E satu.com (Kota Cirebon) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (6/2/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Resor Militer (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han.
Aksi bersih pantai itu melibatkan sekitar 400 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar. Seluruh peserta tampak bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah yang bercampur lumpur di sepanjang pesisir Pantai Kesenden.
Kolonel Hista mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden terkait upaya pembersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir pantai.
“Pagi hari ini kita bersama Forkopimda, Pemda, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan anak-anak sekolah melaksanakan pembersihan di wilayah Pantai Kesenden Cirebon,” ujar Kolonel Hista di sela kegiatan.
Ia mengakui, proses pembersihan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi pantai yang berlumpur serta sulitnya akses kendaraan pengangkut sampah. Meski demikian, pembersihan akan tetap dilakukan secara bertahap hingga tuntas.
“Memang ada kesulitan yang kita hadapi, tetapi ini bisa kita lakukan nanti secara bertahap untuk melaksanakan pembersihannya,” jelasnya.
Menurut Kolonel Hista, Cirebon memiliki garis pantai yang cukup panjang sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihannya. Sampah yang menumpuk di Pantai Kesenden, kata dia, sebagian besar berasal dari air laut pasang serta aliran muara sungai.
“Pantai kita ini berbeda dengan daerah lain, pantainya pendek dan lebih dominan lumpur. Sampah yang kita temukan berasal dari air pasang dan juga muara-muara sungai. Ini perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.
Ia menyebutkan, ketebalan lumpur yang bercampur sampah di beberapa titik bahkan mencapai kedalaman satu hingga dua meter. Kendati demikian, pihaknya optimistis pantai dapat dibersihkan secara maksimal.
“Bukan tidak mungkin tidak bisa kita bersihkan. Insya Allah akan bersih. Target kita harus bersih, mau satu hari, dua hari, atau tiga hari,” katanya.
Untuk mendukung pembersihan, TNI juga akan mendatangkan alat amfibi yang saat ini masih dalam perjalanan. Alat tersebut diharapkan mampu menjangkau area pantai yang sulit diakses secara manual.
“Kalau dengan tangan kemungkinan kecil. Lokasinya sulit dimasuki kendaraan pengangkut sampah maupun kendaraan kecil. Mudah-mudahan dengan amfibi ini nanti bisa lebih maksimal,” imbuhnya.
Ke depan, Danrem menegaskan akan dilakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, dan unsur masyarakat lainnya, agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, kegiatan pembersihan pantai akan dilakukan secara rutin.
“Nanti kita akan melakukan sosialisasi dan melaksanakan kegiatan pembersihan secara rutin ke depannya,” pungkas Kolonel Hista. (Wandi)








.webp)












Post A Comment:
0 comments: