E satu.com (Kota Cirebon) - Setelah libur panjang Lebaran, aktivitas belajar mengajar di Kota Cirebon kembali berjalan normal.

Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa tampak kembali ke kelas dengan semangat baru untuk mengikuti pembelajaran.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon memastikan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka penuh.

Hal ini sekaligus menepis isu yang sempat beredar di media sosial terkait kemungkinan diberlakukannya kembali sistem pembelajaran daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menegaskan bahwa saat ini tidak ada kebijakan sekolah daring.

“Untuk wacana-wacana yang beredar di media sosial terkait sekolah daring, kami tegaskan saat ini sudah ada keputusan, tidak ada daring lagi. Sekolah tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, momentum masuk sekolah pascalibur Lebaran ini menjadi penting bagi siswa, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar pada April mendatang, khususnya bagi jenjang SD dan SMP.

Selain itu, Disdik Kota Cirebon juga tengah mengkaji penerapan sistem lima hari sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD). Saat ini, sistem tersebut telah lebih dulu diterapkan di jenjang SMP.

“Harapan kami SD bisa mengikuti seperti SMP, yaitu lima hari sekolah. Namun saat ini masih kami godok aturannya, karena harus menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan lima hari sekolah memiliki sejumlah persyaratan, seperti ketersediaan fasilitas pendukung, termasuk sarana ibadah bagi siswa.

“Sekolah harus memenuhi syarat, misalnya fasilitas untuk salat dan kegiatan penunjang lainnya. SMP sebagian besar sudah siap, tinggal SD yang masih kami siapkan,” katanya.

Meski demikian, Disdik belum memutuskan apakah sistem lima hari sekolah akan diterapkan penuh atau tetap enam hari dengan tambahan kegiatan ekstrakurikuler di hari Sabtu.

“Masih kami pelajari. Bisa saja nanti lima hari sekolah, atau tetap enam hari dengan Sabtu untuk kegiatan ekstrakurikuler. Keputusan finalnya belum ada,” ujarnya.

Disdik menargetkan kebijakan tersebut dapat mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang, seiring dengan persiapan yang terus dilakukan oleh pihak sekolah.

Sementara itu, Kadini kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan work from home (WFH) untuk kegiatan belajar di sekolah.

“Kalau untuk sekolah, tidak ada WFH. Semua tetap masuk seperti biasa dan belajar tatap muka,” tegasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top