Sekda Kota Cirebon, Siswa Sekolah Juga Harus Mengetahui Tata Kota Agar Kelak Bisa Jadi Ilmuwan
E satu.com (Crb) - Memperkenalkan konsep tata ruang kota dimulai sejak masih bersekolah. Kelak, diharapkan mereka akan menjadi ilmuwan yang ramah terhadap lingkungan.
Hal tersebut terungkap saat kegiatan Inovasi Penataan Ruang dalam upaya Mengefektifkan Penataan Ruang di Sanggar Tata Ruang dan Tata Lingkungan Sekolah Santa Maria, Jalan Sisingamangaraja No 22 Kota Cirebon, Senin, 1 April 2019.
“Kota Cirebon merupakan kota yang kecil. Hanya lebih kurang 38 km2,” ungkap Sekda Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi, M.Si.
Namun Kota Cirebon sudah memiliki konsep tata ruang, yang masing-masing dibagi menjadi 4 sub wilayah kota (SWK). Untuk SWK pertama yaitu zona pelabuhan dan kelautan, serta faktor-faktor pendukung adanya pemerintahan, sosial, pendidikan dan lainnya. Zona kedua yaitu perdagangan dan jasa mencakup diantaranya mencakup wilayah Gunungsari. Fungsinya utamanya di bidang perbisnisan.
Sekda Kota Cirebon, Siswa Sekolah Juga Harus Mengetahui Tata Kota Agar Kelak Bisa Jadi Ilmuwan
Zona ketiga yaitu pemukiman yang ada di wilayah perumnas dan majasem. “Fungsi utamanya adalah untuk perumahan dan pendidikan,” ungkap Asep. Selanjutnya zona perkantoran dan olahraga di sekitaran Stadion Bima. “Dalam membangun Cirebon, tentu harus diperhatikan penataan kotanya,” ungkap Asep.
Karena itu, Asep mengaku bersyukur karena konsep tata kota ini bisa diperkenalkan kepada siswa. Karena merekalah generasi muda yang nantinya akan meneruskan pembangunan di Kota Cirebon.
Jika mereka mengetahui tata kota sejak awal,
Sekda Kota Cirebon, Siswa Sekolah Juga Harus Mengetahui Tata Kota Agar Kelak Bisa Jadi Ilmuwanmaka diharapkan ke depannya mereka bisa membangun Kota Cirebon menjadi daerah yang lebih maju lagi dengan tetap memperhatikan konsep tata kota dan lingkungan yang baik.
Sementara itu Ketua Yayasan Santo Domicus Cabang Cirebon, Suster Albertin, menjelaskan jika generasi milenial perlu digugah akan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan sejak masih di bangku sekolah.
“Karena dari riset terkini, kalau pendidikan tidak memiliki kontribusi, justru akan menciptakan ilmuwan-ilmuwan muda yang merusak bumi yang hijau ini,” ungkap Albertin.
Karena itu, pihaknya menyambut gembira dengan penyelenggaran kegiatan kali ini, karena kesadaran terhadap lingkungan bisa dipupuk sejak masih usia muda.(Nm)

Post A Comment:

0 comments: