E satu.Com (Crb)   -- Penjabat Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik M. Si bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kegiatan tradisi Panjang Jimat di Keraton Kaprabonan, Selasa (20/11/2018).

Pada kesempatan itu Dedi memberikan apresiasi atas pelaksanaan tradisi Panjang Jimat yang semakin memperkuat karakter Cirebon sebagai kota budaya dan kota pusaka yang kental dengan nilai-nilai ajaran Islam.

"Tradisi Panjang Jimat sarat akan makna dan memiliki nilai-nilai sejarah yang harus diketahui generasi muda," katanya.

Dedi menuturkan tradisi Panjang Jimat yang masuk dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki fungsi pencerahan pendidikan moral dengan meneladani Nabi.

"Tradisi Panjang Jimat juga turut mendukung program wisata religi di Jawa Barat dan lebih khususnya di Kota Cirebon," tuturnya.

Terkait program pengembangan wisata kata Dedi pihaknya akan membuat roadmap pengembangan wisata di koridor Cirebon Raya dengan dukungan BIJB Kertajati.

"Kertajati merupakan bandara internasional yang artinya memberikan peluang untuk pengembangan wisata hingga tingkat internasional," katanya.

Dedi menambahkan dalam pembuatan roadmap pengembangan wisata, pihaknya akan mengundang stakeholders terkait hingga kalangan seniman, budayawan hingga para raja di Cirebon.

"Nantinya juga akan dibahas soal penyusunan kalender event untuk menunjang daya tarik wisata," tambahnya.

Pada saat yang sama, Sultan Keraton Kaprabonan, Ir. Pangeran Hempi Raja Kaprabonan MP mengungkapkan pelaksanaan tradisi Panjang Jimat di Kaprabonan setiap tahun digelar tepat bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Tujuannya agar kita semua mengambil keteladanan Nabi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Post A Comment: