E satu.com (Indramayu)
- Kabupaten Indramayu sebagai sentra pangan nasional harus didukung oleh mayoritas mata pencaharian masyarakat petani, berinovasi melalui kebijakan baru pemerintah baik pusat dan daerah secara terintegrasi terhadap kondisi infrastruktur pertanian selama ini yang masih menjadi kendala dilapangan. 

Perihal tersebut diungkapkan Calon Bupati Indramayu nomor urut 4, Nina Agustina didampingi Anggi Ono Surono wakil ketua bidang kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu yang merupakan istri Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono, saat berkunjung ke kelompok tani di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (1/11/2020).

Sebelumnya, Nina Agustina dan tim Rumah Aspirasi Ono Surono juga mengunjungi ke beberapa wilayah di Indramayu untuk bertemu para petani, yang tergabung dalam kelompok tani, kelompok wanita tani, taruna tani dan gabungan kelompok tani.

Nina Agustina yang juga merupakan bendahara GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia) mengungkapkan, program luncuran pemerintah pusat untuk sektor pertanian dalam perbaikan infrastruktur pertanian setiap tahun rutin dikucurkan sebagai bentuk perhatian untuk daerah pensuplai pangan nasional terbesar di Jawa Barat.

Namun demikian, lanjut Nina, keluhan tingkat kerusakan infrastruktur pertanian itu setiap tahun terus mengalami peningkatan yang luar biasa pada kisaran 40 hingga 60 persen.

"Bantuan pemerintah pusat dalam pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif untuk mendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional, tetapi apakah sudah sampai kondisi infrastruktur seperti irigasi, embung dapat dinikmati oleh masyarakat petani Indramayu selama ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi infrastruktur pertanian yang rusak dan berujung pada proses tata kelola air masih kurang maksimal, menyebabkan beberapa Kecamatan hampir mengalami gagal panen selama tiga tahun kebelakang, adalah betapa kondisi nasib petani Indramayu belum diberikan jaminan kesejahteraan yang seimbang.

Seiring dengan perolehan prestasi Kabupaten Indramayu sebagai Kabupaten dengan Produksi Beras Tertinggi di Indonesia oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo beberapa bulan kemarin.

"Program prioritas Nina Lucky kedepan akan mengoptimalkan sektor pertanian secara mandiri melalui peran serta Pemkab Indramayu untuk membangun 1000 sumur bor bagi petani di wilayah rawan kekeringan," kata dia.

"Membangun 100 embung dan merevitalisasi embung yang sudah terbangun serta memberantas praktek - praktek mafia air dengan merevitalisasi kelompok P3A Mitra Cai," sambungnya.

Disamping tiga faktor utama pertanian yang harus diprioritaskan, Nina Lucky juga akan menyediakan 31 excavator guna pemeliharaan irigasi pertanian.

"Saya sudah banyak mendengar, memang di Indramayu perihal permasalahan irigasi untuk pertanian yang kurang maksimal, dan setelah mendengar masukan ini saya sangat siap untuk membangun pertanian Indramayu,” kata Nina Agustina.

Sementara itu, H. Karcadi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat berharap agar bantuan yang diberikan bukan hanya dari Pemerintah pusat saja melalui Kementerian pertanian, terutama dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV, Ono Surono.

Kedepan, kata dia, harus didorong juga dengan bantuan pertanian dari Pemerintah daerah. Karena selama ini pihaknya belum pernah mengakses program dari dinas langsung yang dianggarkan dari APBD.

"Dari aspirasi pak Ono kita sudah mendapat pompa air, handspayer, kelompok tani yang lain juga banyak yang sudah mendapat traktor, power tresher atau grabagan," jelasnya

Ia berharap, bisa segera mendapat kartu tani, agar ada bantuan atau jaminan seperti yang diharapkan.

Carkaya, wakil ketua bidang politik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu memaparkan, para petani Indramayu terus berupaya menegakkan kedaulatan pangan, hal itu terwujud asalkan kedaulatan petani juga terpenuhi dengan hadirnya pemerintah daerah yang benar-benar pro petani serta tersedianya sarana dan prasarana pertanian. Pemda Indramayu juga diminta tidak menjadi broker dalam melaksanakan program pusat.

"Kedaulatan petani adalah jalan utama menuju kedaulatan pangan. Di sini peran pemerintah daerah sangat menentukan, khususnya di Indramayu selama ini kebijakan pemda sangat tidak mendukung petani untuk sejahtera, tidak ada upaya ke sana apa lagi menciptakan inovasi untuk kesejahteraan petani," tandasnya.

Dikatakan Carkaya, produksi pertanian sebesar 1,3 juta ton per tahun, harus dimaksimalkan juga menjadi potensi industri yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, program Nina Lucky juga akan memfokuskan bidang pertanian dengan menambah alokasi di bidang pertanian secara maksimal.

“APBD Kabupaten juga harus mensupport anggaran pertanian lebih baik lagi. Ini yang akan kita genjot kedepannya,” kata dia.

Saat ini, kata Carkaya, anggaran yang digelontorkan untuk bidang pertanian jumlahnya masih minim, tata kelola infrastruktur pertanian juga harus diperbaiki.

“Saluran irigasi juga banyak yang mengalami kerusakan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Nina-Lucky jika nanti dipercaya oleh masyarakat di Pilkada 2020 nanti,” kata dia.

Senada, Ketua MSP (Mari Sejahterakan Petani) Kabupaten Indramayu, Apip Nopianto yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga mengatakan Indramayu harus memperhatikan bakat daerahnya, yang punya potensi besar di bidang pertanian dan perikanan, maka yang harus dimaksimalkan adalah dua bidang ini.

Banyak permasalahan yang terungkap dalam sesi diskusi dan tanya jawab itu, mulai dari air untuk pertanian, air untuk kebutuhan sehari-hari, jalan usaha tani yang rusak hingga keluhan terkait pelayanan birokrasi di desa-desa terkait bantuan sosial yang dipermainkan.(iwan/wn)

Post A Comment:

0 comments: