BPBD

camat

Pj Walikota Tangerang

E satu.com (Kota Cirebon)
- Dalam beberapa tahun terakhir ini ada beberapa orang yang mengaku sebagai keturunan asli  dan layak menjadi Sultan Kasepuhan Cirebon.
     
Namun dari beberapa orang yang mengaku keturunan Asli ada salah satu diantaranya yaitu Sultan Aloeda II ( Rahardjo Djali ) yang kerap diundang dalam acara acara penting Nasional untuk mewakili Kraton yang ada di Kota Cirebon.
    
Dalam keterangannya kepada Media Minggu 18 Februari 2024, Elvis salah satu anggota Kabinet dari Sultan Rahardjo mengatakan " Banyak sekali kegiatan yang dilakukan Sultan Rahardjo mulai dari rumah sendiri artinya dalam Kraton lalu dilingkungan wilayah Cirebon dan sekitarnya hingga tetangga kerajaan sampai pada pemerintahan pusat baik secara Legislatif di DPD maupun Kementrian juga pada pemerintahan di luar negeri, perwakilan dari luar negeri,terutama kerajaan di luar negeri khususnya di Kelantan Malaysia,Maroko dan Venezuela, kegiatan ini merupakan pengakuan yang diberikan oleh pihak pihak yang mengakui siapa sebenarnya Sultan Rahardjo, jadi kegiatan itu semuanya ada undangan resmi dan tercatat dalam berita acara yang sudah di siapkan oleh pihak terkait " paparnya. Bahkan Elvis mempunyai banyak sekali dokumentasi dokumentasi tentang kegiatan Sultan bersama para pejabat dalam dan luar negeri.

Ditempat yang sama Pangeran Panji yang juga Anggota Kabinet Sultan Rahardjo ikut menambahkan "Dari beberapa kerajaan di Jawa Barat seperti Kerajaan Sumedang Larang turut mengundang untuk mengikuti kegiatan,dari DPD pun ikut mengundang hingga Presiden Republik Indonesia turut pula mengundang lima keraton di Nusantara dalam rangka hari Batik Nasional, dari lima keraton salah satunya adalah Kraton Kasepuhan Cirebon yang mana Sultan Rahardjo sebagai pemimpinnya di undang langsung oleh Presiden " tuturnya.
     
Bahkan Negara Malaysia pun ingin bekerja sama dengan Keraton Kasepuhan, diharapkan dengan banyaknya kegiatan tersebut bisa membuktikan siapa yang berhak dan pantas menjadi Sultan Kasepuhan Cirebon dan bukan Sultan Abal Abal sehingga polemik yang terjadi di Kraton Kasepuhan lekas selesai. ( Prayoga )                            
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top