AKB



E satu.com (Indramayu)
- Adat istiadat pada suatu daerah merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan sebagai suatu ciri khas atau identitas dari suatu golongan atau daerah itu sendiri.

Indramayu memiliki tradisi masyarakat yang beragam, salah satunya adalah Unjungan Buyut yang digelar oleh masyarakat Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang.

Unjungan Buyut Kebulen sendiri seperti yang dituturkan masyarakat, merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar setiap tanggal 10 di bulan oktober.

Bertempat di Kantor Kepala Desa Kebulen, kegiatan unjungan dihadiri oleh Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar yang didampingi oleh Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu Ady Setiawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik dan Setda Indramayu Sugeng Heryanto, Camat Jatibarang Iim Nurahim serta Kuwu Desa Kebulen sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Tarkani AZ, Senin (10/10/2022).

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu Tri Nani R, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu Asep Abdul Mukti, Danramil 1604 Jatibarang Kapten Kav. Daniel Ronge, Kapolsek Jatibarang Ujang Rohimin dan tamu undangan lainnya.

Dalam Unjungan Buyut Kebulen digelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah penampilan kesenian tradisional diantaranya yaitu wayang kulit serta arak-arakan (Pawai Adat Desa) yang diikuti masyarakat desa.

Kuwu Desa Kebulen Tarkani melalui  Pamong Desa Nuryanto mengatakan, kegiatan yang dihadiri oleh hampir seluruh masyarakat Desa Kebulen ini merupakan sarana untuk dapat lebih mempererat rasa kekeluargaan diantara masyarakat sehingga komunikasi masyarakat dapat lebih erat.

Bahkan menurut Nuryanto, warga yang sedang merantau pun menyempatkan untuk pulang demi mengikuti kemeriahan unjungan tersebut.

"Semua warga ikut berpartisipasi dalam kegiatan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Nina yang hadir dan berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan mengaku senang dapat hadir serta bersilaturahmi dengan masyarakat yang ada di Desa Kebulen. 

Bupati Nina menambahkan, unjungan merupakan budaya yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari anak cucu kepada nenek moyang terdahulu. Unjungan juga menjadi momen untuk berkumpul dengan saudara, tetangga, atau kerabat dekat, untuk dapat bersama-sama mendoakan para leluhur.

“Insya Allah kegiatan ini selain untuk melestarikan budaya unjungan, banyak sekali hal positif yang bisa kita manfaatkan dan dapatkan bagi masyarakat terutama di Desa Kebulen.”

Bupati Nina berharap masyarakat dapat terus menjaga dan melestarikan budaya daerah, sehingga adat istiadat daerah dapat terus lestari hingga generasi mendatang.

"Semoga kegiatan unjungan ini dapat terus terselenggara," harapnya. (Iwan)

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top