E satu.com (Indramayu) - Pasca ramai di media sosial terkait dugaan pungutan liar, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu memanggil Kepala SDN 1 Paoman, Hj Pien Arlina, Selasa Siang(19/8) sekitar pukul 10:08 WIB. 

Tujuan pemanggilan ini merupakan langka secara kedinasan yang langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, H.Caridin  untuk mendapatkan klarifikasi Kepsek  langsung dari kepsek tentang perihal diatas.

Dihadapan Kadisdik, H. Lien mengakui adanya pungutan di sekolahnya, namun sejatinya pungutan itu dilakukan oknum guru wali kelas dan tidak melibatkan dirinya.

"Saya juga kaget saat ada berita pungutan buku paket dan LKS yang viral. Sejujurnya, saya tidak pernah mengintruksikan untuk orang tua wajib beli buku paket dan LKS. Namun saya sadar, kesalahan yang dilakukan oknum guru adalah tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah,"kata Kepala SDN 1 Paoman, Hj. Lien Arlinah kepada wartawan usai keluar dari ruangan Kadisdik, Selasa (19/8).

Hj. Lien dalam klarifikasinya mengatakan, yang pertama pihak sekolah tidak mengharuskan siswa untuk beli buku LKS dan buku paket. Yang kedua, pihak sekolah sifatnya hanya menawarkan dan tidak ada unsur paksaan. Maka, yang sudah terlanjur beli, mangga digunakan. Dan yang tidak mampu membayar, silahkan orang tuanya datang kepada kepala sekolah untuk dibantu dan digratiskan dari segala tanggungan biaya.

Ditegaskan Hj Lien, terkait tindakan guru yang dikabarkan memaksa menagih dan minta dibayar ke wali murid terkait pembayaran buku paket dan LKS akan diberi teguran.

"Intinya, jangan ada lagi guru memaksa untuk beli buku dan LKS, karena kata pak Kadis itu jelas dilarang, dan saya (kepala sekolah) sudah membuat pernyataan depan pak Kadis untuk tidak ada pungutan apapun,"jelas. Hj. Lien sambil mengatakan pihaknya minta maaf ke wali murid atas ulah oknum guru yang dianggap tidak berkenan dan tidak sopan sambil berurai air mata.

Hj Lien juga membeberkan, dari hasil masukan yang ia terima, terkait adanya pungutan untuk kegiatan pramuka itu karena pelatihnya (pembimbing) bukan dari ASN atau PNS. Mereka adalah honor yangg tidak mendapatkan apa-apa, sehingga uang patungan dari siswa sebesar 2000 murni untuk honor pengajar pramuka.

"Uang itu untuk pelatih mas. Jumlah siswa itu dari kelas 1 sampai kelas VI yang ikut pramuka 226 siswa dan terkumpul 452.000 diberikan semua untuk pengajar pramuka,"jelas Hj.Lien.

Terkait patungan infak Rp 2000 perminggu, dirinya juga menjelaskan bahwa uang tersebut sebagai uang kepedulian, gunanya jika ada siswa yang sakit atau sunatan, maka uang infak itu digunakan untuk membantu siswa.

"Karena kata pak Kadis dilarang, mulai hari ini saya hilangkan pungutan apapun, apalagi yang dianggap membebani orang tua murid yang kondisi ekonominya pas-pasan,"tutup Hj Lien sambil mengatakan bahwa bantuan Dana BOS untuk pengadaan buku tidak mencukupi karena hanya di anggarkan 20 persen dari jumlah bantuan.

Disisi lain, Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, H.Caridin secara tegas melarang adanya pungutan dengan dalih apapun kepada siswa-siswi sekolah dasar. "Yang sudah terlanjur bayar agar dikembalikan. Sekolah itu gratis sesuai intruksi dan kebijakan Pak Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Lucky Hakim,"tegas Caridin.

Sebelumnya diberitakan, bahwa banyaknya pungutan yang terjadi di SDN 1 Paoman Indramayu Jawa Barat tahun ajaran 2025/2026 membuat  sejumlah orang tua meradang.  Informasi ini diperoleh pada Sabtu (16/08/2025) dari narasumber yang minta dirahasiakan indentitasnya.

Dari hasil laporan sejumlah orang tua dari mulai kelas I hingga kelas VI bahwa  pihak sekolah begitu masiv meminta kepada orangtua atau walimurid  untuk membayar sejumlah pungutan disekolah itu seperti,  pembiayaan LKS seharga  Rp200 ribu, Buku Paket seharga Rp419 ribu,  biaya ujian Rp50 ribu  dan ditambah  biaya  atribut sekolah.

"Sejujurnya saya keberatan dengan adanya pungutan itu ditambah pekerjaan saya hanya serabutan," tuturnya.    (TKH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top