E satu.com (Cirebon) - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Cirebon kembali menimbulkan dampak serius. Sebuah pohon randu berukuran besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun tumbang di kawasan situs walisongo dan sumur jalantunda kompleks pemakaman wisata religi Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Sabtu siang (27/12/2025).

Tumbangnya pohon tua tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah area pemakaman, termasuk bangunan pelindung makam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pasca kejadian, petugas gabungan dari Brimob Polda Jawa Barat, TNI, Polres Cirebon Kota, serta masyarakat setempat bergotong royong melakukan pembersihan lokasi pada Minggu pagi (28/12/2025).

Batang pohon randu yang berukuran besar dipotong menjadi beberapa bagian agar mudah dievakuasi, sehingga area pemakaman kembali bersih dan rapi.


Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin mengatakan, kegiatan evakuasi dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat.


“Hari ini unsur Polri bersama TNI, dibantu masyarakat Desa Astana, bahu membahu mengevakuasi pohon berusia sekitar 200 tahun yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi Sabtu kemarin,” ujar AKP Muchammad Qomaruddin di sela kegiatan.

Ia menyebutkan, cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga pohon tumbang di kawasan pemakaman Gunung Jati.

“Ada tiga pohon yang tumbang, terdiri dari dua pohon randu dan satu pohon jati. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi Polri dan TNI dalam membantu masyarakat membersihkan dampak bencana alam,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Komandan Ton 4 Kompi 4 Batalyon C Pelopor, Aiptu Putut Sihono, menuturkan bahwa personel Brimob bergerak cepat dengan peralatan lengkap untuk menangani pohon tumbang.

“Personel Brimob langsung menebang, memotong, dan menyingkirkan batang pohon besar yang melintang. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar evakuasi berjalan aman,” ungkapnya.


Sementara itu, Nasirudin, juru kunci kawasan makam keramat Gunung Jati, menjelaskan bahwa peristiwa tumbangnya pohon terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.


“Sabtu sore sekitar jam tiga, angin kencang seperti puting beliung melingkari area Sumur Jalatunda. Akibatnya beberapa pohon roboh, salah satunya pohon randu berusia sekitar 200 tahun,” katanya.

Ia menambahkan, dampak dari tumbangnya pohon tersebut menyebabkan sejumlah bangunan pelindung makam mengalami kerusakan.

“Beberapa makam masyarakat ikut terdampak. Kerusakan terparah terjadi pada cungkup makam Walisongo yang berada tepat di bawah pohon randu tua. Alhamdulillah, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan pada bangunan makam,” pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top