AKB

                          

E satu.com ( Cirebon) - Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Danny Rakca SAP, M.Han menyampaikan Arahannya kepada Para Prajurit dan PNS Makorem dan Disjan Rem 063/SGJ usai menjadi Irup pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 bahwa Momentum Peringatan Hari Kesaktian selalu kita peringati jangan diartikan yang biasa-biasa saja melainkan untuk menjadikan dasar utuk melanjutkan tugas-tugas kedepan. 

Pada kesempatan tersebut Danre 063/SG termasuk seluruh PNS bahwa Prajurit beserta PNS bahwa kita harus mengingat berbagai peristiwa dari kejadian 1948 di Madiun, kejadian tahun 1965 di Jakarta lalu di Jogjakarta harus tetap menjadi yang mutlak bagi Prajurit dan harus disosialisasikan kepada warga Anak-anak Prajurit dan PNS, jangan kita kabur tentang sejarah itu.

Sejarah kelam adanya pemberontakan PKI harus menjadi kewaspadaan dini bagi prajurit dan keluarganya sehingga kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal yang sedemikian rupa kejadian-kejadian masa kelam baik itu PKI pemberontakan DI/TII dan pemberontakan - pemberontakan lainnya adalah menjadi musuh kita menjadi pemahaman kita agar tidak terjadi kembali di wilyah Indonesia ini
oleh karena itu lanjut Danrem 063/SGJ sosialisasikan kepada warga, lingkungan dan ajak warga lingkungan agar mari kita mendukung program Pemerintah, Keputusan Pemerintah, ketetapan Pemerintah bahwa Pancasila adalah Dasar Landasan Berbangsa dan Bernegara tidak ada yang lainnya 

Kita TNI menjadi tameng garda prajurit terdepan bila kelompok negara serikat atau organisasi yang memberontak terhadap Pancasila dan kita perlu melanjutkan melanjutkan nilai-nilai luhur pengorbanan para ulama para Jenderal dan seluruh bangsa ini yang telah mendarma bhaktikan kepada bangsa dannya, mendarma bhaktikan jiwanya , pikirannya untuk mempertahankan Pancasila ini.
  
Kejadian 30 Sepember 1965 dan 1 oktober 1965 yang hari ini kita peringati harus menjadi momentum kesadaran dan kepedulian kita semua, saya beserta saudara-saudara yang lain agar meningkatkan kewaspadaan dan mensosialisasikan serta mengedukasikan kepada anak dan lingkungan kita agar tidak terjadi pada masa yang akan datang.

Selanjutnya kejadian yang sudah terjadi pada masa kelam juga menjadikan suatu fanatisme, kebencian yang sangat berlebihan tetapi tetap dalam kewaspadaan perlu kehati-hatian kemudian terintegrasi dengan semua pihak agar bersama-sama memahami bahwa kejadian kelam tahun 1948 dan 1965 adalah benar-benar kejadian yang terjadi dan kita menuntut untuk tidak terjadi dimasa yang akan datang  

Mari kita semua berikrar sesuai yang dibacakan pada Upacara tadi tetap menjaga, jaminan negara ini berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (pgh )




Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top