AKB


E satu.com (Cirebon)
- Wali Kota Cirebon meminta pengelola mal dan pusat perbelanjaan mengendalikan pengunjung yang masuk, sehingga tidak lagi terjadi badai penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon. 

“Tolong jangan berkerumun, tetap jaga protokol kesehatan,” pinta Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat melakukan monitoring ke sejumlah pusat perbelanjaan. Monitoring dimulai dari Surya Siliwangi, Asia Toserba, Grage Mall, CSB Mall, dan Yogya Junction. Di setiap mal dan pusat perbelanjaan, tidak lelah, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., selalu mengingatkan pengunjung melalui pengeras suara yang tersedia. 

“Saya melihat memang ada peningkatan kerumunan di mal dan pusat perbelanjaan, saya akui,” ungkap Azis. Namun ketaatan warga menggunakan masker juga cukup tinggi. Dari pantauan yang dilakukan hampir seratus persen warga sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Peningkatan kerumunan di mal dan pusat perbelanjaan terjadi karena menjelang Idul Fitri. Warga ramai membeli kebutuhan mereka menjelang hari raya tersebut. Untuk itu Azis mengingatkan kepada pengelola mal dan pusat perbelanjaan di Kota Cirebon untuk mampu mengendalikan dan menghitung pengunjung yang masuk ke tempat mereka. “Patuhi kapasitas yang telah ditentukan,” tegas Azis. Pengunjung yang bisa masuk maksimal 50 persen dari kapasitas mall dan pusat perbelanjaan. Demikian pula dengan rumah makan, pengunjung yang diperbolehkan makan di tempat hanya 50 persen dari kapasitasnya. 

“Saat ini kita injak rem lagi,” ungkap Azis. Untuk itu pengelola mal dan pusat perbelanjaan diwanti-wanti untuk mematuhi aturan dari Satgas Penanganan Covid-19 terutama mengenai penerapan prokes di lingkungan mereka. Pengawasan, lanjut Azis, juga akan ditingkatkan mulai hari ini hingga H+7 Idul Fitri 2021. “Karena setelah lebaran kita juga ramai dikunjungi,” ungkap Azis. 

Selain mendatangi mal dan pusat perbelanjaan, monitoring juga dilakukan di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., sempat melihat adanya batu bata yang lepas. ”Alun-alun ini termasuk banyak pengunjungnya,” ungkap Azis. Namun alun-alun juga dibangun dua tahun dengan susah payah. Sehingga keberadaannya harus dirawat. “Saya imbau kepada pengunjung untuk tertib dan menjaga kebersihan. Penerapan protokol kesehatan sebagai upaya  pencegahan Covid-19. Tempat sampah juga sudah disiagakan di berbagai titik di alun-alun.” lanjutnya.

Bahkan Azis telah meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon untuk membuat pengelolaan khusus untuk melestarikan dan memelihara Alun-alun Kejaksan. Berbagai dinas akan tergabung di dalamnya, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta dinas-dinas terkait lainnya. (pgh)

Post A Comment:

0 comments: