Pj Wali Kota Cirebon Akan Tambah Anggaran Penyelenggaraan MTQ di Kota Cirebon
E satu.com (Crb)- Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta untuk menambahkan anggaran kegiatan keagamaan di Kota Cirebon, termasuk untuk kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ). Sehingga ke depannya akan menghasilkan qori dan qoriah yang berkualitas dari Kota Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik,M.Si., disela-sela pembukaan MTQ ke 51 tahun 2018 yang dilakukan bersamaan dengan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Ahad, 28 Oktober 2018. “Sebelum pembukaan ini sudah diawali dengan pawai taaruf,” ungkap Dedi. Pawai taaruf tersebut menampilkan berbagai nilai-nilai kreativitas keislaman yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Cirebon.
Selanjutnya seiring dengan pembukaan MTQ ke 51 ini Dedi berharap akan menghasilkan qori dan qoriah terbaik di Kota Cirebon. “Diharapkan mereka tidak hanya menjadi juara di Kota Cirebon namun juga tingkat provinsi hingga nasional,” harap Dedi. Hanya saja diakui Dedi, anggaran untuk penyelenggaraan MTQ ini tergolong minim. Karena itu, ia sudah memerintahkan kepad TAPD untuk menambah anggaran penyelenggaraan MTQ tersebut.
Dengan penambahan anggaran tersebut, Dedi berharap penyelenggaraan MTQ jadi lebih berkualitas serta menghasilkan qori dan qoriah yang terbaik. “Ini linier dengan visi dari Gubernur Jawa Barat yaitu Jawa Barat juara lahir dan batin dengan didukung inovasi dan kolaborasi,’ ungkap Dedi. Terlebih Kota Cirebon juga memiliki filosofi sebagai Kota Wali.
Selanjutnya Dedi juga mengapresiasi dilaunchingnya E Wasiat atau wahaye sadar akhirat yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon. “Apalagi sekarang momentum yang tepat, pembukaan MTQ serta peringatan Hari Sumpah Pemuda,” ungkap Dedi. Sehingga diharapkan generasi muda yang sangat akrab dengan telefon selular berteknologi tinggi juga bisa membuka aplikasi keagamaan. “Ke depannya saya ingin ada zakat mal secara online,” kata Dedi. Dalam waktu dekat Dedi mengaku akan membuatkan perwali mengenai zakat dan infaq profesi. Sehingga nantinya seluruh ASN yang ada di Kota Cirebon ini akan dikenakan zakat profesi. “Ini bisa membantu mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Cirebon,” ungkap Dedi.
Sementara itu Ketua Penyelenggara MTQ ke 51 tahun 2018 tingkat Kota Cirebon, Ahmad Yani, menjelaskan jika tujuan penyelenggaraan MTQ yaitu untuk menumbuhkembangkan semangat dan minat baca Al Quran di kalangan masyarakat. “Sehingga diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isi kandungan Al Quran itu sendiri,” ungkap Yani.
Selain itu melalui MTQ juga akan dipersiapkap qori dan qoriah, hafidz dan hafidzah yang akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019. “Ke depannya melalui penyelenggaran MTQ ini kita berharap bisa mewujudkan Kota Cirebon yang religius dan berwawasan Qur’ani,sesuai dengan tema tahun ini,” ungkap Yani. MTQ ke 51 akan berlangsung selama dua hari, mulai 28 hingga 29 Oktober 2018 bertempat di masjid raya At Taqwa, Kota Cirebon. Ada pun jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 109 orang dari perwakilan 5 kecamatan di Kota Cirebon.
Sementara itu Kepala DKIS Kota Cirebon, Iing Daiman,S.Ip., M.Si.,  mengungkapkan jika aplikasi e Wasiat bisa diunduh melalui google play store dan merupakan salah satu implementasi Cirebon Smart City. “Sekaligus sebagai pengembangan syiar agama di Kota Cirebon,” ungkap Iing.
Aplikasi e Wasiat merupakan singkatan dari “Wayahe Sadar Akherat” atau saatnya sadar akhirat. Yaitu aplikasi yang berisi tentang informasi masjid, tempat berziarah atau petilasan, informasi pondok pesantren, syiar dan syair keagamaan, konsultasi keagamaan, pustaka dan event keagamaan yang berlangsung di Kota Cirebon.

Post A Comment: