E satu.com (Cirebon) - Sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah pandemi COVID-19, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon kembali hadir melalui Program Sosial Bank Indonesia berupa bantuan APD, masker, hand sanitizer, sembako, hingga wastafel di tempat umum kepada masyarakat di wilayah kerja Ciayumajakuning. Bantuan diberikan melalui Gugus Tugas Kota / Kabupaten, yayasan sosial keagamaan, kelompok masyarakat dan dinas maupun instansi terkait penanganan COVID-19 seperti PMI atau Dinas Kesehatan. Selama pandemi berlangsung kisaran bulan Maret hingga September 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon telah mendistribusikan 5.200 paket sembako, puluhan APD untuk tenaga medis dan ribuan masker serta handsanitizer yang diberikan kepada masyarakat.

Paket sembako dan masker yang diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon juga mendukung kegiatan usaha UMKM Ciayumajakuning hal ini terlihat dari penggunaan produk UMKM untuk paket bantuan seperti beras dari Kelompok Tani Kabupaten Indramayu, pembuatan masker dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka, serta makanan olahan kering dari pelaku UMKM Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, optimalisasi penggunaan produk UMKM dalam paket bantuan BI Cirebon ini diharapkan dapat menggairahkan kembali usaha UMKM ditengah terpaan pandemi.

Paket sembako pada masyarakat terdampak COVID-19 diberikan secara langsung kepada para kepala daerah, seperti Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka pada tanggal 18 Mei 2020; Kota Cirebon pada tanggal 10 September 2020; dan Kabupaten Cirebon pada tanggal 22 September 2020. Adapun bantuan lain diberikan dengan cara distribusi langsung oleh yayasan atau kelompok.

Bakti Artanta selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia menyebutkan bahwa selain dalam rangka program sosial, bantuan ini diharapkan juga dapat menjadi stimulus bagi pergerakan UMKM dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehingga secara ekonomi masyarakat masih dapat bertahan hidup di tengah pandemi. ( Red)

Post A Comment:

0 comments: