protokol kesehatan, mengecek hati dari pada hewan qurban tersebut.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan tidak ditemukan ada cacing, semua sehat, dan qurban ini layak makan," kata dokter Elly.(iwan)

Post A Comment:

0 comments: