Pemerintah Kota Cirebon Melalui Dinas Tenaga Kerja Serius Menangani Masalah Ketenaga Kerjaan
E satu.com -  Pemerintah kota Cirebon melalui  Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menunjukan keseriusannya dalam membangun sistem informasi lowongan pekerjaan melalui online. Pagi tadi, Disnaker melakukan pertemuan guna berkoordinasi bersama Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika (DKIS) Kota Cirebon di ruangan Command Center DKIS Kota Cirebon dalam membentuk E-Lowker, Selasa (23/1).
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengungkapkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait guna mewujudkan segera program kerjanya yakni menyediakan infromasi lowongan kerja melalui internet, atau bisa disebut E-Lowker. Kemudian, lanjut Agus, dinas yang berhubungan langsung dengan programnya yakni DKIS. Dimana dinas tersebut merupakan pusat data dari semua dinas, dan di DKIS terdapat tenaga-tenaga yang memang ahli di bidang jaringan internet dan sebagainya. Untuk mengenai data dan jumlah warga yang akurat sebagai dasar informasi yang nantinya akan dibuat, Disnaker akan segera berkoordinasi dengan Disdukcapil.
“Guna menindaklanjuti program yang akan kami jalankan, kami berkoordinasi dengan DKIS yang memang merupakan wali data. Kami berkonsultasi dengan ahlinya. Agar pada jalannya nanti, program ini tidak kurang satu apapun,” jelas Agus kepada Cirebonpos usai rapat.
Agus mengungkapkan, sistem yang akan dibuat ini untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pencari kerja bisa membuka lowongan pekerjaan dalam setiap saat. Agus menargetkan pada semester pertama tahun ini, sistem ini bisa dilihat oleh masyarakat untuk mencari lowongan kerja.
“Target semester pertama bulan Juli nanti masyarakat bisa melihat Job Fair melalui digital sepanjang tahun. Karena kita update terus di website kita, masyarakat kapanpun bisa melihatnya ” paparnya.
Agus menuturkan, angka pengangguran di Kota Cirebon pada akhir tahun 2017 lalu mencapai 16 ribu pengangguran terbuka. Angka ini meliputi dari jenjang SD sampai Sarjana, namun ada juga yang terkena PHK. Agus mengatakan Disnaker sudah melakukan survei untuk mengetahui angka pengangguran di Kota Cirebon.
“Berdasarkan survei akhir tahun 2017 lalu, ada sekitar 16 ribu atau 11,63 persen daru jumlah angkatan kerja. Namun data survei ini sifatnya masih estimasi karena metodologi yang kita gunakan sampling,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DKIS Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, Disnaker memiliki konsep untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di bidang ketenagakerjaan, dengan membuat aplikasi E-Lowker.
“Nanti aplikasi ini menyediakan informasi tentang perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Jadi bisa diakses oleh siapa saja khususnya para pencari kerja yang ada di Kota Cirebon,” ujarnya.
Iing menjelaskan, nanti program aplikasi ini bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan pekerja sesuai spesifikasinya. Untuk perusahaan yang ada di Kota Cirebon, di luar kota pun akan digandeng untuk bisa turut serta menginformasikan di aplikasi ini apabila membutuhkan tenagah kerja.
”Kami akan terus kembangkan Smart City ini. Semoga masyarakat akan lebih mudah memanfaatkannya,” pungkasnya. ( Pgh}

Post A Comment: