E satu.com (Cirebon)
- Pergantian Rochmat Hidayat sebagai Plt. FKKC berakhir dengan resmi digantikan oleh Muali ketua FKKC masa bakti 2021-2024.

FKKC yang merupakan wadah silaturahminya dari para kuwu se-Cirebon yang bertujuan untuk membangun desa di wilayah kepemimpinannya masing-masing berharap untuk bisa bekerjasama dengan rasa yang sama, dimana  kuwu sebagai amanah dari masyarakat desa dan banyak menuai kritikan serta fitnah dari masyarakat desanya seperti yang di paparkan oleh plt. FKKC "Seringkali caci maki dan fitnah berkali-kali yang diterima Pak Kuwu di kabupaten Cirebon sedikitpun tidak membuat kecil Pak Kuwu Kabupaten Cirebon dengan kesadaran bersama itu, disaksikan Bupati Cirebon pada pelaksanaan haul Mbah Kuwu Cirebon, 412 Kuwu di depan Makbaroh Mbah Kuwu Cirebon untuk disimpul dibentuknya FKKC" ujar Rochmat plt. FKKC. Rabu (17-02-2021)

Berawal dari situ bahwa diperlukannya wadah untuk saling berkomunikasi atas apa yang dirasakan dan disinergikan antar kuwu atau berkoordinasi dengan Bupati Cirebon untuk membangun Desa.

Pada kepengurusan yang baru ini yang di komandoi ketua yang baru  Kuwu Muali diharapkan kuwu-kuwu diseluruh kabupaten Cirebon bisa mewacanakan kedepan untuk perkembangan dan kemajuan desanya serta tidak lagi berorientasi pada politik praktis, karena politiknya ada pada tahapan pemilihan yang seterusnya bisa untuk bekerja sama bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di desanya masing-masing

"Harapan saya dikepemgurusan ini bisa menjalin hubungan lahir dan batin, kebersamaan adalah hal yang penting memang kuwu dipilih secara politik dan dipilih langsung oleh rakyat desa tetapi dalam menjalankan tugasnya kuwu tidak boleh bermain politik praktis" papar Muali dalam sambutannya sebagai ketua yang baru.

Mengingat semua kuwu adalah mempunyai rasa kesadaraan yang sama saat menjalankan amanahnya ketika pembentukan FKKC untuk bisa lebih mudah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya

Pada sambutan penutup Bapak Bupati menyampaikan "kuwu adalah garda terdepan dalam pembangunan masyarakat desa, dalam era globalisasi ini kami ingin masyarakat kabupaten Cirebon untuk merubah mindsetnya berubah pola pikirnya, perubahan-perubahan yang ada itu gimana melihat elit-elit didesanya, kalau para elit didesanya tidak bida berubah pola pikir dan mindset-nya (tentang globalisasi) bagaimana masyarakatnya", ucap tegas dari  Imron. (mlk/wnd)

Post A Comment:

0 comments: