E satu.com (Cirebon) - Kaukus Peduli Cirebon Timur (KPCT) menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya keberadaan tempat hiburan di wilayah Cirebon Timur yang dinilai mengabaikan sendi-sendi adat istiadat serta nilai kearifan lokal yang telah lama dijaga masyarakat.
Ketua KPCT, Qoribullah, menilai munculnya berbagai tempat hiburan tersebut tidak lepas dari adanya dorongan pihak-pihak tertentu yang seolah ingin menjadikan Cirebon Timur sebagai kawasan bebas hiburan, tanpa mempertimbangkan karakter wilayah yang dikenal religius dan berbudaya.
Hal itu disampaikan Qoribullah kepada media melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu malam (10/1/2026).
“Kami sangat prihatin dengan kondisi Cirebon Timur saat ini. Banyak tempat hiburan bermunculan tanpa memperhatikan adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini dijaga masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Qoribullah, Pemerintah Kabupaten Cirebon seharusnya bersikap lebih selektif dan bijaksana dalam memberikan izin operasional tempat hiburan. Pasalnya, Cirebon Timur dikenal sebagai kawasan pendidikan dan basis pondok pesantren.
“Di Cirebon Timur terdapat banyak pondok pesantren besar berskala nasional hingga internasional, seperti Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Gedongan, Pondok Pesantren Kalimukti, dan masih banyak lainnya. Selain itu, kawasan ini juga kaya akan wisata religi peninggalan para wali dan Kerajaan Cirebon,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan tempat hiburan yang tidak terkontrol berpotensi merusak tatanan sosial serta nilai-nilai religius yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Cirebon Timur.
KPCT pun mempertanyakan ketegasan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan aparat penegak hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Apakah Pemkab Cirebon dan aparat hukumnya tidak memperhatikan kondisi ini? Kami berharap ada langkah tegas agar Cirebon Timur tetap terjaga sebagai kawasan pendidikan dan religius,” pungkasnya. (Wan)








.webp)












Post A Comment:
0 comments: