AKB


E satu.com (Cirebon)
 - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang muda Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon,  gelar Launching budidaya perdana jamur merang dan sabun cuci piring mimi Klin, Sabtu (26/6/21).

Acara tersebut di hadiri Camat Klangenan,Drs. H. Dedi Susilo, Kuwu desa Danawinangun, Maman Sukarman, Ketua BUMDes, Iqbal Al fadjri, ketua BPD, ibu ibu PKK, serta perangkat desa setempat, dan juga masyarakat.
 
Dalam kesempatan itu Camat Klangenan menyampaikan sambutannya, “Mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan kepada kita semua, tentu kami dari pemerintahan kecamatan Klangenan berterimakasih kepada Kuwu desa Danawinangun, BPD yang telah membentuk pengurus Badan Usaha Milik Desa yang telah menghasilkan dari usahanya berupa jamur merang dan sabun cuci piring mimi Klin ini,” ujarnya.

“Tujuannya usaha sudah barang tentu untuk meningkatkan kesejahteraan, karena ini uang pemerintah yang harus di kelola oleh pemerintah Desa yang dititipkan dan di kerjakan oleh BUMDES, untuk itu kita harus bisa mengelola, namun kita juga harus pandai memenegementnya, itu yang tak kalah pentingnya,” tambahnya.

“Besar atau kecilnya modal tergantung kita mengelolanya dan saya ucapkan terimakasih kepada pakar-pakar pertanian yang telah membantu terciptanya usaha ini, nah usaha seperti inilah harapan saya bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sehingga dapat hidup sejahtera,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, ketua BUMDes Iqbal Al fadjri saat di temui awak media E satu.com mengatakan, “Pertama kita juga penah melihat di wilayah lain  disana melaksanakan kegiatan budidaya jamur merang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 10 tahunan dan itu terus di galakkan, itu kan berarti ada keuntungan yang layak di kembangkan, oleh karena itulah maka kita pengurus BUMDes Bintang muda Desa Danawinangun sepakat untuk mencoba menerapkan atau usaha budidaya di bidang jamur merang, dan adapun Kubung yang kita bangun sebanyak 2 Kubung sesuai anggaran yang tersedia dari pemerintah Desa,” ucapnya.

Masih kata Iqbal Al fadjri, “1 Kubung itu ada 12 rak dibagi menjadi dua baris, berarti dalam satu baris ada 6 rak.

Biasanya proses budidaya itu memakan waktu 1 bulan, dan proses panennya di perkirakan sampai 12 hari jadi 1 Kubung itu masa panennya 12 hari, dan setelah prosesi panen kita tanam lagi, nah dari proses tanam sampai panen lagi itu diperkirakan 1 bulan, jadi 1 tahun bisa bisa panen 12 kali masa panen.”

“Untuk budidaya panen perdana ini dari 2 Kubung kita menghasilkan 20kg jamur merang, ini sudah di anggap bagus dan berhasil. Kalau memang ini nanti setelah kita analisa usaha ini menguntungkan apalagi keuntungannya setara dengan bekerja di industri, maka kita akan lebih kembangkan, mungkin setiap 1 keluarga apa 1 Kubung atau 2 Kubung tinggal investornya dari mana yang akan kita cari, yang mau investasi dan peduli dengan kesejahteraan masyarakat, karena di kita ini kan masih banyak sekali keluarga prasejahtera dan ini sudah menjadi tugas kita untuk meningkatkan perekonomian menuju masyarakat sejahtera,” tutupnya.

Acara Launching budidaya jamur merang di tutup dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Kuwu desa Danawinangun Maman Sukarman.(wnd)

Post A Comment:

0 comments: