Pencitraan Calon Bupati
E satu.com -Pilkada yang akan di gelar hanya tinggal menunggu waktu saja ,beberapa bakal calon Bupati mulai bermunculan pencitraan yang dilakukan oleh beberapa bakal calon terus bergulir dari sisi sosial seperti yang dilakukan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Cirebondari Partai Gerindra, H, Kalinga terus menebar pesona. dirinya mendatangi sebuah rumah milik warga di Desa Pilangsari Kecamatan Kedawung yang dihuni oleh enam kakak beradik yang yatim piatu, Senin (21/8).
Kalinga mengaku prihatin atas kondisi yang menimpa enam anak kakak beradik ini yang telah ditinggal kedua orang tuanya.
“Kedatangan saya dan keluarga ke sini pertama ingin bersilutarahim dan yang kedua kami terpanggil melihat kondisi keenam saudara yang tidak lagi bisa bergantung pada kedua orang tuanya karena sudah tiada,” kata Kalinga.
Dikatakannya, apa yang menimpa keenam bersaudara ini merupakan tanggungjawab kita semua. Artinya kesusahan warga Kabupaten Cirebon ini juga dirasakan olehnya, sehingga ia pun bersama keluarga merasa ikut terpanggil untuk membantu meringankan beban mereka.
“Mereka semua putus sekolah. Ini tidak boleh dibiarin, bagaimanapun juga mereka harus bisa melanjutkan sekolah, dan ini tanggungjawab kita semua, termasuk pemerintah daerah,” katanya.
Mereka-mereka ini, ungkap Kalinga, memiliki potensi dan harapan yang sangat besar ke depannya, termasuk juga mereka ini penerus bangsa yang harus kita jaga dan pelihara agar dapat berkembang dan mandiri.
“Mereka ini penerus bangsa yang memiliki potensi besar. Ini harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Artinya mereka semua harus bisa melanjutkan pendidikan. Sangat disayangkan jika anak-anak ini tidak bisa melanjutkan sekolah. Kasihan mereka masih punya kesempatan dan sama-sama memiliki potensi,” terangnya.
Ke depan, kata Kalinga, pihaknya mempunyai program yang khusus bagi anak-anak yatim piatu yang berprestasi dan nanti akan mendapatkan beasiswa. “Mudah-mudahan itu dapat diwujudkan, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena persoalan ekonomi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kalinga memberikan santunan dan juga bantuan dalam bentuk sembako. Kedatangan mantan Kepala BKPSDM itu didampingi keluarga.
Perlu diketahui, keenam kakak beradik itu yakni Istifani (15) Nisa (11) Ipan (7) Rendi (5), dan kedua kakak sulungnya yang kembar Miki (16) dan Diki (16). Keenam yatim piatu ini harus menetap di sebuah rumah semi permanen yang terbuat dari kayu tepat di bantaran Sungai Kedawung.
Agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keenamnya, Miki (16) dan Diki (16) sebagai kakak tertua terpaksa menjadi buruh cuci motor dan mencari rongsok untuk memenuhi kebutuhan hidup keempat adiknya.
Miki dan Diki harus menghentikan masa pendidikannya di bangku sekolah saat kelas 2 SMP, karena tidak memiliki biaya. Juga bertanggungjawab untuk menghidupi kelima adiknya, Miki tetap ikhlas menjalani semua kepahitan hidup.
Keluarga malang ini tinggal di rumah tak layak huni (rutilahu)di sekitar bantaran sungai yang melintasi Desa Pilangsari Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Rumah itu berdiri di areal tanah tanggul dan di antara tumpukan sampah warga maupun limbah.
Sebagian rumahnya hanya beratap langit lantaran kayu penopang gentingnya rapuh termakan usia. Terkadang juga banjir karena ketika hujan deras akibat tumpahan air dari atap serta air sungai yang meluap secara tiba-tiba, kalingga berharap dirinya diberi kesempatan untuk dapat memperbaiki itu semua ,agar masyarakat kabupaten cirebon lebih sejahtera dan tidak ada lagi yang mengalami hal seperti ini lagi,ungkapnyta. ( PGH)

Post A Comment: