AKB


E satu.com (Cirebon)
- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat Saipullah Nasution melepas ekspor perdana CV Flamingo Rotan ke Jerman. Pelepasan ekspor produk meubel atau furnitur tersebut dari pabrik CV Flamingo Rotan di Desa Tegal Wangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (01/04/2021) jam 14.00 WIN.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama CV Flamingo Rotan, Sylvester Stallone Mapalulo, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Cirebon Encep Dudi Ginanjar.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan, CV Flamingo Rotan ekspor satu kontainer 20 feet (ft) ke Jerman, dan nanti satu kontainer 40 feet (ft) ke Argentina. "Kami dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat sangat mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat pandemi Covid-19," ujarnya.
Sebab, kata dia, negara mengalami kesulitan keuangan. Negara selama ini mengeluarkan banyak dana untuk memerangi Covid-19, termasuk pendanaan untuk vaksin Covid-19. Makanya Bea Cukai diminta pimpinan untuk turun ke daerah bantu perusahaan-perusahaan yang ada di daerah untuk ekspor.

"Karena penerimaan negara berasal dari investasi dan ekspor," ujarnya.

Hasil ekspor, lanjut dia, bisa membuat perekonomian jalan. Karena devisa ekspor dipergunakan pelaku usaha melakukan kegiatan ekonomi, sehingga dapat menumbuhkan sektor usaha. Untuk itu, kata dia, perlu sinergi antara Bea Cukai dengan pemerintah daerah (pemda), asiosiasi, dan wartawan agar Industri kecil menengah (IKM) melakukan ekspor produknya.

Sementara Direktur Utama CV Flamingo Rotan, Sylvester Stallone Mapalulo mengatakan, ekspor perdana dengan menggunakan nama perusahan sendiri merupakan sebuah kebanggan. Sebab, kata dia, selama kurang lebih dua tahun melakukan ekspor produk rotan menggunakan perusahaan orang lain.

"Bangga bisa ekspor dengan nama perusahaan sendiri," ucapnya.

Menurutnya, dengan menggunakan nama perusahaan sendiri membuat pembeli atau buyer semakin percaya terhadap produknya. "Bisa membina kepercayaan dari buyer," ucapnya.

Perusahaannya, kata dia, membuat meubel atau furnitur dari rotan sesuai pesanan. Pesanan terkadang sebulan atau dua bulan sekali. "Karena perusahaan baru, kontrak belum ada, jadi tergantung pesanan," ujarnya.(wnd/pgh)

Post A Comment:

0 comments: