Pj Walikota Tangerang

E satu.com (Cirebon)
- Keluarga Besar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon menggelar acara Refleksi Hari Lahir Pancasila di Co-Working space Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS), Jl. Sudharsono, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (1/6/23).

Hadir dalam acara tersebut, mantan Wali Kota Cirebon 2 periode 2003 - 2013, Subardi, Alumni ketua KNPI Kota Cirebon, lintas agama, Komunitas Cinta Cirebon, Alumni Menwa Cirebon Raya, Laskar Macan Ali, tokoh sejarah dan tokoh masyarakat.

Dalam Wawancaranya dengan awak media, Ketua GM FKPPI Kota Cirebon, M. Dany Jaelani mengatakan, kegiatan acara Refleksi Hari Lahir Pancasila ini mengajak semua lintas agama, lintas tokoh dan masyarakat, tujuannya adalah satu kita mengenang dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa. dengan tema " Pancasila Sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia". 


" Kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga bangsa, khususnya bahwa Pancasila adalah sumpah bangsa Indonesia sebagai wujud dari ideologi bangsa Indonesia yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan," ucapnya.

Dany Jaelani melanjutkan, harus selalu tertanam sebagai anak bangsa, jangan lupa akan sejarah tentunya yang bisa mempersatukan semua ini adalah dengan Pancasila.

" Pancasila sebagai ideologi bangsa, yang kedua tentunya ini adalah satu kebanggaan dan rasa syukur khususnya dari alumni KNPI dari masa ke masa," ungkapnya.


Menurut Dany Jaelani bahwa wujudnya kita membuat acara ini mengenang kembali merefleksikan hatinya bahwa adalah perilaku yang harus kita sikapi di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan negara itu yang terpenting.

" Terutama di Kota Cirebon ini, harmonisasi sudah terbangun dengan peradaban Cirebon yang mungkin kita tahu juga mudah mudahan Cirebon juga menjadi barometer miniatur dari negara kesatuan Republik Indonesia tentang kebhinekaan," ujarnya.

Sebagai anak bangsa tidak boleh melupakan sejarah, karena tetap sejarah adalah bagian dari generasi yang tidak terputus dan fase - fase sejarah tegak dan berdirinya bangsa.


" Harmonisasi dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara dari lintas agama tokoh - tokoh agama, pimpinan umat, bahkan dari generasi muda tingkat organisasi kemasyarakatan organisasi pemuda," pungkasnya. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top