Jelang Pilkada Walikota  Cirebon Naikan status 1.098 Tenaga Honorer
E satu.com ( Crb) -Sebanyak 1.098 tenaga honorer kependidikan dalam waktu dekat akan mendapatkan legalitas dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Mereka pun akan mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd, menjelaskan jika pihaknya telah melakukan validasi ulang terhadap jumlah guru honorer dan tenaga kependidikan honorer yang ada di Kota Cirebon. “Setelah divalidasi, jumlahnya mencapai 1.098 orang,” ungkap Jaja. Jumlah tersebut merupakan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer yang ada  di sejumlah sekolah di Kota Cirebon yang tercatat hingga Juli 2017 lalu. “Jadi tanpa memperhitungkan tenaga honorer yang ada di Dinas Pendidikan dan UPTD,” ungkap Jaja.
Selanjutnya mereka akan mendapatkan legalitas dari Wali Kota Cirebon. Legalitas tersebut diharapkan bisa segera keluar sebelum Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis menjalankan cuti untuk mengikuti pilkada Juni 2018 mendatang. Setelah guru honorer maupun tenaga  kependidikan honorer tersebut mendapatkan legalitas dari pemerintah daerah, maka membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTI). “Jika sejumlah syarat sudah dipenuhi, maka mereka bisa mendapatkan NUPTK tersebut,” ungkap Jaja. Setelah NUPTK didapat, maka memungkinkan mereka untuk mendapatkan berbagai tunjangan yang dikeluarkan pemerintah pusat.
Dengan telah keluarnya legalitas untuk guru honorer dan tenaga honorer kependidikan, maka pihak sekolah diminta untuk tidak lagi merekrut guru honorer di sekolah mereka. “Optimalkan guru yang ada di sekolah,” ungkap Jaja. “Untuk guru SD misalnya, kalau masih kurang satu guru ya pegang satu kelas,” ungkap Jaja.

Post A Comment: