Peringati Hari Perempuan Internasional, Fatayat NU Majalengka Gelar Kajian Quran
E satu.com (Jakarta) - Perempuan harus berdaya dan menjadi pioner kemajuan di masyarakat.

Karena itu, ia harus mengambil peran-peran strategis di wilayah publik, bukan hanya terkungkung di ruang domestik saja.

Demikian refleksi Hari Perempuan Internasional yang disampaikan oleh Ketua PC. Fatayat NU Kabupaten Majalengka, Upik Rofikoh, pada Acara Kajian Quran yang digelar di Majlis Majelis Suluk Mizani Jatiwangi, pada Ahad (08/03).

"Tidak boleh ada lagi kekerasan berbasis gender yang disebabkan cara pandang yang menilai posisi perempuan dianggap lebih rendah dari laki-laki", tegas Pengasuh Ponpes Puteri Al-Mizan Jatiwangi itu.

Lebih jauh disebutkan, bahwa kajian Quran diadakan berangkat dari spirit Al-Quran yang tidak membeda-bedakan jenis kelamin atau gender dalam konteks relasi kemanusiaan.

"Qur'an menegaskan kesetaran manusia tanpa  alasan gender. Inilah yang menjadi pondasi dasar bahwa perempuan sebagaimana laki-laki wajib untuk dihargai, dihormati dan dimuliakan tanpa kecuali", tegas Upik.

Karena itu perempuan harus tampil mengambil peran penting dalam pengambilan kebijakan-kebijakan publik yang tidak diskriminatif.

"Perempuan sendiri harus terus meningkatkan kualitas dan kapasitas untuk menempati posisi-posisi strategis agar mampu memperjuangkan hak-hak perempuan sekaligus membela perempuan-perempuan yang tertindas", pungkas Upik.

Kegiatan yang dihadiri ratusan Pencinta Al-Quran se-wilayah 3 Cirebon ini diisi Tadarus Quran dan kajian bersama pakar Qiriaah Sab’ah DR. KH. Ahsin Sakho, MA dan anggota DPR RI, KH. Maman Imanulhaq.

Post A Comment:

0 comments: