E satu.com (Cirebon) - Tradisi Grebeg Syawal yang digelar di kawasan Astana Gunung Jati tetap berlangsung khidmat pada Minggu (29/3/2026), meski sempat terkendala akses masuk ke area utama.
Kegiatan yang diikuti keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon ini dipimpin langsung Patih Sepuh, PR. Goemelar Soeryadiningrat.
Tradisi tersebut merupakan agenda turun-temurun yang dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri atau dikenal sebagai Lebaran Ketupat.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap melaksanakan Grebeg Syawal sebagai bentuk doa dan silaturahmi kepada para leluhur,” ujar Goemelar.
Namun dalam pelaksanaannya, rombongan Patih Sepuh sempat tidak diperkenankan memasuki area tertentu oleh pihak terkait. Meski demikian, hal tersebut tidak menghalangi jalannya prosesi doa dan ziarah.
“Tidak menjadi persoalan, yang terpenting niat kita berdoa. Di mana pun kita berdoa, insyaAllah akan sampai kepada para leluhur dan orang tua kita,” tuturnya.
Ia menegaskan, esensi Grebeg Syawal terletak pada doa dan silaturahmi, bukan semata lokasi pelaksanaan.
Menurutnya, keikhlasan menjadi hal utama dalam menjalankan tradisi tersebut.
“Yang utama adalah niat dan keikhlasan. Mudah-mudahan semua yang hadir mendapatkan keberkahan,” katanya.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengapresiasi jajaran kepolisian dan TNI yang telah membantu pengamanan, terutama di tengah kepadatan pengunjung saat puncak kegiatan.
Tradisi Grebeg Syawal di Astana Gunung Jati menjadi agenda budaya dan religi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta meningkatkan nilai spiritual melalui doa bersama. (Naim)









.webp)













Post A Comment:
0 comments: