E satu.com (Cirebon) -
Memasuki masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan perjalanan akibat faktor alam.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang berpotensi menghambat kelancaran arus mudik dan balik.

“Pada wilayah jalur KA Daop 3 Cirebon setidaknya terdapat 9 titik daerah pemantauan khusus, meliputi lokasi potensi banjir dan kontur tanah labil. Hingga saat ini kami terus melakukan pemantauan di titik-titik tersebut,” ujar Muhibbuddin, Selasa, (17/3/2026).


Dari total 9 titik tersebut, sebanyak 5 titik merupakan daerah rawan banjir, sementara 4 titik lainnya merupakan wilayah dengan kontur tanah labil.

Adapun lima titik rawan banjir berada di:
KM 187+600 s.d 187+800 antara Stasiun Tanjung–Losari
KM 220+700 s.d KM 220+800 antara Stasiun Cirebon Prujakan–Waruduwur
KM 161+600 s.d 161+700 antara Stasiun Brebes–Tanjung
KM 243+200 s.d 243+600 antara Stasiun Sindanglaut–Ciledug
KM 252+500 s.d KM 252+800 antara Stasiun Ciledug–Ketanggungan
Sementara empat titik dengan kontur tanah labil berada di:

KM 148+500–153+900 jalur hulu antara Stasiun Cilegeh–Kadokangabus
KM 175+000–175+300 jalur hulu antara Stasiun Telagasari–Jatibarang
KM 147+800–152+500 jalur hilir antara Stasiun Kadokangabus–Cilegeh
KM 175+100–175+600 jalur hilir antara Stasiun Telagasari–Jatibarang


Untuk mengantisipasi gangguan seperti banjir dan ambles, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 17 titik. Peralatan ini terdiri dari material darurat seperti bantalan rel dan batu balas untuk penanganan cepat saat terjadi gangguan.

AMUS ditempatkan di sejumlah stasiun, di antaranya Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden Baru, Haurgeulis, Telagasari, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindanglaut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom.

Selain itu, KAI juga menambah personel di lapangan dengan menerjunkan 8 Petugas Jaga Daerah (PJD) ekstra serta 27 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tambahan. Secara keseluruhan, sebanyak 296 petugas perawatan prasarana disiagakan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama periode Lebaran.


“Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum di mana seluruh insan KAI memberikan kinerja terbaik agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat,” kata Muhibbuddin.

KAI Daop 3 Cirebon juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau kondisi cuaca secara real-time.

“Semoga dengan persiapan yang matang, Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, selamat, lancar, dan terkendali,” pungkasnya. (wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top