AKB

E satu.com (Indramayu)
- Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi tahun ini membawa dampak luar biasa, bukan hanya warga yang kesulitan air bersih, tapi juga terhadap semangat petani yang mulai menurun.

Kondisi itu dialami petani bawang merah di Desa Arjasari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Antusiasme mereka menanam bawang menjadi berkurang karena hujan tak kunjung turun.

Andi, petani bawang setempat mengaku belum siap menanam bawang merah saat ini. Sebab, jika dipaksakan menanam, maka modal yang harus dikeluarkan akan semakin membengkak. Besarnya modal karena harus menyewa mesin pompa air.

Selain itu, ia juga harus membeli benih, pupuk, obat-obatan yang saat ini harganya sedang melambung tinggi ditambah ongkos pekerja. 

Namun demikian, ia tetap ingin memanfaatkan lahannya untuk ditanami bawang merah. Komoditas ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam jagung maupun kedelai palawija lainnya di musim kemarau seperti sekarang.

"Tanaman bawang merah memiliki potensi bisnis yang besar. Sebab, bawang merah selain usia penanaman lebih pendek juga memiliki nilai jual yang tinggi," kata dia, Senin (23/11/2020).

Ia menjelaskan, lebih memilih bawang merah karena harga jualnya lebih tinggi. Beda jika menanam jagung atau padi saat dijual harganya jauh di bawah bawang merah.

Meski begitu, ia juga mengeluhkan karena selama ini petani hanya menanam bawang merah dari umbi. Sehingga perlu pemberian bibit bawang merah dari biji. Selain itu, diperlukan juga pelatihan bagaimana proses penyemaian bibit tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Calon Bupati Indramayu, Nina Agustina akan menampung aspirasi dari petani bawang di wilayah tersebut, sehingga ke depan akan menjadi prioritas program Nina Lucky.

"Untuk masalah bibit bawang merah, kedepan kita akan membangun pusat penelitian dan kajian pemuliaan benih dan bibit serta membangun desa mandiri benih di 309 desa," kata Nina, yang juga merupakan pengurus GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia) itu.

Sebelumnya, Nina Agustina juga telah melakukan terobosan serius di bidang perkebunan. Putri sulung mantan Kapolri Da’I Bachtiar itu, sukses mengembangkan buah melon di daerah Haredong, Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.

Bahkan secara serius, Nina Agustina sudah berani melakukan langkah positif dengan memberikan pelatihan kepada para petani dari Indramayu dengan cara mengirimkan langsung ke Omah Bio Sawangan kawasan Kota Depok Jawa Barat, hingga dua kali berturut-turut. Di sana para petani diberikan bimbingan untuk belajar mengolah pertanian dan perkebunan dengan baik.

Hasil dari dua kali pengiriman peserta pelatihan tersebut, kini terlihat geliat perkebunan baru di wilayah Kabupaten Indramayu. Pertama, kebun buah anggur yang ada di wilayah Desa Segeran Kidul dan kebun buah melon di Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya.

“Sudah menjadi tekad saya untuk melakukan perubahan di Indramayu di berbagai sektor. Salah satunya di sektor perkebunan dan pertanian. Meskipun status saya masih sebagai cabup, tapi saya berani mengupayakan bagaimana di wilayah Kabupaten Indramayu mulai ada inovasi di bidang pertanian atau perkebunan baru,” tutur Nina.

Dijelaskannya, Indramayu membutuhkan gebrakan seperti inovasi baru pada bidang pertanian, terutama pada daerah yang terkendala dengan suplai air.

“Setelah pilot project perkebunan melon dan anggur ini berhasil, kedepan jika saya terpilih jadi bupati Indramayu, maka program ini harus bisa menyebar keseluruh desa yang ada di Indramayu, termasuk benih bawang merah dari biji akan diberikan” pungkasnya.(iwan/wn)

Post A Comment:

0 comments: