E satu.com (Indramayu)
- Kontestasi Pilkada Indramayu serentak 9 Desember 2020 merupakan ajang kontestasi lima tahunan guna melahirkan kepemimpinan daerah yang baik serta berkualitas, maka dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat dan peserta pemilu untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkada yang bersih. Salah satunya Masyarakat Indramayu diimbau agar dalam menentukan pilihan bukan karena diberi uang.

Hal itu diungkapkan Cabup nomor urut 4 Nina Agustina Dai Bachtiar kepada media, Kamis (15/10/2020).

"Pilkada yang bersih itu parameternya adalah tidak bermain money politic atau politik uang," tuturnya.

Menurutnya, politik uang adalah bagian dari salah satu instrumen praktek kotor yang menyebabkan kontestasi pemilu tidak melahirkan kepemimpinan yang bersih. Kendati dari hasil survei LSI menunjukkan bahwa keinginan pragmatis masyarakat pemilih Indramayu masih mendominasi sekitar 50 persen. 

Tetapi setidaknya, lanjut Nina, instrumen Pemilu di Indramayu dapat dan mampu meminimalisir potensi dan praktek - praktek kotor yang menjadi raihan pelaksanaan Pilkada bersih dan berkualitas.

"Tindakan politik uang ini sama dengan menyogok rakyat. Hal ini tidak memberikan pendidikan politik rakyat yang baik, ini bukan mencerdaskan tapi pembodohan," tegasnya.

Oleh karenanya Nina berharap agar masyarakat Indramayu cerdas dalam memilih pemimpin untuk kemajuan kabupaten Indramayu ke depan.

"Jadi pilihlah pemimpin bukan karena diberi uang, tapi pilihlah yang tepat yang akan membawa Indramayu ke depan lebih maju," tandasnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu telah menerima pengaduan salah satu Paslon yang diduga telah melakukan praktek money politik. Kasus itu, menunjukkan jika potensi rusaknya Pilkada tidak bersih itu ada dan harus dihilangkan. Maka dibutuhkan peran serta dari seluruh masyarakat Indramayu untuk bersama-sama mencegah melalui advokasi dan edukasi dampak dari politik uang.(iwan/wn)

Post A Comment:

0 comments: