E satu.com (Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dengan memberangkatkan sembilan mahasiswa untuk mengikuti program International Students Mobility ke Thailand dan Prancis.
Dari total sembilan mahasiswa tersebut, tujuh mahasiswa akan mengikuti MB Science Program di Mahidol University, Thailand, sementara dua mahasiswa lainnya mengikuti Pharmacochemical & Molecular Biology Program di Université de Poitiers, Prancis.
Prosesi pelepasan mahasiswa dilaksanakan di Kantor Yayasan UGJ Cirebon, Rabu (31/12/2025), dan dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., Rektor UGJ Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes., serta Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UGJ Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.
Dekan FK UGJ, Dr. dr. H.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UGJ Cirebon, Catur Setiya Sulistiyana, menjelaskan bahwa sembilan mahasiswa tersebut telah melalui proses seleksi yang ketat sebelum dinyatakan lolos mengikuti program pertukaran internasional.
“Dua mahasiswa kami kirim ke Université de Poitiers Prancis dan tujuh mahasiswa ke Mahidol University Thailand. Mereka akan menjalani program selama 35 hari dengan fokus pembelajaran di bidang genetika, baik melalui perkuliahan bersama para pakar maupun kegiatan praktikum,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati dan pimpinan universitas atas dukungan penuh terhadap program internasional Fakultas Kedokteran UGJ.
“Mahasiswa yang ke Prancis akan berangkat pada 2 Januari 2026, sedangkan yang ke Thailand berangkat 3 Januari 2026. Program ke Prancis telah berjalan sejak 2017, sementara kerja sama dengan Mahidol University Thailand telah berlangsung selama tiga tahun terakhir,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Rektor UGJ Prof. Dr. H. Achmad Faqih menegaskan bahwa program student exchange tersebut merupakan implementasi nyata dari visi UGJ menuju universitas berkelas dunia.
“Hari ini, 31 Desember 2025, kita bersama-sama menyaksikan pelepasan mahasiswa FK UGJ ke Université de Poitiers Prancis dan Mahidol University Thailand. Ini adalah penjabaran dari visi UGJ menuju globalisasi, di mana seluruh fakultas diwajibkan menyelenggarakan kegiatan international students mobility,” kata Faqih.
Ia menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari berbagai kerja sama internasional yang telah dijalin UGJ, termasuk melalui program Erasmus+ antara perguruan tinggi di Eropa dan Indonesia.
“Selain student mobility, UGJ juga telah melaksanakan program visiting professor, di mana dosen-dosen UGJ memberikan perkuliahan di perguruan tinggi luar negeri. Bahkan, banyak dosen UGJ merupakan lulusan universitas ternama di Eropa, Asia, Amerika, dan Australia,” jelasnya.
Menurut Faqih, internasionalisasi tidak hanya dilakukan oleh Fakultas Kedokteran. Sejumlah fakultas lain di UGJ juga aktif menjalankan program internasional, seperti magang industri internasional di Jepang oleh Fakultas Pertanian selama dua tahun terakhir, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang juga mengirim mahasiswa magang ke Jepang.
“Ke depan, program ini akan terus dikembangkan ke negara-negara lain, seperti Asia Tenggara dan Australia. Ini bagian dari upaya UGJ menuju World Class University dan menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, turut mengapresiasi capaian internasionalisasi UGJ yang terus berkembang.
“Hari ini ada sembilan mahasiswa yang akan melaksanakan student exchange ke Thailand dan Prancis. Ini merupakan kebanggaan dan prestasi, sekaligus wujud dari visi yayasan untuk membangun jejaring di tataran global,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan perguruan tinggi mitra luar negeri terhadap UGJ terus meningkat seiring dengan kualitas akademik yang dimiliki.
“Kualifikasi UGJ dan mahasiswanya setara dengan perguruan tinggi mitra, bahkan hingga Eropa. Ini menunjukkan bahwa internasionalisasi UGJ telah berjalan dan terus bertumbuh,” katanya.
Selain pengiriman mahasiswa, Prof. Mukarto juga mengungkapkan bahwa pada 5 Januari 2026, UGJ Cirebon dijadwalkan menerima kunjungan dosen dan pimpinan universitas dari Filipina.
“Selanjutnya, pada Juni 2026, UGJ kembali akan mengirim mahasiswa untuk mengikuti program student exchange ke Prancis,” pungkasnya. (Wandi)




.jpeg)






.webp)












Post A Comment:
0 comments: