E satu.com (Cirebon) - PT Teguh Madani Bersahabat (TMB) Tour and Travel Cirebon menggelar kegiatan manasik umrah bagi calon jamaah di Gedung Pertemuan RM Bandar Jakarta, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (18/1/2026).
Manasik tersebut digelar sebagai persiapan keberangkatan jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat pada 31 Januari 2026.
Keberangkatan kali ini, insya Allah, akan diikuti sekitar 75 jamaah dan dipimpin langsung oleh Gus Aldi.
Direktur PT TMB Tour and Travel Cirebon, H. Teguh Sasmito, mengatakan program umrah yang dilaksanakan merupakan paket perjalanan selama sembilan hari. Jamaah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jeddah.
“Setibanya di Jeddah, jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus dan menetap selama tiga hari. Setelah itu perjalanan dari Madinah ke Makkah menggunakan kereta cepat Haramain dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam,” ujar Teguh saat ditemui wartawan.
Ia menjelaskan, penggunaan kereta cepat menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan perjalanan darat menggunakan bus yang biasanya memakan waktu hingga tujuh sampai delapan jam. Di Makkah, jamaah akan menjalani rangkaian ibadah selama empat hari sebelum kembali ke Jeddah dan pulang ke tanah air.
Dalam kegiatan manasik, TMB tidak hanya memberikan pembekalan terkait tata cara ibadah umrah, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan stamina jamaah. Hal ini mengingat perbedaan cuaca dan iklim di Tanah Suci yang cukup ekstrem.
“Cuaca di Makkah saat ini sekitar 15 derajat, dan di Madinah biasanya lebih dingin. Karena itu, kami tekankan agar jamaah benar-benar menjaga kondisi fisik,” katanya.
Keberangkatan umrah Januari ini juga akan didampingi sejumlah pembimbing, di antaranya Gus Aldi, Dr. Ahmad Yani, MAg selaku Ketua Harian At-Taqwa Center sekaligus Ketua Perhimpunan Masjid se-Asia Tenggara, serta tim TMB. Selama di Tanah Suci, jamaah akan dipandu oleh para muthawwif berpengalaman.
Teguh menambahkan, rata-rata usia jamaah berkisar antara 35 hingga 60 tahun. Terdapat pula jamaah yang menggunakan kursi roda, yang diwajibkan didampingi oleh anggota keluarga demi kelancaran ibadah.
“Alhamdulillah, jamaah berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter, TNI/Polri, para kiai, pegawai negeri, swasta, hingga masyarakat umum. Sekitar 90 persen jamaah merupakan peserta yang baru pertama kali melaksanakan umrah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, TMB juga mewajibkan jamaah mengikuti vaksinasi demi menjaga kesehatan selama perjalanan.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan acara pelepasan jamaah pada 30 Januari 2026 di Masjid Al Jabar Plumbon, sebelum bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta.
“Di bandara, kami menyediakan fasilitas lounge umrah khusus agar jamaah bisa beristirahat dengan nyaman sebelum keberangkatan. Semua ini kami lakukan untuk memastikan kekhusyukan ibadah serta kesehatan jamaah selama di Tanah Suci,” pungkas Teguh. (Wandi)










.webp)












Post A Comment:
0 comments: