AKB


E satu.com (Majalengka)
- PC Fatayat NU Kabupaten Majalengka merasa prihatin & mengutuk keras terkait kasus pelecehan seksual kepada 12 santri yg dilakukan oleh seorang oknum guru/ ustadz disalahsatu institusi pendidikan di Cibiru, Bandung.

Demikian sebagaimana diungkapkan oleh Hj. Upik Ropiqoh, selaku Ketua PC Fatayat NU Majalengka. 

"secara norma agama dan pendidikan seharusnya itu tidak terjadi di sebuah lingkungan pendidikan", tandansya. 

Namun, kerapkali kasus serupa ini terus terjadi yg pada akhirnya mencoreng nama baik sebuah wadah bernama lembaga pendidikan atau pesantren. 

"Lagi-lagi yang menjadi korban adalah perempuan. Kita betul-betul prihatin dan sangat menyayangkan", tambahnya.

Ditambahkan, dalam pengamatan PC Fatayat NU Majalengka, Kasus-kasus pelecehan santri dan siswa perempuan, seperti gunung es yg banyak terjadi di lingkungan pendidikan. 

"Apa yang salah dengan pendidikan kita ? sehingga guru yg seharusnya menjadi teladan sebagai pribadi panutan yg harus digugu dan ditiru justru melakukan hal2 yang biadab bertolak belakang dengan nilai2 yg selalu ia ajarkan", ungkap Pengasuh PP. Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka itu. 

Karena itu, Hj. Upik Ropiqoh mengajak semua pihak, khususnya Kader Fatayat NU agar terus waspada. Mengingat tidak menutup kemungkinan kasus serupa bisa saja terjadi di lingkungan masing-masing, terutama di lembaga pendidikan. 

"penting sekali kita semua mengedukasi putra putri kita terutama yg memilikki lembaga pendidikan, tentang pentingnya mengajarkan tentang hak-hak privasi sebagai pribadi yg harus dijaga dan dihormati. Tentang hak-hak reproduksi, tentang mana batasan-batasan yg tdk boleh disentuh oleh siapapun. Baik verbal maupun non verbal". Tandanya.

Hal2 seperti ini harus menjadi perhatian kita semuanya, dan tidak boleh dianggap remeh. Demi menjaga keselamatan dan hak2 privasi anak2 kita baik anak biologis maupun non biologis. 

Hj Upik, juga menegaskan bahwa PC Fatayat NU Majalengka, akan terus mengedukasi masyarakat dengan mengerahkan seluruh kader Fatayat NU dari hulu ke hilir mulai dr PC PAC PRT PART kita saling membahu, berpegangan tangan, saling mengawasi dan menguatkan untuk menyelamatkan putra putri bangsa ini dari predator-predator seksual. 

"Isi kegiatan Majlis-majlis taklim tidak hanya berbicara tentang pahala dan dosa, tentang surga dan neraka tp tambah dgn nilai-nilai keulmuan yg berkaitan dengan hifd alnasl", pungkasnya.(pgh)

Post A Comment:

0 comments: