Hari Stroke Dunia (World Stroke Day)
E satu.com (Crb) -Data penderita stroke setiap tahunnya bertambah di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon. Menjaga kesehatan termasuk menjaga asupan makanan dibutuhkan agar seseorang terhindar dari stroke.
Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, saat acara Pencanangan Cirebon Waspada Stroke dalam rangka memperingati Hari Stroke Dunia (World Stroke Day), 29 Oktober 2018 di area Car Free Day (CFD) Jalan Siliwangi, Minggu, 28 Oktober 2018. “Di Indonesia, tren penyakit stroke ini semakin meningkat,” ungkap Dedi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) menunjukkan peningkatan prevalensi stroke dari 8,3 per 1.000 penduduk pada 2007 menjadi 12,1 per 1.000 penduduk pada 2013.  Sedangkan untuk Kota Cirebon, penderita stroke berdasarkan data Riskesda tahun 2007  yaitu 12,3 per 1.000 penduduk terserang stroke.
Padahal penyakit stroke bisa menimbulkan dampak yang cukup banyak. Tidak hanya kerugian dari segi kesehatan tapi juga defisit ekonomi. Dijelaskan Dedi, dampak penyakit stroke selama periode 2007 hingga 2015 diperkirakan akan mengakibatkan defisit ekonomi sebesar 50 triliun di Indonesia. Artinya, stroke akan menyebabkan defisit ekonomi setara 10 persen dari total anggaran kesehatan negara Indonesia setiap tahunnya.
Untuk itu, Dedi menekankan pentingnya untuk selalu menjaga kesehatan. “Apalagi stroke merupakan penyakit yang paling berbahaya. Karena satu dari enam orang di dunia pernah terserang stroke,” ungkap Dedi. Menjaga kesehatan tersebut diantaranya bisa dilakukan dengan menjaga pola asupan makanan. Tidak mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan penyakit dalam jumlah yang banyak. “Dengan melakukan senam otak, juga bisa membantu mencegah terjadinya stroke,” ungkap Dedi.
Ketua Penyelenggara yang juga ketua Perdossi, dr Jeny Hanawan Saputra, SpS., M.Si. Med, mengungkapkan jika setiap tanggal 29 Oktober masyarakat di semua belahan dunia memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day). “Saat ini dunia mengakui bahwa stroke merupakan penyakit yang paling mematikan dan menakutkan. Karena dapat menimbulkan kecacatan,” kata Jeny. Stigma bahwa stroke hanya menyerang lapisan masyarakat menengah ke atas menurut Jeny tidaklah benar. Karena saat ini stroke merupakan momok bagi semua kalangan, tua dan muda, kaya dan miskin, pedesaan maupun perkotaan. “Stroke sudah menjadi penyakit yang dapat menyerang semua orang,” ungkap Jeny.
Stroke sudah diakui sebagai penyakit yang dapat menyerang semua orang. Jumlah penderita stroke di seluruh dunia dan tahun ketahun meningkat tajam. 1 dari 6 orang di dunia terserang stroke. Angka ini akan terus bertambah jika edukasi terhadap masyarakat tentang penyakit stroke, cara-cara pencegahannya dan cara menanganinya tidak dilakukan segera.
Selanjutnya pada hari Stroke Sedunia 2018 ini menurut Jeny didedikasikan untuk penderita stroke, keluarganya dan care giver yang terus berjuang dan bertahan hidup menjadi lebih baik lagi. “Kami juga menggagas gerakan Cirebon Waspada Stroke 2018 yang diadakan pada 27-28 Oktober 2018,” kata Jeny.

Post A Comment: